
"SEMUANYA, HARAP BERKUMPUL!!" Kata ketua.
"Ah, sudah waktunya untuk berkumpul. Ini dia yang sudah kutunggu tunggu." Kata Adrine.
"Semuanya, peringkat kalian telah kami tentukan secara otomatis. Kalian dapat melihat peringkat 1-50. Tetapi, seperti yang saya katakan sebelumnya, yang lolos hanya peringkat 30 keatas. Kalian bisa melihatnya di layar yang ada disamping kanan atas kalian. Kata ketua sambil menunjuk ke layar yang telah disediakan olehnya.
Semuanya melihat layar karena penasaran akan peringkatnya. Banyak yang kecewa akan peringkatnya masing-masing. Tetapi, banyak juga yang merasa usaha mereka tidak sia-sia. Yang tak lolos pasti akan teramat sedih. Karena yang tak lolos, akan dikeluarkan oleh perguruan. Kultivator yang masih tersisa hanyalah sekitar 150 orang. Arpha lolos dengan point 235 dan dengan peeingkat 23.
"Dan ku ucapkan selamat untuk yang telah lolos. Tetapi, yang lolos masih ada ujian berikutnya. Yaitu ujian yang dilakukan dengan menahan tekanan gravitasi dan suhu dariku secara langsung." Kata ketua.
"Mungkin ujian ini akan diurutkan berdasarkan peringkat pertama." kata Adrine.
"Ujian kedua ini akan dimulai dari peringkat pertama. Dan sebelum itu, perkenalkan, disampingku ini adalah seorang senior kalian dari murid dalam yang juga akan mengawasi pelaksanaan pelantikan kali ini. Namanya ialah David." Bersamaan dengan kata ketua, seseorang muncul disamping ketua. Dan itulah yang dinamakan David.
"Ah, sepertinya ia kuat. Tapi aku peringkat satu? Bagaimana mungkin?" Adrine bukannya terpana melihat keagungan dari seniornya, tetapi ia malah terkejut melihat bahwa ia mendapatkan peringkat pertama.
__ADS_1
"Baiklah, peringkat pertama, Adrine Arnando maju kedepan untuk ujian kedua!" Kata ketua.
"Ini dia." Adrine telah menduganya dan telah menanti nanti saat saat ini. Saat Adrine menaiki panggung, Arpha pun terpana melihat bahwa Adrine telah menjadi sang peringkat satu.
"Baiklah nak, tekanan yang akan diberikan akan di urutkan sampai 10 level tekanan. Kau harus siap nak, karena setiap levelnya itu kekuatan dari tekanannya pun juga meningkat." Kata ketua untuk menjelaskan kepada Adrine terlebih dahulu agar tidak kaget pada saat tekanannya diberikan.
"Mungkin aku akan terjatuh." Kata Adrine untuk menghibur dan membuat penasaran terhadap yang lainnya.
"Kau itu tak harus merendahkan diri seperti itu! Kau itu harus semangat, karena peringkat dan point yang telah kau peroleh itu sebenarnya bukan main main. Kau bahkan mampu mengalahkan kultivator pencapaian bumi, mungkin kau tak selemah itu!?" Kata ketua agar Adrine tak terlalu cemas dan merendahkan diri dihadapan para kultivator lainnya.
"Nak, potensi didalam dirimu itu sangatlah tinggi. Kau itu bukanlah kultivator rendahan. Mana mungkin kau itu lemah, jika kau hanya mengandalkan keberuntungan, kau tidak mungkin mengalahkan 80 kultivator lainnya bahkan sampai tumbang." Senior pun ikut menyemangati Adrine.
"Ya udahlah, kalau begitu kita langsung saja mulai agar tak terlalu menunda lebih lama lagi!" Adrine memotong pembicaraan agar pelaksanaannya tidak terlalu lama tertunda.
"Baiklah, kalau begitu kita mulai ya!? Pertama, tekanan level 1." Ketua memulai ujian keduanya. Tekanan level 1 bagi Adrine bukanlah apa-apa. Hanya seperti kejatuhan batu kecil saja.
__ADS_1
"Tekanan level 2!" Tekanan kedua telah diberikan. Adrine masih merasa biasa saja.
"Tekanan level 3!" ...
"Level 4!" ...
"Level 5!" ...
"Level 6!" ...
"Level 7!" ...
"Level 8!" ...
"Level 9!" ...
__ADS_1
"Baiklah, ini yang tertinggi. Tekanan level 10!" Tekanan tertinggi telah dibuka oleh ketua.