Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Flashback


__ADS_3

"Bagaimana? Kau dapat berapa?"


"Wow, tak kusangka. Aku dapat 1400 koin. Kenapa kau tak menjual mata kristal milikmu?"


Ternyata Etern memperhatikan Adrine.


"Aku nungguin kamu selesai dulu. Baru gantian aku."


"Hehe, kalau begitu cepat lho!"


Etern seperti terburu-buru walaupun sebenarnya tidak. Itu hanya sebuah guyonan saja.


"Ya iya. Kau itu yang tadi kelamaan." Kata Adrine.


"Hei kalian berdua. Kalian itu dapat mata kristal sebanyak ini darimana?"


Tiba-tiba penjualnya bertanya karena penasaran kepada Adrine dan Etern yang membawa banyak sekali mata kristal.


"Sudah jelaskan pak, ini tuh didapat dari... Ehmm... Ehmm..."


Saat Adrine menjawab pertanyaan dari bapak penjual, tiba-tiba mulut Adrine dibungkam oleh tangan Etern.


"Bukan darimana-mana pak. Kebetulan tadi dapat harta karun."


Etern sedang menyembunyikan kebenarannya.


"Ooh, gitu ya?"


"Kalau begitu kami dapat berapa?"


"Ehmmm... Ehmmm..."


Mulut Adrine masih dibungkam oleh tangan Etern.

__ADS_1


"Itu... itu teman kamu apa nggak apa-apa kamu tutupin mulut temen kamu kayak gitu terus?"


Bapak penjual merasa agak kasihan melihat mulut Adrine ditutupin terus sama Etern.


"Jadi dapat berapa pak?"


Etern masih terus bertanya lagi tanpa memperdulikan pertanyaan penjualnya yang kasihan dengan Adrine.


"Iya, kalian dapat 7650. Emm... Itu temen kamu wajahnya sudah membiru lho."


Bapak penjual masih melihat Adrine.


"Oh iya, maaf."


Lalu Etern melepaskan mulut Adrine yang wajahnya sudah mulai biru.


"Hah... Haaah... Haaah..."


Nafas dari Adrine yang terengah-engah karena wajahnya ditutupin terus sama tangan Etern.


Bapak penjual mau memasukan koin ke nama kepemilikan. Adrine berhasil membuka tangan Etern yang menutupi mulutnya dan hidungnya dengan sangat kuat.


"Haah... Yang Adrine pak! Haah... Haah... Itu semua milik saya yang jumlahnya seratus lebih."


Adrine masih terengah-engah karena masih terus butuh nafas. Paru-parunya terus menarik dan membuang nafas dengan sangat cepat.


"Oh baiklah."


Lalu Adrine dan Etern pergi setelah menjual mata kristalnya. Adrine masih terengah-engah saat ditengah jalan.


"Kau ini sebenarnya kenapa sih? Mulutku kenapa ditutupin? Ada apa sebenarnya?" Adrine masih tak tahu apa maksud dari Etern menutupi mulutnya Adrine.


"Kau harus menyembunyikan apa yang baru saja kau lakukan dihutan tadi. Keluar dari perguruan dan masuk kehutan sendiri tanpa izin itu tidak diperbolehkan." Kata Etern yang menjelaskan tentang peraturan untuk keluar dari perguruan.

__ADS_1


"Oh ya? Kalau seperti aku juga tahu! Tapi kalau menyembunyikannya, kau tak perlu begitu mencolok."


"Sepertinya kau itu bukan dari dimensi ini deh?" Ujar Etern menebak.


"Bagaimana kau tahu?"


"Sudah kuduga. Melihat kau sepertinya tak tahu apa-apa tentang dunia ini, sudah membuat curiga." Ujar Etern.


"Sebenarnya dulu saat aku pulang dari sebuah tempat, aku tak sengaja menemukan sebuah kubus disuatu tempat."


Walaupun ada sedikit kebohongan, namun yang lainnya adalah kebenaran. Dulu Adrine hanyalah tinggal sendirian sebatang kara disebuah hutan.


"Oh, itu namanya Divine Cube." Ujar Etern.


"Apaan itu?"


"Yang kau temukan itu adalah Divine Cube. Di dimensi ini, disaat kau berumur 12 tahun kau akan melakukan pembangkitan menjadi seorang kultivator, yaitu dengan Divine Cube."


"Oh ya, saat itu ada seseorang yang ingin merebut kubus itu dariku. Dan aku menolak untuk memberikan kubus tersebut padanya."


"Nah, aku baru ingat. Ada satu cara untuk berkembang dengan sangat cepat."


Etern tiba-tiba memotong cerita dari Adrine.


"Hah, bagaimana itu?" Tanya Adrine.


"Nah, yang tadi kau ceritakan itu. Dengan merebut Divine Cube milik orang lain, kau bisa naik level dengan instan. Selain itu, kecepatan dari kultivasinya pun akan meningkat pula."


"Jadi saat itu Maskman ingin merebut kubus milikku dengan tujuan seperti itu."


Adrine sudah menyadari apa dari maksud Maskman.


"Lalu setelah itu, bagaimana caranya kau bisa membuka dimensi?"

__ADS_1


"Saat itu, kubus tersebut muncul dalam wujud cahaya. Dan memberitahukan caranya."


"Oh jadi gitu ya."


__ADS_2