
"Apa? Pengasingan?"
Adrine sangatlah terkejut, bahkan Nicho, Heyto, Shin kecil, dan Veno. Semuanya tak berdaya melawan 2 ahli tua itu.
"Kau akan diasingkan di Gurun Pasir Iblis."
"Apa?"
Semuanya menjadi terkejut karena Adrine akan diasingkan ketempat yang sangat mengerikan, Gurun Pasir Iblis.
"Ya, Gurun Pasir Iblis. Gurun yang sangat panas. Ribuan hewan spirit tingkat suci ada disana. Inilah hukumanmu."
Lalu dalam seketika Adrine dan 2 tetua itu menghilang. Semuanya terkejut dan kebingungan. Adrine menghilang, Etern yang mengetahuinya langsung balik ke gedung ujian.
"Dimana sekarang Adrine?"
Etern sangatlah mencemaskan keadaan Adrine.
"Dia... Dia sudah hilang..."
Bahkan Nicho hampir tak bisa mengatakannya kalau Adrine telah menghilang. Air mata keluar dari dari mata Etern. Kesedihan yang mendalam karena menghilangnya keberadaan sahabat tercinta.
"Hiks... Adrine... Tolong, kembalilah!! Hiks..."
Etern sungguhlah sedih mendengar kalau Adrine benar-benar telah diculik. Bahkan, Nicho dan Veno pun tak kuasa menahan air matanya. Itu juga berlaku bagi air mata Heyto yang sebagai master dari Adrine.
"Hiks... Tenang saja tuan muda... Aku... Aku akan segera mengirimkan informasi ini kepada Monarch... Hiks... Ini juga kewajibanku sebagai penjaganya."
Lalu Veno pun menghubungi Zeno, tetapi tak ada balasan dari Zeno karena Ia sedang dalam tugas penting. Tapi tak lama kemudian, Zeno menghubungi Veno kembali.
"Apa? Ini tak mungkin!"
Dengan sangat jelas Veno tak terima dengan kenyataan itu. Mendengar Adrine telah diculik oleh seseorang, Veno menjadi histeris. Reno pun menoleh karena sedikit kaget. Keberadaan Reno dan Zeno sekarang cukuplah aman dan tersembunyi.
"Ada apa?"
Reno bertanya karena penasaran dengan apa yang sedang Zeno bicarakan dengan Veno sehingga ia berteriak histeris seperti itu.
"Itu... Aku diberi tugas oleh Yang Mulia Monarch secara langsung untuk menemui seseorang ditempat tuan muda Nicho."
"Lalu?"
"Hari ini adalah hari dimana dia akan dijemput oleh pasukan Yang Mulia. Tetapi dia sekarang sudah diculik."
"Hah?"
Jelas Reno ikut terkejut karena mendengar orang yang akan ditemui oleh sang Monarch telah diculik seseorang.
__ADS_1
Setelah itu, mereka berdua berbincang dan Zeno pun menjelaskan semuanya yang telah terjadi dari awal Zeno bertemu dengan Adrine sampai kabar terakhirnya.
Sementara itu, pada tempat Etern...
"Adrine meninggalkan sebuah pesan!!"
Tiba-tiba kontak Adrine dengan Etern masih ada dan Adrine mengirimkan sebuah pesan. Lalu, Etern membuka pesan dari Adrine tersebut.
"Bagaimana?"
"Ah? Sepertinya pesan ini dikirimkan untukmu."
Lalu pesan dari Adrine telah Etern kirim ke Veno dan Nicho.
"Ah? Ini... Ternyata pesan ini ditujukan kepada kita dan kakak Zeno. Aku harus kirim pesan ini kepadanya."
Tak lama kemudian, Zeno menerima sebuah pesan dari Veno. Zeno membaca pesan tersebut secara rinci. Dan tiba-tiba ekspresi Zeno berubah.
"Kak, apa boleh aku keluar dari misi ini untuk sementara?"
Zeno ingin meminta izin terlebih dahulu untuk melakukan apa yang seharusnya ia lakukan. Apa yang ia lakukan ternyata telah tertulis dalam pesan dari Adrine.
"Kau mau apa?"
"Ini penting. Berhubungan langsung dengan Yang Mulia Monarch."
"Hah?"
"Baiklah, aku izinkan kau untuk pergi. Tapi kau harus kembali secepatnya, ingat itu, misi kita juga tak kalah penting."
"Baiklah."
Zeni mengangguk dan ia pun langsung pergi meninggalkan kakaknya. Zeni langsung naik ke pesawat tempur V-Strike 909 yang biasa digunakan untuk misi penyamaran.
Tak lama kemudian, Zeno pun sampai pada rasi bintang Orion. Ia langsung meminta izin untuk menemui Monarch. Tak butuh proses lama, Monarch sendiri yang mengizinkan untuk Zeno masuk kedalam ruangannya. Lalu, Zeno pun memberitahu tentang apa yang terjadi.
"Apa? Diculik?"
"Benar, Yang Mulia Monarch!! Saya yang sekarang sedang dalam misi, jadi saya tidak bisa menjaga seutuhnya."
Monarch rasi bintang Orion terlihat agak tenang sedikit.
"Dari rasi bintang mana yang menculiknya?"
"Telescopium!! Dan ini hanya masalah konflik internal yang terjadi diantara mereka saja."
DEG!!
__ADS_1
Monarch tersebut agak terkejut saat mendengar yang menculik Adrine adalah orang dari rasi bintang Telescopium.
"Mereka..."
"Oh ya Yang Mulia, satu lagi..."
"Hah?"
Zeno mengatakan seluruh pesan yang dikirim oleh Adrine.
"Sang pemberi informasi ingin memberitahu anda tentang identitasnya."
"Siapa?"
Monarch rasi bintang Orion sangatlah tertarik dengan identitas Adrine.
"Saya menyampaikan pesan ini dengan sangat lengkap dan akurat. Saya akan memberikan identitas sang pengirim informasi. Dia bernama Adrine, Adrine Arnando."
"Adrine?"
"Ya."
Monarch sangatlah terkejut mendengar nama Adrine setelah disebutkan oleh mulut Zeno.
"Adrine Arnando, ya, benar, tak mungkin salah lagi... Hiks... Akhirnya setelah sekian lama... Adrine... Isteriku!! Kemarilah!!"
Lalu isteri dari sang Monarch pun datang. Sang Monarch sepertinya sangat bahagia sampai menangis tersedu-sedu.
"Ada apa?"
"Aku telah menemukan anak kita yang selama ini hilang... Adrine... Hiks..."
Ternyata Adrine sekarang diduga sebagai anak dari Monarch rasi bintang Orion.
'Apa? Selama ini Adrine adalah anak dari Yang Mulia Monarch yang hilang?' Pikir Zeno.
"Apa? Adrine? Dimana dia?"
Bahkan setelah mendengar nama Adrine isteri dari Monarch pun ikut menangis.
"Sekarang dia sedang diculik oleh rasi bintang Telescopium."
"Apa? Beraninya mereka!!"
Semuanya menjadi marah dan emosi.
"Mulai dari sekarang, umumkan permusuhan abadi antara rasi bintang Orion dengan Telescopium. Dan umumkan untuk pencarian anakku yang hilang, Adrine. Dipimpin oleh pendekar Zeno!!"
__ADS_1