
"Master, mage tersebut sangatlah ceroboh. Dia selalu meremehkan kemampuan lawannya. Apalagi dia itu seorang murid VIP, dia sangat sombong." Kata Adrine.
"Mungkin itu yang membuatnya kalah, apalagi dia itu tipe mage, pertahanannya lemah. Siapa dia?" Tanya Master.
"Dia itu sebenarnya kultivator ganda. Dia juga bertipe fighter. Dia bernama Lee." Jawab Adrine dengan sedikit menambah penjelasan.
"Apa? Lee kau kalahkan? Hebat." Puji Master kepada Adrine.
"Baiklah Master, aku undur diri. Terima kasih atas penilaiannya." Kata Adrine sambil menundukkan kepalanya dan berjalan mundur.
"Ya, kau boleh pergi." Kata Master memperbolehkan Adrine pergi.
'Sebenarnya siapa kau ini Adrine? Seberapa banyak rahasia yang masih kau simpan Adrine? Siapa tahu!?' Pikir Master yang sedikit memuji Adrine dan juga masih penasaran dengan kemampuan milik Adrine.
ZRAAAST!!
Adrine pergi meninggalkan Masternya begitu saja tanpa jejak. Dalam hati, Adrine sebenarnya masih teringat akan Etern. Ia masih merindukan Etern dan ingin segera bertemu dengannya.
Dari kejauhan, Etern sedang melaksanakan pelantikan menjadi murid dalam. Menjadi seorang finalis terkuat dan sedang mengejar Adrine. Sebelumnya, Etern berlatih dan berkultivasi tanpa bantuan sumber daya apapun. Sehingga, diwaktu yang sekarang ia berada dipencapaian Bumi Level-1.
"Akan kutunggu kau Etern/Adrine!" Kata Adrine dan Etern secara bersamaan ditempat yang berbeda dan jauh.
__ADS_1
Di dalam cincin Adrine, ia masih menyimpan beberapa benda yang tak ia ketahui apa fungsinya. Adrine sedang menuju ketempat penjualan. Dalam perjalanan, Adrine teringat akan sesuatu.
"Oh ya, sistem buka Training store!" Adrine tiba-tiba teringat tentang akses Training store. Layar muncul didepan wajah Adrine dan menunjukkan daftar akses dan perlengkapan untuk bertarung.
"Hmm, pointku masih 1200. Aku ingin mencari sepasang belati. Mungkin aku bisa mencarinya digambar pedang ini." Lalu Adrine menekan layar yang bergambarkan sebuah pedang. Adrine menscroll scroll kebawah untuk mencari belati yang sesuai. Selain Adrine mencari belati yang kekuatannya lebih kuat, Adrine juga mencari belati yang harganya cukup dengan point yang ia miliki.
Adrine menemukan sepasang belati yang kekuatannya 15% lebih kuat dibandingkan dengan sepasang belati miliknya. Dan harganya hanya 1150 point saja.
"Belati Hitam Anting Raja!? Lumayan juga, apalagi kekuatannya lebih kuat dibandingkan Belati Darah Kembar. Dan juga belati ini adalah artefak. Mungkin punya sebuah efek tertentu." Adrine melihat belati tersebut juga membaca tentang detailnya sedikit. Lalu Adrine menekan layar bertuliskan tulisan Y hijau yang berarti setuju.
"Menurutku, belati yang barusan kubeli lebih pendek dari belati milikku sebelumnya. Hmm... Tak apalah, lagipula ini hanya sedikit lebih pendek saja, apa masalahnya!? Walaupun demikian, Adrine harus tetap melatih dalam penggunaan belati dengan panjang yang baru, karena bisa mempengaruhi kualitas kekuatannya dalam suatu pertempuran ataupun pertandingan.
"[Status tubuh user:
-Nama : Adrine Arnando
-Pencapaian : Kaisar Level-7
-Kekuatan : 211 -Level : 249
-Daya Tahan : 89 -Gelar : Kelayakan 2
__ADS_1
-Kecepatan : 113
-Indera : 67
-Intelegence : 97.]" ...
"Statistik apa dan berapa yang harus kutingkatkan lagi?" Tanya Adrine.
"[Anda harus meningkatkan semua statistik ini tuan :
-Kekuatan : (200) ✓
-Daya Tahan : (95)
-Indera : (70)
-Intelegence : (90) ✓]" ...
"Mungkin yang ada tanda centang itu sudah kuselesaikan. Baiklah, kali ini aku akan berusaha untuk menjadi lebih kuat. Sebelum itu, aku harus menjual barangku yang tak berguna lagi seperti belati ini." Kata Adrine sambil melihat belatinya yang akan ia jual.
Adrine masih berjalan menuju ketempat penjualan. Tak disangka ia bersimpangan dengan Arpha.
__ADS_1