
"Arghh... Sialan!! Aku kalah!"
Etern terus bergumam dan menahan sakitnya sambil berjalan dengan dituntun oleh Arpha dan David. Etern telah kalah dari salah satu bawahan Geng Lima Jenius dan masih merasa tidak terima atas penghinaan dan kekalahannya.
"Sudah, jangan bicara! Kau bisa memperburuk keadaanmu itu."
David mengingatkan Etern agar tidak bicara terus, hal itu bisa memperburuk luka-luka yang ada ditubuhnya.
Arpha merasa sedikit kesal karena kekalahan tersebut. Bukan hanya pertarungan tadi, namun mereka sering diserang hingga beberapa kali.
"Haish... Semenjak perginya Adrine dari perguruan, kita selalu ditantang. Aku sendiri menjadi muak kalau ditantang seperti ini, padahal dulunya aku suka kalau ditantang."
Arpha ingin meluapkan kekesalannya terhadap orang-orang yang mengejeknya dan teman-teman termasuk Adrine. Namun ia dan yang lainnya masih belum punya cukup kekuatan untuk melawan balik.
Mereka berjalan pulang kerumah Etern terlebih dahulu untuk merawatnya. Dan disaat mereka diperjalanan pulang, Etern dan Arpha terus bergumam sendiri dan sangat kesal, walaupun Etern telah diingatkan oleh David agar tidak bicara terlalu banyak.
Dan sesampainya mereka dirumah Etern, David dan Arpha segera merawat luka-luka Etern. Hingga, tak lama kemudian, ada yang mengetuk pintu rumah Etern.
"Eh? Siapa itu?"
David langsung menoleh secara refleks. Dan Arpha sedikit malas untuk menanggapi suara ketukan barusan.
"Paling-paling ada yang menantang lagi. Kau buka sajalah, aku malas melayani mereka."
Arpha langsung memalingkan wajahnya dan kembali menghadap kearah kakinya Etern yang sedang ia sembuhkan dengan kemampuan cahaya miliknya. Walaupun tak seberapa, namun Arpha sedikit bisa melakukan teknik penyembuhan karena telah diajarkan oleh David sebelumnya.
Dan disaat David membuka pintunya, ia melihat seseorang dengan tampang yang menurutnya cukup familiar. Ia adalah seseorang yang biasa datang untuk memberitahukan undangan tantangan dari bawahan Geng Lima Jenius, maupun dari geng itu sendiri, dan ia bernama Roni.
"Apa kau mau memberikan undangan tantangan lagi?"
David merespon kedatangannya dengan wajah kesal dan didalam hatinya, ia ingin membunuhnya.
"Iya, undangan ini dari ketua Vania. Dan yang ditantang adalah temanmu yang satunya. Dia harus datang sekarang juga, kalau tidak... Hukumannya adalah guild kecil kalian ini akan dimusnahkan."
David merasa terkejut, ia mengira kalau yang ditantang itu adalah Etern yang sedang terluka. Dan yang dimaksud dengan guild adalah sebuah perkumpulan yang hampir mirip dengan Geng Lima Jenius, namun hanya guild itu yang diberi nama menjadi geng.
Dan nama dari guild milik David, Etern, dan Arpha adalah Guild Saudara Yang Hilang. Nama itu diambil dari Adrine yang telah hilang dari perguruan, dan mereka menetapkan kalau Adrine kembali, mereka akan menjadikannya salah satu anggota tetap didalamnya.
"Oh, maaf. Apa kau mengira kalau temanmu yang terluka itu? Bukan, tapi yang satunya. Kata ketua Vania, dia cukup menarik dan menyebalkan."
Arpha menoleh kearah Arpha. Dan Arpha kembali menatap David.
"Heh, apa untungnya kami kesana?"
David seolah-olah hanya merasa tidak peduli dengan undangan tersebut. Namun Roni hanya tersenyum tipis saja.
"Oh, tidak masalah. Jika kalian bersedia menerima tantangannya, kalah ataupun menang kalian akan mendapatkan Pil Mata Serigala. Itu bisa membantu menyembuhkan jika kalian sedang terluka."
Roni menawarkannya sambil menunjukkan pilnya sebagai bukti. David sedikit kasihan kalau harus seperti ini terus.
'Kami semua bahkan tak punya waktu untuk berkultivasi. Setiap hari harus menerima tantangan seperti ini, apa aku harus menerimanya? Tapi kali ini ada hadiahnya, bagaimana ini?' Pikir David.
Namun, dari belakang Arpha menepuk pundak David. Ia seperti rela untuk bertarung demi mendapatkan pil itu untuk Etern.
"Tak apa-apa, terima saja, demi Etern."
Mendengar Arpha menerima tantangannya, Roni menjadi senang dan tersenyum jahat.
"Baiklah, akan aku beritahu peraturan pertandingannya. Kau harus bertahan atau menang dari pertarungannya dalam waktu 15 menit saja. Jika berhasil, kau akan dapat 5 Pil Mata Serigala, tapi jika kalah, kau tetap akan dapat pilnya, tapi hanya 1. Dihitung jika kau menang adalah kau berhasil bertahan selama 15 menit itu atau mengalahkan ketua Vania, dan kau dihitung kalah jika kau tidak sadarkan diri."
Roni pun menjelaskannya secara rinci dari pertandingannya nanti. David merasa khawatir, ia pun menatap Arpha dengan maksud untuk mundur saja. Namun Arpha hanya tersenyum dan mengangguk.
"Ini demi Etern. Dia harus sembuh dari luka-lukanya."
Mereka berdua pun menatap Etern. Dan Etern merasa cemas pula dengan Arpha yang menyetujui undangan tersebut.
__ADS_1
"Baiklah, kita kesana."
Roni sangat senang dengan setujunya Arpha dan David. Namun, disaat ia berbalik kanan, ia melihat seseorang yang memakai jubah dan wajahnya tertutup oleh topeng dan orang itu sedikit menunduk.
"Siapa kau? Apa kau dari guild mereka?"
Dengan percaya diri Roni bertanya dengan suara yang lantang dan menantang. Tapi, Arpha dan David merasa penasaran dengan orang tersebut.
"Kemana kau akan membawa mereka?"
Orang itu bertanya sambil terus menunduk.
'Hah? Apa-apaan orang ini? Siapa dia ini?' Pikir Roni.
Namun sekali lagi Roni menunjukkan wajah yang tak mengenakkan lagi. Seakan-akan ia adalah boss-nya disana.
"Mereka akan dibawa bersenang-senang bersama dengan ketua Vania, apa kau tak tahu?"
Tanpa memperdulikan pertanyaan dari orang misterius itu lagi, Roni menjawabnya sambil berjalan pergi.
"Siapa yang mengizinkanmu pergi."
Orang bertopeng itu memegang pundak Roni dengan lebih kencang. Roni sedikit merasa kesakitan.
"Erghh... Apa maksudmu? Siapa kau ini?"
Roni merasa sedikit tak terima dengan orang bertopeng itu. Ia kembali memegang tangan tersebut yang mencengkeram erat pundaknya. Dan Roni telah mencengkeram balik tangan orang itu, namun tangan Roni sendiri yang kesakitan.
Lalu orang itu melepaskan pundak Roni. Dan Roni pun merasa lega karena pundaknya telah terlepas dari cengkeraman yang sangat kuat.
Namun, belum sempat ketika ia berbalik kanan, wajahnya telah dipegang dengan sangat keras dan dicengkeram lagi, tapi bukan pundaknya, namun wajahnya. Dan dengan cepat orang itu mengangkat wajah Roni dan membantingnya ketanah dengan sangat cepat dan kuat.
BLAAAM!!
Teriakan Roni begitu keras, namun suaranya kalah keras dari suara dari hantaman keras kepalanya dengan tanah.
"Cepat katakan, kemana kau akan membawa mereka berdua?"
Jelas Roni merasa takut untuk tidak menjawabnya, jadi ia membuka mulutnya dan menjawab pertanyaan dari orang itu.
"A... Aku diperintahkan... U... Untuk membawa mereka ketempat arena tantangan. Ji... Jika tidak... Ma... Maka aku akan dihajar o... Oleh mereka. La... Lalu... Si... Siapa kau?"
Dengan susah payah Roni menjawab pertanyaan dari orang itu dengan jawaban yang patah-patah.
Orang itu pun membuka topengnya sambil ingin menjawab pertanyaan dari Roni.
"Baiklah, akan kuberitahu siapa aku. Perkenalkan, namaku adalah Adrine, Adrine Arnando!!"
"ADRINE?"
Roni pun sangat terkejut setengah mati, bahkan Arpha dan David. Etern pun juga mendengarnya dari dalam. Mereka tak menyangka kalau selama ini Adrine yang telah menghilang begitu saja telah kembali.
"Ka... Kau... Kau Adrine?"
Adrine mengangguk.
"Benar, aku adalah Adrine yang selama ini telah hilang. Dan sekarang, tidurlah!!"
Adrine pun memukul kepala Roni lagi dan Roni pun langsung tak sadarkan diri seketika itu.
"Baiklah, tak usah basa-basi lagi, kita langsung ketempat yang mereka janjikan!"
Note : Buat yang penasaran dengan tingkat kultivasinya.
Pencapaian tingkat Duniawi :
__ADS_1
Pencapaian tahap Tubuh 1-9
Pencapaian tahap Mental 1-9
Pencapaian tahap Roh 1-9
Pencapaian tahap Sungai 1-9
Pencapaian tahap Gunung 1-9
Pencapaian tahap Bumi 1-8
Pencapaian tahap Langit 1-8
Pencapaian tahap Kaisar 1-8
Pencapaian tahap Semesta 1-8
Pencapaian tahap Indra Kedelapan 1-3
Pencapaian tingkat Surgawi :
Pencapaian tahap Alam 1-7
Pencapaian tahap Tenaga 1-7
Pencapaian tahap Tulang 1-3
Pencapaian tahap Darah 1-3
Pencapaian tahap Badai 1-3
Pencapaian tingkat Keabadian :
Pencapaian tahap Kehidupan 1-3
Pencapaian tahap Kematian 1-4
Pencapaian tahap Keberlanjutan 1-5
Pencapaian tahap Nirvana Alam Pertama 1-3
Pencapaian tingkat Kesempurnaan :
Pencapaian tahap Penciptaan 1-3
Pencapaian tahap Kehancuran 1-3
Pencapaian tahap Nirvana Alam Kedua 1-6
Pencapaian tingkat Permata :
Pencapaian tahap Batu Jade 1-6
Pencapaian tahap Keunikan 1-5
Pencapaian tahap Kristal Surga 1-4
Pencapaian tahap Nirvana Alam Ketiga 1-3
Pencapaian tingkat Misteri :
?????
Bersambung!!
__ADS_1