Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Blood Demon Under World (3)


__ADS_3

Adrine telah berhasil menebas ketiga lengan Blood Demon Under World, dan sekarang masih tersisa satu lagi yang memegang Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang.


'Satu lagi, setelah ini semuanya akan selesai.' Pikir Adrine.


Namun semua itu bukanlah lagi hal yang mudah untuk dikatakan.


"Ada apa ini? Kenapa aku merasa kalau ada energi yang kuat sekali?"


Adrine merasakan adanya energi yang sangatlah kuat disekitarnya, namun ia tak tahu kalau energi itu berasal dari makhluk yang sama, Iblis darah.


"Tuan, Blood Demon Under World akan memasuki mode raksasa."


Tiba-tiba saja Purgatory Demon mengatakan sesuatu hal yang menurut Adrine cukup mengerikan.


"Apa? Mode raksasa?"


Adrine menjadi sangat terkejut. Ia merasa kalau melawan iblis darah dengan ukuran tubuh normal saja sudah sangat menyulitkan, apalagi kalau dalam mode raksasa.


"Tapi tenang tuan! Anda bisa membuatnya gagal untuk memasuki mode raksasa dan mendapatkan kesempatan paling menguntungkan bagi tuan."


"Apa maksudmu?"


Adrine merasa paham kalau tentang membuat iblis darah gagal untuk memasuki mode raksasa, namun Adrine sedikit kurang paham dengan kalimat terakhir dari Purgatory Demon.


"Jika tuan menggagalkan usahanya untuk memasuki mode raksasa, maka iblis darah akan berada didalam kondisi paling lemahnya. Itu adalah kesempatan as bagi tuan untuk mengalahkan iblis darah."


Adrine tersenyum senang.


"Sekarang aku paham. Berarti, jika aku meninggalkannya untuk memasuki mode raksasa, dia akan menjadi sangat lemah. Sekarang aku punya kesempatan untuk mengalahkannya."


ZRAAAST!!


Adrine menjadi sangat bersemangat dan langsung bergegas menyerang iblis darah.


BLAAAM!!


"AAARGHH!!"

__ADS_1


Tiba-tiba saja Adrine terpental dan terlontar sangat jauh. Disaat Adrine berusaha untuk bangun kembali, ia baru merasa keheranan.


"Ada apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba saja seperti ada yang menahanku?"


Adrine menjadi sangat bingung sekarang ini. Tidak ada siapapun disekitarnya, namun tiba-tiba saja ada yang menahan dan membuat Adrine terpental.


"Tuan, berhati-hatilah!! Blood Demon Under World sedang mengerahkan seluruh tenaganya, jadi untuk membatalkan usahanya sangatlah sulit. Maaf tuan jika saya terlambat untuk memberitahukan ini kepada tuan."


"Tidak apa-apa, aku saja yang tadi terburu-buru, jadi tidak memikirkan dulu kemungkinan yang akan terjadi kepadaku."


Adrine kembali menatap iblis darah dengan tatapan penuh dengan aura pembunuh. Namun, walaupun tadi Adrine sempat gagal, ia mencoba lagi agar iblis darah tidak berhasil memasuki mode raksasa.


ZRAAAST!!


Dengan sangat cepat Adrine kembali mencoba untuk menyerang iblis darah. Kini telah siap dan tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi, jika ia tak siap maka ia akan terpental seperti tadi. Namun, jika sudah sial maka akan tahu kalau yang membuatnya terpental tadi hanyalah kumpulan energi kuat yang menjadi tekanan yang sangat kuat pula.


Jadi, apa yang terjadi tadi adalah karena Adrine memasuki sebuah tekanan yang sangat kuat tanpa adanya persiapan mental dan fisik, sehingga ia terpental dan terkejut.


"Ini seperti pertama kalinya aku memasuki wilayah Altar Sembilan Warna Api Spiritual. Tidak... Ini tidak sama... Sekarang ini, jauh lebih kuat."


Adrine mencoba untuk mendekati tubuh iblis darah, namun karena tekanannya yang begitu kuat Adrine merasa kalau semua itu tak akan berhasil.


Adrine mengerahkan beberapa teknik untuk sedikit menekan balik pada tekanan yang ada, namun karena Adrine yang belum menguasai teknik perlindungan Green Light Prison of Psionic, jadi kekuatan yang terkeluarkan hanyalah 30% dari kekuatan yang sesungguhnya.


"Shadow creation of everything!!"


Adrine memunculkan teknik bayangan yang bisa membentuk segalanya, dan Adrine membuat bayangannya melindungi tubuhnya. Walaupun tekanannya memang terasa berkurang, namun kekuatan tekanannya pun juga tak bisa diremehkan. Tekanannya masih tetap begitu kuat walaupun telah berkurang.


"Setidaknya aku harus bisa menyentuhnya..."


Adrine terus berusaha untuk menerobos tekanan tersebut, namun semakin lama semakin kuat pula tekanan yang ada.


SET!!


Tiba-tiba mata ketiga Adrine aktif sendiri. Adrine sendiri sebenarnya terkejut, namun tidak membawa perubahan apapun.


'Kenapa tiba-tiba mata ini aktif?' Pikir Adrine.

__ADS_1


Tapi, teknik Shadow creation of everything bergejolak dan seperti membentuk sesuatu yang lebih besar.


"Ini... Apa ini teknik Shadow Monarch?"


Namun walaupun demikian, bayangan Adrine hanya membentuk setengah lengan dari teknik Shadow Monarch yang sesungguhnya. Tapi tangan bayangan Adrine berhasil menyentuh dan menggenggam tubuh iblis darah.


"Bagus tuan. Cepat!! Gagalkan usahanya!!"


Purgatory Demon langsung menyemangati Adrine. Dan tangan raksasa yang dikendalikan oleh Adrine menggenggam dan mengangkat seluruh tubuhnya.


Lalu tangan raksasa tersebut membantingnya dengan sangat keras. Dan Adrine berhasil menggagalkan usahanya untuk memasuki mode raksasa.


Adrine tidak ingin menyia-nyiakan waktunya lagi dan langsung membantingnya kedua kalinya dan langsung membunuhnya langsung ditempat.


"Memang seperti yang kau katakan, setelah digagalkan memang sangat lemah. Bahkan, hanya sekali banting saja langsung mati."


Lalu Adrine menonaktifkan semua teknik yang tadi ia gunakan untuk menerobos tekanan dari iblis darah, termasuk teknik Shadow Monarch. Bahkan Purgatory Demon juga telah lepas dari transformasi Adrine.


Setelah itu, Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang yang berada digenggaman iblis darah telah terlepas. Adrine melihatnya dengan jelas disaat kubus itu lepas dari tangannya. Lalu Adrine mengambilnya dan melihat-lihat kubus tersebut.


"Inikah Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang? Bagus sekali bentuknya."


"Tuan, setelah berhasil mengalahkan boss-nya, kita harus segera keluar. Jika tidak, maka kita tidak bisa keluar dari sini karena portal penghubungnya akan segera tertutup."


Adrine menoleh kearah Purgatory Demon dan mengangguk. Lalu Adrine menatap kembali kearah mayat iblis darah.


"Sebentar!! Aku punya kesempatan yang tak boleh kulupakan. Iblis darah ini juga sama kuatnya denganmu, aku bisa menjadikannya pasukan yang sama denganmu juga."


Purgatory Demon juga menoleh kearah mayat iblis darah dan mengangguk mengerti. Lalu Adrine berjongkok dan menyentuh mayat iblis darah.


"Bangkitlah!!"


Lalu terdapat banyak sekali aura mengerikan yang mengelilingi Adrine dan mayat iblis darah. Dan seketika, mayat iblis darah terbang dengan sendirinya.


Lalu bayangan pun muncul seperti biasanya, namun tidak ada tanda pemberontakan seperti jiwa yang kuat biasanya. Tubuhnya melebur dan menyatu dengan jiwa yang telah terbangkitkan. Adrine langsung berhasil membangkitkan jiwa iblis darah tanpa harus mencobanya lagi.


Setelah itu, Adrine mendekati bayangan iblis darah untuk memberikannya nama.

__ADS_1


"Akan kuberi nama, Blood Demon!!"


Bersambung!!


__ADS_2