Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Perjalanan ke perguruan Yin-Yang Fierry Zeronia


__ADS_3

Adrine kini telah menjadi murid percobaan di perguruan Yin-Yang Fierry Zeronia, walaupun belum resmi, namun jika dia bisa menepati syarat yang ada maka dia bisa menjadi murid undangan resmi.


Selain itu, ia juga diberi sesuatu oleh senior besar Lhila, perwakilan dari perguruan Yin-Yang Fierry Zeronia. Pemberiannya itu berupa teknik tingkat Kaisar level-3 yang bernama teknik Pancaran Kunci Yin-Yang. Senior besar Lhila memperkirakan jika Adrine bisa menguasai teknik tersebut dalam 5 sampai 6 bulan, namun secara tak diduga Adrine malah menguasainya hanya dalam beberapa jam saja.


Hal itu membuat senior besar Lhila menjadi terkejut setengah mati dan tak bisa percaya dengan apa yang dilihatnya. Adrine langsung mempraktekannya dan membuat banyak hewan spirit mati di tangannya dalam sekali kedipan mata.


"Dia... Dia barusan sudah menguasai teknik Pancaran Kunci Yin-Yang... Sepenuhnya?"


Senior besar Lhila benar-benar tak mempercayai hal itu, padahal sebelumnya ia sangat percaya sekali dengan Adrine.


"Hebat... Hanya dalam beberapa jam saja dia menguasai teknik tingkat Kaisar, dia... Dia adalah kultivator yang hebat."


Carlos Halbert juga tak percaya dengan apa yang barusan dilihatnya, kekuatan yang dahsyat itu telah dikuasai oleh Adrine hanya dalam waktu kurang dari seperempat hari.


"Tak mungkin itu benar... Aku harus memeriksanya sendiri."


ZRAAAST!!


Senior besar Lhila langsung bergegas ke tempat Adrine berada, tuan Carlos Halbert menoleh ke arah senior Lhila, ia sudah tak melihat apapun di sampingnya.


"Aku juga harus memeriksanya sendiri."


ZRAAAST!!


Carlos Halbert pun ikut memeriksa keadaan yang ada.


Sementara itu, Adrine tengah memulihkan sebagian energinya yang hilang karena barusan menggunakan teknik yang sangat hebat. Teknik tersebut menguras banyak energinya hingga ia telah kehilangan lebih dari seperempat tenaganya.


"Huh, tak kusangka aku bisa menguasai teknik itu dalam sekali percobaan."


'Hal ini karena mata tengahku, kitab jiwanya bisa menyalin seluruh tekniknya dan membuatku bisa menguasai teknik hebat itu dengan sekali ingat.' Pikir Adrine.


Adrine pun duduk dan menghela nafas dengan cepat, itu karena dia sedang membutuhkan banyak tenaga lagi untuk membersihkan hewan spirit yang ada.


"Barusan aku sudah membunuh lebih dari 10 hewan spirit tingkat Langit peringkat 2 hanya dengan teknik Pancaran Kunci Yin-Yang, tak kusangka hanya sekali kedipan mata saja mereka musnah. Teknik yang luar biasa."


ZRAAAST!!


"Itu belum seberapa karena kau masih berada di tingkat Keabadian, jika kau sudah mencapai tingkat Kesempurnaan maka dampaknya akan lebih luas lagi dan jauh lebih mematikan."


Tiba-tiba senior besar Lhila sudah berada di depan Adrine, oleh karena itu Adrine bergegas berdiri karena menghormatinya.


ZRAAAST!!


"Berarti benar kau menguasai teknik tingkat Kaisar itu dalam beberapa jam saja? Bagaimana caramu melakukannya?"


Carlos Halbert juga tiba-tiba mendatangi Adrine, hal ini membuat Adrine bingung dan tak tahu harus menjawab apa pertanyaan barusan.


"A... Aku..."


Adrine tergagap dan tak tahu harus menjawab apa, ia terus memikirkan jawaban yang benar dan tepat agar membuat kedua orang kuat di hadapannya itu paham dan percaya dengan perkataannya.


"Tidak perlu kau jawab, kau itu adalah jenius hebat, hal semacam itu mungkin saja lumrah di hadapan para jenius yang lain."


Senior besar Lhila nampak tak mau tahu dengan jawaban yang Adrine berikan, ia sudah percaya jika Adrine itu adalah jenius yang hebat.


"Akan ku antar kau sekarang juga untuk kembali ke kota Zeronia, mungkin saja kau akan menjadi murid resmi setelah para master mengetahui kejeniusan mu."


"Ta... Tapi bukankah aku belum menyelesaikan seleksinya?"


Adrine terlihat tak enak hati jika harus melewatkan seleksinya, namun senior besar Lhila nampak tidak keberatan jika hal itu terjadi.


Lalu senior besar Lhila merangkul Adrine dan membawanya pergi dari hutan.


"Sudahlah, biar itu nanti tuan Carlos Halbert yang urus."


"HOI, KENAPA JUGA AKU YANG MENGURUSNYA?"


Carlos Halbert terlihat tak terima dengan keputusan senior besar Lhila.

__ADS_1


"Hahaha, nanti aku akan beri kau 100000 koin plasma karena telah menggantikan anak ini."


Carlos Halbert pun terdiam.


"Baiklah, silahkan kalian pergi saja. Aku tahu Adrine itu jenius, cepat kalian bawa kembali ke perguruan Yin-Yang Fierry Zeronia agar perkembangannya lebih pesat lagi. Tapi kalau uang tadi aku tidak terima, tadi hanya bercanda."


"Baiklah kalau begitu, kami pergi dulu."


Adrine dan senior besar Lhila telah pergi ke suatu tempat yang di mana dipandu oleh senior besar Lhila.


Tak disangka ada pesawat besar yang mendarat di dekat wilayah hutan Spilleri, terdapat 2 orang lelaki yang memakai baju yang elegan juga seperti senior besar Lhila.


"Wah wah, apakah dia yang kau maksud itu? Apa benar dia itu di tahap Keberlanjutan level-2?"


Salah seorang lelaki itu seperti meremehkan kemampuan Adrine.


"Mungkin kau tak akan percaya, dia barusan aku beri teknik Pancaran Kunci Yin-Yang, tapi hanya dalam beberapa jam saja anak ini sudah menguasainya."


"APA? YANG BARUSAN TADI SI BOCAH INI YANG BUAT?"


Senior besar Lhila menganggukkan kepalanya dengan mantab.


"Tak mungkin dia bisa menguasainya dengan cepat, mungkin dia itu sudah menguasai teknik itu sebelumnya?"


"Itu tak mungkin, teknik itu baru-baru saja diciptakan oleh seorang ahli jimat di laboratorium Fierry 0001 sekitar setengah tahun yang lalu, tak mungkin ada salinannya jika ahli jimat itu memperbolehkannya."


Seorang lelaki yang satunya terlihat sangat mengerti dengan keadaan. Ia jauh lebih tau tentang teknik tersebut dibandingkan dengan lelaki yang satunya.


"Lagipula bocah ini punya potensi besar, aku yakin dia bisa lebih hebat dari kita suatu saat."


Lelaki tersebut sangat mempercayai Adrine, dia seperti juga tak akan melepaskan Adrine walaupun auranya sangat dingin seperti Adrine.


"Tumben kau kau memberi semangat kepada junior, biasanya kan kau yang paling meruntuhkan semangat junior, Tian."


Lelaki yang dingin itu ternyata bernama Tian, seperti apa yang barusan disebut oleh senior besar Lhila.


Senior Tian terlihat juga mempercayai kemampuan milik Adrine.


"Lantas, kau sendiri bagaimana Freddy? Apa kau masih tak percaya dengan anak ini?"


Senior yang satunya bernama Freddy, ia menggelengkan kepalanya karena masih belum terlalu percaya dengan kemampuan Adrine.


"Mungkin tadi hanya keberuntungan bisa meniru teknik Pancaran Kunci Yin-Yang, tapi kita akan buktikan nanti di hadapan master Heyto saja."


'Apa? Master Heyto?' Pikir Adrine.


Barusan senior Freddy menyebutkan nama master Heyto, Adrine sangat mengenal orang yang barusan disebut oleh senior itu.


'Tidak tidak, mungkin hanya kebetulan saja namanya sama.' Pikir Adrine.


Adrine berusah mengalihkan pikirannya, itu karena master Heyto yang ada di perguruan Bayangan Langit sudah dianggapnya sebagai seorang ayah di matanya.


"Oh ya, apa kau pernah bertemu master Heyto dan master Haruna sebelumnya? Katanya mereka pernah bertemu denganmu dulu, tapi mereka tak tahu pasti jika itu kau."


'Apa benar itu mereka?" Pikir Adrine.


Adrine hampir menangis memikirkannya.


"Iya, sepertinya aku pernah bertemu dengan mereka sebelumnya, tapi aku sendiri juga tidak pasti jika itu adalah master Heyto dan master Haruna yang pernah aku temui dulu."


Adrine tak berharap banyak jika kedua master yang sudah dianggapnya sebagai kedua orangtuanya itu berubah dan bukan mereka yang ada dipikirannya itu, namun Adrine tetap yakin jika itu mereka dan mengangguk dengan pasti.


"Baguslah, karena mereka berdua sangat menyukaimu jika kau benar-benar orang yang pernah mereka temui sebelumnya."


Senior besar Lhila hampir saja membuat Adrine menangis karena memikirkan hal tersebut, namun kedua senior lelaki yang lainnya hanya tersenyum dan mereka masuk ke dalam pesawat.


"Mari kita masuk, perjalanan kita akan memakan waktu lebih dari setengah hari. Perjalanan kita sangat panjang."


Senior besar Lhila pun mengajak Adrine masuk dan kemudian mereka semua pun masuk ke dalam pesawat. Senior besar Lhila menjadi pendamping Adrine ketika di dalam pesawat dan kedua senior lainnya menjadi pilot pesawatnya.

__ADS_1


"Bersiap untuk lepas landas."


Terdengar suara dari senior Tian yang sangat jelas dari speaker di langit-langit pesawat.


Pesawat mulai terbang ke atas.


"Meluncur kembali perguruan Yin-Yang Fierry Zeronia di megalopolis Zeronia."


Pesawat pun telah lepas landas dan bergerak dengan begitu cepat. Mereka telah akan segera ke perguruan Yin-Yang Fierry Zeronia.


"Aku berharap jika orang yang disebutkan oleh senior besar Lhila itu adalah kalian berdua, aku sangat berharap."


WUUUSH!!


Pesawat besar itu melaju dengan cepatnya di atas awan. Meninggalkan kota Spilleri yang megah di bawah, Adrine masih begitu terkesan hanya dengan melihat kota sebesar itu.


"Apa kau belum pernah melihat kota yang seperti itu?"


Adrine menggelengkan kepalanya.


"Belum pernah, ini pertama kalinya aku melihat kota yang megah seperti itu dan perguruan Kilat Langit juga menurutku sangat megah layaknya sebuah kota."


Adrine begitu memuji kemegahan kota Spilleri dan perguruan Kilat Langit, walaupun menurut senior besar Lhila, semua itu belum apa-apa jika dibandingkan dengan megalopolis Zeronia.


"Kau akan tahu betapa megahnya megalopolis nanti setelah sampai di kota Zeronia. Mungkin saja kau akan terkesan sampai mau pingsan."


Adrine tersenyum mendengarnya, ia tak tahu lagi harus berkata apa.


'Tunggu dulu! Shin kecil!' Pikir Adrine.


Ia menoleh ke belakang dengan sangat cepat, ia lupa memberitahukan kepada Shin kecil jika dirinya akan pergi sangat jauh.


"Kau sedang lihat siapa? Tak perlu cemas, temanmu itu berada di bawah bimbingan tuan Halbert, dia bisa berkembang dengan cepat sepertimu."


Senior besar Lhila mengira jika Etern lah yang berada di pikiran Adrine, namun sebenarnya Shin kecil yang sekarang ia pikirkan.


'Bagaimana ini?' Pikir Adrine.


WUUUSH!!


'Eh?' Pikir Adrine.


"Ternyata kau mau pergi tidak bilang-bilang ya? Sudah kuduga kalau kau ingin berniat untuk meninggalkanku."


Tiba-tiba Shin kecil muncul di samping Adrine, ia tahu bagaimana caranya Shin kecil bisa mengikuti Adrine sejauh ini.


'Syukurlah jika dia sudah ada di sini.' Pikir Adrine.


Shin kecil menggelengkan kepalanya perlahan dan dengan ekspresi wajahnya yang terlihat cemberut. Adrine tersenyum melihatnya.


"Kenapa kau tersenyum begitu? Apa ada sesuatu yang membuatmu senang?"


Senior besar Lhila agak bingung dengan Adrine yang tersenyum sendiri.


"Apa menurut senior aku tidak senang ketika bisa masuk ke perguruan besar seperti perguruan Yin-Yang Fierry Zeronia?"


Senior besar Lhila agak terkejut mendengarnya dan ia juga lupa kalau Adrine itu adalah murid biasa dari perguruan kecil, perguruan Kilat Langit.


"Ah iya ya, kau benar. Sepertinya aku yang kurang peka, hehe."


Adrine kini tersenyum melihat tingkah laku senior Lhila yang begitu menyenangkan, ia juga senang karena mengetahui Shin kecil yang sudah berada di sampingnya.


"Oke, sekarang aku bisa memulihkan tenagaku kembali dan menjadi lebih kuat."


Adrine pun tiba-tiba bergumam sendiri karena agar dikira senang telah menjadi murid di perguruan Yin-Yang Fierry Zeronia. Senior besar Lhila pun juga ikut tersenyum senang melihat Adrine.


Tak ada yang tak senang di dalam pesawat besar itu kecuali Shin kecil yang sebal walaupun telah berhasil mengikuti Adrine sejauh itu.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2