Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Memecahkan Misteri Dusk (2)


__ADS_3

"Sepertinya asal dari energinya masih lebih jauh lagi." Etern terus lurus kedepan dan mencari titik penggunanya. Etern berkali-kali bertemu monster kuat tapi jumlahnya termasuk sedikit dibandingkan saat setiap kali Adrine masuk kehutan.


"Sepertinya tempat yang ada didepan lebih tenang dibandingkan dengan yang sebelumnya. Mungkin para monster yang habis sebelum melawan boss datang dari sini." Kata Etern.


"Sepertinya didepan ada bangunan." Etern langsung bergegas menuju bangunan tersebut. Tempatnya lumayan luas.


"Tempat ini seperti altar. Energinya berasal dari sini, mungkin pengendalinya ada didekitar sini." Etern mengamati tempat disekitarnya. Etern melihat seseorang berjubah sedang duduk seperti bertapa.


"Benar, energinya berasal dari dia. Berarti, bajing*n ini adalah pengendali dari manusia pasir tadi. Energi yang dipancarkan sangat kuat." Etern mengeluarkan dua ekor phanter petir disebelahnya, untuk berjaga jaga kalau ada situasi yang lebih gawat lagi.


"Energinya mulai menipis. Aku harus cepat untuk membunuhnya." Etern langsung berlari dan melompat. Etern ingin sekali menendang kepala orang tersebut. Tapi, belum juga Etern bisa menendang kepalanya...


"UAAGH!!" Etern terpental oleh pelindung yang bisa keluar sendiri dengan bantuan alat pemindai dari altar tersebut.

__ADS_1


"Pantas saja aku tidak bisa melihat energi disini selain energinya, ternyata altar ini punya alat yang seperti ini." Keluh Etern.


Adrine yang sekarang masih bermain kejar-kejaran dengan manusia pasir tersebut. Terkadang Adrine memanfaatkan sedikit kesempatan untuk mencari asal dari energi yang mengendalikan manusia pasir.


BLAAM!!


"Apa itu?" Terdengar suara ledakan dari belakang Adrine. Disaat Adrine menoleh kebelakang, ternyata ada sesuatu yang terjadi.


"Golem pasir!!" Manusia pasir tersebut berubah menjadi golem pasir. Karena butiran pasir itu kecil dan bisa dibentuk bentuk, maka penggunanya membentuk golem pasir dengan ukuran yang besar.


Adrine mengeluarkan Dragon Steel untuk melindunginya sementara ia sedang menggunakan kekuatan indera miliknya.


NGQIIIT!! NGQIIIT!!

__ADS_1


"Arah dari energinya berasal dari hutan. Aku juga merasakan adanya Etern disana. Oh iya, ETERN!!" Adrine hampir saja terlupa dengan Etern.


"Hei nagaku, kau halangi dia aku akan pergi. Kau akan bersama Titanic untuk menghambatnya." Setelah Adrine berkata tersebut, gerakan dari naga milik Adrine seolah-oleh mengerti apa yang dikatakan oleh Adrine.


Tak berlama-lama, Adrine membangkitkan pasukannya yang bernama Titanic. Kemampuan dari Titanic adalah Gigantic yang berarti bisa menjadi raksesa.


'Walaupun besarnya hanya 3/4 dari golem pasir, setidaknya dengan bantuan dari Dragon Steel, mereka bisa menghambat atau bahkan bisa menghabisi golem pasir itu.' Pikir Adrine dalam hati.


Adrine segera bergegas menuju kearah hutan dan mengikuti arah energi yang dipancarkan oleh golem pasir. Adrine berlari dengan sangat cepat hingga bahkan ia sampai kurang dari 1 menit.


"Adrine, sepertinya kau sudah tahu iya kan?" Tanya Etern untuk memastikan.


"Ya, monster tadi adalah makhluk yang telah dibangkitkan olehnya. Kenapa kau tidak menyerangnya?" Adrine melihat Etern yang tak menyerang pengendalinya, merasa curiga. Adrine melihat sekeliling.

__ADS_1


"Altar ini adalah tempat khusus yang dibuatnya. Saat aku mendekati pengendalinya, tiba-tiba aku tertahan oleh pelindung yang tak terlihat dan muncul secara tiba-tiba." Kata Etern.


"Hmm, minggir! Biarkan aku yang akan masuk." Adrine berjalan maju dan seketika...


__ADS_2