Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Awal masuk ke dalam Perguruan Kilat Langit


__ADS_3

Matahari telah sedikit condong ke barat, cahayanya perlahan mulai meredup, siang berganti menjadi sore.


2 jam perjalanan Adrine telah berlalu, tepat pada waktunya pesawat Falcon X-12B telah sampai di depan Perguruan Kilat Bayangan untuk registrasi. Pesawat tersebut mendarat dengan hal yang sama seperti di saat mendarat di Perguruan Bayangan Langit, yaitu hanya mengambang beberapa meter di atas permukaan tanah.


Perguruan Kilat Bayangan sangat megah dan penuh dengan bangunan tinggi yabg sangat canggih, perguruan tersebut bahkan di lindungi oleh lapisan kaca melingkar yang terdapat formasi pelindung membentang melingkari seluruh Perguruan Kilat Bayangan yang sangat luas hingga lebih dari 50 hektar luasnya. Di permukaan tanah, terdapat tembok besi tebal dan sangat kuat yang melindungi bagian bawah pelindung kaca. Terdapat juga 4 gerbang masuk ke dalam perguruan sesuai dengan 4 arah mata angin utama yang dimana setiap gerbangnya memiliki penjagaan yang sangat ketat.


Adrine dan murid-murid lain-nya turun dari pesawat, mereka turun dengan cara yang sama seperti di saat mereka masuk, namun berurutan sesuai siapa yang masuk duluan, maka mereka juga akan turun terlebih dahulu. Beberapa dari mereka dan juga Adrine tampak sangat terkagum-kagum dengan megahnya Perguruan Kilat Langit, ada juga yang tidak kagum karena mereka pernah melihat perguruan tersebut atau pernah melihat yang jauh lebih megah lagi.


'Luar biasa, Perguruan Kilat Langit jauh lebih megah di bandingkan dengan Perguruan Bayangan Langit.' Pikir Adrine dan beberapa orang yang ada di sekitarnya.


WUUUSH!!


Terdapat pesawat Falcon X-12B yang juga datang dari arah timur laut yang sedang menuju ke gerbang sebelah utara.


Tiba-tiba Pino yang ada di belakang Adrine berjalan ke depan, lantas berada di samping kanan Adrine dan dia seperti ingin mengatakan sesuatu.


"Sepertinya pesawat Falcon X-12B yang barusan terlihat tadi berasal dari Perguruan Matahari Bayangan, karena pesawat itu datang dari arah timut laut Perguruan Kilat Langit dan mungkin saja benar dari Perguruan Matahari Bayangan karena perguruan itu berada di sebelah utara dari Perguruan Bayangan Langit."


Adrine menoleh ke arah samping kanan-nya karena mendengar Pino yang tiba-tiba mengoceh.


"Mungkin anggapan mu benar juga, karena mereka juga sepertinya sedang mengarah ke gerbang utara."


Adrine menanggapi perkataan dari Pino dan membenarkan apa adanya, karena memang apa yang di ucapkan Pino tadi memiliki kejelasan yang bisa di bilang cukup jelas.


PSSSHH!!


Pintu bagian pilot terbuka, pintu tersebut terbuat dari logam yang sangat tebal dan seperti pintu geser. Pintu tersebut bergeser ke kanan dan asap putih yang dingin keluar dari pintu tersebut. Para murid menoleh ke arah pintu pilot tersebut.


Lalu muncul seseorang di pintu tersebut dan meloncat dari atas sana.


BLAAAR!!


Seketika tanah langsung hancur ketika kakinya menyentuh tanah, debu pun menyebar dan membuat wajah para murid tertutup debu. Para murid pun langsung mengucek matanya karena kemasukan debu, begitupun dengan Adrine.


Setelah para murid membuka matanya, mereka melihat seseorang yang postur tubuhnya tidak terlalu tinggi, sedikit lebih pendek daripada Adrine, berkulit agak hitam namun memiliki otot yang besar. Berpakaian layaknya seorang militer yang bebas tugas, hanya memakai baju tanpa lengan dan celana panjang. Rambutnya berantakan dan menjuntai ke belakang dan di tutupi oleh topi berwarna merah.


'Apakah orang ini adalah seorang prajurit?' Pikir Adrine.


Walaupun Adrine memandang aneh orang yang ada di depannya, namun ia tak berani untuk meremehkan kekuatan dari orang kekar tersebut.


"Namaku adalah Arnold, di sini aku sebagai pemandu kalian untuk masuk ke dalam Perguruan Kilat Langit, kalian ikuti aku dari belakang dan jangan ada yang berani macam-macam."


Kalimat yang di ucapkan oleh orang yang bernama Arnold itu memang sederhana dan tidak bertele-tele, namun wajahnya dan nada suaranya sangat mengintimidasi para murid, bahkan di dalam lubuk hati Adrine yang terdalam pun juga tercipta sedikit api ketakutan.


Setelah itu, Arnold pun berjalan dan sampai di depan gerbang yang ukurannya sebesar 5x10 meter. Ia mengeluarkan sebuah kartu, lalu menempelkan-nya pada sebuah slot berbentuk persegi panjang yang dimana ukuran kartu yang di pegang oleh Arnold sangatlah pas ketika di letakkan di dalam slot tersebut. Lalu, Arnold memang menempelkan kartunya ke dalam slot tersebut dan terdapat cahaya yang sedang memindai kartu milik Arnold. Cahaya tersebut berwarna hijau dan setipis kertas, berjalan ke arah kiri dan balik lagi ke kanan untuk memindai kartu Arnold.


"[Arnold Fredi, pasukan keamanan dan pertahanan peringkat 2.]"


"[Izin masuk, di berikan.]"


Tiba-tiba terdengar suara robot yang muncul dari gerbang, agak berbeda dari suara sistem di USC karena suara dari gerbang lebih terdengar seperti suara lelaki, berbeda dari USC, suaranya lebih dominan ke suara seorang wanita.


Adrine tidak terkejut mendengarnya, justru ia mengabaikan suaranya dan melihat sesuatu yang tiba-tiba muncul dan menutupi separuh bagian atas gerbang. Sebuah cahaya yang menunjukkan sebuah gambar dan mirip seperti kartu yang sedang di pegang oleh Arnold.


KRIIEEEEET!!


Setelah itu, gerbang besi besar yang ada di depan pun mulai terbuka. Pintu gerbang tersebut sama seperti pintu pada pesawat, yaitu adalah pintu geser.


Setelah gerbang terbuka sepenuhnya, muncul berbagai senjata canggih yang telah di siapkan untuk penjagaan. Terdapat 3 jenis senjata yang dimana memang menjaga pintu gerbang ketika gerbangnya terbuka maupun hancur.


"Penjagaan-nya sangat ketat, sangat sulit untuk masuk ke dalam Perguruan Kilat Langit tanpa akses khusus. Kalian di tidak perbolehkan untuk berbuat macam-macam di dalam sebelum kalian benar-benar memiliki status seorang murid. Semuanya, ikuti aku!!"


Lalu Adrine dan para murid lain-nya pun masuk ke dalam dengan mengikuti Arnold di depan mereka. Adrine melihat-lihat gerbangnya dan terus memperhatikan setiap sisi gerbangnya.


'Terdapat setidaknya 5 kamera pengawas yang terpasang di sisi kanan dan kiri gerbang. Di depan tadi juga, di pasang tepat di atas gerbang terdapat kamera pengawas, sepertinya kamera yang ada di depan itu adalah kamera jarak jauh untuk mengawasi serangan dari luar.' Pikir Adrine.


Mata Adrine sangatlah sensitif dan cukup presisi di saat melihat setiap bagian pada gerbangnya, bahkan Adrine sudah memperkirakan seberapa kuat pertahanan dari gerbang tersebut hanya dari memperkirakan tebal dan konsentrasi sihir yang terdapat pada gerbangnya.

__ADS_1


Lalu, Arnold menjelaskan tentang hal yang akan terjadi jika berbuat macam-macam di dalam perguruan jika tidak memiliki status apapun.


"Mungkin di sini hanya terlihat 3 jenis senjata dan berjaga di setiap sisi kanan dan kiri per pasangnya, tapi ketiga pasang jenis senjata ini mampu membunuh kultivator yang berada di tahap Penciptaan, kalian mungkin tidak akan bisa menahan kekuatan dari serangan yang mengenai kalian."


Para murid merasa terintimidasi dengan apa yang di ucapkan oleh Arnold, namun Adrine dan Etern tetap tenang dan sama sekali tidak terintimidasi. Justru Adrine ingin mengamati lebih dalam tentang 3 pasang senjata yang mengepungnya bersama dengan murid lain.


"Kalian lihat yang seperti tiang listrik yang tinggi ini!! Senjata ini di namakan dengan Ultra Tesla Multi-target atau disebut dengan ULTEM. ULTEM bisa memancarkan sengatan listrik dengan tegangan hingga berjuta-juta Volt, bahkan ULTEM bisa menyerang hingga lebih dari 10 target, dan juga tegangan-nya akan terus meningkat di setiap detiknya. Setidaknya, seseorang pada tahap Kehancuran pun bisa saja pingsan jika tak dapat menahan sengatan listriknya."


Sekarang ini para murid sudah sangat terintimidasi, ketakutan yang awalnya timbul sebesar genggaman tangan, kini malah membesar dan semakin besar hingga mencapai sebesar gunung. Namun Adrine dan Etern masih terus mendengarkan penjelasan dari Arnold secara seksama dan terus mengamati ULTEM yang di maksud oleh Arnold barusan.


'Tidak, penjelasan Arnold salah, senjata ini hanya di gunakan sebagai penghenti gerakan, seseorang pada tahap Penciptaan yang masih pemula mungkin memang akan pingsan jika terus menerima serangan dari ULTEM, tapi yang membuat senjata ini menjadi mengerikan adalah karena senjata ini terus meningkatkan tegangan listriknya setiap detiknya.' Pikir Adrine dan Etern.


Adrine dan Etern sangat sepemikiran dan mereka juga memahami setiap dasar dari kalimat yang di ucapkan Arnold.


Lalu Arnold pun menjelaskan tentang 2 pasang senjata yang lain-nya, yang pertama adalah Hyper Plasma-laser Canon atau HPC. HPC adalah sebuah meriam yang ukuran-nya sangat besar, namun menembakkan plasma dalam jumlah besar dan di padatkan menjadi sebuah pancaran laser yang mempunyai efek peledak apabila mengenai targetnya.


Dan yang kedua adalah Ground Shocker atau biasa disebut dengan Grocker. Grocker ini menyerang dengan memberikan sengatan listrik dengan tegangan yang tinggi, selain itu Grocker juga memiliki konsentrasi sihir yang cukup tinggi sehingga memberikan tekanan yang berat ketika dalam mode menyerang. Grocker selalu aktif dan menyetrum tanah di balik gerbang yang akan di lalui oleh orang-orang dan sekarang ini Grocker masih aktif. Adrine sendiri juga merasakan tegangan yang di berikan oleh Grocker namun masih tertahankan, akan tetapi murid-murid yang lain merasakan kesemutan pada kakinya.


Grocker yang memasuki mode menyerang akan memancarkan tekanan yang berat dan membuat tekanan yang tinggi pada tanah, jika tegangan yang di berikan oleh Grocker mencapai kekuatan penuhnya, maka tanah akan memancarkan cahaya plasma yang memancar ke atas dan memiliki tegangan yang sangat tinggi.


Ketiga senjata tadi akan aktif jika mendeteksi energi sihir tak di kenal dengan konsentrasi dan pelepasan energi dengan jumlah yang besar.


Masuk ke dalam Perguruan Kilat Bayangan, bangunan tinggi yang penuh dengan teknologi canggih, semua terlihat menjadi lebih jelas ketimbang di saat melihat dari luar pelindung kaca.


Adrine sangat kagum melihatnya, walaupun bangunan-bangunan tinggi yang di lihatnya itu sedikit jauh dari gerbang utama.


Tegangan yang di timbulkan oleh Grocker mulai berkurang dan melemah karena jarak jangkauan Grocker ketika dalam mode penjagaan hanya 5 meter saja, namun jangkauan Grocker bisa meningkat hingga 30 meter ketika dalam mode menyerang, begitupun dengan ULTEM, ia hanya bisa menyerang hingga jarak 50 meter saja, tak bisa lebih. HPC memiliki jarak jangkauan terpanjang dan dengan akurasi yang paling baik di bandingkan dengan Grocker dan ULTEM, jangkauan serangnya mencapai 100 meter dan memiliki daya ledak yang hebat serta bersifat AoE (Area of Effect) atau serangan dengan kerusakan yang menyebar.


Untuk sampai ke dalam perguruan utamanya, mereka harus berjalan hingga sekitar 200 meter. Namun, perjalanan Arnold terhenti dan di ikuti oleh Adrine dan murid lain-nya. Mereka melihat jika pintu gerbang telah menutup sejak tadi dan juga mereka melihat ada seseorang yang sedang berjalan mendekat.


"Lihat orang itu, dia adalah orang yang akan membantu kalian dalam masalah registrasi masuk ke dalam Perguruan Kilat Bayangan, dia bernama Asra. Aku akan meninggalkan kalian di sini dengan Asra, jangan berulah sampai Asra datang menemui kalian, MENGERTI!!?"


Di saat Arnold mengatakan kata mengerti, suaranya begitu keras dan penuh dengan konsentrasi energi, sehingga memberikan rasa mengintimidasi ke dalam kalimatnya.


"MENGERTI!!"


Bersamaan dengan keluarnya Arnold, datangnya murid-murid dari perguruan lain yang juga sedang akan masuk dan mendaftarkan diri mereka ke dalam Perguruan Kilat Langit. Mereka berjalan masuk dan mendengarkan penjelasan dari pemandu mereka tentang persenjataan yang berada di samping kanan dan kiri mereka.


"Hai Etern, menurutmu mereka yang ada di belakang berasal dari perguruan mana?"


Etern yang awalnya tidak menyadari kedatangan murid-murid yang baru menjadi tahu karena Adrine memanggilnya. Ia menoleh dan melihat ke belakang karena penasaran dengan para murid yang juga baru datang.


"Hmm... Jika mereka datang dan masuk menggunakan gerbang timur, berarti bisa saja mereka berasal dari arah yang sama atau sedikit melenceng dengan Perguruan Bayangan Langit, jika aku tidak salah tebak, mereka berasal dari Perguruan Tombak Rantai."


Adrine tak pernah mendengar tentang Perguruan Tombak Rantai, ia juga tak ingin pikir panjang dan memilih untuk saja. Lalu Adrine menatap kembali ke arah Asra.


Asra pun telah datang di hadapan para murid. Asra adalah seseorang yang tinggi, menggunakan pakaian putih dan mewah. Tubuh Asra tidak terlalu kekar, namun ia lebih tinggi dari Adrine dan kultivasinya sudah jelas di atas Adrine, kulitnya putih bersih. Asra juga terlihat tersenyum dengan wajah yang ramah dan matanya yang sipit.


Namun Asra tidak langsung menjelaskan apa-apa tentang registrasinya, ia seperti menunggu para murid lain yang masih ada di belakang Adrine dan murid dari Perguruan Bayangan Langit lain-nya.


Setelah menunggu 5 menit, para murid yang menurut Etern berasal dari Perguruan Tombak Rantai itu datang dan pemandunya telah meninggalkan mereka. Adrine merasa kalau kekuatan mereka banyak yang setara dengan Yama dan Qiandi.


Qiandi dan Rio juga ternyata berhasil lulus dari Perguruan Bayangan Langit dan masuk ke dalam Perguruan Kilat Langit. Kini mereka tepat berada di belakang Adrine bersama dengan murid-murid lain-nya.


Ada 1 orang yang membuat Adrine cukup tertarik, orang itu memiliki postur tubuh yang tinggi, memakai baju mewah berwarna biru, mengenakan kalung emas di lehernya, dan menggunakan anting kristal di telinganya. Bukan, orang ini bukan perempuan, melainkan adalah seorang lelaki. Lelaki ini berkulit putih dan tingginya hampir sama dengan Adrine.


Hal yang menarik perhatian Adrine dari lelaki tersebut adalah kekuatan yang di pancarkan-nya, apa yang di rasakan oleh Adrine adalah kekuatan yang di miliki oleh orang itu hampir setara dengan beberapa orang dari rasi bintang, menurut Adrine, dasar kultivasi lelaki tersebut mencapai tahap Kematian level-3 kelas awal.


'Lumayan juga orang yang satu ini...' Pikir Adrine sambil tersenyum tipis.


Di saat itu pun, Asra yang tadinya hanya menatap para murid dari Perguruan Bayangan Langit, kini ia pun menatap semuanya dan bola matanya terus berputar secara acak.


"Baiklah, karena yang datang duluan adalah para murid dari Perguruan Bayangan Langit, maka kalian para murid yang berasal dari Perguruan Tombak Rantai harus menunggu terlebih dahulu di belakang, apakah kalian keberatan?"


Di saat Asra mengatakan, 'apakah kalian keberatan,' atmosfer yang mengerikan muncul darinya, tak dapat di pungkiri jika mungkin Arsa adalah salah satu pihak keamanan dari Perguruan Kilat Bayangan, atau mungkin murid senior perwakilan dari para master yang ada di perguruan. Para murid merasa takut dengan atmosfer yang di pancarkan Asra itu, namun ada beberapa yang tidak terpengaruh, Adrine, Etern, Vania, lelaki yang menarik perhatian Adrine, dan 1 orang lain-nya yang berasal dari Perguruan Tombak Rantai.


Dan apa yang di bilang oleh Etern adalah benar jikalau murid-murid yang barusan di tunggu ini berasal dari Perguruan Tombak Rantai.

__ADS_1


Setelah itu, Adrine pun maju dan mendekat ke arah Asra untuk registrasi masuk.


"Ah maaf, aku lupa bilang."


Tiba-tiba Asra teringat oleh sesuatu yang terlupakan olehnya dan dia teringat di saat Adrine sedang akan melakukan registrasi.


"Bagi yang memiliki token masuk ke dalam Perguruan Kilat Langit, maka kalian di perbolehkan untuk mendaftarkan diri terlebih dahulu."


Lalu orang yang menarik perhatian Adrine tadi berjalan datang mendekat ke arah Asra dan Adrine. Arsa sendiri juga sudah merasa kalau Adrine memang memiliki token masuk ke dalam perguruan, itu karena aura yang di pancarkan oleh tubuh Adrine dapat dengan mudah di deteksi oleh Asra dan di perkirakan seberapa kuatnya Adrine.


"Perkenalkan, namaku adalah Reihan Xsue, panggil saja Reihan, lulus dari Perguruan Tombak Rantai dengan peringkat pertama dan berasal dari keluarga Xsue."


Lalu orang yang menarik perhatian Adrine itu memperkenalkan diri dan namanya adalah Reihan.


"Xsue? Dia itu berasal dari keluarga Xsue? Apa aku tidak salah dengar?"


"Kau tidak salah dengar, dia memang berasal dari keluarga Xsue."


"Bukankan keluarga Xsue adalah bagian dari Perguruan Kilat Langit?"


"Ya, berarti dia mungkin adalah seorang tuan muda atau anggota yang berasal dari keluarga Xsue. Mungkin hal itu yang membuatnya menjadi peringkat 1 dan mempermudahnya untuk masuk ke dalam perguruan ini."


Tiba-tiba beberapa murid dari Perguruan Bayangan Langit menjadi heboh dan membicarakan di Reihan ini, Adrine sendiri terkejut mendengarnya.


"Aku mohon kepada kalian untuk diam!!"


Tiba-tiba Asra mengatakan sesuatu dan perkataan-nya itu sangat membuat takut orang-orang yang baru saja membicarakan tentang Reihan. Seketika mereka yang tadi mengoceh dan membicarakan Reihan, menjadi diam dan tak berani untuk berbicara lagi.


Dan sekarang adalah giliran Adrine untuk memperkenalkan dirinya.


"Perkenalkan, namaku adalah Adrine Arnando, panggil saja Adrine, lulus dari Perguruan Bayangan Langit dengan peringkat pertama, dan tidak berasal dari keluarga manapun."


Setelah Adrine berkenalan, semua murid dari Perguruan Tombak Rantai malah menjadi heboh seperti murid dari Perguruan Bayangan Langit tadi.


"Apa? Dia... Apakah dia itu benar-benar Adrine yang itu?"


"Sepertinya iya, dia adalah Adrine yang sempat membuat geger dan heboh beberapa waktu lalu."


"Iya, yang katanya diasingkan oleh orang dari rasi bintang Telescopium itu kan?"


"Benar, salah seorang murid dari rasi bintang Telescopium itu juga yang sempat menghebohkan berita itu."


Semua murid Perguruan Tombak Rantai menjadi ribut di saat Adrine memperkenalkan dirinya, bahkan jauh lebih heboh dan lebih ribut di bandingkan dengan yang tadi. Adrine hanya diam dan tidak memperdulikan dengan apa yang di katakan oleh orang-orang itu, ia hanya berdiri dan menghadap ke arah Asra.


Lalu Asra pun membuka mulutnya lagi.


"Aku ulangi sekali lagi, AKU MOHON KEPADA KALIAN UNTUK DIAM!!"


Lalu semuanya benar-benar menjadi diam dan tidak ada lagi yang berkutik. Tidak ada yang berani bicara lagi setelah di bentak oleh Asra, mereka menjadi takut walaupun Asra tetap berekspresi ramah dan seperti tidak marah sama sekali.


Setelah itu, Adrine dan Reihan pun mengeluarkan token masuk mereka dan memberikannya kepada Asra.


"Yap, kalian berdua memiliki kekuatan dan potensi yang cukup bagus. Untuk kalian berdua, silahkan tunggu aku di belakangku dan nanti akan aku hantarkan kalian berdua ke dalam."


Reihan pun berjalan ke belakang Asra, namun Adrine masih berdiri di depan Asra.


Asra merasa penasaran, mengapa Adrine tidak berjalan ke belakangnya seperti Reihan.


"Kenapa kau masih di sini?"


Lalu Adrine tersenyum, yang awalnya menatap ke bawah sekarang Adrine menatap muka Asra.


"Apakah aku boleh ikut seleksi bersama dengan yang lain?"


Sontak hal tersebut membuat orang lain yang mendengarnya termasuk Reihan, Asra, dan Etern menjadi terkejut.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2