
"Tak apa-apa, mari kita langsung saja sebelum Adrine terlambat!" Ujar Heyto yang mengingatkan.
"Ya. Aku akan langsung saja." Ujar Adrine.
Lalu, Adrine mengeluarkan pilnya. Heyto pun mengerti akan keadaan Adrine yang sedang membutuhkan waktu yang cepat. Heyto pun selesai dengan perhitungannya. Jutaan koin telah masuk kedalam data Adrine. Adrine pun berterima kasih, lalu pergi meninggalkan Heyto dan Faris.
2 jam telah berlalu. Adrine juga sudah sampai pada tempat pelantikan dari tadi. Adrine hanya memanfaatkan waktu untuk berkultivasi sementara waktu. Dan pelantikan tersebut ternyata diadakan didalam sebuah gedung yang besar dan tinggi. Adrine pun masuk setelah selesai berkultivasi. Dan disaat Adrine masuk kedalam, Adrine berjumpa dengan Etern. Etern yang pada saat itu sedang menunggu kehadiran dari Adrine.
"Hei Adrine, darimana saja kau ini? Aku sudah menunggumu disini sejak 2 jam yang lalu." Ujar Etern yang sedikit marah.
"Aku tadi berkultivasi saja untuk meningkatkan energi dalam tubuhku." Ujar Adrine.
__ADS_1
"Ya sudah. Kita ini murid VIP, tempat kita ada dilantai 7." Ujar Etern sambil berjalan menuju kearah lift.
"Ya, baiklah."
Lalu Adrine dan Etern menuju kelift untuk naik keatas lantai 7. Pada acara pelantikan menjadi murid inti, ujiannya adalah perburuan. Tetapi dalam sebuah alat yang menyimulasikan perburuan tersebut.
Setelah itu, Adrine dan Etern telah sampai pada lantai 7. Disana mereka melihat master yang sedang duduk menjaga lantai 7. Adrine dan Etern menunggu lagi hingga waktunya dimulai. Mereka duduk dan berkultivasi agar mendapatkan energi lagi. Sayangnya, tak disediakan energi pada tempat tersebut. Adrine dan Etern menjadi tidak bisa berkultivasi.
"Peraturan pada ujian pelantikan kali ini." Tanpa basa-basi, master tersebut langsung menjelaskan peraturan ujian pelantikan murid inti kali ini.
"Satu, kalian boleh bekerja sama tim untuk menang. Kali ini, ujiannya bersifat point. Kedua, kalian bisa mendapatkan point dengan membunuh monster. Setiap monster, nilai pointnya berbeda-beda tergantung oleh peringkatnya. Ketiga, kalian boleh saling membunuh untuk mendapatkan point lawan masing-masing. Yang mati akan ter-respawn kembali dalam 10 detik ditempat yang acak. Dan yang bisa mendapatkan point diatas 1000, maka kalian akan layak untuk menjadi murid inti. Dan point ada dalam data komputer yang terhubung pada simulasi. Apa kalian mengerti?" Ujar master tersebut dengan panjang lebar.
__ADS_1
"Ya, paham!" Jawab para murid dengan serentak.
"Oh ya, satu lagi. Kalian semua, berada diserver yang sama dengan lantai 6, 8, dan 9. Jangan kaget kalau kalian bertemu dengan orang yang tidak kalian lihat dilantai ini, paham?" Ujar master itu lagi.
"Ya, paham!" Jawab para murid lagi dengan serentak.
Lalu para murid memasuki kabin masing-masing yang telah tertera namanya. Adrine juga telah memasuki kabin tempatnya. Situasinya hampir mirip saat ia memasuki dimensi alam bebas saat Adrine mendapatkan Gagak Semesta Petir.
"Aku sudah familiar dengan kondisi ini. Setelah ini, aku tidak akan bermain dengan bar-bar." Ujar Adrine.
Lalu, setelah semua murid pada lantai 6 hingga 9 masuk kedalam kabin mereka masing-masing, perburuan pun dimulai. Adrine ditempatkan pada tempat yang agak sepi tapi didalam hutan yang sangat lebat.
__ADS_1