Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Mata Jiwa


__ADS_3

Ditengah perjalanan, Adrine tiba-tiba melihat tulisan dilayar yang dimunculkan oleh sistem. Dan ekspresi Adrine menjadi seperti pucat.


"[Tuan. Sistem telah mempersiapkan tempat pelatihan sejak 1 bulan yang lalu. Apakah anda ingin membatalkan latihan anda?]"


'Lho, oh iya ya kalau aku dulu sebelum latihan aku sudah memerintahkan kepada sistem untuk mempersiapkan latihan formasi mental. Kok aku bisa lupa ya?'. Adrine baru saja teringat kalau dia sudah memerintahkan kepada sistem untuk mempersiapkan latihan formasi mental sebulan yang lalu.


"Ada apa Adrine? Kenapa wajahmu jadi pucat seperti itu? Apa kau punya masalah? Atau kau sedang tak enak badan?" Tanya Etern.


"Hah? Tenang saja, aku tak apa-apa. Aku sedang kepikiran sesuatu, jadi membuatju agak pucat kayak gini." Ujar Adrine.


"Kau bisa menyelesaikannya nanti. Sekarang ini lebih penting." Ujar Etern mengingatkan.


"Ya, kau benar."


Lalu Adrine memerintahkan sistem untuk tidak membatalkan pelatihan sampai esok hari. Dan Adrine sudah membaik dengan raut wajah yang tak lagi pucat. Dan keduanya melanjutkan perjalanannya dengan baik.


Mereka pun telah sampai pada tempat untuk membangkitkan mata jiwa. Apa yang dikatakan oleh Etern adalah benar. Berkumpul 5 master kuat yang akan membantu untuk membangkitkan mata jiwa.

__ADS_1


"Nak, apa kau sudah sampai pada pencapaian Indera Kedelapan?" Tanya salah satu master yang ada disana.


"Ya master. Saya sudah sampai pada pencapaian Indera Kedelapan." Ujar Adrine.


"Apa kau sudah siap nak?" Tanya master lagi.


"Saya sudah siap master. Silahkan untuk memulai pembangkitan." Ujar Adrine.


Lalu para master mulai mengeluarkan energi masing-masing yang disalurkan terhadap udara dan materi yang ada disekitar Adrine. Energi pada sekitar tubuh Adrine mulai masuk kedalam aliran energi pada mata Adrine. Didalam mata Adrine energi yang masuk berputar seperti angin.


"Apakah ini sudah cukup?" Tanya salah satu master dengan master yang lainnya.


"Sepertinya mata tersebut masih butuh perkembangan. Kita tambah lagi energinya!" Ujar salah satu master yang lainnya.


"Apa tidak masalah kalau kita terus terusan manambah energinya?" Master yang lainnya pun ikut menyaut pertanyaan.


"Tak apa. Nyatanya, pupil dari matanya belum terbentuk. Kita hanya terus menambah energi untuk mendorong kekuatan pada mata jiwanya." Ujar salah satu master.

__ADS_1


"Iya juga, kau benar. Mari kita tambahkan energinya!" Yang lainnya telah setuju dengan menambahkan energinya.


"Ya."


Para master tak mengetahui kalau mata jiwa yang terbentuk bukanlah hanya satu. Tapi tak ada yang menyadarinya sama sekali, karena mereka hanya melihat yang pertama bangkit dan terus mengembangkan potensi dari kekuatan mata jiwa.


"Ada apa ini? Kenapa sepertinya agak lama, aku dulu tak selama ini, mungkin ada yang tak beres." Etern sedikit mengira tentang kemungkinan yang tidak tidak.


"Bagaimana kalau aku memeriksa keadaan Adrine didalam? Tapi apa boleh aku masuk sekarang?" Etern juga sedikit berpikir tentang apabila ia akan masuk kedalam.


"Bodo amat lah. aku penasaran dengan kondisi Adrine sekarang. Boleh atau tidak itu tidak akan merubah keputusanku." Ujar Etern.


Lalu Etern pun menerobos masuk kedalam. Walaupun Etern sedikit mengalami kesulitan, tapi Etern tetap saja ingin menerobos masuk. Etern pun bahkan memohon agar bisa masuk kedalam. Dan akhirnya Etern bisa masuk kedalam.


Setelah Etern membuka pintunya, mata Etern terbelalak sangat lebar. Wajahnya pucat karena terkejut seperti melihat sesuatu yang ganjil.


"A... Apa yang sebenarnya... Terjadi?"

__ADS_1


__ADS_2