Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Dusk yang sesungguhnya


__ADS_3

Adrine mengulurkan tangannya. Lalu muncul belati yang dikeluarkannya dari cincin penyimpanan.


"[Storage ring telah ditingkatkan menjadi Database Storage.]"


"[Penyimpanan berupa slot diubah menjadi penyimpanan ruang.]"


"Mungkin sekarang aku bisa menyimpan lebih dari seratus barang." Adrine langsung mengangkat belatinya keatas. muncul api yang melapisi belatinya.


Adrine berjalan menuju pengendalinya. Seperti yang dikatakan oleh Etern, muncul sebuah sihir pelindung yang melindungi orang yang ada didalamnya. Adrine mengayunkan belatinya.


CTIIAR!!


Pelindung tersebut pecah bagaikan kaca yang dipukul dengan sangat keras. Adrine memecahkan pelindung tersebut dengan sangat mudah.


'Adrine kuat sekali.' Pikir Etern.

__ADS_1


"UHUUGH!!!" Pengendali dari golem pasir tersebut batuk dan mengeluarkan darah. Adrine dan Etern terkejut tiba-tiba saja musuhnya batuk darah tanpa diserang.


"Mungkin sihir pelindung ini ada hubungannya dengan orang ini." Kata Adrine.


"Ya, dan dia sekarang sekarang sudah sadarkan diri." Etern melihat pengendali dari golem pasir perlahan membuka matanya.


TRIIING!!


"Golem pasir yang dikendalikannya sudah berubah menjadi gundukan pasir biasa." Kata Adrine.


"Bagaimana kau tahu itu?" Tanya Etern yang penasaran bagaimana Adrine bisa mengetahui kalau monster pasir yang mereka hadapi telah menjadi gundukan pasir.


"Kita belum tahu apa kemampuan sebenarnya dari makhluk ini. Sebaiknya kita berhati hati." Etern sedikit berjalan mundur.


"Ya lebih baik kau mencari tempat untuk yang agak jauh, tapi masih bisa melihat gerakan lawan dan masih bisa berkomunikasi denganku." Adrine mengatakan hal ini tetap demi keselamatan Etern. Adrine tak mau Etern kenapa-napa.

__ADS_1


"Aku akan membantumu jika ada kesempatan, lagipula waktu yang tersisa masih 15 menit. Kita harus cepat!" Kata Etern mengingatkan.


"Iya, cepatlah! Aku tak mau mengulur waktu lagi. Mumpung dia masih lemah, aku akan melawannya."


Etern pergi kehutan yang lebih dalam lagi. Terdapat pohon yang besar dan menjulang tinggi. Etern bersinggah dipohon tersebut untuk sementara. Lalu Adrine langaung bergerak cepat dan menyerang makhluk yang ada didepannya dengan sangat cepat. Sebelum belati Adrine mengenai muka dari lawannya, sebuah perisai yang dibentuk oleh pasir melindungi makhluk tersebut.


Adrine langsung melompat dan menendang kearah kepala Dusk. Tapi ada sebuah perisai yang terbuat dari pasir melindunginya. Sehingga Adrine terpental.


'Lawanku ini bisa memanipulasi bentuk dari pasir. Mungkin nantinya pasir tersebut juga dipakai menjadi serangan.' Pikir Adrine dalam hati.


Lalu, apa yang dipikirkan oleh Adrine menjadi benar. Muncul pedang raksasa yang terbuat dari pasir. Dusk mengendalikan pedang pasir tersebut seolah-olah pedang tersebut sedang diayunkan. Walaupun gerakannya cukup lambat, tetapi Adrine tahu bahwa kerusakan yang dihasilkan oleh tebasan pedang pasir itu sangatlah besar.


'Aku harus mencari celah untuk menyerangnya. Aku harus menggunakan umpan. Ya, pasukanku bisa kujadikan umpan.' Lalu Adrine mengeluarkan pasukannya yang bernama Iron. Kemampuan dari Iron adalah mempertajam pedang yang ia pegang. Hal itu juga bagus untuk dijadikan menjadi serangan fatal.


Walaupun demikian, Dusk tidak sebodoh itu hingga sampai terpancing oleh tipuan Adrine. Dusk tetap saja menjadikan Adrine sebagai target utama. Pedang pasirnya juga masih menyerang Adrine.

__ADS_1


'Disaat yang tepat aku akan membuatnya mati dalam sekali serang. Karena itu adalah kesempatan yang tepat.' Setelah itu, Adrine memerintahkan Iron untuk segera melawan Dusk dengan jarak dekat. Dan pada saat yang bersamaan, Adrine sedang menyiapkan siasat untuk menyerang Dusk secara diam-diam tetapi mematikan.


'Ya, benar. Aku akan menggunakan cara ini. Karena inilah cara yang paling tepat.' Adrine sudah terpikir cara yang paling tepat untuk mengalahkan Dusk dalam sekali serang.


__ADS_2