Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Bertemu kembali dengan geng Deon


__ADS_3

Keesokan harinya, Adrine telah sampai di kota Toturao. Kota itu mencakup area yang sangat luas namun tidak terlalu padat, bahkan kepadatannya tidak bisa dibandingkan dengan separuh kepadatan perguruan Yin-Yang Fierry Zeronia.


Kota Toturao bahkan hanya memiliki bangunan yang biasa saja dengan teknologi yang tidak terlalu canggih.


Ketika Adrine turun dari pesawat, master Heyto pun yang sudah turun langsung menyimpan pesawatnya di dalam cincin penyimpanannya.


"Master, apa cincinmu tidak menjadi berat?"


Kemudian pandangan master Heyto tertuju pada cincin penyimpanannya.


"Ya memang tambah berat, tapi hanya bertambah sekilo saja, tidak masalah bagiku."


Sekilo memang tidak masalah, yang jadi masalah adalah pengompresan massa pesawatnya yang berton-ton langsung berubah menjadi sekilo saja.


Segera mereka langsung masuk ke dalam kota Toturao dan kata master Heyto, ia sudah memesankan hotel untuk mereka singgah di kota tersebut dalam beberapa hari melalui situs online di internet.


Di setiap perjalanan menuju ke hotel, Adrine melihat banyak penjual yang menjual berbagai barang biasa saja. Ia juga sempat melihat sebuah lapak yang memiliki papan dengan lampu LED yang menuliskan bahwa mereka menjual berbagai macam artefak tingkat Puncak dan Semesta.


'Kota ini sistem marketingnya luar biasa sekali, artefak yang tidak lebih dari tingkat Tinggi ditulis menjadi tingkat Puncak, mereka yang matanya bermasalah pasti akan langsung percaya begitu saja.' Pikir Adrine dengan ekspresi kesal yang konyol.


Adrine bisa melihat senjata senjata dan perlengkapan yang dipajang di roda pemajang hanya setara dengan artefak tingkat Menengah. Roda pemajang adalah sebuah roda baja yang berputar secara horisontal dan membuat benda yang ditempatkan di atasnya menjadi terbang menjadi pajangan.


Pada saat itu juga, Adrine melihat banyak sekali orang yang berkunjung di kota Toturao itu, kota begitu ramai dan sangat banyak dikunjungi oleh pengunjung di berbagai benua.


"Aku ingatkan padamu, jangan pernah membeli sesuatu yang sekiranya tidak dibutuhkan, banyak penipu ulung di sini termasuk toko yang tadi itu."


Master Heyto membicarakan tentang toko yang baru saja Adrine lihat, master Heyto seperti sudah membaca pikiran muridnya itu.


"Baik master, aku tahu itu."


BUGH!!


Tiba-tiba Adrine menyenggol lengan seseorang yang bersimpangan dengannya.


"Hei hei, matamu itu di mana?"


Orang itu langsung membentak Adrine karena tidak sengaja bersenggolan.


Pada saat Adrine menoleh, ia terkejut melihat seseorang dan orang yang barusan marah itu juga tampak terkejut melihat Adrine.


"Ryu, kau di sini? Di mana Shino, Sura dan yang lain?"


Orang itu adalah Ryu yang di mana ia adalah salah satu dari 3 terkuat si geng Deon, Adrine sangat senang bisa bertemu kembali dengan mereka.


"Kakak! Mereka semua ada ... Sedang ada di ... Hotel T-1, hotel itu tak jauh dari sini."


'Aduuuh ... Kenapa dia ada di sini? Masalahnya bisa nambah kalau begini. Dan itu yang di sampingnya ... Bukannya dia yang mengusir kami di perguruan Bayangan Langit?' Pikir Ryu.


Adrine sedikit ragu dan curiga dengan nada bicara Ryu yang gagap dan ekspresinya yang seperti orang sedang gelisah.


"Ada apa denganmu? Kenapa sepertinya kau gelisah?"


Ryu menjadi lebih gelisah karena ekspresi wajahnya yang telah terbaca oleh Adrine, menurut pemikiran Ryu, Adrine masih belum diterima olehnya sebagai pemimpin di gengnya.


Tiba-tiba Ryu terpikirkan suatu ide, ia tampak sedikit senang dengan pemikiran yang mendadak muncul di kepalanya.


'Mungkin dengan adanya dia, aku bisa memanfaatkannya untuk menyingkirkan orang-orang itu, apalagi orang yang di sebelahnya itu, setidaknya dia di ranah Permata.' Pikir Ryu.


"Kakak, sebenarnya kami sedang mengalami masalah, kami dikepung oleh beberapa kelompok dari keluarga Longi di saat kami sedang mencari bahan untuk berkultivasi."


Master Heyto tampak terkejut mendengarnya, Adrine sendiri juga tak menyangka jika keluarga Longi benar-benar banyak membuat masalah di kota Toturao.

__ADS_1


"Aku sarankan kau tidak ikut campur, Adrine, ini urusan mereka."


Adrine cukup keberatan dengan saran master Heyto, menurutnya geng Deon adalah gengnya dan hal seperti itu adalah masalahnya juga.


Ryu cukup kesal dengan master Heyto yang mempermasalahkan Adrine jika turut memulai perkara dengan keluarga Longi, apalagi jika masalah itu bukan urusannya pribadi dengan keluarga tersebut.


"Tidak! Urusan mereka juga urusanku, aku akan ikut turun tangan jika mereka bermasalah."


Adrine bersikeras untuk tetap membantu geng Deon keluar dari masalah. Kini Ryu tersenyum tipis dengan rasa liciknya atas sikap heroiknya Adrine.


Adrine juga sempat melihat senyuman licik dari Ryu yang segera dihapus.


"Aku lihat kau seperti sedang memanfaatkan aku untuk menjadi kambing hitam dalam permasalahan kalian, tapi aku bisa dengan mudahnya membubarkan geng Deon dengan menghapus kehidupan kalian satu persatu dengan pasukan yang aku miliki di belakangku."


Ucapan Adrine membuat Ryu teringat dengan Purgatory Demon yang pernah diperlihatkan oleh Adrine kepada seluruh anggota geng Deon, hal itu sangat mengintimidasi Ryu untuk tidak mengambil tindakan sembrono dengan menjadikan Adrine sebagai kambing hitam dalam kontroversi geng Deon dan keluarga Longi.


'Dia memang bukan orang biasa, beberapa tahun yang lalu dia punya Fire Demon of Death, bagaimana dengan sekarang? Dia juga sepertinya tahu rencanaku untuk menjadi kambing hitam.' Pikir Adrine.


Sekarang Ryu sudah tak punya harapan lagi untuk menyelamatkan seluruh geng dan ia juga menyesali pertemuannya sekaligus permohonannya kepada Adrine.


"Aku bukan orang yang membiarkan anggotaku ditindas, ayo tunjukkan jalannya!"


Harapan Ryu yang sempat pupus barusan telah tercerahkan kembali, Adrine bersedia membantu untuk menyelesaikan masalah yang melanda gengnya.


"Baiklah, ayo, ma ... Mari kita ke sana."


Kemudian Adrine segera mengikuti Ryu yang sudah berjalan menuju ke tempat kejadian perkaranya.


PLAK!!


Master Heyto menepuk pundak Adrine dan menghentikan langkahnya, Ryu pun juga ikut berhenti.


"Kau tak seharusnya berurusan dengan keluarga keparat itu, mereka bukan orang yang bisa kau singgung seenaknya, dan lagi, ini bukan sepenuhnya urusanmu."


Ryu sendiri sangat berharap Adrine bisa membantunya untuk menyelesaikan masalah, namun semua tergantung keputusan yang diambil oleh Adrine sendiri.


"Bukan sepenuhnya urusanku juga bukan berarti bukan urusanku sama sekali, cepat atau lambat pun kami juga akan bertemu sebagai musuh, itu pasti."


Ucapan Adrine benar-benar membuat hati master Heyto tersentak, ia tak mengira muridnya yang satu itu jadi menggila hanya karena sebuah masalah. Master Heyto sendiri juga sudah melihat sifat keras kepala Adrine yang baru-baru saja muncul dan ia juga berniat untuk sedikit melepaskannya.


'Keputusan yang bagus.' Pikir Ryu.


Ryu sangat senang dengan keputusan yang diambil oleh Adrine untuk membantunya melawan para murid dari keluarga Longi.


"Karena kau bersikeras untuk membuat kegaduhan dengan mereka, aku tidak akan ikut campur dengan masalahmu. Kau sudah mengusik sarang semut merah, resikonya sendiri pasti kau juga sudah tahu."


"Ini masalah kami, jadi aku tak terlalu berharap dengan bantuan darimu, master."


Adrine memang sedikit memberikan kesan angkuh kepada master Heyto, namun ia sendiri tahu jika sekarang adalah waktunya untuk jadi mandiri. Tak semua masalah dapat selesai dengan bantuan orang dalam.


"Baiklah kalau itu mau mu, kalau sudah selesai dengan masalahnya, kau bisa ke tempat yang akan kutandai koordinatnya di peta yang akan kukirimkan kepadamu nanti."


Mereka berdua pun segera berpisah dan Ryu langsung bergegas untuk menunjukkan jalannya, Adrine juga bergegas mengikuti langkah kaki Ryu.


"Ryu! Aku ingin tanya padamu terlebih dahulu, mereka itu yang paling kuat ada di tahap apa?"


"Yang paling kuat berada di tahap Penciptaan level-3 kelas awal, dia cukup terkenal di kota Toturao ini jadi aku cukup tahu, namanya adalah Zhenfu Longi, di antara mereka juga ada 3 orang yang ada di tahap Penciptaan level-1. Apa kakak punya rencana untuk melawannya?"


Adrine agak terkejut ketika mendengarnya, kekuatan yang didengarnya barusan tak sesuai ekspektasinya.


'Aku kira ada di atas tahap Penciptaan, ternyata masih berada di tahap Penciptaan.' Pikir Adrine.

__ADS_1


"Kita lihat saja nanti."


Mereka pun segera bergegas, bayangan Adrine juga sudah menggeliat seperti sedang mengamuk.


***


Setelah beberapa menit berjalan menerobos kerumunan orang yang begitu ramai, mereka berdua sampai pada tempat di mana keluarga Longi dan geng Deon bermasalah. Adrine sendiri sudah melihat bagaimana wajah orang-orang dari keluarga Longi.


'Jika seluruh anggota geng Deon maju, itu akan menjadi sebuah kehancuran geng Deon sendiri, Shino yang terkuat saja belum sampai di tahap Keberlanjutan level-4.' Pikir Adrine.


Adrine juga sudah sempat melihat para anggota gengnya yang berada di dalam masalah.


Ryu pun mendekati seseorang berambut merah dengan pipi yang memiliki luka gores yang permanen, orang itu adalah Shino. Lalu Ryu membisikkan sesuatu kepada Shino dan orang berambut merah itu langsung menoleh ke arah Adrine.


'Itu benar dia! Kakak Adrine!' Pikir Shino.


Berbeda dengan Ryu, Shino nampak senang karena kedatangan Adrine, bukan sebagai pengganti posisi mereka di dalam masalah, menurutnya masalah ini bisa lebih mudah diselesaikan jika ada orang dengan kekuatan yang lebih kuat untuk berbincang.


Kemudian Adrine mendekat ke arah Shino dan yang lain, Sura juga tampak tersenyum melihat Adrine yang tiba tepat waktu di sana.


"Apa kalian lihat itu? Mereka langsung senang ketika ada satu lagi tikus yang membantu, hahahaha ... "


"Sepertinya mereka benar-benar tikus tak berotak, jumlah memang mereka yang menang, tapi apa mereka tetap bisa mengalahkan lawan dengan kekuatan absolut? Bodohnya sampai tak ada akhlak, HAHAHAHA!!!"


Adrine sangat tidak peduli dengan ejekan yang diberikan oleh murid di keluarga Longi, ia lebih ingin tahu tentang masalah apa yang mereka alami sampai-sampai tercipta kontroversi dengan keluarga itu. Shino menceritakan kenapa mereka bisa bermasalah dengan keluarga tersebut dan Adrine sedikit terganggu dengan suara ejeka dari keluarga Longi, hal itu membuat pendengaran Adrine terganggu.


"DIAM!!"


Adrine menggertak dengan niat pembunuh yang sangat kuat, bahkan sekumpulan murid di keluarga Longi dan beberapa dari penonton pun bergemeteran mendengar suara Adrine. Shino, Ryu, dan Aura juga merasa takut dengan suara keras yang barusan dibentakkan oleh Adrine.


'Berani sekali dia menggertak kami yang murid keluarga Longi. Hanya seorang bocah, bocah di tahap Keberlanjutan saja seberani itu?!!' Pikir salah seorang yang ada di tempat paling depan dari para murid keluarga Longi.


ZRAAAST!!


Orang itu dengan sangat cepat menyambar Adrine dari belakang, tangannya mengepal dan lalu melayangkan tinjunya dengan cepat.


BLAAARR!!


Ledakan energi yang begitu kuat, Adrine berhasil menahan tinju orang itu hanya dengan tangan yang menggenggam tinju ke arahnya, bahkan Adrine sama sekali tidak menoleh ke arah orang yang menyerangnya. Namun tangan Adrine terlindungi oleh bayangan hitam dengan kekuatan yang luar biasa.


"Jadi kau yang bernama Zhenfu Longi? Semiskin ini kah kalian sampai ingin merampas harta milik orang lain? Hanya karena artifak tingkat Semesta?"


Kemudian Adrine menatap ke arah Zhenfu dengan penuh aura pembunuh yang sangat kuat dan menyesakkan dada. Zhenfu sendiri agak terkejut dan keterkejutannya itu membuatnya menjadi lengah.


BUAGH!!


Adrine memukul kepala Zhenfu dengan sangat keras, sehingga murid dari keluarga Longi itu terpaksa harus mundur.


'Kekuatan apa itu sampai bisa membuatku terpukul mundur begini? Bukannya dia cuma tingkat Keabadian?' Pikir Zhenfu.


Kekuatan yang barusan ditunjukkan oleh Adrine membuat mata semua orang tercengang dan keterampilannya juga sangat mengintimidasi Zhenfu untuk tidak bertindak gegabah.


"Berani sekali kau memukulku! Apa kau tidak takut menyinggung keluarga Longi kami?"


"Heh ... "


Adrine hanya tersenyum mendengar ucapan Zhenfu yang nampaknya takut untuk berurusan lebih lagi sampai harus berbuat hal yang ceroboh.


"Aku selalu belajar untuk tidak takut kepada siapapun termasuk kepada keluarga kecilmu itu."


Kalimat barusan sangatlah menampar Zhenfu, Adrine mengucapkannya dengan begitu lantang dan nada yang mengerikan. Mereka semua yang menonton sekaligus para murid keluarga Longi menjadi diam tak berkutik dengan ucapan Adrine barusan.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2