Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Persiapan untuk menjadi calon kandidat turnamen


__ADS_3

Angin berhembus dan terbelah, udara bergerak dengan cepat terkena tebasan pedang yang diayunkan ke sana kemari. Udara berhembus semakin kuat, namun semakin tidak tentu dan berubah-ubah arah berhembusnya.


Angin yang kacau tersebut adalah hasil dari peragaan teknik Tarian Pedang Surgawi yang dipraktekkan Adrine setelah membaca beberapa lembar yang ada di kitab tekniknya. Hembusan anginnya juga semakin tajam dan hembusannya semakin membuat kacau suhu udara.


"Tak perlu berlebihan, sudah cukup baik peragaannya, sekarang kau harus melatih perubahan manifestasi energi pedangnya. Pergi ke gudang teknik, kau akan menemukan ribuan teknik yang berbeda-beda, kau bisa memilihnya."


Adrine segera menuju ke gudang teknik yang berada di belakang tempat pelatihan Ascended Sword. Walaupun disebut gudang, namun kitab yang ada di sana tersusun rapi. Terdapat tatanan yang membedakan antara setiap teknik pedang, dari tarian pedang, manipulasi energi pedang, dan peningkatan energi pedang.


Manifestasi energi pedang adalah tingkatan yang lebih tinggi dari manipulasi energi pedang, pelatihannya juga cukup rumit, hanya saja ketika telah menguasainya akan terasa lebih mudah dari manipulasi energi pedang. Hal ini dikarenakan manipulasi energi pedang harus mempertahankan bentuk manipulasi, sedangkan manifestasi akan tidak perlu mempertahankan wujudnya dan bisa membatalkan perubahan wujud energi Ascending sesuka hati. Apalagi manifestasi energi pedang jauh lebih akurat dalam bentuk perubahannya ketimbang manipulasi.


Ada juga yang lebih tinggi dari manifestasi energi pedang, jenis teknik ini adalah transformasi manifestasi fisik pedang.


"Baris paling bawah, kedua, dan ketiga adalah manipulasi, keempat dan kelima adalah manifestasi, sedangkan baris keenam adalah transformasi, aku hanya diizinkan untuk mengambil yang manifestasi."


'Pantas saja aku dipandang sinis oleh murid lainnya, ternyata manifestasi energi pedang memiliki tingkatan yang lebih tinggi dari manipulasi energi pedang.' Pikir Adrine.


Sebelumnya banyak yang terkejut oleh perizinan yang diberikan kepada Adrine oleh master Viko, namun para master lain tidak peduli yang menandakan bahwa Adrine memang diperbolehkan untuk mengambil teknik jenis manifestasi energi pedang.


"Manifestasi Taring Iblis, Manifestasi Pedang Tulang, Manifestasi Kekacauan, Manifestasi Pedang Bengkok..."


Adrine terus membaca setiap nama teknik.


"Hei nak, siapa kau? Apa kau anak baru?Kenapa kau ingin mengambil teknik jenis manifestasi?"


Seseorang tiba-tiba datang dan memperingatkan Adrine. Orang itu masih cukup muda dan dia seperti memiliki hak dan wewenang atas gudang teknik.


"Maaf, aku sudah diizinkan oleh master Viko untuk mengambil teknik jenis manifestasi energi pedang, mohon untuk master tidak menghalangi."


Master tersebut menatap tajam mata Adrine, sorotan matanya benar-benar sangat tajam dan mengintimidasi.


"Atas dasar apa dia memberikan izin?"


"Atas dasar aku yang memberinya perintah itu."


Muncul master Heyto yang tiba-tiba saja berdiri di belakang master yang ada di hadapan Adrine.


"Sejak kapan master Heyto punya wewenang di sini?"


Master muda itu terlihat seperti tidak menyukai master Heyto dan juga Adrine.


"Aku akan menggunakan jabatan untuk ini, jabatan ku lebih tinggi darimu di kota Zeronia ini, kau hanya sebagai penjaga gudang teknik, aku adalah salah satu dari ketua pemimpin di laboratorium pusat kota ini. Wewenang yang ku punya lebih tinggi dari yang kau punya."


Master Heyto membuat master muda tersebut menjadi semakin membencinya.


"Kau hanyalah salah seorang ketua di laboratorium pusat, tapi kau bukanlah seorang pengembang."


Master Heyto tersenyum sinis di hadapan master muda.


"Kau tidak tahu kalau menjadi salah seorang ketua itu juga... Memiliki hak istimewa menjadi bagian dari pengembang, camkan itu baik-baik, master Kora!"


Master muda tampak terkejut dengan terl membesarnya bola matanya. Terdengar dari nama yang disebutkan oleh master Heyto, master muda yang menjaga gudang teknik itu bernama master Kora.


"Lalu siapa bocah ini? Bagaimana bisa kau memberinya izin untuk mengambil teknik jenis manifestasi?"


"Bagaimana jika aku menyebutnya calon kandidat turnamen? Apakah dia tidak punya hak?"


Sekali lagi master Kora terkejut oleh perkataan master Heyto.


'Aku diberi pesan jika calon kandidat diperbolehkan untuk mengambil satu teknik jenis transformasi, bocah ini ternyata beruntung. Tapi dia terlihat biasa saja, tidak seperti Loid, tetap saja Loid lebih kuat daripada bocah ini.' Pikir master Kora.


"Baiklah, aku diberi pesan untuk memberikan 1 teknik jenis transformasi, 2 teknik jenis kekacauan, dan 1 teknik jenis penajaman."


Master Heyto terkejut sekaligus senang mendengarnya, ia langsung menoleh ke arah Adrine.

__ADS_1


"Apa yang kau tunggu? Ambil teknik yang sudah diperbolehkan."


Kemudian Adrine langsung kembali ke rak buku yang ada di sampingnya, ia sekarang mulai melihat-lihat kitab yang tersusun di barisan keenam, rak yang berisikan kitab teknik jenis transformasi.


Master Heyto pun berbalik begitu saja tanpa menanyakan apapun.


'Mentang-mentang dia adalah ketua laboratorium, dia bisa seenaknya di sini mengatur semua hal dengan jabatan seorang pengembang. Sialan kau, Heyto.' Umpat master Kora dalam hati kepada master Heyto.


Beberapa saat kemudian, Adrine menemukan teknik transformasi yang menurutnya sesuai, namun agak sulit dalam pengendaliannya. Teknik tersebut bernama Transformasi Pedang Petir Lapis Ganda.


Sudah berjam-jam Adrine berada di dalam gudang teknik, master Viko yang berada di luar menjadi sedikit kesal karena menunggu 1 muridnya itu.


'Di mana Adrine? Kenapa bocah itu lama sekali? Apa ada masalah?' Pikir master Viko.


Tak lama kemudian, Adrine telah kembali dari gudang teknik dan mengeluarkan 4 kitab teknik.


"Apa kau sedang merampok tadi? Bagaimana bisa kau mengambil banyak kitab sekaligus? Dan ini... Teknik jenis transformasi?"


Para murid yang lain langsung menoleh ke arah Adrine dengan cepat.


"Apa? Jenis transformasi? Kenapa bisa dia diperbolehkan?"


"Kok bisa begitu? Kita saja dilarang mengambil teknik jenis manifestasi, dia langsung mengambil teknik jenis transformasi, ada 3 kitab yang lain pula?"


"Apa dia menyogok master yang berjaga di sana?"


Banyak yang bertanya-tanya tentang itu, namun ada seorang master yang membuka mulut untuk menengahi begitu banyak pertanyaan.


"Dia adalah calon kandidat, dia diperbolehkan untuk mengambil teknik jenis transformasi dan beberapa teknik lainnya, ini memanglah hal biasa yang tidak kalian ketahui."


Master yang barusan berbicara lantang adalah master Cherry, dia cukup tahu menahu tentang apa yang dilakukan oleh Adrine.


Mereka semua langsung berkata "o" yang panjang dan besar seketika mendengar penjelasan dari master Cherry.


Tak banyak lagi yang menoleh ke arah Adrine karena sudah terbiasa dengan kejutan yang diberikan oleh seribu bahasa dari Adrine.


"Apa yang ingin kau latih terlebih dahulu?"


"Teknik jenis kekacauan, Kekacauan Gerakan Petir."


Teknik dengan tingkatan jenis yang lebih tinggi dari jenis tarian pedang biasa, Adrine juga mengambil teknik Kekacauan Pedang Kilat dan Penajaman Ascending Empat Titik.


"Apa kau yakin tidak ingin melatih teknik jenis transformasi? Selain itu, kau kan juga sudah menguasai teknik jenis tarian, kenapa kau ingin menguasainya lagi yang lain?"


Adrine terdiam sejenak.


Master Viko sedikit bingung dengan Adrine yang tak begitu mudah untuk ditebak.


"Kekacauan yang terdapat di dalam teknik Tarian Pedang Surgawi sedikit lebih mudah untuk ditebak, selain itu Kekacauan Gerakan Petir juga meningkatkan kekuatan pedang ketika mencapai titik gerakan tertentu."


Kini master Viko tersenyum.


"Jadi kau sudah sempat membacanya sebelum kemari dan juga sudah mempertimbangkan mana yang akan kau akan latih sebagai pembuka, cerdas juga kau ini."


"Terima kasih master."


Setelah itu, Adrine kembali membaca dan mengaktifkan mata jiwanya. Master Viko sangat menyukai Adrine karena begitu yakin dengannya.


Beberapa jam telah berlalu dan Adrine juga telah memperoleh prestasi baru yang membuat orang lain tercengang. Adrine menunjukkan bagaimana dirinya mempresentasikan teknik Kekacauan Gerakan Petir yang hampir menyentuh kesempurnaan. Para master juga terkejut dan menjadi tertarik dengan kemampuan yang ditunjukkan oleh Adrine.


Karena pagi telah berganti senja, Adrine diperbolehkan untuk pulang dan melakukan pelatihan secara individu di tempat tinggalnya.


"Minggu depan kau ada misi, benar bukan?"

__ADS_1


Adrine mengangguk.


"Benar master."


"Misi apa itu?"


"Entered Portal, masuk ke dalam Distorsi Portal tingkat Buas kelas D."


Adrine sedikit teringat ketika ia berhadapan dengan Blood Demon di dalam Distorsi Portal dengan tingkat yang sama, yaitu tingkat Buas kelas D.


"Aku sempat mendengar tentang misi ini, bukankah misi ini akan melibat 10 murid termasuk kau?"


Adrine mengangguk lagi.


"Benar master."


"Berhati-hatilah di dalam sana, bukan sembarang tempat yang akan kau masuki nantinya. Kau juga akan bersama dengan seorang senior di tingkat Kesempurnaan untuk berjaga-jaga adanya hal yang janggal di dalam sana."


"Baiklah master, aku akan berhati-hati nantinya."


Kemudian Adrine berbalik dan segera pergi ke beberapa toko untuk membeli beberapa bahan yang diminta oleh Shin kecil dan akan segera kembali ke tempat tinggalnya. Ia bersiap untuk memasuki Distorsi Portal seminggu mendatang.


Ketika Adrine telah sampai di rumah, ia mendapati aroma yang begitu menyengat. Aroma obat-obatan herbal namun sangat menyengat di dalam hidung.


Adrine langsung menutupi hidungnya dengan tangan kirinya.


'Bau apa ini?' Pikir Adrine.


Bukan hanya itu, banyak juga asap yang berterbangan di dalam rumahnya sehingga membuat penglihatannya menjadi terganggu.


"Apa yang kau lakukan, Shin kecil? Di mana kau?"


Adrine segera mencari Shin kecil di setiap sisi rumahnya dan ia mendapati Shin kecil yang tengah menyuling pil di dalam kamarnya.


"Sedang apa kau?"


"Apa matamu itu sudah tak berguna lagi? Aku sedang menyuling pil, pil ini aku buatkan untukmu khusus untuk meningkatkan potensi mu."


Adrine tak terlalu mendengarkan ucapan Shin kecil dan ia langsung menerobos masuk ke dalam kamarnya serta mengaktifkan zirahnya dan membuat wajahnya tertutup oleh topeng zirah.


Lalu Shin kecil memberikan sebuah pil kepada Adrine.


"Ambillah ini, telan sekarang juga!"


Adrine sedikit curiga dengan pil yang baru saja diberikan oleh Shin kecil.


"Apa pil ini beracun?"


PLAK!!


Sebuah tamparan langsung mendarat dengan keras di muka Adrine.


"Kau pikir aku ingin meracunimu? Aku kan sudah bilang, pil ini bisa meningkatkan potensi mu, efek sampingnya hanya akan terasa di awal dan tidak seberapa, telan saja."


Adrine menatap aneh pil yang ada di tangannya itu.


'Potensi atau apalah itu, aku sama sekali tak paham. Sudahlah, tak mungkin Shin kecil akan meracuniku.' Pikir Adrine.


Dengan terpaksa, Adrine menelan pil tersebut.


GLEK!!


"Eh?"

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2