
"Ada apa dengan Adrine? Kenapa dia pingsan?"
Heyto sangat mengkhawatirkan kondisi Adrine. Tirani pun juga sedikit cemas dengan apa yang terjadi dengan Adrine.
"Mungkin Adrine kehabisan energi, jadi dia pingsan." Ujar Kai.
"Itu dia yang sedang membuatku bingung. Energi Adrine masih lebih dari setengah dari kapasitas energi ditubuhnya."
Taro telah mengamati data Adrine dan layar yang menunjukkan data menyatakan bahwa Adrine masih cukup banyak memiliki energi.
Adrine terbangun dari pingsannya setelah 2 jam berlalu. Point miliknya sudah mencapai 2000 dan menjadi peringkat 3 karena pingsan selama 2 jam. Adrine mengingat apa yang sudah terjadi sebelumnya, dan Adrine juga telah sadar apa kemampuan sebenarnya dari mata jiwa kirinya.
"Ini, apakah aku benar-benar telah mengalahkan iblis api?"
Lalu Adrine mengeluarkan pasukannya yang bernama Purgatory Demon. Api yang kuat menyelimuti kemunculan dari pasukan iblis itu.
"Apa yang anda inginkan tuan?"
Adrine sedikit terkejut mendengar seorang pasukan bayangan bisa berbicara seperti manusia. Adrine menjadi teringat saat ia belum pingsan sebelumnya.
__ADS_1
"Bagaimana bisa kau berbicara layaknya manusia?"
Adrine yang penasaran langsung menanyakan hal itu kepada iblis api tersebut. Dari wajah yang dinampakkan oleh iblis api, Adrine yakin kalau iblis api juga pasti tak tahu.
"Saya juga kurang tahu tuan, tetapi setelah menjadi pasukan anda keinginan saya untuk berbicara seperti manusia menjadi terkabul."
Sesaat Adrine tercengang disaat mendengar jawaban dari iblis api. Adrine terpikir apakah iblis dan hewan spirit punya keinginan untuk dapat berbicara. Adrine sudah tidak memperdulikan itu lagi.
Ditempat Etern berada sekarang, semua murid telah terbubar karena tak ada lagi sebuah pemandangan yang perlu untuk dilihat. Dan dipenuhi dengan rasa penasaran, Etern, David, dan Arpha masih berada disekitar tempat mereka berdiri untuk melihat apakah Adrine melakukan suatu pertarungan lagi. Tetapi sudah merasa cukup dengan point yang telah diraihnya.
"Jika kau telah aku kalahkan, apa kau tetap setia walaupun kau hanya menjadi budakku?"
"Tuan, kami bukan hanya setia. Tetapi kami akan selalu bersamamu dan menjagamu agar Anda tetap aman. Ini adalah rasa terima kasih dari kami karena tuan telah membuat kami hidup lagi."
Adrine telah tahu kenapa para pasukannya bertarung dengan sepenuh kemampuannya. Mereka semua ternyata berterima kasih dengan Adrine karena membangkitkan mereka kembali.
Lalu Adrine mengembalikan Purgatory Demon ke alam pasukan tempat mereka berada. Adrine mengaktifkan mata jiwa kirinya untuk mencari energi yang bisa ia serap agar kekuatan tubuhnya kembali seperti semula.
Baru saja melangkahkan kaki 3 langkah, Adrine seperti mendengar suara seseorang. Adrine menoleh kebelakang tetapi tak ada siapa-siapa. Adrine kembali berjalan kearah yang ia ingin tuju, tetapi ada suara lagi dari belakangnya.
__ADS_1
"Siapa? Siapa?"
Adrine langsung reflek menoleh kebelakang karena mendengar suara-suara tersebut. Adrine memilih kembali untuk memeriksa ada siapakah yang sedang mengikutinya. Adrine tetap saja masih tak melihat siapa-siapa.
"Aku seperti mendengar suara, tapi tak ada siapa-siapa. Lagipula kalau ada orang yang masuk kedalam wilayah stormzone pasti ada data yang menunjukkan namanya dan kapan dia masuk." Ujar Adrine.
Lalu Adrine balik kanan untuk kembali menuju kearah tempat yang sebelumnya ingian ia tuju.
"Hei kau!!"
Muncul wajah seseorang didepan mata Adrine. Adrine menjadi sangat terkejut dan melompat kebelakang.
"Siapa kau?"
Adrine curiga dengan orang tersebut. Tubuhnya kecil melayang dan wujudnya transparan seperti hantu.
"Tenanglah anak muda, aku ini bukan penjahat."
Orang tersebut sangatlah kecil seperti anak kecil. Adrine menatap takut kepada orang tersebut bukan karena dia penjahat atau hewan spirit, melainkan Adrine takut kalau itu adalah hantu yang bersemayam didalam tubuh dari iblis api yang telah ia bunuh sebelumnya.
__ADS_1