
"A... Apa itu?"
Mata Etern melihat sesuatu pada arah yang dilalui Adrine. Cahaya yang sangat terang bahkan sampai terlihat jelas diwilayah whitezone. Bahkan banyak yang melihat cahaya terang tersebut. Cahayanya seperti matahari yang muncul dimalam hari.
"Gunung ini... Retak?"
Adrine sendiri bahkan tak tahu apa yang sebenarnya terjadi dihadapannya kali ini. Jika dalam pemikiran Adrine, ini terlalu diluar perkiraannya saat awal tadi. Ia bahkan hampir menyerah saat melihat gunung tersebut yang retak seperti akan hancur.
"Ada apa dengan Adrine sekarang? Apakah dia yang sekarang ada disana? Cahaya terang itu..."
Etern sendiri menjadi bingung mendapati cahaya yang sangat terang dari arah yang sangat jauh. Bahkan para murid yang lain rela meninggalkan pertarungannya hanya demi melihat api yang berasal dari kegelapan.
"Bukannya tadi ada yang masuk kedalam wilayah stormzone? Apa itu berasal darinya?"
"Sangat menakjubkan. Tapi, apa itu? Pancaran cahaya apa itu?"
"Panasnya, bahkan aku merasakannya. Terlalu terang pula semakin lama aku memandangnya."
__ADS_1
"Apa itu sebenarnya? Kenapa sangat terang dan panas? Apa yang sebenarnya terjadi?"
Mereka saling menanyakan pertanyaan satu sama lain dengan satu jawaban yang sama. Bahkan dalam penglihatan mata Adrine pun juga tak pasti.
'Apa itu?'
Pertanyaan yang sangat sederhana terlontar dari ratusan mulut bahkan Adrine sendiri yang sedang berada tak jauh dari tempat kejadian.
Gunung yang berada didepan Adrine, benar-benar terbelah dan hancur. Api yang sangat panas dan terang muncul dimana-mana. Tak disangka, iblis api tersebut benar-benar menjadi iblis yang sebenarnya. Besar dan sangat panas, bahkan gunung pun meleleh saat disentuh oleh tangan iblis tersebut.
"I... Itu... ITU ADALAH FIRE DEMON OF DEATH!!! TIDAK SALAH LAGI, ITU BENAR-BENAR IBLIS API ITU!!!"
"Apa? Tak mungkin itu muncul begitu saja."
"Bukankah itu hewan spirit tingkat langit? Siapa yang berani memancing hewan spirit itu?"
"Tak mungkin hanya tingkat langit, tubuh sebesar itu mungkin lebih kuat diantara seperingkatnya."
__ADS_1
"Tak mungkin. Perbedaan setiap peringkat diatas tingkat suci sangatlah besar. Mungkin, umum dengan kemampuan tingkat itu dan peringkat itu."
Ujar para peserta lain yang memperdebatkan tentang apa yang terjadi pada wilayah stormzone. Dan pada saat yang sama, Adrine benar-benar hampir menyerah dan putus asa. Adrine yang kali ini hanya mengandalkan kemampuan yang masih tersisa dalam tubuhnya. Adrine mengeluarkan bayangannya sendiri, yang mirip dengan tubuh Adrine. Dengan segera, tubuh itu melompat bersama Adrine.
Adrine secara bersamaan mengeluarkan kombinasi dengan bayangannya. Mengeluarkan teknik meriam petir secara bersamaan akan menghasilkan kerusakan yang lebih dan ukurannya juga lebih besar dari sebelumnya. Saat mengenai tubuh dari iblis api tersebut, ledakannya pun juga sangatlah besar dan kuat.
Tetapi serangan seperti itu tak cukup kuat untuk melukai tubuh dari iblis api. Serangan Adrine seperti tak memiliki kesan terhadap iblis api. Angin lalu, itulah yang terasa oleh iblis api setelah menerima serangan Adrine dan bayangannya.
Dan sepertinya, iblis api tersebut akan melancarkan sebuah serangan. Muncul bola api yang bercahaya dimulut iblis api tersebut. Adrine yang masih dalam keadaan diudara merasa agak panik dengan serangan ini. Seperti halnya kucing yang sedang berada didalam air berhadapan dengan ikan hiu yang telah dewasa. Seperti halnya Adrine yang menghadapi iblis api yang sedang berada dalam wilayahnya.
"Bola api apa yang ada dimulutnya itu?"
Adrine bahkan menjadi lebih panik saat cahaya pada bola yang ada dimulut iblis api tersebut menjadi lebih terang dan ukurannya membesar. Bola tersebut masuk kedalam mulut iblis api dan bola tersebut dimuntahkan kembali mebjadi pancaran api yang sangat kuat. Adrine yang berada diudara terkena langsung serangan kuat tersebut. Adrine bahkan master sendiri yang melihatnya merasa syok saat melihat Adrine dihancurkan dengan cara yang paling kejam.
"AAAAAARRRRRRGGGGGGHHHHHHH!!!!!!"
Tubuh Adrine seperti terpanggang hingga hangus dalam pancaran api tersebut. Adrine serasa tubuhnya mati rasa saat berada didalam kobaran tersebut. Adrine menjadi tak bisa lagi berpikir. Cahaya terang yang panas menyelimuti pancaran api tersebut.
__ADS_1
"AAAAAARRRRRRGGGGGGHHHHHHH!!!!!!"
Seakan teriakan Adrine kian menjadi lebih keras dan mengerikan ditelinga yang mendengarnya.