Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang


__ADS_3

"Apa? Kubus apa itu?"


Kubus yang dimaksud Purgatory Demon, menurutnya adalah hadiah sesungguhnya. Adrine tak mengetahui kubus apakah itu. Tapi, dimata Adrine kubus itu memanglah unik, tak salah jika Purgatory Demon menganggapnya sebagai item yang bagus.


"Itu adalah Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang. Kubus itu adalah artifak yang sangat bagus, bisa digunakan untuk menyerang maupun berlindung. Bahkan bisa digunakan sebagai tempat untuk berkultivasi yang bagus."


"Apa? Benda itu sangat hebat. Aku paham jika itu digunakan sebagai pertahanan, tapi bagaimana caranya menyerang dengan kubus itu?"


Adrine tak terlalu memahami bagaimana caranya sebuah kubus menyerang. Dan wajahnya terlihat kebingungan.


"Seperti namanya, serangannya berupa ilusi. Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang dapat mengumpulkan dan memancarkan cahaya layaknya seperti sebuah prisma. Cahaya yang memancar akan membuat ilusi yang sangat kuat apabila ada yang mengenainya. Tapi berhati-hatilah tuan..."


Purgatory Demon seperti sedang mengingatkan Adrine tentang sesuatu.


"Hah? Berhati-hati kenapa? Apa kubus itu bisa menyerang balik?"


Adrine juga terlihat kebingungan lagi.


"Ya. Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang bisa menyerang balik pada penggunanya apabila cahaya pada kubusnya mengenai penggunanya sendiri."


"Sudah yang kuduga. Artifak yang tingkatannya sangat tinggi, bisa menyerang balik pada penggunanya."


Beberapa menit kemudian, Adrine mengumpulkan semua pasukannya kembali. Untuk waktu pasukannya kembali kepada Adrine, tidak dibutuh waktu yang cukup lama. Jadi tidak akan memakan waktu hingga berjam-jam.


Semua pasukannya telah kembali pada Adrine. Mereka membawa barang yang sekiranya menurut mereka bagus. Adrine sangat senang dengan beberapa benda yang mereka bawa. Karena banyak dari orang-orang yang masuk kedalam Distorsi Portal hanya untuk mencari benda-benda bagus.


'Mereka semua mendapatkan banyak benda bagus disini. Salah satunya bahkan ada yang membawa Artifak Batu tingkat Semesta peringkat 7.' Pikir Adrine.


Lalu wajah Adrine kembali serius lagi. Ia teringat kalau tim White Wolf yang masih belum kembali karena sebagai titik koordinat utama penentu tempat mereka sedang bertarung.


"Aku akan mengembalikan semuanya!! Disaat waktunya tiba, aku akan memanggil kalian semua untuk bertarung kembali."


Semua pasukannya mengangguk paham apa yang dikatakan oleh Adrine. Dan juga mereka langsung dikembalikan oleh Adrine ke alam bayangan. Dan hanya Purgatory Demon yang masih berada disamping Adrine.


"Baiklah, Purgatory Demon, kau siap?"


"Siap tuan."

__ADS_1


Purgatory Demon langsung mengangguk dengan tegas.


"Baiklah. Transformation, Purgatory Demon!!"


Dengan segera tubuh Purgatory Demon langsung melebur dan menyatu dengan tubuh Adrine. Menciptakan sebuah zirah api yang menutupi tubuhnya.


Dan dengan adanya transformasi Purgatory Demon, kecepatan Adrine semakin dipercepat, sehingga Adrine bisa sampai pada tempat tim White Wolf.


'Dengan kecepatan seperti ini, aku bahkan bisa sampai disana dengan waktu kurang dari setengah jam.' Pikir Adrine.


Dan benar, Adrine telah sampai pada tempat tim White Wolf dengan waktu hanya 18 menit saja. Adrine melihat pertarungan yang sangat sengit. Dalam pertarungan tersebut, tim White Wolf kalah jumlah dari musuh yang sedang mereka hadapi.


"Setidaknya hanya dengan bantuanku saja bisa untuk mengalahkan semua lawannya. Tapi akan membutuhkan beberapa waktu."


Adrine mengaktifkan mata jiwa kanannya dan mengambil Pedang Api Hitam Ashura. Lalu ia mengaktifkan mata jiwa kirinya untuk melihat titik meridian pada lawan untuk mencari titik lemahnya.


"Sekarang!!"


Adrine melepaskan transformasinya dan langsung turun untuk melawan banyak lawan dengan pedangnya.


Lalu semua pasukannya menghilang dan berubah menjadi bayangan. Dan Adrine sendiri akan melawan banyaknya hewan spirit yang menggila.


'Kira-kira, beberapa dari mereka tingkatannya adalah setingkat Suci peringkat 3. Seharusnya, jika seseorang pada tahapan yang sama denganku, memang terasa mudah. Tapi, tidak jika mereka dikeroyok seperti ini.' Pikir Adrine.


Dengan segera, banyaknya hewan spirit yang mengelilingi Adrine langsung berani menyerang. Banyak dari beberapa hewan spirit yang mengelilingi Adrine ukurannya lebih dari 2 kali lipat ukuran tubuh Adrine, namun kekuatannya juga tak terlalu tinggi.


Lalu, untuk mempercepat Adrine menggunakan Ashura Fire. Dan secara otomatis, skill Strenghthening Ashura aktif yang membuat suhu tubuh Adrine meningkat drastis.


'Sebenarnya melawan mereka semua itu terlalu mudah. Apa aku ini berlebihan sampai menggunakan skill Ashura Fire?' Pikir Adrine.


Walaupun begitu, Adrine terus membabi buta dan membantai habis-habisan semua makhluk yang ada didepannya.


'Bagaimana kalau aku menggunakan teknik Api Roh Ungu Jiwa Pembantaian Iblis Neraka. Disini juga banyak hewan spirit yang jiwanya tidak berguna.' Pikir Adrine.


Tidak berguna, yang dimaksud oleh Adrine adalah jiwa mereka yang menurutnya lemah dan tidak perlu untuk ditambahkan kedalam daftar pasukan milik Adrine. Dan karena teknik Api Roh Ungu Jiwa Pembantaian Iblis Neraka memakan jiwa untuk memperkuat, lebih baik jiwanya diberikan pada teknik tersebut dan menjadi lebih kuat.


"Api Roh Ungu Jiwa Pembantaian Iblis Neraka!!"

__ADS_1


Muncul banyak sekali api berwarna ungu gelap dan membuat kabut asap berwarna ungu. Banyak hewan spirit yang mati karena tidak kuat menahan panasnya kabut tersebut.


"Hehe, sekarang menyebarlah!!"


Api ungu yang yang keluar dari tubuh Adrine langsung keluar dengan sangat cepat dan membakar semua tubuh yang mempunyai jiwa hingga hangus.


Hingga beberapa menit kemudian, Adrine telah berhasil membakar semua lawannya dan memperkuat teknik api ungu. Setelah itu, Adrine menghadap keatas dan melihat kubus yang ada diatasnya.


'Kubus ini besar sekali. Bagaimana nanti caraku membawanya jika sebesar ini?'


Lalu Adrine memunculkan Purgatory Demon untuk menanyakan sesuatu.


"Tuan?"


"Purgatory Demon, kalau kubus itu sebesar ini, bagaimana caraku untuk membawanya? Mungkin juga kubus itu berat."


Adrine langsung menanyakan pertanyaan tersebut tanpa membahas hal lain terlebih dahulu.


"Tuan, apa anda tidak ingat dengan yang saya katakan tadi? Kubus ini bisa digunakan untuk berkultivasi, dan itu adalah ruang kultivasinya. Untuk ukurannya, setidaknya hanya seukuran 1,5 genggaman tangan."


"Syukurlah. Tapi, bagaimana caraku mengecilkannya?"


Adrine masih tertuju pada 1 hal, cara mengecilkan kubusnya agar bisa dibawa.


"Tuan hanya perlu menggunakan Jimat Mental untuk menciptakan Simbol Mental milik anda. Didalam Simbol Mental pula, terdapat ukiran nama anda dan dapat memanipulasi kepemilikan Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang, sehingga anda bisa mengendalikannya sesuka hati anda."


"Ooohh... Jadi begitu ya?"


"Ada satu lagi tuan, jika makhluk yang ada didalam Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang telah keluar, nanti secara otomatis akan mengecil ke ukuran yang asli. Namun sekarang kepemilikan Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang telah dimiliki oleh makhluk itu."


"Baiklah, sekarang aku sudah mengerti."


Lalu Adrine kembali menoleh kearah Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang. Didalam hatinya, ia sedang bergumam tentang dirinya sendiri dan masalah kepemilikan Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang.


"Tunggu saja!! Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang harus kudapatkan!!"


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2