
Adrine kembali ke altar. Shin kecil yang melihatnya sudah langsung tahu kalau orang-orang yang dibawah telah dibereskan.
"Tidak semuanya, tapi aku hanya membereskan sedikit saja. Yang lainnya kau bunuh, boleh sajalah."
Shin kecil tersenyum senang. Ternyata setelah apa yang dipikirkannya, Adrine memperbolehkan untuk membunuh para pengganggu. Shin kecil juga sudah agak lapar karena sudah lama belum memakan jiwa yang mati. Tetapi ada sesuatu yang sepertinya mengganjal di hati Shin kecil.
"Apa kau tak mau mengerjakan hal yang lainnya? Kau ini benar-benar manusia penggila latihan."
"Hah?"
Adrine merasa tak paham dengan apa yang dikatakan oleh Shin kecil barusan. Apakah ini menghina atau yang lainnya, Adrine juga tak memasukkannya kedalam hati.
"Tak jadilah. Kau lanjutkan saja!"
Shin kecil pergi meninggalkan Adrine yang sudah duduk dan bersiap untuk berkultivasi. Pandangan Adrine mulai tertutup, menandakan kalau Adrine sudah mulai benar-benar serius dan fokus untuk berkultivasi.
Shin kecil menatap banyak sekali orang-orang yang masih dibiarkan Adrine untuk diberikannya. Dan ia melihat kalau Adrine hanya menumbangkan dua orang saja. Yang lainnya, masih tidak memperdulikan dengan apa yang sebenarnya terjadi pada orang lain. Bagi mereka, apa yang terjadi pada orang lain tidak akan pasti kalau hal yang sama akan terjadi pada dirinya sendiri. Mereka yang masih berjuang untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi, tak melihat adanya keberadaan roh keabadian yang sedang menunggu mereka untuk dijadikan mangsa.
Sementara itu, Adrine berada didalam situasi yang jauh lebih rumit. Ia menghadapi hewan spirit yang tingkatannya masuk kedalam tingkat langit peringkat 4. Adrine belum terlalu mampu untuk melawan yang sudah setara dengan tahap Keberlanjutan.
"Tak kusangka, Serigala Berekor Tiga ini hampir mencapai fase penyempurnaan. Kali ini pasti tidak mudah."
__ADS_1
Adrine melangkah mundur untuk menghindari serangan langsung. Penjagaan Adrine terus berlanjut. Ia mengeluarkan Purgatory Demon agar tak terjadi suatu hal yang tidak diinginkan.
"Eh? Kok?"
Adrine merasa ada sesuatu yang janggal dengan pasukannya yang satu ini. Kemunculannya malah membuat Adrine terbingung sendiri.
"Aku merasa kalau kau itu tidak dalam kondisi yang terbaik."
Purgatory Demon menoleh kearah Adrine yang tadi berbicara dengannya.
"Tuan, disini adalah alam bawah sadar. Di tempat ini, api ini bukan memperkuat kemampuanku, justru membuatku semakin lemah."
Perkataan Purgatory Demon sangat dimengerti oleh Adrine. Semua api yang ada disekitar bukannya malah memperkuat, justru memperlemah api dari alam luar.
Purgatory Demon langsung mematuhi perintah Adrine. Maju dan langsung menghadapi Serigala Berekor Tiga walaupun tidak dalam kondisi yang paling baiknya.
Dalam waktu yang cukup lama, akhirnya Purgatory Demon mengalahkan Serigala Berekor Tiga. Adrine menatap mayat Serigala Berekor Tiga yang terkapar didepannya.
"Sebelumnya setiap kali aku membunuh hewan spirit yang menjaga kitab teknik, mayatnya pasti menghilang ditelan api dan menjadi kitab teknik. Tapi kenapa mayat yang ini tidak menjadi kitab teknik?"
Mayat Serigala Berekor Tiga itu membuat Adrine menjadi bingung dan semakin penasaran dengan rahasia apa lagi yang masih tersimpan didalam Altar Sembilan Warna Api Spiritual.
__ADS_1
Fokus Adrine segera teralihkan setelah api yang ada disekitar membakar mayat serigala yang barusan dikalahkan oleh Purgatory Demon. Api tersebut berubah menjadi warna ungu gelap. Setelah itu, api tersebut melayang diatas mayat dan membentuk sebuah kitab.
"Api Roh Ungu Jiwa Pembantaian Iblis Neraka, namanya panjang banget."
Disaat Adrine hendak melakukan penulisan, ia merasa seperti diserang oleh api dari kitab itu.
"Apa ini? Kenapa... Api ungu ini serasa sedang membakarku?"
Adrine terus menahan panas dari serangan balik yang tercipta dari api ungu tersebut. Seakan didalam teknik tersebut memiliki pemikiran dan tindakan yang bisa dikendalikan sendiri.
Api itu seperti pergi mengarah kembali ke mayat Serigala Berekor Tiga yang sebelumnya. mayat serigala itu dibakar habis hingga hangus tak bersisa. Tapi semua api itu berkumpul dan masuk kembali kedalam kitab yang sedang Adrine kultivasi. Tetapi, Adrine merasakan tubuhnya dibakar lagi tapi dengan kesakitan yang bertambah.
"Hah?"
Sekilas Adrine melihat kalau kultivasinya terhadap kitab teknik Api Roh Ungu Jiwa Pembantaian Iblis Neraka semakin dipercepat. Dan Adrine kini telah menyadari sesuatu, bahwa semakin api ungu ini melahap jiwa dari mayat hewan spirit maupun yang lainnya, maka suhu api ungu dan kekuatannya juga semakin meningkat. Dan sama seperti namanya, teknik ini juga akan semakin kuat apabila ada jiwa yang bisa dibakar dan dilahap oleh api tersebut untuk dijadikan makanan pemerkuat.
"Sekarang aku paham. Berarti, sumber api ungu ini berasal dari jiwa yang sudah terbunuh. Banyak sekali kekuatan yang seperti ini."
Kata-kata Adrine barusan adalah kalau ia sedang membicarakan tentang Shin kecil. Kemampuannya akan meningkat apabila ia memakan jiwa yang sudah mati dibunuhnya maupun orang lain.
"Bodo amat. Yang terpenting, berarti kultivasiku sekarang terpusat pada elemental api. Aku juga bisa berlatih untuk mempercepat regenerasi."
__ADS_1
Kemudian Adrine memejamkan matanya dan memfokuskan diri pada kultivasinya terhadap kitab teknik Api Roh Ungu Jiwa Pembantaian Iblis Neraka. Dan sekarang ini, Adrine ingin segera selesai dan kembali.