
Adrine menonaktifkan mata jiwanya dan seketika belati jiwa milik Adrine yang tertancap dileher gagak menghilang. Dan disaat Adrine mengaktifkan kembali mata jiwanya dan mengeluarkan belati yang tadi.
"Sudah kuduga bisa kalau dengan cara ini. Haha, praktis juga mata jiwa." Ujar Adrine tersenyum.
"Kini akan kuselesaikan kau gagak. Waktuku sudah tak banyak." Ujar Adrine.
Lalu adrine mengeluarkan Golden Fire dan Red Diamond. Adrine juga membatalkan penggabungannya dengan Dragon Steel agar bisa men-summonnya. Tak membiarkan tiga pasukannya menyerang sendiri, Adrine ikut membantu dan menyerang dengan sangat cepat. Adrine menancapkan belatinya kemata gagak.
KWAAAK!! KWAAAK!!
"AAAHHH, teriakannya sangatlah menyakitkan. Lama-lama gendang telingaku bisa hancur kalau begini terus." Ujar Etern.
Adrine juga hampir tak tahan dengan suara dari gagak. Sehingga ia menutup telinganya agar mengurangi suara yang masuk ke telinganya. Adrine menyalurkan energinya kedalam belati jiwanya, dan energi tersebut membuat belatinya lebih panjang tetapi tak nampak.
"Pedang ini seharusnya sangat tajam." Ujar Adrine.
Disaat yang bersamaan, Golden Fire menyerang gagak dengan api emas yang diarahkan kearah leher gagak. Gagak tersebut seperti mempunyai kuasa akan alam atas lingkungan sekitarnya. Sehingga saat gagak tersebut marah, selalu ada petir yang menyambar tubuh gagak itu sendiri.
__ADS_1
Dan semakin banyak petir yang menyambar tubuh si gagak, petir yang menyelimuti tubuh gagak menjadi semakin banyak pula. Bulu-bulunya juga bertambah tajam dan semakin menghitam pula.
"Agh, aku sepertinya tak tahu, apakah aku bisa memenggal kepalanya sekarang. Semakin lama, bulunya juga semakin keras." Ujar Adrine.
"Hei Adrine, apa kau butuh bantuan?" Tanya Etern dari bawah.
"Sepertinya iya, tapi entah seranganmu nanti bisa melukainya atau tidak katena bulunya terlalu keras." Ujar Adrine.
"Lalu, kalau aku menyerang, bagian mana yang harus kijadikan target utama?" Tanya Etern.
"Kau harus melemahkan bulu yang ada dilehernya, setelah bulu dilehernya melemah maka aku akan memenggal kepalanya." Ujar Adrine.
"Ya."
Adrine langsung menyerang gagak tersebut. Dan sepertinya gagak tersebut malah meladeni serangan dari Dragon Steel milik Adrine. Dan malah tidak memperdulikan kehadiran dari Adrine.
"Hei hei, beraninya kau tidak menghiraukan kehadiranku. Apa kau sudah bosan hidup?" Ujar Adrine dengan tatapan mata yang sangat mengerikan.
__ADS_1
"Aura ini... Ini adalah... Aura pembunuh!!" Ujar Etern yang merasakan aura pembunuh dari Adrine.
Adrine dengan sangat cepat terbang kearah gagak tersebut. Mengayunkan belatinya dileher gagak sehingga membuat gagak tersebut mengeluarkan suaranya lagi.
KWAAAK!!
"Kenapa gagaknya bersuara lagi?" Ujar Etern yang tak tahan dengan suara dari gagak yang sedang dilawan oleh Adrine.
"Combine Soul, Shiva!!" Tanpa pikir panjang, Adrine menggabungkan jiwa dari Penakluk Pedang, Shiva.
"[-Serangan menggunakan pedang : Kekuatan (+8)
-Ketajaman pedang yang digunakan : Ketajaman (+4).]"
"Bodo amat. Berani tak menghiraukanku, burung ini harus mati!!" Ujar Adrine dengan nada yang sangat mengerikan. Adrine mengayunkan pedangnya dileher gagak.
SLAAASH!!
__ADS_1
Sekali tebas kepala dari gagak tersebut langsung terpenggal. Tubuh dan kepala gagak jatuh hingga kebawah gunung. Pasukan Adrine telah tersimpan kembali, dan Adrine sudah dalam keadaan normal. Tetapi emosinya masih seperti yang tadi.
Awan hitam mulai lenyap. Cahaya menerobos melewati awan hitam yang mulai memudar. Mata Etern tersilaukan oleh cahaya terang tersebut. Disaat Etern bisa membuka matanya, ia melihat Adrine yang berdiri menggenggam pedangnya seperti dewa pembunuh yang turun kedunia. Siluetnya membuat Etern menjadi terkagum hampir menangis, entah karena apa alasan Etern menangis.