
"Ada apa? Ada apa?"
Heyto sangat terkejut, apalagi dia sedang benar-benar cemas. Heyto juga sangat penasaran tentang apa yang sebenarnya terjadi.
"Ini... Semua energi yang ada disekitar pertarungan Adrine dan iblis api berkumpul pada satu titik, dan titik itu adalah... Adrine!"
Mata ketiga Adrine pada dasarnya bisa menghisap energi dengan sangat besar. Energi yang dihisap bisa memulihkan energi yang telah hilang dari dalam tubuhnya, dan apa yang dikatakan oleh Taro adalah benar, namun Taro tak tahu apa yang sebenarnya sedang benar-benar terjadi.
"Hah, apa? Energinya dihisap oleh Adrine?"
"Ya. Semua energi yang ada disekitarnya dihisap oleh Adrine. Dihisap besar-besaran."
Bahkan mata Taro menjadi terbelalak lebar saat mengatakan hal tersebut. Semua yang ada diruangan pengawasan sangat terkejut mendengar pernyataan tersebut.
Mata ketiga Adrine juga yang mengendalikan tubuh Adrine yang sedang tak sadarkan diri. Tetapi skill regenerasi milik Adrine tetap aktif walaupun sedang tak sadarkan diri. Mata ketiga lah yang meretas sistem pengawasan agar Adrine tidak ter-respawn dan point Adrine tidak dikurangi. Mata ketiga Adrine juga yang telah memunculkan kemampuan mode bayangan dan Shadow Monarch.
__ADS_1
Disaat energi Adrine penuh, api yang ada pada pedang yang dipegang oleh Shadow monarch menjadi biru. Api yang sebelumnya adalah kuning kemerahan. Disaat yang sama, iblis api mengeluarkan skill yang bisa membuat sebuah ledakan magma panas dari tanah sesuai keinginannya.
BLAAR!! BLAAR!! BLAAR!!
Shadow monarch menghindari serangan tersebut dengan sangat mudah. Shadow monarch memanfaatkan kesempatan untuk menyerang kembali dengan kecepatan yang dimilikinya. Iblis api menyadari kalau celah serangan yang dimilikinya digunakan untuk menyerang balik. Iblis api hendak memukul kepala Shadow monarch dengan pukulan tangannya. Shadow monarch menghindari pukulan iblis api dengan memutar tubuhnya dan memotong tangan iblis api.
Seperti pada sebelumnya, iblis api meregenerasi bagian yang telah terpotong. Dan juga ukuran tubuhnya mengecil sama seperti sebelumnya. Disaat api pada pedang yang digunakan oleh Adrine menjadi biru, Adrine menjadi semakin mudah untuk memotong bagian tubuh iblis api. Kecepatan Shadow monarch juga semakin cepat dan lincah.
Iblis api ingin mengeluarkan pancaran api yang sama pada sebelumnya. Tetapi dengan sangat cepat dan insting dari kemampuan bertarung Adrine, pedang api yang dibawa Shadow monarch terayunkan kearah kepala iblis api dan memenggal kepala iblis api. Adrine kembali menebas seluruh bagian tubuh iblis api hingga tangan, kaki, bahkan disaat semua telah terpotong, perut yang digunakan iblis api sebagai sumber regenerasi dipotong oleh Shadow monarch menjadi dua.
Disaat iblis api meregenerasi kembali seluruh bagian tubuhnya, Shadow monarch memotong lagi bagian yang telah diregenerasi dan mengeluarkan sambaran petir yang kuat untuk memperlambat kecepatan dan melemahkan kemampuan dari regenerasi milik iblis api. Sehingga, disaat Shadow monarch mundur untuk melihat seberapa besar regenerasinya, iblis api hanya menjadi sebesar empat kali lebih kecil dari ukuran Shadow monarch milik Adrine.
"Kalian jangan salah! Memang semakin kecil ukuran tubuhnya dan pertahanannya melemah, tapi kekuatannya meningkat seiring mengecilnya tubuh dari iblis api."
Taro yang sudah membuka mulutnya untuk mengatakan hal tersebut, diucap oleh Kai terlebih dahulu. Kai sebenarnya adalah kultivator yang masih muda tetapi pengalamannya sangatlah luar biasa. Dan Kai masih berumur 63 tahun.
__ADS_1
Note : Usia 25 - 250 tahun dianggap muda pada dimensi Proplasma. Dan dianggap tua apabila sudah berumur lebih dari 500/600 tahun lebih.
Dan apa yang dikatakan oleh Kai menjadi benar adanya. Shadow monarch terpental jauh hanya karena satu pukulan fatal. Tangan yang digunakan untuk menahan tinju tersebut terbakar karena tinju itu juga. Shadow monarch membalas dengan menebas kaki iblis api. Sehingga iblis api terjatuh karena kakinya terpotong.
Dan disaat kaki iblis api teregenerasi kembali, iblis api pun berdiri. Belum sempat iblis api itu berdiri, dari belakang Shadow monarch membelah iblis api secara vertikal dari belakang.
"Ugh, sadis!!"
Sementara itu, Etern juga sudah merasa kalau Fire demon of death telah mengecil. Etern masih berharap kalau Adrine baik-baik saja.
"Apa kau benar-benar yakin kalau itu Adrine?"
Senior David masih saja tidak percaya kalau yang sedang melawan Fire demon of death adalah Adrine.
"Untuk apa aku berbohong padamu Senior David? Lihatlah dengan seksama, tak ada Adrine disekitar sini bahkan diseluruh area whitezone." Ujar Etern untuk meyakinkan.
__ADS_1
'Apa? Yang ada disana itu Adrine? Yang sedang melawan iblis api itu Adrine? Tak mungkin.' Pikir Arpha yang tak sengaja mendengar percakapan Etern denga Senior David.
Oh ya, para readers tercinta dan tersayang, saya selaku author telah merevisi chapter 1-5. Ceritanya telah saya revisi menjadi lebih detail. Dan juga penulisannya telah saya perbaiki hingga sebaik mungkin. Untuk chapter 6-10 akan diteruskan besok. Dan saya selaku author minta maaf kepada readers yang sudah mengikuti novel Immortal God Cultivator sejak chapter awal hingga sekarang karena penulisannya buruk banyak typo nya, alurnya kesana-kemari nggak jelas, ceritanya kurang detail, dll. Maaf ya, akan saya perbaiki hingga menjadi benar-benar baik dikemudian hari.