Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Dendam


__ADS_3

Setelah ujian kedua selesai, Heyto datang lagi untuk memberitahukan bahwa ujian ketiga adalah Survival atau Bertahan Hidup.


"Kapan ujian ketiga dilaksanakan?"


Tiba-tiba salah satu peserta bertanya.


"3 hari lagi. Kalian bisa bersiap selama 3 hari lagi."


Setelah itu, mereka semua bubar dan meninggalkan gedung ujian. Adrine berjalan perlahan menuju rumahnya. Tanpa sengaja Adrine ditunggu oleh Alfian didepan rumahnya Adrine.


"Apa maumu?"


Alfian hanya tersenyum saat Adrine bertanya padanya, seperti ada sesuatu dalam pikirannya terhadap Adrine.


"Aku ingin membunuhmu."


"Silahkan!!"


"Hehe, kau yang minta."


Lalu Adrine diserang oleh Alfian dengan sangat cepat. Adrine hanya mundur dan menahan serangan dari Alfian tanpa ekspresi.


"Eh?"


Etern dari samping rumahnya melihat Adrine yang diserang oleh Alfian. Etern jelas sedikit terkejut. Tentu kalau Adrine punya masalah dengan Alfian, tetapi tak seperti apa yang diduga, Alfian secara terang-terangan ingin membunuh Adrine didepan rumah Adrine sendiri.


TRIIING!! TRIIING!! TRIIING!!


Suara pedang yang saling menebas dan menahan membuat orang yang mendengarnya langsung tahu tentang adanya pertarungan antar pengguna pedang.


Adrine masih tak menunjukkan kalau ia akan kalah atau ekspresi yang sepertinya kelelahan seperti pertarungan sebelumnya.

__ADS_1


TRIIING!!


Pedang Alfian menebas pedang milik Adrine dengan sangat cepat, sehingga Adrine melompat mundur dan Alfian juga mundur karena residu energi pendorong dari pedangnya sendiri.


"Aku ingat kau kalah dengan teknik milikku kemarin, apa kau ingin kalah lagi?"


Adrine hanya diam tak menunjukkan ekspresi apapun yang menonjol. Alfian sedikit kesal dengan sikap Adrine yang sok tenang dan pendiam.


"Baiklah, rasakan kembali teknik yang telah membuatmu kalah kemarin. 1000 Pedang Cahaya!!"


Sama seperti sebelumnya, puluhan pedang cahaya yang mengitari tubuh Alfian. Alfian memegang pedangnya dengan kedua tangannya.


"Tebasan 1000 Pedang!!"


Alfian menebaskan pedangnya dan semua pedang cahaya yang lainnya ikut menebaskan energi cahaya yang cukup kuat. Adrine hanya menghindari serangan-serangan dari Alfian.


"Kau masih seperti kemarin, hanya tahu menghindar saja."


Adrine menghela nafas. Lalu ia mengangkat kepalanya.


Alfian hanya tersenyum setelah mendengar kata-kata dari Adrine.


"Apa kau meremehkanku?"


"Tidak."


"Lalu apa?"


"Aku meremehkan semua orang."


Alfian terbelalak matanya. Mendengar ucapan Adrine, sungguh membuatnya terkejut. Tapi Alfian hanya menganggapnya sebagai lelucon.

__ADS_1


"Apa kau gila? Kalau iya, akan kubunuh kau sekarang."


Alfian mulai sangat serius. Serangan dari pedang-pedang yang ada disekitarnya mulai bergerak dengan kecepatan dan kekuatan yang luar biasa. Adrine berhasil menangkis satu persatu serangan dari Alfian, namun tetap Adrine mendapatkan serangan dari beberapa pedang.


Adrine mengangkat wajahnya dan menatap Alfian dengan tatapan mata yang mengerikan. Alfian bahkan merasakan hawa pembunuh yang sangat kuat dari Adrine. Adrine sedikit menahan hawa membunuhnya.


'Apa-apaan ini? Aku hampir tak bisa bernafas. Apa dia mulai serius?' Pikir Alfian.


Alfian mulai khawatir, merasa kalau Adrine mulai benar-benar serius dalam pertarungan tersebut, Alfian mulai sangat waspada dengan apa yang akan dilakukan oleh Adrine kepadanya.


"Hmph, tetap saja, kau tak akan bisa mengalahkanku!!"


"Hehe..."


Lalu Adrine tiba-tiba tertawa. Alfian menjadi semakin cemas kalau Adrine tiba-tiba ingin merencanakan sesuatu yang akan membuatnya kalah atau mungkin lebih buruk lagi, mati.


"Kenapa kau tertawa?"


"Lihat!!"


DEG!!


Sontak Alfian terkejut, tiba-tiba Adrine menyuruh untuk melihat sesuatu.


"Melihat apa?"


Tetapi, sesaat setelah Alfian bertanya hal itu Adrine sudah tak ada didepannya. Alfian tak bisa merasakan dimana Adrine dan bagaimana pergerakannya.


'Dimana dia?'


Jelas Alfian menjadi sangat bingung, tetapi hal lain tetap mungkin akan terjadi. Perlahan Alfian menjadi cemas, penglihatannya terhadap sekeliling menjadi lebih tajam karena waspada dengan serangan yang mendadak.

__ADS_1


CRAASHT!!


"AAARGHH!!"


__ADS_2