Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Bertemu kembali dengan murid keluarga Longi


__ADS_3

Sudah lebih dari 3 jam Adrine dan kawan-kawannya berada di dalam Monumen Iblis 6 Tahun, namun sepanjang perjalanan mereka hanya dipertemukan oleh orang lain dan bertarung dengan mereka. Hal tersebut sangat tidak diperlukan dan membuang banyak waktu, sudah jelas Adrine cukup kesal dengan itu. Sebenarnya yang ditargetkannya itu adalah Kastil Iblis atau bertemu dengan murid dari keluarga Longi, ia sebenarnya berambisi untuk membunuh mereka karena menurutnya mereka pasti memiliki perintah dari tetua An, dan Adrine juga tahu bahwa mereka pasti membawa banyak sekali barang berharga untuk dirampas.


Sebelumnya Adrine juga sudah bertemu dengan para pewaris dan gengnya, akan tetapi mereka sama sekali tidak akur dan saling bertukar tatapan sinis, bahkan Shiny menyarankan untuk tidak membawa para anggota gengnya itu untuk ikut serta dalam pencarian harta, jelas Adrine menolak saran dari Shiny.


Razer telah memikirkan sisi baiknya jika para anggota gengnya Adrine bisa dimanfaatkan untuk jadi penjaga kecil-kecilan. Violet dan Viona merasa risih karena anggota geng Adrine berpakaian yang mirip seperti bandit.


'Yah, yang penting mereka diam dan seharusnya nanti bisa saling membantu,' pikir Adrine.


"Eh?"


Adrine terhenti yang membuat lainnnya juga terhenti.


Apa yang sebelumnya diharapkan oleh Adrine terwujud, bukan geng Deon dan para pewaris yang sudah akur, akan tetapi ia melihat segerombolan orang yang di mana salah satu di antara mereka sempat dilihat oleh Adrine pada saat melawan Zhenfu Longi.


"Kalian tunggu saja di sini, aku akan urus mereka sendirian!" Suruh Adrine.


Rekan Adrine pun melakukan apa yang dikatakannya dan kini ia ingin membereskan murid dari keluarga Longi. Pada saat ia mendekat, para murid keluarga Longi langsung menoleh ke arahnya dan tersenyum senang.


"Dia datang sendiri rupanya, jadi kita tak perlu repot-repot lagi mencarinya," ujar salah satu murid.


Adrine memasang wajah dinginnya, akan tetapi di dalam hatinya, ia tengah tersenyum lebar dengan bertemu para murid keluarga Longi.


"Hei bocah, aku akan memberimu pilihan, bunuh dirimu sendiri atau kami harus mengotori tangan ini?" Tanya salah seorang murid yang lain.


Adrine hanya diam seribu bahasa tanpa merespon pertanyaan barusan, teman-temannya yang di belakang agak bingung dengan kelakuan Adrine yang hanya diam sejak memutuskan untuk mendatangi para murid keluarga Longi.


"Haha, sepertinya dia memang sudah pasrah," ujar murid yang bertanya tadi.


Kumpulan murid itu tampak sangat senang sekali, berbeda dengan teman dan anggota gengnya Adrine.


"Apa sih yang sedang dilakukan Adrine?" Tanya Viona.


"Bunuh diri mungkin? Mereka semua kan berada di tahap Nirvana, mana mungkin dia bisa menang," ujar Razer sambil membersihkan telinganya dengan kelingkingnya.


"Hei hei, jaga bicaramu!" Ujar Shino yang tak senang dengan Razer.


"Apa? Kau hanya ada di tahap Keberlanjutan level-2 sementara aku sudah di level-3, perbedaan sangatlah jelas," ujar Razer dengan nada sombong.


Shino kesal dengan Razer sementara pewaris yang satu itu hanya terus membersihkan telinganya dengan penuh aura pembunuh yang cukup kuat, hal ini mengintimidasi Shino.


'Cih, sialan,' umpat Shino dalam hati.


***


Sementara itu, para murid dari keluarga Longi sudah selesai tertawa dan bersiap membunuh Adrine dengan tangan mereka. Adrine segera mengeluarkan sebuah pedang berwarna hitam dengan panas yang menyengat, bahkan sekumpulan murid yang ada di depannya itu merasakan hawa yang sangat panas pula.


"Wow, kau mau melawan? Silahkan saja, artifak yang kau bawa juga keren, tapi sebentar lagi ITU AKAN JADI MILIKKU!"


ZRAAAST!!


Murid dengan rambut pirang panjang itu mulai bergerak dengan cepat menghampiri Adrine, gerakannya lumayan cepat dan cukup sulit dihindari.


"Jih ... Lambat!" Ucap lirih Adrine.

__ADS_1


SLAAASH!!


Dengan cepatnya, Adrine menebas murid itu yang membuat tubuhnya terpotong menjadi dua. Potongan yang dilakukan Adrine berupa Vertikal yang tepat memotong ginjal murid itu.


"Nasib kalian sepertinya juga akan sama seperti dia," ujar Adrine sambil menancapkan pedang di tanah, tanah berpasirnya itu langsung berterbangan menjadikan suasananya lebih estetik yang memperlihatkan wajahnya Adrine.


"Bocah sialan ini ... Dia ... Dia membunuh Zhuteng ... " Salah seorang murid yang juga berambut pirang mulai mundur ketakutan.


"Tenanglah, itu hanya karena Zhuteng ceroboh, kita bunuh dia bersamaan, bukannya kita untung? Bunuh seseorang, kita ambil barang-barangnya, kita juga dibayar, bukan?" Ujar salah seorang murid bermata perak, rambutnya berwarna hitam.


"Benar kata, Rekei, dia hanya seseorang di tahap Keberlanjutan saja, kita sudah di tahap Nirvana, seharusnya ini bukan masalah sama sekali, tapi sepertinya pedang yang ada di tangannya itu bukan pedang biasa," ujar murid lain berambut merah.


Dengan taktik yang sudah dipersiapkan sedari dalam perjalanan, Adrine sama sekali tidak memperdulikan apapun teknik dan strategi yang digunakan oleh para murid dari keluarga Longi. Isi di dalam taktiknya hanyalah 'Bunuh lawan dengan cepat' saja.


"SERANG!!!"


ZRAAAST!!


Mereka semua mulai melompat dan Adrine mempersiapkan ketujuh pedang Semesta Laut Dalam miliknya yang mulai bermunculan di belakang kepalanya. Ia mulai tersenyum dengan sangat lebat dan menakutkan disertai niat membunuh yang sangat kuat.


"Satu!"


WUUUSH!!


Satu pedang melayang.


CRAAASHHT!!


Tak berselang lama, seluruh tubuh murid itu langsung menjadi Kristal Ungu Laut Dalam dan murid yang lainnya menjadi takut, ini sudah yang kedua kalinya Adrine membunuh murid keluarga Longi.


'Sialan ... Berapa banyak artefak kuat yang dimiliki bocah ini?' Pikir Rekei sambil menatap ngeri ke arah Adrine.


"Kalian itu sudah dewasa, bahkan ada yang dari kalian sudah menyentuh umur 35 tahun, benar kan? Haha, akan sangat memalukan jika kalian kembali kepada si An atau si Zhenfu itu tanpa membawa kabar yang baik, daripada dibunuh sama mereka, mati saja di tanganku!" Ujar Adrine dengan wajah yang mengerikan.


Ucapan Adrine barusan sangatlah mengintimidasi para murid keluarga Longi, padahal mereka semua berada di puncak tahap Nirvana dan jumlahnya bahkan lebih dari sepuluh.


"Kita harus memanggil bantuan, bisa gawat kalau bocah ini tiba-tiba membantai ki ... Thak ... Akh khak ... Aaakh ... "


"Dua!"


Zhuteng belum menyelesaikan kalimatnya dan pedang kedua Adrine langsung menusuk tepat dari punggung Zhuteng yang mengenai jantungnya, seketika seluruh tubuhnya itu berubah menjadi Kristal Ungu Laut Dalam akibat racun Kristal Laut Dalam yang menyebar dengan sangat cepat. Kekuatan Adrine semakin mendominasi dan mengintimidasi seluruh orang yang ada di sana.


"Aku yang sekarang masih sama seperti dulu dan sama sekali tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kemampuan dan harta benda yang dimiliki oleh Adrine sekarang ini, aku mungkin akan langsung terbunuh pada langkah pertama ku," ujar Shiny.


Shino tersenyum senang melihat ketua gengnya dipuji, sementara Ryu masih terus berpikir keras.


'Dia kuat, tapi aku masih ragu untuk mengikutinya dan menjadikannya ketua di dalam geng, tapi sepertinya Shino sama sekali tidak masalah akan keraguannya,' pikir Ryu.


Kembali kepada Adrine, dia kini telah membunuh dua orang. Namun kini ia sudah terbang di udara dan melontarkan pedangnya dari udara.


CRAAASHHT!!


Pedangnya mengenai murid yang sebelumnya mendukung Rekei untuk tidak mundur, tubuhnya langsung berubah menjadi Kristal Ungu Laut Dalam dengan sangat cepat, bahkan lebih cepat dari yang sebelumnya.

__ADS_1


TAP!!


Adrine langsung mendarat dan berdiri satu kaki di atas pedangnya yang menancap di tanah dan menembus tubuh seseorang.


"Ah, kalian semua membosankan, langsung kubunuh saja ya?"


Tanpa basa-basi lagi, Adrine langsung mengendalikan kesemua pedang yang ada kecuali Pedang Api Hitam Ashura dan satu pedang yang ia jadikan pijakan.


Semuanya langsung lari terbirit-birit namun pedang Adrine jauh lebih cepat dan mereka terbunuh dengan cepat pula. Semua yang terbunuh kecuali yang pertama dibunuh oleh Adrine telah berubah menjadi Kristal Ungu Laut Dalam dan disimpan oleh Adrine, menurutnya kristal tersebut sangat berharga dan sulit untuk mendapatkannya.


"Ayo, kita teruskan perjalanannya," suruh Adrine lagi kepada teman-temannya.


***


Satu jam kemudian, Adrine telah menemukan Kastil Iblis yang diincarnya, akan tetapi kastil tersebut dijaga oleh dua ekor hewan iblis berupa Fire Demon of Death.


"Akhirnya, aku punya momen untuk memperkuat Purgatory Demon lagi," gumam Adrine.


Para pewaris dan anggota geng Deon cukup takut dan was-was melihat kedua hewan iblis yang dipenuhi oleh api tersebut, akan tetapi sudah ada orang yang melawan hewan iblis tersebut.


'Aku harus membereskan mereka terlebih dahulu,' batin Adrine.


Dengan segera Adrine mengeluarkan Pedang Api Hitam Ashura-nya.


ZRAAAST!!


Adrine langsung bergerak dengan sangat cepat dan menuju ke orang-orang yang tengah melawan kedua Fire Demon of Death itu.


SLAAASH!! SLAAASH!! SLAAASH!!


Dengan menggunakan transformasi tubuh Purgatory Demon, Adrine menebas kesemua orang dan mereka langsung hangus dimakan oleh api yang ditimbulkan oleh Pedang Api Hitam Ashura.


"Mereka berdua hanyalah milikku," gumam Adrine.


Kemudian Adrine mengeluarkan Purgatory Demon dan memerintahkannya untuk melawan kedua kembarannya itu. Karena kecepatan Purgatory Demon lebih tinggi, jadi dengan mudah ia menyentuh kedua lawannya dan apa yang dilakukan olehnya itu membuat Adrine terkejut. Pasukannya itu menyerap api pada kedua Fire Demon of Death dan itu belum pernah diperlihatkan oleh Adrine.


Seketika, kedua Fire Demon of Death itu pun langsung tak memiliki energi lagi dan api yang menyelimuti tubuhnya itu telah lenyap diserap oleh Purgatory Demon.


'Apa bisa begitu? Cepat sekali cara kerjanya, Purgatory Demon juga sedikit lebih kuat, apa jiwanya masih bisa diserap?' Pikir Adrine.


Adrine pun mengembalikan Purgatory Demon ke dalam alam bayangannya kembali.


Kemudian Adrine mendekati kedua mayat yang terlihat tubuhnya yang mirip seperti manusia berwarna hitam pekat pada keseluruhan tubuhnya. Adrine mencoba menyentuh dan menyerap jiwanya, namun karena tubuh Fire Demon of Death sangat panas, ia langsung melepaskan sentuhannya.


"Sial," umpat Adrine.


Lalu Adrine menggunakan kekuatan elementalnya yang berupa bayangan dan menyelimuti tangannya agar tidak kepanasan menyentuh tubuh Fire Demon of Death. Percobaannya itu berhasil dan ia ternyata bisa masuk ke dalam alam bawah sadar dengan dua hewan iblis yang disentuhnya di alam nyata.


"Haha, aku kira tak bisa," gumam Adrine.


Setelah itu, Adrine pun mentransformasikan dirinya menjadi Purgatory Demon dan melawan kedua Fire Demon of Death.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2