Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Survival


__ADS_3

Adrine terus berlatih hingga waktunya ujian ketiga tiba. Disaat semua sedang sibuk mengurusi dirinya sendiri agar segera bergegas menuju gedung ujian, Adrine hanya terus sibuk berlatih diluar perguruan.


Adrine kembali keperguruan pada saat waktunya tersisa 10 menit lagi. Disaat Adrine hampir sampai digedung ujian, disana hanyalah sepi dan juga ada beberapa orang yang juga baru masuk seperti Adrine.


"Kukira aku akan naik tahap atau kelas. Ini... Bahkan naik ke kelas menengah tahap Tulang level-1 saja aku belum."


Adrine mengeluh karena usaha dalam berlatihlah sia-sia dimatanya, karena tak ada peningkatan sedikitpun.


"Apa kau kira hanya dengan 3 hari berlatih kau bisa naik level? Tak akan semudah itu. Setidaknya kau butuh 18 sampai 23 hari agar naik level ditahap Tulang."


Shin kecil tahu kalau latihan untuk menjadi kuat tak akan terlalu mudah dan juga tidak instan. Semua pasti ada prosesnya bahkan kalau itu adalah instan sekalipun.


'Ah, aku harus cepat. Aku pasti terlambat kalau begini.' Pikir Adrine.


Adrine segera bergegas dan masuk kedalam gedung. Ia langsung naik lantai dan langsung menuju kelantai 9. Saat Adrine sampai pada lantai 9, semuanya sedang bersiap masuk kedalam kabin simulasi.


"Ugh... Hampir saja."


Adrine merasa lega kalau dia tidak terlalu terlambat. Etern yang agak jauh dari tempat Adrine, melihat Adrine baru sampai.


"Hei Adrine, kau darimana saja? Kenapa terlambat?"


Adrine hanya tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya saja. Lalu ia berjalan kearah kabin simulasi yang masih tersisa.


Setelah Adrine memasuki kabin simulasi, disana terdapat sebuah peraturan yang sudah tertera. Setelah Adrine masuk kedalam dimensi ujian, Adrine dapat membaca peraturan tersebut.


"Pada ujian kali ini, yang akan lulus hanyalah yang masih bertahan. Jika kalian punya banyak point respawn, pertahankan point tersebut. Wilayah combatzone."


Adrine melihat sekeliling dan mendapati kalau tanah sekitarnya tandus, langitnya merah gelap, dan banyak sekali bukit-bukit yang tinggi serta banyak lembah dan goa. Disekitarnya hanyalah tanah tandus yang rata dan hanya ada sedikit rerumputan. Hampir seperti gurun atau medan perang.

__ADS_1


"Adrine, lihatlah kesana! Aku merasakan hawa temanmu itu. Siapa namanya? Oh ya, Etern."


"Apa kau tahu Etern itu yang mana?"


"Lihat saja nanti."


Lalu Adrine bergegas menuju kearah tempat yang ditunjuk oleh Shin kecil. Adrine melihat ada orang yang seperti ketakutan dan seperti orang linglung yang tersesat.


"Hei."


Disaat Adrine memanggil orang itu, Adrine berharap kalau itu benar Etern. Tetapi, disaat orang itu berbalik, ternyata bukan Etern, melainkan Arpha.


"Apa kubilang, itu benar Etern iya kan?"


"Bodoh, itu sih si Arpha!"


"Oh? Masak sih?"


"Apa kita perlu berpencar?"


Arpha sedikit takut karena harus berpencar, makanya itu dia bertanya kepada Adrine untuk berpencar atau tidak.


"Tak perlu, kau ikuti aku dari belakang dan awasi bagian belakang!"


Arpha menghela nafas lega. Ia senang kalau tak harus meninggalkan Adrine. Arpha dan Adrine juga berharap kalau mereka bisa segera menemukan Etern dan Senior David.


"Adrine, disana aku merasa ada hawa seseorang yang mungkin kau kenal."


"Ya, aku merasa kalau disana ada Etern. Aku juga merasakan sedikit adanya keberadaan Etern."

__ADS_1


Adrine berbisik kepada Shin kecil agar Arpha tak mengira kalau Adrine sedang berbicara sendiri. Dengan cepat, Adrine segera bergegas mencari Etern ditempat yang ia tetapkan.


"Adrine, jangan terlalu cepat, aku tak secepat kau."


"Tak apa-apa, kau tak usah terlalu cepat, aku hanya merasakan sedikit keberadaan hewan spirit, tetapi sangat banyak."


"Apa?"


"Tak apa-apa, lanjutkan saja!"


Lalu Adrine segera bergegas agar tak memakan waktu yang lebih lama lagi. Disaat Adrine hampir sampai pada tempatnya, Adrine melihat siluet bayangan seseorang. Dan disaat Adrine mendekatinya, itu benar kalau itu adalah Etern.


"Kita sekarang hanya perlu mencari Senior David saja."


"Senior David? Aku tadi lihat dan bertemu dengannya. Katanya dia mau mencarimu. Dia mungkin belum jauh dari sini."


Adrine mengangguk paham. Etern menunjuk tempat yang dilalui oleh Senior David untuk mencari keberadaan Adrine.


"Untuk apa kalian mencariku? Tak perlu, aku sudah ada disini."


"Baguslah, kalau begitu, kita cari saja goa untuk tempat berlindung. Kita akan melaksanakan ujian ketiga ini dalam waktu 3 jam."


Mereka semua mengangguk. Waktu mereka sangatlah berharga karena waktu adalah yang menentukan keberhasilan mereka pula. Rintangan demi rintangan Adrine lewati. Adrine selalu bertemu dengan hewan spirit tingkat langit dan suci. Adrine juga hampir ketahuan oleh para hewan spirit tersebut.


"Huh!! Akhirnya kita menemukan goa."


"Tapi kita disini tak boleh terlalu berisik. Karena didalam ada Laba-laba Ungu Berkepala Tengkorak. Laba-laba ini setidaknya tingkat langit peringkat 1."


"Apa?"

__ADS_1


"Tenang saja, disini akan aman. Aku akan mengeluarkan pasukanku untuk berjaga-jaga."


Lalu Adrine memunculkan Red Diamond dan beberapa pasukan lainnya seperti Golden Fire, Four Arm Ape, White Wolf, dan Golem. Red Diamond membuat lapisan es yang berlapis-lapis agar laba-laba itu tak mudah untuk keluar dan memakan mereka. Disetiap lapisan, terdapat dua pasukan Adrine. Dan Red Diamond tetap bersama Adrine untuk membuat dinding es lagi digunakan untuk berjaga-jaga.


__ADS_2