Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Tongkat Energi Selestial


__ADS_3

KRAK!! KRATAK!! KRAAAK!!


Pengkristalan terjadi pada lengan kanan Adrine, hal ini terjadi karena Adrine berusaha untuk menyentuh pedang Semesta Laut Dalam. Walaupun pengkristalan terjadi, namun ia sama sekali tidak menjerit ataupun mengerang kesakitan, justru mulutnya terdiam dan ekspresinya tetap datar dan dingin.


BLAAAR!!


Petir menyambar ketujuh pedangnya dan juga mengenai Adrine, ia sedikit menahan sakit dan orang-orang yang ada di belakangnya menjadi takut dan berjalan menjauh.


"ADRINE!!! APA YANG KAU LAKUKAN?!! CEPAT MUNDUR!!!"


Senior Yota sangatlah cemas dengan keadaan Adrine sekarang ini, petirnya juga masih terus menyambar tiada henti dan terus bertambah kuat. Adrine menghiraukan ucapan dan peringatan dari senior Yota, namun semakin lama ia juga seperti menghiraukan rasa sakitnya.


CIAAARR!!


Tembok besar yang menghalangi sirkulasi energi dan pusat meridian terlihat pecah, namun itu adalah bagian dalam tubuh Adrine dan tak dapat dilihat oleh orang lain.


"Kunci pertama, terbuka."


Adrine tersenyum bahagia dan puas akan peraihannya dalam waktu singkat. Selain itu, petir yang menyambarnya juga sudah berhenti, kini pedangnya saja yang terlihat masih teraliri petir bertegangan tinggi.


"7 pedang Semesta Laut Dalam telah selesai disempurnakan."


'Pedang yang sangat kuat, terbuat dari bahan yang sangat langka, pembentukannya juga tak biasa. Sepertinya di setiap setengah bagian pedangnya terbentuk dari segunung Kristal Ungu Laut Dalam yang dipadatkan. Gagangnya juga terbentuk oleh campuran esensi Batu Angkasa dan cairan Emas Langit.' Pikir Adrine.


Mata tengah Adrine kembali diaktifkan dan membuat kristal yang menutupi lengannya menjadi rapuh.


PLAAARR!!


Kristalnya telah terpecahkan dan kini Adrine berhasil memegang 1 pedangnya dengan aman dan mudah tanpa mendapatkan resiko apapun.


'Haha, sepertinya aku juga bisa mengendalikan ketujuh pedangnya.' Pikir Adrine.


Lalu ketujuh pedang yang mengelilingi pilar cahayanya mulai berterbangan dan membentuk pola lingkaran yang berputar di belakang kepala Adrine.


Dengan menggunakan energi pada mata tengahnya, Adrine memberikan simbol kepemilikan yang berupa namanya dan terbentuk ukiran mental, sehingga jika ada orang lain yang merebutnya dari Adrine, mereka akan mengalami pengkristalan dan teraliri petir yang kuat di dalam kristalnya. Setelah itu, bagian tubuh yang menyentuhnya akan mati rasa dan sepenuhnya menjadi Kristal Ungu Laut Dalam, ini yang dinamakan racun Kristal Laut Dalam.


"Ka ... Kau ... Jangan bilang kau memang bisa mengambilnya, Adrine? Tidak ... Ini pasti mungkin ... Apa ini?"


Senior Yota sampai tak tahu berkata apa hingga tiap perkataannya seperti orang linglung, tapi dia sebenarnya masih tak percaya jika ketujuh pedang Semesta Laut Dalam bisa dikendalikan oleh Adrine dengan begitu mudah.


"Haha ... Senior Yota, jangan khawatir, sepertinya ketujuh pedang ini memang sedang memilih tuannya melalui ujian seperti tadi, jika mereka tak tahan maka mereka akan menyerah dan gagal."

__ADS_1


Senior Yota mengangguk paham.


Para murid yang lain telah membawa kembali murid yang tadinya dipukul dengan sangat keras oleh Adrine.


"Ternyata benar ... Kalau kau memang ingin ... Memonopoli sekaligus membodohi kami ... Semua."


Adrine sendiri muak melihat wajah orang itu yang menyebalkan, ia pun mendekati murid tersebut.


"Kau sendiri berteriak lantang tadi. Apa kau tahu, ada 3 macam ujian yang ada ketika mengambil pedangnya, pertama adalah pengkristalan, yang kedua adalah sambaran, dan yang terakhir adalah pengukiran. Sekali kau salah dalam ujian, kau sendiri yang kena durinya, seharusnya kau berterima kasih padaku."


Ini adalah kali pertama Adrine menceramahi seseorang yang bahkan ia tak cukup kenal, namun ia berbalik kembali dan memandangi pilar cahaya. Cahaya yang terpancar kini jauh lebih mengerikan dan memancarkan aura yang sangat kuat.


"Senior Yota, kita bisa kembali sekarang."


"Baiklah, akan aku urus hewan iblis brengsek ini."


Pandangan Adrine terlempar ke arah Darkness Lightning Demon yang sekarang tengah sekarat.


"Ah, itu biar aku sendiri yang mengurusnya, kumohon senior."


Senior Yota mengangguk dan membiarkan Adrine untuk membereskan Darkness Lightning Demon.


"Terima kasih, senior. Kau dan para junior yang lain bisa kembali sekarang, biar aku urus dia."


Adrine kemudian melakukan penggabungan jiwa dengan Bolt Demon dan memberikan perintah kepada pedang yang ada di belakangnya untuk menyerang dengan energi petir yang diberikan oleh Bolt Demon. Dan hanya dengan sekali serang saja Darkness Lightning Demon telah tumbang.


Adrine mengambil jiwanya dan melakukan pertarungan jiwa. Adrine menang dengan sangat mudah hanya dengan menggunakan sedikit kemampuan dan energi yang ia taruh pada penggabungan jiwa Bolt Demon.


Adrine memberi pasukan barunya itu dengan nama Bolt Demon juga. Walaupun namanya sama, namun Adrine tetap bisa mengontrol yang mana nantinya akan keluar jika dipanggil olehnya.


"Sekarang waktunya mengambil artifak yang tersimpan di dalam pilar."


Kemudian Adrine kembali pada tubuh aslinya dan membuka kemampuan melihat aliran energi, matanya itu benar bisa melihat apa isi yang sebenarnya ada di dalam pilarnya.


"Tongkat? Apa itu benar-benar tongkat?"


Setelah melihatnya dengan seksama, Adrine mula mendekati pilarnya dan cahaya yang dipancarkannya mulai menghilang. Namun pusaran awannya masih terkumpul pada titik yang sama.


BRZZZT!! BLAAAR!!


Petir kembali menyambar dan sekarang sambarannya mengarah ke pilar. Pilar tersebut terbuka layaknya terbelah menjadi 4 bagian yang menyisakan tongkat yang ada di dalamnya. Tongkat tersebut berwarna hitam dengan sebuah bola mutiara yang ada di atasnya dan dikelilingi oleh 2 kristal berwarna biru gelap. Di dalam mutiaranya terlihat seperti terdapat pusaran awam yang berwarna biru dan di pusatnya bercahaya emas terang.

__ADS_1


"Mutiara Awan Galaksi dan 2 Azure Murni, tongkat ini terdapat 2 jenis bahan alam yang sangat-sangat langka, jauh lebih langka dibandingkan dengan segunung Kristal Ungu Laut Dalam. Tongkat apa ini?"


Terdapat sebuah nama yang terukir pada lapisan tongkatnya.


"Tongkat Energi Selestial, hmm ... Sudahlah, aku juga mana tahu?"


Kemudian Adrine mulai mencoba menyentuh tongkatnya dan yang terjadi adalah energinya sendiri malah terserap oleh tongkat tersebut dengan begitu deras. Namun Adrine berusaha menghalau efeknya dengan cara menggunakan Tremendous Absorption yang berbalik menyerap energi tongkatnya.


"Eh? Apa itu?"


Mata tenga Adrine menangkap sebuah penglihatan yang di mana terdapat energi yang begitu besar dan hampir tak terbatas di dalam tongkat Energi Selestial.


"Ternyata tongkat ini sangat cocok dengan kemampuan pengendalian pasukanku yang membutuhkan banyak energi, tongkat ini sangat cocok denganku."


Adrine pun segera mengimbangi penyerapan yang dilakukannya dengan tongkat Energi Selestial. Prosesnya begitu lama hingga tongkat tersebut mengakui Adrine sebagai tuannya.


Adrine terus berusaha mengimbangi hingga lebih dari setengah jam, namun belum ada tanda-tanda keberhasilannya sama sekali.


Sekarang sudah lewat dari 2 jam dan Adrine juga masih belum mendapatkan pengakuan dari tongkatnya.


7 jam Adrine telah melakukan Penyerang dan juga tongkat Energi Selestial juga masih belum mengakuinya sebagai pemiliknya.


'Apa aku juga harus sekalian mengukir nama kepemilikan ya?' Pikir Adrine.


Lalu Adrine melakukan pengukuran namanya pada saat yang bersamaan dan tongkat Energi Selestial mulai bereaksi akan ukirannya.


Ukiran yang Adrine berikan kini memudar seolah tongkatnya memang mampu memudarkan nama kepemilikan yang diukir oleh Adrine.


'Ah, tongkat ini ... Bikin tambah sulit saja.' Pikir Adrine.


Kemudian Adrine mempertahankan 2 posisinya sekaligus, yang pertama adalah keseimbangan penyerapannya dan yang kedua adalah mempertahankan ukiran namanya. Situasinya begitu sulit bagi Adrine sekarang ini.


"Haha ... Ini waktunya."


Tongkatnya mulai bereaksi dengan sangat cepat dan memancarkan cahaya yang kuat ke langit.


Sementara itu, senior Yota yang masih berada di depan celah tebing juga masih bisa melihat cahaya yang memancar.


"Apa itu? Apa Adrine baik-baik saja? Tapi kenapa rasanya tidak.ada pertarungan di sana ya?"


Kecurigaan senior Yota memanglah benar, tapi Adrine sengaja membiarkannya pergi bersama para murid yang lain agar mereka tidak melihat Adrine yang tengah mengambil barang berharga dengan alasan melawan Darkness Lightning Demon yang sekarang sudah dibereskan sejak beberapa jam yang lalu.

__ADS_1


"Semoga saja Adrine di sana baik-baik saja."


Bersambung!!.


__ADS_2