
TING!!
"I... Ini... Notifikasi?"
"Ada apa?"
"Tidak. Cuma notifikasi saja."
"Berapa orang?"
"Tiga!!"
"Owh."
Sementara itu, Senior David, Etern, dan Arpha agak ketakutan dengan mengikuti ide dari Adrine. Adrine sendiri merasa biasa-biasa saja karena ia telah mengalaminya sendiri.
"Apa mengikuti ide Adrine itu keputusan yang tepat?"
"Aku juga tak tahu. Tapi intinya, aku tak terbiasa dan sedikit takut disini."
Arpha yang juga takut hanya bisa diam dan mengikuti Adrine saja. Dan Adrine sedang mencari tempat yang aman dari hewan spirit. Mereka berempat menyusui hutan yang gelap dan lebat.
Beberapa menit kemudian, Adrine telah menemukan tempat yang aman dan tenang. Ditempat tersebut Adrine tidak merasakan adanya hawa dari hewan spirit. Walaupun yang lainnya tetap merasa merasa tidak aman dan tidak nyaman.
"Apa benar disini itu aman?"
Senior David memastikan.
"Tenang. Aku membawa kalian kesini, pasti sudah tahu tempat yang aman untuk kita beristirahat."
"Tapi, agak... Gelap."
Arpha sedikit takut dengan kegelapan karena ia terbiasa ditempat yang terang dan bercahaya. Elemen dalam tubuhnya juga adalah cahaya.
"Apa kau takut gelap?"
__ADS_1
"Tidak. Hanya saja aku tidak nyaman."
Yang lain masih memikirkan apa tempat tersebut aman ataukah tidak. Ide Adrine benar-benar berbahaya. Tetapi daripada point mereka diambil oleh orang lain mereka lebih mengikuti Adrine.
Beberapa saat sebelumnya.
"Bagaimana ini?"
"Tenang, aku punya ide."
"Apa itu?"
"Bagaimana kalau kita pergi kedalam wilayah stormzone?"
"Apa? Itu mungkin akan berbahaya bagi kami."
Arpha langsung menolak ide Adrine mentah-mentah.
"Apa kau tak percaya denganku?"
Etern bahkan juga sedikit takut dengan mengikuti ide dari Adrine.
"Tenang, ada Senior David."
"Hah?"
Adrine hanya tersenyum dan melihat kearah Senior David. Diikuti dengan yang lainnya juga ikut melihat Senior David.
"Kenapa harus aku?"
"Bukankah kau itu senior? Jelas kau harusnya lebih kuat dari kami."
"Ya. Aku setuju."
Setelah mendengar kata Adrine, Etern langsung setuju tanpa mengatakan hal yang lainnya.
__ADS_1
"Eh? Aku ini bahkan tak mungkin untuk melawan hewan spirit tingkat suci, kau bisa, kenapa harus aku?"
Senior David menolaknya seperti halnya dengan Arpha. Tetapi dengan alasan yang lain, Senior David menolaknya karena ditunjuk sebagai pelindung oleh Adrine.
"Baiklah. Itu akan jadi tugasku. Lagipula, aku juga punya pasukan. Bisa digunakan untuk berjaga-jaga."
"Nah. Bagaimana kalau pasukanmu kau gunakan untuk melawan mereka?"
"Sekarang energiku tinggal sedikit. Pasukanku sekarang hanya bisa digunakan untuk berjaga-jaga saja."
"Baiklah. Aku setuju."
Setelah Senior David setuju dengan ide dari Adrine, yang lainnya juga setuju dengan ide dari Adrine. Lalu Adrine dan yang lainnya bergegas untuk pergi dan menghindari keramaian.
Setelah itu, Adrine bersama dengan teman-temannya menunggu sampai waktunya habis. Adrine berkeliling untuk melihat-lihat apakah ada hewan spirit yang sedang mendekat.
"Bagaimana Adrine? Apa kita aman?"
Adrine mengacungkan jempolnya yang menandakan mereka dalam keadaan yang aman.
"Aku agak sensitif dengan orang disaat gelap. Aku akan sedikit menjauh."
"Baiklah. Tapi kau jangan terlalu jauh, oke?"
"Ya."
Para master yang mengawasi Adrine mulai melepaskan pengawasan mereka terhadap Adrine. Mereka telah tahu kalau Adrine sudah dalam keadaan baik-baik saja. Bahkan Kai yang sudah merasa itu semua akan menjadi tak seru, lebih memilih untuk meninggalkan para master lainnya dari ruang pengawasan.
"Apa kau lihat tadi? Ada 3 orang yang masuk kedalam wilayah stormzone."
"Mungkin orang yang tadi masuk kedalam wilayah stormzone mengajak temannya untuk menyerang bersama-sama."
"Ya. Mungkin saja begitu."
Disaat yang sama, Adrine tiba-tiba pergi meninggalkan tempat teman-temannya yang sedang beristirahat. Sontak semuanya terkejut melihat Adrine tiba-tiba pergi.
__ADS_1
"Hei! Kau mau kemana?"