Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Berlatih Bersama Lagi


__ADS_3

Pada hari itu, Adrine berlatih beberapa teknik dengan teman-temannya. ia ingin merasakan bagaimana peningkatan teman-temannya selama ini. Ia dan teman-temannya berada didalam ruang berlatih.


Lalu Adrine mengajak ketiga temannya untuk berlatih tanding secara langsung. Dan ketiganya akan melawan Adrine.


"Coba kalian serang aku! Aku ingin melihat seberapa kuatnya perkembangan kalian sampai saat ini."


Ketiga temannya malah saling melirik satu sama lain. Walaupun mereka paham apa yang dimaksud oleh Adrine, tapi mereka seperti sedang kebingungan.


"Ada apa? Kenapa kalian ragu?"


Setelah Adrine mengucapkan perintah tersebut, ketiga temannya itu langsung bersiap sedia. Mereka melakukan kuda-kuda dan memancarkan energi yang luar biasa.


"Nah, bagus. Sekarang serang aku!"


ZRAAAST!!


Seketika setelah Adrine mengatakan hal tersebut, Etern dan David langsung bergerak cepat kearahnya, namun Arpha masih dibelakang mereka berdua.


Adrine tidak memperhatikan kedua orang yang sedang bergerak kearahnya, namun ia sedang memperhatikan orang yang ada dibelakang mereka berdua.


'Bukankah David yang seorang support? Kenapa Arpha yang ada dibelakang?' Pikir Adrine.


Arpha menyadari kalau dirinya dipandangi oleh Adrine karena tidak ikut maju bersama yang lainnya, dan dua yang lainnya juga menyadari hal tersebut.


Disaat mereka sudah mencapai jarak yang sangat dengan Adrine, Etern langsung mengepalkan tangannya dan mengalirkan petir hitam pada kepalan tangannya dari sebelah kiri Adrine. Dan David juga melakukan hal yang sama seperti Etern dari arah yang berlawanan dari Etern, namun tidak dengan elemental petir hitam, tapi dengan cahaya yang berwarna kuning kemerahan.


Mereka berdua mengepung Adrine dari sisi kanan dan kiri. Namun Arpha masih belum menunjukkan tanda-tanda melakukan pergerakan.


BLAAARR!!


Suara ledakan dari kedua tinju yang sangat kuat. Asap mengepul dimana-mana yang tercipta karena hantaman barusan.


Namun setelah banyaknya asap itu menghilang, hanya nampak 2 sosok yang sedang beradu tinju. Kedua orang itu nampak bingung dan yang satunya lagi mengayunkan tangannya karena kesakitan karena barusan beradu tinju.


"Sialan! Dimana Adrine? Mana tanganku malah sakit begini, arghh..."


Memang jika dilihat dari segi kultivasi, Etern kalah dengan David, maka dari itu ia merasa kesakitan ketika beradu tinju dengan David.


"Oh? Maaf, sakit ya? Aku tadi terlalu banyak menggunakan energi disaat memukul tadi."


David sedikit merasa bersalah ketika membuat Etern kesakitan, dan orang yang dipukulnya memaafkan dirinya.


"Sudahlah! Anggap saja tadi tidak ada apa-apa. Tapi, dimana Adrine?"


Etern masih terfokus akan pertarungannya. Fokusnya sama sekali tidak teralihkan dengan rasa sakit yang barusan diterimanya.

__ADS_1


Arpha sendiri juga terus mengawasi sisi pertarungan Etern dan David dengan Adrine, namun ia juga tak menemukan dimana Adrine bersembunyi.


"Apa kalian mencariku?"


Tiba-tiba suara Adrine terdengar sangat keras dari belakang Arpha. Semuanya menoleh kearah belakang Arpha karena terkejut mendengar suara tersebut. Dan dibelakang Arpha memang ada Adrine yang sudah berdiri disana.


Arpha yang terkejut melihat Adrine dibelakangnya, langsung bergerak menjauh karena waspada akan serangan dadakan.


"Sejak kapan kau ada disana?"


Arpha penasaran sejak kapan Adrine berada dibelakangnya. Jika memang Adrine menghindari serangan dari Etern dan David, pasti menunjukkan sebuah pergerakan maupun suara, walau yang muncul itu sangatlah sedikit.


"Serangan macam apa tadi? Kenapa sangat lambat?"


Adrine berusaha memprovokasi teman-temannya agar lebih serius dalam bertarung. Dan yang terlihat hanyalah Arpha yang terpancing oleh hinaan Adrine, padahal dirinya tidak ikut menyerang.


"Apa kau masih ingat dengan teknik formasi ini Adrine? Formasi Alam Es!!"


Arpha menggunakan teknik Formasi Alam Es yang sama seperti dulu ia melawan Adrine terakhir kalinya. Teknik formasinya memang sudah mencapai tingkat ketiga sama seperti yang ia katakan dulu. Tapi es yang menyebar seperti tidak terlalu luas.


"Kenapa sepertinya formasi ini semakin melemah? Bukankah kau dulu berkata kalau sampai tingkat ketiga itu bisa menutupi sebuah bukit?"


Sebenarnya Adrine sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa area esnya malah seperti mengecil.


Alam kelima yang dimaksud oleh Arpha bermaksud kalau teknik yang ada pada formasi miliknya. Kalau Adrine juga sudah membentuk dunia kelima.


"Ya ya ya, tak perlu basa-basi lagi, lanjutkan berlatih. Serang aku!"


Adrine tak ingin menyia-nyiakan waktu bahkan sedetikpun. Dan juga teman-temannya juga tahu maksud Adrine mengatakan hal tersebut.


Lalu Arpha seperti sedang bersiap untuk menyerang. Etern dan David menyerang maju terlebih dahulu melewati Arpha. Namun ia lagi-lagi tak menunjukkan sebuah pergerakan untuk menyerang seperti tadi. Ia hanya membiarkan kedua temannya maju dan dirinya masih saja berada dibelakang.


'Kenapa Arpha masih saja dibelakang? Apa dia sedang mengumpulkan energi mental seperti dulu?' Pikir Adrine.


Sama seperti tadi, Etern dan David berusaha menyerang Adrine secara langsung, namun tak ada satu pun serangan yang mengenai sasaran mereka berdua.


WUUUSH!! WUUUSH!! WUUUSH!!


Adrine dapat menghindari serangan dengan sangat mudahnya, seakan-akan ia bisa melihat gerakan lawannya dan bisa melakukan serangan balik sesuka hatinya.


"Adrine, kenapa kau tak menyerang balik mereka berdua? Bukankah itu hal yang mudah bagimu untuk menyerang balik?"


Arpha dari jauh malah ingin memprovokasi Adrine, padahal ia tak sadar akan dirinya sendiri yang juga berlindung dari belakang David dan Etern namun tidak membantu.


"Kenapa aku tidak menyerang? Lihatlah dirimu sendiri! Kenapa kau juga tidak ikut menyerangku?"

__ADS_1


Adrine bertanya balik untuk memprovokasi balik Arpha, namun usahanya malah membuat lawannya tersenyum dengan santainya. Seperti ada sebuah rencana tersembunyi yang akan mereka lakukan untuk melawan Adrine.


"Hahaha, sekarang kau bertanya balik padaku. Baiklah, akan kujawab. Aku sendiri juga baru tahu kalau alam keempat dari Formasi Alam Es itu adalah teknik tipe peningkat atau support. Aku disini sedang menyiapkan itu."


Dan disaat itu juga, apa yang disiapkan oleh Arpha menjadi siap. Namun Adrine sama sekali tidak terkejut melihat hal itu. Disatu sisi, Etern dan David tersenyum karena apa yang dipersiapkan oleh Arpha sudah siap. Kini hanya tinggal digunakan saja persiapan tersebut.


"Baguslah! Semakin kesini malah menjadi semakin asyik juga."


Adrine sangatlah suka dan merasa puas dengan pertarungannya apabila lawan atau teman-temannya menjadi lebih kuat. Layaknya Adrine sangat menikmati pertandingan yang sangat heboh dan dahsyat.


"Haha, kau menikmatinya Adrine? Sekarang nikmatilah ini! Alam kelima, Es Penyejuk Aura!!"


Arpha menargetkan kepada Etern dan David agar keduanya diperkuat dengan tekniknya yang satu ini. Muncul pusaran udara berwarna biru dari bawah kakinya dan berputar keatas memutari tubuh hingga kepala keduanya.


Adrine menjadi tak sabaran disaat itu juga. Ia berharap kalau mereka menyerangnya dengan sekuat tenaga mereka, apalagi ditambah peningkatan yang dilakukan oleh Arpha barusan. Memang Etern dan David tidak terlalu banyak berbicara seperti Arpha, hal itu memang agar membuat mereka lebih fokus lagi disaat bertarung. Hal itu memang adalah yang diinginkan oleh Adrine disaat sedang bertarung.


"Cobalah lebih fokus lagi disaat bertarung! Kalau tidak, malah kalian yang nanti terkena serangan."


Beberapa serangan langsung memang berhasil mengenai Adrine, namun tetap ditahan oleh kedua tangan. Kecepatan serangan Etern dan David memang meningkat, apalagi kekuatannya memang meningkat pesat. Namun hal itu seperti tidak berlaku dihadapan Adrine.


"Apa peningkatannya hanya sedikit saja? Fokuslah lagi! Lebih fokus!"


Adrine terus menyuruh untuk jauh lebih fokus lagi agar energinya benar-benar terkonsentrasi dan serangannya lebih akurat dan terkoordinasi dengan lebih baik. Dan disaat Adrine mengingatkan agar lebih fokus lagi, tatapan David memang seperti lebih tajam lagi, ia seperti mendengarkan apa yang disuruh oleh Adrine.


'Bagus! David memang hebat, konsentrasinya sangatlah bagus dan kontrol penglihatannya menjadi lebih efisien. Jika terus seperti ini, bahkan tidak mustahil untuk bisa mengalahkan Roni.' Pikir Adrine.


Dan disaat itu juga, Adrine memusatkan energinya pada kedua tangannya. Dan seperti bersiap untuk menyerang disaat mendapatkan kesempatan yang cukup baik untuk melakukannya.


David dan Etern masih saja terus menyerang tanpa henti, fokus mereka berdua juga semakin membaik dan lebih baik lagi. Hingga pada suatu titik kesempatan...


SET!!


'Ini dia!' Pikir Adrine.


BUAGH!!


Adrine berhasil memukul mundur perut keduanya dan membuat jarak lagi diantara keduanya, walaupun serangannya ditahan.


"Ugh..."


Etern dan David merasa sakit atas serangan Adrine, namun penyerangnya seperti tidak merasa bersalah atas serangannya.


"Dalam pertempuran dan perang tidak ada kata maaf ataupun belas kasih, jika terkena serangan maka salahkanlah diri sendiri. Fokus adalah kuncinya dan akal adalah penggeraknya. Jadi, mulai saat ini serang aku tanpa ampun, namun masih dengan menggunakan konsentrasi tinggi!!"


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2