Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Awal Seleksi Kedua


__ADS_3

Ruang yang sangat luas bagaikan alam semesta yang tak terhingga ujungnya, ruang tersebut adalah ruang milik tiap orang yang telah mencapai tahap Keberlanjutan untuk berlatih di bawah kesadaran mereka, alam bawah sadar. Di dalam ruang tersebut terdapat jiwa dari sang pemiliknya, begitupun dengan Adrine.


Kini Adrine tengah menggunakan alam bawah sadarnya untuk menyerap sebuah jiwa dari seekor hewan spirit berjenis hewan iblis pemberian dari Shin kecil, Darkness Lightning Demon. Sebelumnya Adrine memang tidak pernah melakukan ekstraksi jiwa melalui alam bawah sadarnya, itu karena jiwa belum membuka Titik Meridian. Karena tidak ada perlawanan jiwa di bawah kesadaran, maka penyerapan jiwa yang sebelumnya dilakukan secara perlawanan mental dan menyerang kesadaran, bukan di bawah kesadaran.


Adrine telah berusaha mati-matian untuk bisa menyerap jiwa Darkness Lightning Demon, hewan iblis tersebut juga membuka kekuatan ketiganya yaitu petir merah. Adrine sempat kewalahan melawannya, namun Adrine memperkuat jiwa Purgatory Demon dengan energi mentalnya dan kini Adrine lebih unggul dibandingkan dengan Darkness Lightning Demon.


Namun hewan iblis yang satu ini juga memiliki kecerdasan layaknya hewan iblis yang di miliki oleh Adrine, dia mengeluarkan sebuah tombak, artifak miliknya. Tombak tersebut bernama Tombak Kebangkitan Petir Spektrum. Seperti kuku dan tanduk Darkness Lightning Demon, Tombak Kebangkitan Petir Spektrum mengikuti warna petir yang digunakan oleh hewan iblis tersebut.


Adrine terdorong terus-menerus oleh Darkness Lightning Demon, namun ia sama sekali tidak menggunakan kemampuan api berikutnya milik Purgatory Demon agar tidak menguras energi mental.


Bentrokan antara kekuatan Adrine dan Darkness Lightning Demon semakin membesar dan terus membesar karena tak ada yang mau mengalah, Adrine terus berusaha menyerap jiwa hewan iblis tersebut sedikit demi sedikit. Bentrokan kekuatan yang terus membesar tersebut membuat efek Pil Penjara Energi menjadi melemah, begitupun dengan durasinya yang juga menjadi berkurang.


Shin kecil menyadari bahwa kemampuan Pil Penjara Energi telah menurun dan harus segera di tangani, karena hal itu bisa membuat energi Adrine meledak dan menyebar kemana-mana sehingga bisa di ketahui oleh orang lain, apalagi jika sampai di ketahui oleh para senior.


'Aku harus mengaktifkan pelindung sihir di sekitar sini agar ledakannya bisa di redam.' Pikir Shin kecil.


Lalu Shin kecil memasang pelindung sihir yang cukup besar dan berlapis-lapis untuk mengantisipasi hal buruk yang mingkin akan terjadi.


Darkness Lightning Demon masih terus memperkuat dirinya walaupun jiwanya telah melemah, Adrine sendiri juga sudah menyerap hampir separuh dari jiwa hewan iblis yang di lawannya itu.


"Haha, sekarang aku bisa mengalahkanmu dengan mudah."


Setelah itu, Adrine langsung menyerang kembali dan Darkness Lightning Demon masih terus bertahan dengan sisia kemampuannya.


Adrine terus memanfaatkan setiap keadaan untuk menyerap jiwa Darkness Lightning Demon lebih lagi hingga keseluruhan. Setiap kali menyerang, setiap kali adanya ledakan, setiap kali saling beradu kekuatan, Adrine terus berusaha menyerap jiwa Darkness Lightning Demon sedikit demi sedikit walaupun terus terpatahkan, namun semakin lama hewan penyerapannya semakin lancar karena hewan iblis tersebut mulai melemah. Pematahan penyerapannya juga tidak secepat sebelumnya, kini kesempatan Adrine jauh lebih besar.


'Kemampuannya sekarang melemah, mungkin karena itulah dia tidak bisa membuka kekuatan berikutnya karena sudah tak memiliki cukup kekuatan lagi.' Pikir Adrine.


Adrine sendiri sudah menyerap lebih dari dua pertiga jiwa Darkness Lightning Demon, ia merasa kalau sebagian dari kekuatan besar telah berhasil merasuk ke dalam dirinya walaupun belum secara keseluruhan.


Karena penyerapannya sudah lebih dari dua pertiga, Adrine ingin menggunakan kemampuan tersebut.


'Ah iya ya, aku kan juga punya teknik baru, bagaimana kalau ku coba sekarang?' Pikir Adrine.


Lalu Adrine membatalkannya penggabungannya dengan jiwa Purgatory Demon, namun ia membangkitkannya dengan raga seutuhnya. Dia juga membangkitkan jiwa Darkness Lightning Demon yang masih belum tersempurnakan.


Tubuh Darkness Lightning Demon yang di munculkan oleh Adrine masih kurang pada tanduknya dan tangan kirinya, namun selain itu semuanya telah terselesaikan. Adrine mencoba menyerap lagi jiwa Darkness Lightning Demon yang di lawannya agar bisa menyempurnakan lebih lagi jiwa yang di milikinya.


Setelah menyerap beberapa saat, penyerapannya terbatalkan karena adanya perlawanan dari Darkness Lightning Demon, sementara itu jiwa yang di pegang oleh Adrine telah menumbuhkan sedikit tangan kirinya dan perlahan tanduknya muncul, namun pada tanduk sebelah kirinya saja, belum yang kanan.


Darkness Lightning Demon yang di lawan Adrine nampak seperti tidak melakukan perlawanan lagi karena seperti sudah tak punya energi, namun Adrine tidak menyerangnya karena ingin mencoba suatu teknik yang di ciptakannya.


Adrine sedang melakukan sesuatu pada kedua jiwa yang ada pada genggamannya dan kini keduanya seperti akan menyatu. Energi pada kedua jiwa tersebut seperti sedang melakukan sinkronisasi.


"Soul Fusion!!"


Ketika Adrine mengatakan "Soul Fusion," kedua jiwa yang ada di hadapan melakukan penggabungan sesuai dengan perintah yang di ucapkan oleh Adrine. Mereka membentuk 1 tubuh baru yang dimana menjadi berbeda.


Tubuh berwarna hitam dengan tangan kiri yang di bentuk oleh api berwarna jingga, tanduk yang masih belum sempurna juga di bentuk dan di sempurnakan dengan api yang sama. Sepasang mata yang terbentuk oleh api dengan lapisan petir yang dahsyat, tangan kanan yang bertato api dan di lapisi oleh petir. Memiliki rambut api yang berkobar dengan ganasnya dan telapak kaki yang sepenuhnya terbentuk oleh petir murni.


"Sekarang, Combine Soul!!"


Adrine menggabungkan jiwa ciptaannya pada tubuhnya dan membentuk sesuatu yang baru lagi, seperti pada tubuh jiwanya, Adrine memiliki tanduk yang terbentuk oleh api dan matanya juga di lapisi oleh petir. Tangan kanannya di lapisi oleh petir dengan tato api di seluruh lengan kanan, sebaliknya dengan tangan kirinya yang bertato petir dan di lapisi oleh api jingga.


Adrine menghilangkan Pedang Api Hitam Ashura miliknya, namun ia tidak menonaktifkan mata jiwanya.


"Mari kita gunakan kekuatan berikutnya, Api Petir Biru!!"


Lalu petir dan api yang ada pada sekujur tubuh Adrine menjadi berwarna biru sesuai dengan kekuatannya, namun ia merasa kalau kekuatannya terlalu besar dan membutuhkan banyak energi lagi agar bisa mempertahankan wujudnya itu.


'Sial, lagi-lagi aku harus menggunakan energi mental-ku.' Pikir Adrine.


Lalu Adrine mengeluarkan energi mental dengan jumlah banyak dan kekuatannya juga meningkat pesat. Ia juga bisa mempertahankan wujudnya dengan sangat mudah dan tahan lama, namun Shin kecil menjadi sangat di repotkan karena kekuatan Adrine menjadi melonjak dengan sangat signifikan. Perubahan pada tubuh Adrine yang sebenarnya juga sama seperti yang ada di dalam alam bawah sadarnya, Shin kecil sudah menyadari hal tersebut, namun dia lebih memilih untuk mengurus energi Adrine yang semakin meningkat, tapi tidak segera berhasil juga sampai sekarang.


"Jika dia bisa bertransformasi sampai seperti ini, bukankah sekarang ini juga sudah berhasil? Kenapa masih belum juga?"


Shin mengeluh karena kesal dan sudah mengira jika Adrine memang sedang mempermainkannya dengan mengeluarkan energi yang cukup besar.


Adrine sendiri juga tak ingin membuang-buang waktu dan kini ia menyerang Darkness Lightning Demon dengan sangat ganas dan langsung membuatnya lemah secara signifikan dalam sekali serang.


Lalu Adrine menyerap jiwa hewan spirit tersebut tanpa ada perlawanan sama sekali dan berjalan dengan sangat lancar.


Penyerapan jiwanya telah berhasil dan Adrine mendapatkan jiwa Darkness Lightning Demon secara keseluruhan.


"Kekuatan besar telah ada dalam genggaman, sekarang tinggal memperkuat diri sendiri."


Setelah itu, Adrine pun keluar dari alam bawah sadarnya dan dirinya pun langsung sadar seketika. Namun ketika ia membuka matanya, ada para senior di sekelilingnya yang dimana mereka sepertinya telah merasakan keberadaan Adrine.


Walaupun mereka berada di sekeliling Adrine, namun mereka seolah sama sekali tidak melihat Adrine yang ada di depan mereka.


'Ada apa ini? Apa mereka menyadari keberadaanku?' Pikir Adrine.


Adrine bingung sekaligus cemas dengan keadaannya sekarang, ia tak tahu lagi harus melakukan apa. Namun yang menjadi pusat pikiran Adrine adalah para senior seperti sama sekali tidak menyadari keberadaan Adrine disana, hal itulah yang membuatnya bingung.


Para senior juga terlihat bingung akan sesuatu yang kurang di mengerti oleh Adrine, selain tidak mengetahui keberadaan Adrine, mereka juga seperti sedang mencari sesuatu.


"Diamlah Adrine, kau bisa membuat mereka mengetahui keberadaanmu."


Tiba-tiba muncul Shin kecil di sampingnya, dia sedang menjaga Adrine agar tak diketahui para senior.


Adrine terus diam dan berjaga, tubuhnya tak nampak dan tidak terdeteksi sama sekali.


Setelah itu, para senior berbalik badan dan pergi meninggalkan Adrine, mereka sama sekali tak menemukan siapapun, padahal terdapat Adrine disana.


Adrine bisa menghembus nafas lega karena para senior sudah pergi, walaupun tak tahu kekuatan apa yang dapat melindunginya dari pandangan senior-senior itu dan hal apa yang menarik para senior itu kemari.


Shin kecil langsung melakukan suatu trik sihir setelah para senior pergi, Adrine tak tahu dan tak ingin tahu apa yang dilakukan oleh Shin kecil, hanya saja ia penasaran dengan para senior tadi.


"Jika kau tanya kenapa mereka bisa ada di sini, mereka mendeteksi kekuatanmu, jika kau tanya kenapa kau bisa tidak terlihat di hadapan mereka, itu karena aku yang melakukannya tadi."


Belum juga Adrine bertanya, namun Shin kecil telah menjawabnya. Adrine tahu jika roh kecil itu bisa tahu isi hatinya hanya sekedar melihat saja.

__ADS_1


"Kau berhasil menaikkan kelas kultivasimu hingga membuat efek Pil Penjara Energi langsung menghilang seketika."


Setelah mendengar perkataan Shin kecil, Adrine melihat kedua tangannya dan merasakan energi yang ada di dalam tubuhnya.


"Sepertinya aku harus melakukan penerobosan, tapi bukankah..."


"Ya, kau memang harus menerobosnya ke tahap Keberlanjutan level-2. Penyerapan jiwa Darkness Lightning Demon membuat penguatan pada jiwamu dan mempengaruhi kekuatan fisik serta kultivasimu."


Adrine tersenyum senang mendengarnya.


Tak perlu mendengarkan penjelasan dari Shin kecil lagi, Adrine langsung beranjak pergi dari tempatnya dan segera kembali untuk melakukan penerobosan.


"Hei hei, mau kemana kau?"


Adrine sama sekali tak menoleh ketika di panggil oleh Shin kecil, dia tetap berlari dengan sangat cepat tanpa menghiraukan apapun. Shin kecil menggelengkan kepalanya dan terbang mengikuti Adrine kembali ke rumahnya.


Beberapa menit kemudian, Adrine dan Shin kecil telah sampai ke rumah. Adrine langsung duduk bersila dan berkultivasi.


"Tu... Tunggu dulu..."


Shin kecil sudah tak sempat lagi ingin mengatakan sesuatu kepada Adrine, orang yang di ajaknya berbicara itu sudah terlanjur berkultivasi untuk melakukan penerobosan.


"Terserah dia juga lah, dan sekarang aku akan menunggunya sebulan lebih untuk mengatakannya."


Lalu Shin kecil pergi untuk membuat pil lagi dari memanfaatkan sumber daya yang ada di tempat tersebut. Sementara Adrine sangat fokus dalam melakukan penerobosan agar dirinya bisa semakin kuat.


SETELAH BEBERAPA MINGGU BERLALU


Adrine berhasil melakukan penerobosan dalam waktu yang singkat, kini ia telah mencapai pencapaian tahap Keberlanjutan level-2 kelas awal dan mendapatkan kekuatan yang kuat pula, yaitu jiwa hewan iblis yang bernama Darkness Lightning Demon. Adrine menamainya Bolt Demon.


5 minggu telah berlalu, Shin kecil juga telah kembali dan juga telah menyelesaikan puluhan bahkan ratusan pil.


Shin kecil langsung mendekat ke arah Adrine karena ingin mengatakan sesuatu yang dulunya belum sempat ia katakan kepada Adrine.


"Oh iya Adrine, di saat aku memberimu jiwa Darkness Lightning Demon, aku juga ingin memberikan berbagai jiwa hewan spirit tingkat Langit peringkat 5 kepadamu."


Adrine menggelengkan kepalanya.


"Hanya menerima jiwa Darkness Lightning Demon saja sudah sangat berarti bagiku, aku tahu kau butuh beberapa jiwa hewan spirit tingkat Langit peringkat 5 untuk memperkuat jiwamu hingga menembus ke tahap Penciptaan, pakailah jiwa-jiwa itu!"


Walaupun Adrine dengan tulus menolak pemberian Shin kecil dan memberikan alasan yang bagus atas penolakannya, namun Shin kecil tetap bersikeras untuk memberikan jiwa yang telah susah payah di carikannya untuk Adrine. Dia terus menerus memaksa Adrine untuk menerimanya.


"Oke oke, baiklah, aku terima, tapi aku hanya menerima 5 jiwa terkuat saja dan yang sisanya aku berikan padamu."


Sama seperti sebelumnya ketika Shin kecil memaksa Adrine untuk tidak melepaskan USC, Adrine pasti melakukan sesuatu agar Shin kecil bisa tenang dan tidak terlalu heboh, yaitu dengan melakukan permintaan Shin kecil yang dimana menambahkan semua point yang tersisa.


Setelah itu, Shin kecil mengeluarkan 5 jiwa yang paling kuat menurutnya. Kelima jiwa itu adalah jiwa dari Ular Bayangan, Singa Angin Biru, Cheetah Petir, Tarantula Berbulu Perak, dan Phanter Mata Petir.


Adrine menerima kelima jiwa pemberian Shin kecil dan meminta Pil Penjara Energi untuk melakukan penyerapan dengan aman. Dia menyuntikkan 2 buah pil dan hasilnya sirkulasi energinya sedikit terhambat karena menyuntikkan Pil Penjara Energi lebih dari satu. Walaupun bisa di tangani dengan mudah, tapi hal itu dapat menyusahkannya ketika dalam proses penyerapan nantinya.


Adrine melakukan penyerapan di dalam tempat tinggalnya, memang cukup beresiko, maka dari itu dia harus mengambil resiko yang lain yaitu dengan menyuntikkan 2 buah Pil Penjara Energi.


Dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan ketika melakukan penyerapan jiwa Bolt Demon, Adrine berhasil menyelesaikan penyelesaiannya dengan cukup lancar dan tidak memancing para senior dan murid lainnya.


Kemudian Adrine menyerap keempat jiwa yang lain dan segera mempercepat prosesnya, ia terus menyuntikkan Pil Penjara Energi ketika akan menyerap jiwa berikutnya.


Hanya dengan melakukan penyerapan jiwa saja, kultivasi Adrine lagi-lagi meningkat seperti sebelumnya.


"Wah wah wah, sepertinya ada yang melakukan kecurangan nih..."


Shin kecil menyindir Adrine karena meningkatkan kultivasinya dengan melakukan penyerapan jiwa saja.


"Siapa yang melakukan kecurangan? Menyerap jiwa juga membutuhkan kekuatan, hal ini mempengaruhi kultivasiku juga, jadi wajar jika kultivasiku naik. Yang tidak wajar itu kenapa aku hanya naik 1 kelas saja."


Adrine bukan malah senang, justru ia mengeluh hanya karena naik 1 kelas kultivasi saja dan tidak lebih dari itu dan sekarang pencapaian kultivasi Adrine adalah tahap Keberlanjutan level-2 kelas menengah.


"Ya mungkin itu tergantung keberuntunganmu juga, setidaknya kau harus bersyukur karena kultivasimu sudah naik."


Adrine tetap mengeluarkan wajah datar dengan aura dingin dan masam karena kesal, di tambah Shin kecil yang memanas-manasi. Shin kecil sendiri malah tersenyum melihat ekspresi wajah Adrine yang kesal.


Lalu Adrine mengalihkan dirinya dari hal tersebut dan kembali mengurus jiwa yang baru saja di terimanya.


Setelah Adrine selesai menerima kelima jiwanya, ia pun mengeluarkan 3 jiwa miliknya, yaitu Purgatory Demon, Blood Demon, dan Bolt Demon, dan dia juga mengeluarkan ketiga jiwa pemberian Shin kecil, yaitu Ular Bayangan, Tarantula Berbulu Perak, dan Singa Angin Biru.


Ketiga jiwa pemberian Shin kecil nampak lebur dan jiwanya menyatu dengan 3 jiwa milik Adrine, Ular Bayangan menyatu dengan Blood Demon, Tarantula Berbulu Perak menyatu dengan Bolt Demon, dan Singa Angin Biru menyatu dengan Purgatory Demon.


Purgatory Demon, Blood Demon, dan Bolt Demon telah di perkuat oleh ketiga jiwa hewan spirit pemberian Shin kecil tadi dan sisanya di simpan oleh Adrine. Cheetah Petir di beri nama Sarsala dan Phanter Mata Petir di beri nama Shuan.


Yang dulunya kekuatan tertinggi di dalam daftar pasukan Adrine adalah Purgatory Demon, kini posisinya telah di geser oleh Bolt Demon yang kekuatannya sedikit lebih kuat dibandingkan dengan Purgatory Demon. Namun Adrine sama sekali tidak membedakan kekuatannya dan tetap melihat sama antar pasukannya.


Setelah itu, Adrine menuju ke tempat seleksi dilaksanakan. Dia bersama dengan Etern, Pino, dan Vania berjalan menuju ke sana. Ratusan kandidat lainnya juga tengah berjalan menuju ke tempat seleksinya. Mereka semua berjalan dengan suara peringatan yang muncul pada setiap tempat tinggal masing-masing. Gedung seleksinya tidak jauh dari tempat tinggal para kandidat dan hanya tinggal memanjat lebih ke atas lagi.


Setelah sampai ke gedung seleksi, Adrine bersama dengan yang lainnya melihat adanya banyak arena bertanding dengan luas 10 meter x 10 meter x 10 meter. Bukan hanya ada di lantai dasar saja, di lantai kedua hingga lantai teratas pun mungkin juga terdapat arena bertanding yang sama.


"Para kandidat, mohon dengarkan instruksi dari saya!"


Muncul suara senior Asra dari setiap sisi gedung seleksi, suaranya tak tahu berasal dari mana dan tiba-tiba saja ada. Asra akan memberitahukan peraturan untuk keberhasilan dalam seleksi.


"Peraturan pada seleksinya sangat mudah untuk di mengerti, kalian hanya perlu melakukan tantangan kepada kandidat lain agar bisa mendapatkan point. Jika menang, kalian akan dapat 2 point, sedangkan yang kalah tidak akan mendapatkan point. Syarat keberhasilannya adalah kalian harus mendapatkan 75 point."


'Peraturan yang mudah di mengerti sekarang sepertinya aku harus melakukan rencana penyamaran.' Pikir Adrine.


Rencana penyamaran yang akan dilakukan Adrine bermaksudkan untuk mengelabuhi lawan, ia tak ingin di takuti karena kuat dan tak terkalahkan, lalu dirinya akan di jauhi dan menjadi sulit untuk mendapatkan point. Dengan rencana tersebut, Adrine ingin mengalahkan lawan seolah-olah dirinya telah mengerahkan seluruh kemampuannya dalam pertandingannya.


"Dan lagi, kalian akan mendapatkan lawan pertama kalian setelah melihat nama kalian yang di jodohkan dengan nama yang lain."


Tepat setelah senior Asra mengatakan hal tersebut, muncul tulisan di depan setiap mata kandidat yang dimana menunjukkan nama mereka dan siapa lawan mereka pada pertama kali. Dan hal yang mengejutkan sekali, dalam pertama kali Adrine telah di jodohkan dengan Reihan Xsue untuk melakukan pertandingan.


'Aku kira aku harus melawan Etern, tapi aku lega kalau yang ku lawan adalah orang yang suka ikut-ikutan.' Pikir Adrine.


Lalu Adrine berjalan mencari Reihan dan ia naik ke lantai 2 karena tidak menemukannya. Adrine naik lagi ke lantai berikutnya karena tidak menemukannya di lantai 2.

__ADS_1


Setelah naik ke lantai 3, Adrine masih belum juga menemukan orang yang bernama Reihan Xsue.


'Anak sialan ini sebenarnya ada dimana sih? Merepotkan saja...' Pikir Adrine.


Lalu Adrine naik lagi ke lantai 4 dan mencari lagi keberadaan Reihan, namun masih belum juga menemukannya.


Adrine pun naik lahi ke lantai 5 dan dia pun berhasil menemukan orang yang dari tadi di carinya.


"Oh... Ternyata kau di sini dari tadi? Kenapa kau tidak mencariku?"


Reihan hanya tersenyum setelah mendengar keluh kesah Adrine tentang dirinya yang tidak sama-sama mencari. Adrine sendiri sebenarnya sudah menebak isi hati dari orang yang ada di depannya.


"Untuk apa aku mencarimu sementara kau sudah repot-repot mencariku?"


Adrine sama sekali tidak terkejut dan marah ketika mendengar ucapan Reihan.


"Aku hanya sedang mencari anjing yang suka mengikut keinginan orang lain saja, tak kusangka anjingnya sangat nakal dan merepotkan sekali."


Hanya sekali berucap saja, Reihan langsung terpancing dan urat kemarahannya langsung terlihat jela di pelipisnya. Kali ini Adrine memenangkan permainan kata yang dimana telah membuat Reihan terpancing emosinya.


"Siapa yang kau panggil anjing? Dasar kau kotoran bau!!"


Adrine hanya diam dan sama.sekali tidak terpancing oleh perkataan Reihan.


"Kita di sini akan melakukan pertandingan, untuk apa kau harus mengejek sebelum tahu hasil pertandingannya nanti?"


Lalu Reihan tersenyum dengan sangat lebar dan dia beranjak masuk ke dalam arena yang ada di sampingnya. Adrine juga langsung berjalan masuk ke dalam tanpa ragu sama sekali.


"Baiklah, kau yang minta untuk di kalahkan, oke!"


"Tidak usah banyak basa-basi, ayo kita mulai saja!"


Lalu Reihan langsung bergerak dengan cepat setelah Adrine berkata seperti itu, pertandingan di mulai dengan sangat cepat. Adrine masih berdiri di tempat dan melihat bagaimana Reihan nanti akan menyerangnya.


Reihan bergerak dengan menggunakan tombak di tangannya, tombak tersebut bukan senjata jiwanya, melainkan artifak yang di ambil dari cincin penyimpanannya.


'Artifak tingkat puncak? Menarik juga.' Pikir Adrine.


ZRAAAST!!


Reihan melesat dengan begitu cepat ke arah Adrine dengan tombak yang di todongkannya, Adrine masih diam memandang pergerakan Reihan dengan wajah tanpa ekspresi, sementara orang yang di lihatnya nampak sangat bersemangat.


Ujung tombak Reihan telah berada tepat di depan Adrine, kini serangannya tak dapat lagi di elak oleh Adrine.


TRAAAANG!!


Serangan Reihan tertahan oleh lingkaran sihir yang di ciptakan oleh Adrine, tombak yang di pegang oleh Reihan bahkan hampir patah jika ia menyerang dengan begitu keras.


'Dia seorang Ahli Jimat? Tidak kuduga kemampuannya hebat juga.' Pikir Reihan.


ZRAAAST!!


Reihan mundur karena waspada akan serangan dadakan yang mungkin akan di lancarkan oleh Adrine kepadanya, sementara Adrine sedang berpikir bagaimana cara mengalahkan Reihan tanpa harus mengeluarkan banyak teknik dan tidak mencolok.


'Seharusnya ini mudah, tapi teknik apa yang harus aku gunakan?' Pikir Adrine.


Adrine terus memandang Reihan sambil berpikir keras, sementara orang yang di pandangnya malah memandang balik dengan mata yang merendahkan.


"Hei hei, ku dengar kau itu seorang mage tipe pemanggilan roh, bagaimana kalau kau keluarkan roh yang kau miliki?"


Seketika setelah mendengar perkataan Reihan, Adrine menjadi terpikirkan sesuatu.


'Ya, aku harus memanggil 2 atau 3 jiwa yang setingkat dengan tahap Kematian, seolah nantinya aku akan terlihat tak mampu mengalahkannya, tetapi beruntung karena bisa memenangkan pertandingan ini.' Pikir Adrine.


Kini muncul senyuman pada wajah Adrine, tetapi senyuman tipis yang bahkan hampir tak dapat di lihat dalam jarak sejauh Reihan sekarang yang di mana sekitar 10 meter.


"Apa kau berani?"


Adrine justru memberikan tantangan agar rencananya tak terlalu mencolok.


"Untuk apa aku takut? Cepat keluarkan saja, aku tak akan takut dengan apapun yang kau keluarkan."


Dengan sombongnya, Reihan menantang balik dalam makna yang ada di perkataannya dan Adrine hanya tersenyum mendengarnya.


Di balik senyumannya itu, terdapat ide yang dimana jiwa siapa yang harus di keluarkan untuk melawan Reihan.


Namun Adrine terpikirkan oleh suatu ide yang dimana menurutnya sangat menguntungkan baginya dan ide barunya ini masih akan tetap mengikuti rencana yang telah dia susun sebelumnya.


"Bagaimana kalau kita taruhan?"


Reihan sangat terkejut mendengarnya.


Adrine mendapatkan ide seperti ini ketika ia melihat tombak yang di pegang oleh Reihan, dari itu dia menyimpulkan bahwa keluarga Xsue mungkin saja memiliki harta yang mungkin lebih kuat dari tombak yang di pegang oleh Reihan sekarang.


"Bertaruh seperti apa?"


Adrine tersenyum senang mendengarnya, Reihan seperti tertarik dengan kesepakatan yang di tawarkan oleh Adrine kepadanya.


"Aku akan mengerahkan 1 pasukanku yang paling kuat, jika kau bisa mengalahkannya, aku akan menyerah secara langsung di depanmu, tetapi jika kau menang, kau harus memberikan tombak atau artifak setingkat tombak yang kau pegang itu."


Awalnya Reihan merasa curiga dengan taruhan yang di tawarkan oleh Adrine, dia berpikir bahwa kesepakatan itu mungkin sudah di pikirkan dan juga Adrine mungkin saja sudah memiliki rencana untuk mengalahkannya.


"Tidak cukup adil jika kau hanya langsung menyerah kalah, bagaimana kalau kau juga memberiku sesuatu yang berharga?"


Kesenangan Adrine yang awalnya hanya sekedar tersenyum saja, kini mulai meningkat mendengar bahwa Reihan perlahan telah setuju dengan taruhan yang di tawarkannya. Kesempatan seperti itulah yang di harapkan oleh Adrine.


Lalu Adrine mengeluarkan 3 buah pil.berwarna merah yang mengkilap dengan warna yang keunguan.


"3 buah Pil Yang Neraka Kedua, apa ini sudah setara dengan taruhannya?"


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2