Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Menyelesaikan misi


__ADS_3

Langit semakin gelap dan petir juga menjadi lebih ganas di tempat yang lebih dalam. Adrine dan beberapa murid lain telah berhasil memasuki wilayah yang cukup dekat dengan celah tebing yang sempat dibicarakan oleh Adrine dengan Blood Demon.


Selain itu, mereka telah menetap di dalam Distorsi Portal selama 4 hari dan terus memburu hewan spirit. Adrine juga sempat mengambil beberapa jiwa hewan spirit yang telah mati untuk memperkuat jiwa pasukannya, terutama 3 kekuatan besarnya.


Selama 4 hari ini, Adrine menggunakan kekuatan murninya dan tidak menyerahkan kepada pasukannya. Ia ingin melatih kemampuannya yang telah dilatihnya sampai saat ini.


"Haaah... Kapan kita akan bertemu dengan penguasanya? Sudah berhari-hari kita di sini dan tak mendapatkan apapun."


Dota mengeluh karena pertama kalinya memasuki Distorsi Portal, ia tak tahu kalau waktu yang berjalan di dalam portal berjalan lebih lambat dari yang di luar.


"Kita baru menjelajah selama 4 hari dan kau sudah mengeluh? Kenapa bisa kau ikut ke dalam misi ini?"


Salah seorang murid yang lain mengolok Dota.


"Waktuku sangat berharga, jika aku punya banyak waktu luang seperti ini, aku akan melakukan latihan dan berkultivasi untuk menjadi kuat."


Para murid yang lain juga hampir sependapat dengan Dota, namun ada beberapa yang menikmati misinya dan bersikap santai.


Sekarang ini Adrine tidak bersama Dota dan para murid lain, ia tengah bersama senior Yota untuk berjaga sekaligus berbincang-bincang.


"Jingga? Kakakku saja baru saja melewati jingga, kau itu sangat cepat lho..."


Suara dari senior Yota yang memuji Adrine.


"Jangan terlalu dilebihkan, kakak dari senior Yota pasti lebih hebat dariku. Aku saja sekarang masih mencoba belajar soal beberapa tekniknya."


Adrine sedikit tersipu dengan ucapan dari senior Yota.


"Intinyanya kau itu luar biasa, tak usah membantah! Btw, kau juga menjadi calon kandidat di turnamen pedang itu kan? Berusahalah."


Adrine mengangguk mantap.


"Senior, kita sudah beristirahat cukup lama, bagaimana kalau kita segera bergegas lagi? Tujuan kita ada di belakang celah itu."


Celah tebing telah terlihat di depan mata, celahnya sangat besar namun gelap gulita ketika ada di dalamnya.


"Kita belum memeriksanya apa yang ada di dalam sana, mungkin mudah bagiku untuk menyelamatkan misi ini, tapi ini misi kalian, aku di sini hanya untuk berjaga-jaga."


Senior Yota menepuk pundak Adrine, ia sendiri sebenarnya bukan bagian dari misi ini. Namun Adrine tetap memiliki pemikiran lain tentang hal ini.


"Senior, bagaimana kalau aku mengirim salah satu pasukanku untuk masuk ke dalam sana dan memeriksanya?"


"Benar juga... Bukankah kau itu juga seorang Necromancer?"


Adrine mengangguk.


Lantas keluar sebuah bayangan berwarna perak yang membentuk tubuh naga, Dragon Steel. Adrine memberikan sebuah kode dan Dragon Steel langsung memahaminya, naga tersebut pun terbang dan menuju ke dalam celah gelap tersebut.


"Naga? Bukankah itu Naga Sisik Perak?"

__ADS_1


Adrine mengangguk lagi.


"Naga ini adalah jenis naga yang paling lemah. Pada saat itu, aku bisa dengan sangat mudah mengalahkan naga ini."


Senior Yota tersenyum mendengarnya.


"Kau memang hebat, aku kagum padamu."


Tak lama setelah senior Yota memuji Adrine, Dragon Steel telah kembali. Adrine bisa memeriksa apa yang telah dilihat oleh Dragon Steel dan keadaan yang ada menurutnya cukup rumit karena kurangnya pencahayaan.


Adrine menceritakan apa yang telah ia lihat kepada senior Yota, tanggapan dari seniornya itu juga cukup bagus. Senior Yota menyarankan untuk beristirahat sedikit lebih lama lagi untuk mempersiapkan para murid yang lain dan Adrine menyetujuinya.


Adrine meminta kepada senior Yota untuk membiarkannya pergi berpatroli di dekat celah dan membereskan beberapa yang ada di sekitar celah tebing. Karena misi ini bukanlah misi senior Yota, ia membiarkan Adrine untuk berpatroli asalkan tidak masuk dengan sembarangan.


Adrine berterima kasih kepada senior Yota dan pergi meninggalkan senior dan murid yang lain. Di dalam perjalanannya, ia melihat beberapa hewan spirit yang sengaja bersembunyi dari Adrine dan menjauhinya.


Adrine tak ingin mendekati hewan spirit yang menjauhinya, namun ia ingin menunggu mereka untuk mendatanginya sendiri di depan celah nanti.


"Kalian pasti akan datang sendiri secara bergiliran nanti."


Adrine tersenyum biasa dan terlihat senang melihatnya, kemudia ia melempar pandangannya lagi ke arah celah tebing yang ada di depannya.


Sesampainya Adrine di depan celah, ia melihat adanya sesuatu yang terasa ingin memangsanya.


"Baru juga datang, aku sudah disambut dengan baik."


Adrine segera mengaktifkan mata jiwa laman dan mengeluarkan pedang Api Hitam Ashura.


ZRAAAST!!


Setelah itu, Adrine terus berjaga dan memandangi celah gelap yang ada di depannya. Melihat adanya 2 mayat Serigala Bermata Tiga, beberapa dari kawanan hewan spirit yang lain mundur dan kembali ke dalam kegelapan di dalam celah tebing.


"Aku ingin segera memasukinya, tapi aku masih diawasi oleh senior Yota dari jauh."


Adrine tahu kalau pergerakannya terus dilihat oleh senior Yota, akan tetapi senior Yota tidak membatasi pergerakan Adrine, ia hanya sekedar mengingatkan dan tugasnya hanyalah mengawasi misi yang tengah dilaksanakan oleh Adrine bersama dengan murid lainnya. Bisa dibilang senior Yota mendapatkan misi untuk mengawasi keselamatan para juniornya di saat menjalani misi.


'Hanya menunggu yang lainnya sampai siap dalam beberapa jam lagi.' Pikir Adrine.


"Haaah... Mereka itu lemot sekali."


Bukannya mengeluh akan misinya, namun ia malah mengeluh tentang murid lainnya yang tidak bisa segera bergegas menyelesaikan misinya.


Dengan terpaksa Adrine pun menunggu murid lainnya dengan berkeliling di sekitar celah tebing dan mecari beberapa hewan spirit yang bersembunyi di pesekitaran.


Beberapa jam telah berlalu, Adrine masih berkeliling dan juga membereskan mulut dari celah tebing. Ia juga sudah tak melihat adanya hewan spirit lagi yang ada di sana, semuanya telah berubah menjadi mayat yang terbunuh oleh tangan dan pedanh Adrine.


SET!!


'Eh? Perasaan apa ini?' Pikir Adrine.

__ADS_1


Adrine merasakan adanya kekuatan yang cukup kuat dari arah peristirahatan para murid.


"Aku harus segera ke sana."


'Setidaknya hewan spirit ini berada di tingkat Langit peringkat 2 atau 3.' Pikir Adrine.


ZRAAAST!!


Adrine pun langsung bergerak cepat ke arah tempat peristirahatan dan ingin memeriksa apa yang tengah terjadi..


Benar saja, terdapat beberapa Kelelawar Darah Gelap yang mendatangi para murid, namun mereka masih setara dengan tingkat Langit peringkat 3. Memang agak sulit diatasi walaupun dengan kerja sama seluruh murid jika senior Yota tidak ikut dilibatkan.


Senior Yota sedikit was-was melihat juniornya yang dikepung Kelelawar Darah Gelap, namun ia ingin tahu seberapa kompaknya setiap murid yang ada.


Ada beberapa yang bersiap untuk bekerja sama di dalam kelompok, namun ada juga yang berpisah dan juga ada yang menjauh. Beberapa orang bersembunyi dibalik yang lainnya.


Kelelawar Darah Gelap hanya akan berterbangan di malam hari, namun di dalam dunia Distorsi Portal suasananya juga sedikit gelap dan cukup berbeda dengan yang ada di luar. Karena itu lah kelelawar kelelawar itu dapat berkeliaran dengan bebas, apalagi ini bagian yang lebih dalam dan lebih gelap di dalam dunia portal.


Adrine pun menghampiri mereka.


Dari penglihatan para Kelelawar, mereka seperti nampak sebuah alam semesta yang berbentuk manusia dan tengah berjalan mendekati kawanan manusia yang lain. Manusia yang dilihatnya itu adalah Adrine, mereka juga melihat kekuatan mengerikan, terlihat seperti mata merah ungu yang begitu mengerikan menatap ke arah Kelelawar dengan pandangan yang siap untuk memangsa mereka.


Ketika Adrine ingin mendekati para kelelawar tersebut, kelelawar kelelawar itu seperti memberikan jalan kepada Adrine. Hal ini jelas membuat Adrine kebingungan, senior Yota yang juga melihatnya merasa bingung juga. Tiba-tiba saja secara kebetulan para kelelawar tersebut memberikan jalan kepada Adrine untuk lewat.


Ada beberapa kelelawar yang ketakutan dan pergi meninggalkan para kawanannya. Akan tetapi tatapan mata Adrine terlihat sangat serius dan memburu, seakan gerakan mereka telah terbatasi karena tatapan mata Adrine.


'Sebentar lagi ... Sebentar lagi aku akan segera menembus kelas akhir tahap Keberlanjutan level-3.' Pikir Adrine.


Kemudian Adrine mengeluarkan pedang yang ia simpan di dalam cincin penyimpanannya, pedangnya itu adalah artifak tingkat Tinggi, Pedang Merah Tajam. Tak terlalu spesial, namun Adrine tidak ingin menonjolkan pedang Api Hitam Ashura miliknya, sehingga ia mengambil pedang yang memang disimpannya.


"Matilah kalian semua!"


Tangan Adrine mulai terselimuti bayangan hitam dengab aliran listrik yang begitu kuat, bayangan tersebut adalah fisik yang diambil dari Bolt Demon. Pedang yang dipegangnya juga teraliri listrik dengan tegangan yang sangat besar.


ZRAAAST!!


Adrine bergerak dengan sangat cepat. Ketika ia bergerak petir seperti muncul mengekor.


Dengan cepat, Adrine langsung kembali lagi ke tempatnya. Adrine pun menurunkan pedangnya dan juga perlahan mulai menghilang masuk ke dalam cincin penyimpanan kembali.


SLAAASH!! SLAAASH!! SLAAASH!! SLAAASH!!


Kelelawar yang sebelumnya terdapat di hadapan mata dan begitu menakutkan, kini hanya terlihat potongan-potongan dari tubuh mereka yang berjatuhan.


Mata yang melihatnya menjadi tak bisa menatap dengan tatapan apapun lagi, mereka sendiri tak tahu lagi apa yang harus dilihat dengan tatapan kagum, karena apa yang mereka lihat sudah harus lebih jauh hanya dari rasa kekaguman.


"Selesai."


Hanya dalam sekali gerakan, Adrine mencincang habis semua Kelelawar Darah Gelap, darahnya sangatlah amis dan menyengat.

__ADS_1


Senior Yota sendiri juga tak tahu lagi apa yang harus dikatakan, ia tertegun melihat kemampuan yang telah diperlihatkan oleh Adrine.


Bersambung!!


__ADS_2