Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Dendam (3)


__ADS_3

"Bagaimana mungkin kau bisa mengeluarkan teknik pedang sampai bisa menggunakan Pancaran Pedang?"


Adrine hanya diam dan pedang-pedang yang Adrine gunakan membentuk sebuah lingkaran yang ditengah-tengahnya terdapat energi kegelapan yang sangat kuat.


Energi tersebut terpancarkan menuju Alfian. Alfian tetap waspada dengan serangan apapun dari Adrine.


"Swords Array!!"


Alfian menggunakan teknik yang mengatur pedangnya membentuk suatu susunan untuk pertahanan dari serangan Adrine. Pancaran tersebut terus mengarah Alfian dan mengenai susunan pedang Alfian.


Susunan pedang Alfian tergolong kuat karena Pancaran Pedang Kegelapan Ashura tidak menembus dan mengenai Alfian.


"Apa kekuatanmu hanya sampai sini saja?"


"Baiklah, terima ini."


Adrine masih bersikap tenang dan wajahnya tidak menunjukkan ekspresi yang cukup menonjol. Pancaran yang dikeluarkan oleh pedang Adrine menjadi lebih kuat. Susunan pedang Alfian mulai berguncang dan hampir tercerai-berai.


"Hah?"


CKLAAANG!!


Susunan pedang Alfian telah hancur dan pedang-pedangnya mulai terpisah satu sama lain. Mata Alfian terbelalak dan pupil matanya mengecil karena melihat susunan pedangnya dihancurkan dan serangan Adrine masih terus melesat.


TRIIIIIZZZ!!


Pancaran pedang Adrine berhasil ditangkis oleh Alfian dengan pedangnya. Setelah pedang milik Alfian digunakan untuk menahan serangan dari Adrine, pedang tersebut menjadi sedikit retak.


'Hehe, sekarang waktunya.'


ZRIIIING!!


"Hah?"


Adrine menghilang karena melesat begitu cepat. Alfian sangat waspada dengan serangan dadakan yang akan muncul.


SET!!


Mata Alfian melihat bayangan dari sebelah kirinya.


TRIIING!!

__ADS_1


Alfian menangkis serangan dari Adrine. Adrine terus menahan posisi menyerangnya itu agar dapat mematahkan pedang Alfian. Adrine mundur sejenak agar membuat celah sedikit untuk serangan berikutnya.


Adrine membuat tebasan beruntun agar pedang Alfian semakin terkikis. Pedang Alfian memang semakin terkikis dan pecah sedikit demi sedikit.


CKLAAANG!!


Pedang Alfian patah karena serangan beruntun dari Adrine.


"Apa?"


"Hehe..."


Adrine telah berhasil mematahkan pedang Alfian. Alfian terkejut mendapati pedangnya yang patah.


"Grrhh...."


Alfian sangatlah marah karena pedangnya yang patah. Nafas Alfian menjadi berat.


"Heeeh... Heeeh... Berani kau mematahkan pedangku, sudah tak sayang nyawa kau kah? Sekarang nyawamu sudah diujung tanduk."


Alfian mengaktifkan mata jiwanya. Mata jiwa Alfian sangatlah mengintimidasi bagi yang melihatnya atau menatapnya secara langsung.


"Baguslah, sekarang aku bisa serius."


Alfian bergerak dengan sangat cepat. Alfian langsung menyerang dengan pedang jiwanya.


'Pedang apa ini? Artifak tingkat apa?' Pikir Adrine.


"Sebentar, akan aku analisa."


Shin kecil berusaha untuk menganalisa pedang yang digunakan oleh Alfian untuk bertarung dengan Adrine sekarang. Adrine masih merasa kalau semakin lama, gerakan Alfian semakin cepat seiring ia menebas.


"Ah, ini..."


"Tingkat apa?"


Mata Shin kecil masih terbelalak.


"Uh... Tenang saja, artifaknya masih pada tingkat semesta. Pedang ini bernama Pedang Kilat Putih."


"Kukira lebih tinggi lagi."

__ADS_1


Adrine terus menahan serangan dari Alfian hingga waktu yang lama. Adrine yang tadinya menggunakan pedang panjang, kini ia mengubahnya menjadi sebuah belati agar serangannya juga lebih cepat karena bobotnya berkurang.


TRAANG!! WHUUI!!


Pedang Alfian terlempar dan berputar-putar diatas angin. Pedangnya terjatuh dan tangan Alfian menjadi kosong tanpa senjata.


"Jangan kira kalau aku tak memakai pedangku aku tak bisa apa-apa."


"Hehe..."


Tiba-tiba Adrine tertawa.


"Ada apa?"


"Maaf, tapi aku hanya meremehkan orang lain saja. Tapi, aku tak pernah meremehkan orang yang ingin berhadapan denganku."


"Huh, banyak bicara. Akan kuselesaikan sekarang juga."


Alfian langsung bergerak menyerang Adrine. Kecepatannya tak berkurang maupun bertambah saat tak menggunakan pedangnya.


"Oh iya, aku minta maaf sekali lagi. Tadi kau bilang apa? Selesaikan sekarang juga? Baiklah, tapi kau yang akan berakhir."


DEG!!


Jantung Alfian berdetak dengan sangat keras karena perkataan Adrine.


"HIYAAAH!!"


Alfian sangat marah dan emosi yang meningkatkan semangatnya berubah menjadi hawa pembunuh.


ZRIIIING!!


"Hah?"


Adrine menghilang lagi dari hadapan Alfian.


"Tadi sudah kubilang, kalau kau yang akan berakhir."


SLAAASH!!


"AAAAAARRRRRRGGGGGGHHHHHHH!!"

__ADS_1


Teriakan Alfian sangatlah kencang hingga memekakkan telinga karena tebasan yang tepat berada dibagian punggungnya. Serangan telak yang membuat Alfian terjatuh.


"Setelah ini, renungkan apa kesalahanmu!"


__ADS_2