Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Formasi Yin Yang Perubahan Jaringan Tubuh


__ADS_3

Pertarungan yang begitu sengit dari Purgabolt Demon dan Killer Skeleton Demon pun berakhir. Kini Adrine telah membersihkan area yang terkena dampak ledakan. Terlihat bahwa Adrine tengah mencari sesuatu, yap ... Sisa-sisa kerangka tubuh Killer Skeleton Demon untuk diambil jiwanya.


Setelah beberapa saat Adrine mencari, ia mendapatkan beberapa tulang belulang yang bersisa. Tulangnya masih cukup panas akibat ledakan sebelumnya, namun Adrine mengabaikan panas di tangannya yang memegang beberapa kerangka Killer Skeleton Demon. Adrine juga langsung membangkitkan jiwanya, akan tetapi secara tak disangka prosesnya lebih rumit dan pertarungannya di alam bawah sadar menjadi begitu mengerikan. Killer Skeleton Demon tampaknya juga masih belum terima akan kekalahannya walaupun setelah kematiannya.


Ya, Adrine tetap juga menang melawan jiwa Killer Skeleton Demon. Dengan menggunakan kekuatan mentalnya, ia dapat meningkatkan rohnya hingga begitu kuat dalam kurun waktu tertentu.


Adrine menamai jiwa Killer Skeleton Demon dengan nama, "Bone Demon!"


"Tak kusangka kekuatannya begitu besar, setelah jadi pasukanku pun langsung siap untuk dievolusikan," ujar Adrine kegirangan.


Sementara Adrine sedang begitu senangnya dengan kekuatan besar yang baru dimilikinya, orang-orang yang lain juga begitu senang atas nyawa mereka yang selamat pula. Sebelumnya mereka juga telah berterima kasih kepada Adrine setulus-tulusnya dan memberikan banyak benda berharga kepada Adrine yang sempat ditolak.


Kemudian Adrine menyuruh orang-orang yang lain untuk segera keluar dari tempat tersebut karena secara terang-terangan, Adrine mengatakan bahwa tempat ini ingin ia gunakan untuk memperkuat diri. Karena mereka juga punya rasa bersyukur dan saling berbalas kebaikan, mereka pun keluar dari tempat tersebut dan Adrine kini sendirian di sana.


KRIEEET!!


Gerbang pintunya terdengar kembali terbuka. Adrine sudah menduga siapa yang kini masuk ke dalam goa. "Oh, kalian tidak keluar?" Tanya Adrine.


"Nanti saja, aku mau lihat apa yang ingin kamu lakukan di sini. Ya kalau bisa kan biar aku bantu sedikit." Suaranya terdengar lumayan halus dan agak tinggi, suara yang khas dari Liona.


Adrine sama sekali tidak membutuhkan siapapun untuk sekarang ini. Viona dan Violet merasa memahami situasi Adrine dari pertanyaan yang barusan terlontar dan mereka pun segera keluar dari tempat itu.


Adrine menghela nafas panjang, "sejujurnya sekarang ini aku sedang ingin melakukan sesuatu yang tak boleh dilihat oleh orang lain, tapi khusus untuk sekarang hanya kamu yang aku perbolehkan, jadi jika aku butuh bantuan tolong bantulah sebisa mungkin," pinta Adrine. "Baiklah, aku berusaha semaksimal mungkin," sahut Liona.


"Baguslah."


Setelah itu, Adrine menggambar suatu formasi yang dikatakan cukup besar di tanah. Tak hanya itu, lingkaran formasinya terlihat bersinar ketika selesai digambar dan membentuk simbol lingkaran Yin Yang, separuh hitam dan separuh putih.


Liona sempat mempertanyakan tentang tulang yang begitu besar yang muncul di depan gerbang dan menguncinya. Adrine juga telah menjawab seadanya dengan maksud yang jelas, sekaligus sedikit menjelaskan tentang pertarungan antara prajuritnya melawan Killer Skeleton Demon yang sekarang telah menjadi salah satu dari prajurit milik Adrine, Bone Demon.


Adrine sedikit terganggu dengan Liona yang terus bertanya-tanya. "Aku sarankan agar kau tak terlalu banyak bertanya ke depannya, ini bisa mempengaruhi prosesnya," ujar Adrine.


"Baiklah."


Liona sebenarnya memahami apa yang akan dilakukan oleh Adrine, sesuatu yang akan dilakukan pria di depannya itu sudah sangat jelas ingin melakukan apa. Kondisi mental dan ketenangan haruslah terjaga serta perlu konsentrasi yang tinggi ketika ingin melakukan suatu tindakan yang berhubungan dengan lingkaran formasi.


Di luar sana, ahli jimat cukuplah disegani dan pada umumnya mereka sangatlah ahli dalam hal menggambar sekaligus mengendalikan kekuatan lingkaran formasi. Hal ini sudah menjadi sangat umum dan Liona memahaminya dalam sekali lihat saja.

__ADS_1


"Kau berhasil?"


Tiba-tiba muncul Shin kecil dari samping Adrine.


Adrine hanya diam dan fokus mempersiapkan lingkaran formasinya yang hampir sempurna. Shin kecil paham alasan mengapa Adrine mencampakkan kehadirannya.


"Ya ya ya, maaf aku berbohong, bukan Sky Crystal Demon," Gumam Shin kecil, namun Adrine tak memperhatikannya sama sekali. Matanya terlihat begitu fokus dan ekspresi wajahnya terlihat dingin dan datar seperti biasanya, walaupun tatapan matanya menjadi begitu tajam dalam sesaat. "Tolong untuk diam sejenak," suruh Adrine dengan suara yang kecil.


"Oh? O ... Oke." Shin kecil mengira bahwa Adrine mendiamkannya karena kesal dengan perkataannya yang sebelumnya. Sebelumnya Adrine pernah diberitahu bahwa sosok yang menjaga Pasir Berlian Merah adalah Sky Crystal Demon, namun nyatanya yang ada justru sesosok Killer Skeleton Demon.


Setelah beberapa menit berlalu, Adrine telah berhasil menyempurnakan lingkaran formasi Yin Yang Perubahan Jaringan Tubuh. Terdapat dua lingkaran formasi dengan ukuran yang kecil dan ada satu lingkaran yang lebih besar di antara keduanya. Formasi tersebut dapat bertahan dalam waktu yang cukup lama dan juga cukup untuk Adrine mencari di mana letak Pasir Berlian Merah berada.


Liona tampak tak ada di tempatnya. Ia tak tahu pergi ke mana dan karena tempatnya yang hancur lebur serta terlalu berantakan, Adrine tak bisa lagi melihat sisi goa dalam satu perspektif saja.


"Hei, menurutmu pasir merah ini berguna?" Secara mengejutkan, Liona berada di samping Adrine. Dan yangenib mengejutkan lagi, ia membawa Pasir Berlian Merah di tangannya.


"Darimana kau mendapatkannya?" Tanya Adrine.


"Uuumm ... Tuh, di situ!" Jawab Liona sembari menunjuk ke arah reruntuhan singgasana milik Killer Skeleton Demon yang dipenuhi oleh Pasir Berlian Merah.


'Ah, itu dia,' batin Adrine. "Ya, pasir itu berguna, letakkan saja di lingkaran yang yang kecil itu!"


Kemudian Adrine merapal suatu mantra dan formasinya terlihat bersinar yang menandakan bahwa lingkaran formasinya mulai aktif.


WUUUSH!!


Angin berhembus di atas lingkaran formasi, efeknya terhadap lingkungan juga cukup berpengaruh.


"Hei, bocah, prosesnya bakalan sangat sakit. Kalau kau tak bisa menahannya, sama saja dengan bunuh diri," ujar Shin kecil mengingatkan. Adrine mengangguk mengerti akan hal tersebut, ia tak mungkin tak tahu akan resiko untuk melakukannya.


Lingkaran formasi Yin Yang Perubahan Jaringan Tubuh memang digunakan untuk merekonstruksi seluruh struktur tubuh. Tujuannya adalah mengganti struktur tubuh dengan bahan yang jauh lebih kuat agar kulit terasa lebih keras tak terhancurkan. Seluruh bagian tubuh akan dirombak habis-habisan bahkan otak dan jantung pun tak ketinggalan. Rasanya akan begitu sakit dan benar-benar seperti kematian yang menyiksa.


Setelah itu, Adrine berdiri di atas lingkaran formasi yang paling besar. Ia terlihat santai setelah menghembuskan nafas panjangnya dan kini matanya mulai terpejam.


Muncul cahaya di tanah yang mulai mengukir bayangan Adrine. Lingkaran formasi yang lebih kecil nampak mulai bereaksi lebih kuat lagi. Cahayanya memancar lebih terang dan Ruby Bintangnya telah hancur lebur menjadi butiran pasir.


WUUUSH!!

__ADS_1


Pasir Berlian Merah mulai berterbangan, begitupun dengan butiran pasir Ruby Bintang. Seolah mereka dikendalikan oleh lingkaran formasinya dan bergerak sesuai arusnya. Pasir-pasir tersebut terbang mengitari lingkaran formasi yang besar, Adrine masih berdiam diri dan terus memejamkan matanya.


Shin kecil cukup cemas dengan situasi yang akan ditempuh oleh Adrine. Setelah prosesnya dimulai, maka kesakitan yang sebenarnya akan muncul. 'Aku tahu kau kuat, nak, tapi jangan terlalu memaksakan diri,' batin Shin kecil.


Bukan hanya leluhur kecil yang mengikuti Adrine saja yang cemas, Liona juga khawatir akan kondisi Adrine karena ia tahu bahwa ketika prosesnya dimulai, maka dirinya tak akan bisa membantu apapun lagi. Walaupun Liona tak tahu apa yang dilakukan oleh Adrine, tapi dia mendapatkan firasat yang sangat buruk. Jadi pikiran dan hatinya tak dapat tenang. 'Kumohon, apapun yang terjadi, jangan sampai kau mati, Adrine,' doa dari Liona dari dalam hati.


Lalu pasir-pasir yang mengitari Adrine kini mulai menyatu.


SREEEETT!!


Mata Adrine terbuka dengan pandangan kesakitan mengarah ke langit-langit. Pasir-pasirnya menghantam tubuh Adrine dengan sangat keras dan dengan cepat menutupi seluruh tubuhnya mulai dari punggungnya.


CREEEESSH!!


"Akh ... Aaarrkhhh ... Akkh ... " Adrine tak kuasa untuk berteriak lagi. Mulutnya yang terbuka lebar kini telah dimasuki oleh butiran pasir yang begitu banyak.


Shin kecil hanya bisa mengelus dada dan berharap sebaik-baiknya kepada Adrine, "kau belum merasakan sakit yang sebenarnya, ini ... Kau masih di tahap awalnya, Rekonstruksi Kulit Luar dan Organ Dalam."


Terdapat beberapa tahapan di dalam formasi Yin Yang Perubahan Jaringan Tubuh. Yang mana awalnya adalah merubah kulit dan beberapa organ dalam seperti ginjal, hati, dan usus. Setelahnya adalah Rekonstruksi Tulang dan Sendi. Perubahan ini merombak seluruh tulang dan menggantinya dengan struktur yang baru. Dan juga dengan tahapan terakhirnya adalah Rekonstruksi Jantung dan Otak.


Masih membutuhkan waktu untuk menyelesaikan tahapan awal. Adrine benar-benar tersiksa dan tubuhnya tertutup oleh pasir-pasir yang mencengkeramnya.


Liona terjatuh menangis melihat bagaimana Adrine tersiksa oleh prosesnya. Dia tahu bahwa satu kali kegagalan, sekali Adrine tak dapat menahan rasa sakitnya, maka kematian akan menjemputnya. Ya, inilah resiko dari formasi Yin Yang Perubahan Jaringan Tubuh.


Tubuh Adrine terkulai jatuh ke tanah. Terlihat seperti mayat hidup yang tersungkur dan di tutupi oleh butiran pasir. Teriakannya tak lagi terdengar karena pasirnya telah menutup dan memenuhi pita suaranya, sehingga berbisik pun tak bisa.


Dengan tatapan pasti dan penuh kekhawatiran, Shin kecil berkata, "kau pasti bisa, Adrine! Bertahanlah! Kau pasti bisa, jangan biarkan kau kalah dengan rasa sakit jika kau ingin tumbuh sekuat mungkin."


Adrine benar-benar tak berdaya. Tubuhnya seperti dimakan hidup-hidup oleh pasir. Dan tubuhnya juga tak bergerak layaknya orang yang telah mati terkutuk oleh butiran pasir. Namun di dalam hatinya, dia masih terus berkata bahwa dirinya "HARUS BISA DAN TERUS BERTAHAN!" Meskipun tubuhnya tak bergerak, meskipun mulutnya tak bisa mengatakan sepatah kata apapun itu, meskipun matanya tak dapat melihat cahaya luar, tak peduli rasa sakit yang menerjangnya, Adrine masih terus bertahan dan berjuang untuk meneruskan semangat hidupnya demi tumbuh semakin kuat.


Sekuat apapun manusia, jika seluruh struktur tubuhnya dirobek-robek, bahkan kultivator kuat pun tak akan bisa menahan rasa sakitnya dengan begitu santai. Dalam proses ini, semakin kuat tulang dan kulit yang dirombak, maka rasa sakitnya akan semakin besar. Namun lain lagi dengan organ dalam, semakin lembek struktur organnya, maka akan semakin menyakitkan prosesnya. Dan kini Adrine tengah berjuang dalam melawan rasa sakit itu semua.


CREEEESSH!!


'Aku ... Jikalau aku mati di sini ... Mereka yang di luar sana akan senang ... dengan kabar kematianku ... ' Batin Adrine.


Melihat situasi para pemburu di luar sana, Adrine tak ingin terbunuh sia-sia dan harus tumbuh semakin kuat. Pengorbanan dengan rasa sakit seperti ini, harus terbayarkan dengan berhasilnya membunuh dan mengalahkan para pemburu di luar sana.

__ADS_1


'Tak akan kubiarkan ... Kalian menyentuh teman-temanku ... Aku di sini ... Yang akan mendatangi kalian!' Batin Adrine dengan penuh semangat berjuang.


Bersambung!!


__ADS_2