Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Tak Terduga


__ADS_3

Belum saja sehari Adrine memasuki Menara Aliran Bayangan Bertingkat, ia sudah mendapatkan kejadian yang tak terduga. Apalagi kejadian itu terjadi ketika dirinya sedang memikirkan ambisinya.


Kejadian yang tak terduga itu membuatnya terkejut setengah mati. Jantungnya berdetak kencang dan aliran energinya mengalir dengan sangat cepat. Titik Meridiannya bercahaya, begitupun dengan tubuhnya.


Namun kejadian yang penuh dengan partikel foton itu hanya terjadi sekejap saja. Tak seperti apa yang dipikirkannya lagi, hanya terjadi beberapa saat ketika tubuh dan Titik Meridiannya bercahaya hingga membuat pupil matanya mengecil dan harus ia tutup.


Tak lebih dari 3 detik, Adrine sudah bisa melihat segalanya tanpa harus menutupi matanya. Namun ia masih dalam keadaan berada dibawah alam bawah sadarnya sekarang ini. Dan ia melihat sesuatu yang berbeda, dan itu adalah Titik Meridiannya.


'Titik Meridianku telah terbuka? Aku berhasil?' Pikir Adrine.


Mendapati Titik Meridiannya yang sudah tak lagi terbungkus oleh lapisan merah yang disebut dengan Lapisan Segel Darah Suci, Adrine sangatlah senang hingga menyelam kesana-kemari didalam lautan spiritualnya.


'Aku berhasil! Aku berhasil!' Pikir Adrine.


Adrine hampir tidak percaya kalau dirinya telah mencapai tahap Keberlanjutan pada hari itu, padahal ia telah memperkirakannya akan datang hari tersebut pada minggu depan.


Sungguh hal yang membuatnya sangat senang. Apalagi semua itu adalah hal yang telah ia perkirakan, namun mendahului perkiraannya, seakan semua ini memang kejutan baginya.


Disaat Adrine membuka matanya, ia melihat orang-orang yang terduduk diam sedang fokus berkultivasi. Ia hanya senyum-senyum sendiri tanpa memperdulikan orang-orang yang juga tidak memperdulikan dirinya sama sekali. Adrine masih berharap kalau ia mendapatkan lebih banyak kejutan seperti itu kedepannya. Ia masih tak mengira kalau semua hal itu yang telah ia perkirakan akan datang pada minggu depan, ternyata telah mengejutkannya dengan datang pada hari itu juga.


"Sungguh hal yang tidak terduga. Takdir langit memang benar-benar sedang ingin memberiku sebuah kejutan."


Adrine berbisik pada dirinya sendiri. Walaupun senyumannya tidak menghilang, namun wajahnya kini telah berubah menjadi fokus. Ia tetap saja senang walaupun dalan keadaan yang fokus.


"Masih belum cukup! Apa yang aku inginkan bukanlah hanya mencapai tahapan Keberlanjutan, sekarang ini aku harus berusaha untuk melampaui semua ini. Harus! Tidak ada yang bisa menghentikan diriku!"


Adrine bergumam sendiri dan sedang memberikan motivasi kepada dirinya sendiri. Ia masih saja memprioritaskan kekuatannya agar tak ada yang berani meremehkannya lagi.


Kini Adrine telah kembali berkultivasi dan memperkuat dirinya lagi. Ia masih ingin lagi memperkuat tubuhnya dan ingin lebih kuat lagi. Namun Adrine menjadi teringat oleh sesuatu.

__ADS_1


'Bukankah kalau sudah mencapai tahap Keberlanjutan itu akan membuka alam bawah sadar tersendiri yang didalamnya ada Fragmen Jiwa Bela Diri? Aku jadi penasaran.' Pikir Adrine.


Tiba-tiba Adrine tersenyum sendiri, namun ia tersenyum bukan karena sudah tidak waras, tapi karena ia sangat penasaran dan ingin sekali melihat bagaimana itu Fragmen Jiwa Bela Diri dan alam bawah sadarnya yang tersendiri dan terpisah dari lautan spiritual.


Adrine pun duduk dan memfokuskan dirinya pada kesadarannya, lalu ia bisa dengan mengatur kesadarannya dan berpindah kedalam alam bawah sadarnya yang sangat ingin dilihatnya.


Alam bawah sadar yang tengah dilihat Adrine sekarang seperti ruang yang cukup luas seperti alam semesta, namun hanya terlihat sebercak cahaya kecil seperti bintang yang sangat terang dilangit malam, ukurannya hanya berdiameter sekitar 2 cm dan jaraknya sangat jauh dari pandangan. Dan bintang itu hanya ada 1 dan tidak ada yang lainnya lagi.


'Oooh... Jadi seperti ini alam bawah sadar itu... Tapi bintang itu apa?' Pikir Adrine.


Seketika perhatiannya teralihkan pada sebuah benda yang berukuran besar dan ada didekatnya yang berjarak sekitar 3 meter didepannya, berada sedikit kekanan dengan bintang kecilnya dari pandangan Adrine. Dan lagi, bentuknya juga tidak berbentuk apapun alias bentuknya sangatlah acak. Tapi Adrine sudah menduga kalau benda tak berbentuk itu adalah yang bernama Fragmen Jiwa Bela Diri.


Menurut apa yang pernah dikatakan oleh Sura, Fragmen Jiwa Bela Diri itu memang belum bisa dikenali ketika pertama kali muncul, apalagi bentuknya yang masih acak-acakan.


Dan ia juga teringat kalau Jiwa Bela Diri itu memiliki peringkat yang menentukan seberapa kuatnya jiwa itu sendiri, dan peringkatnya itu akan muncul pada tangan orangnya, entah itu tangan kanan maupun tangan kiri.


"Oh iya, berapa peringkat dari Jiwa Bela Diriku ya?"


"Apa memang peringkatnya belum terbentuk dan dari kedua telapak tangan itu memang ada peringkatnya? Tapi kenapa bukan nomor? Kenapa juga malah tidak berbentuk?"


Karena merasa penasaran, Adrine ingin memeriksa fisiknya yang asli, apakah memang terjadi hal yang sama ataupun bukan, maka dari itu ia ingin memeriksanya. Karena Adrine bisa masuk kedalam alam bawah sadar sendiri, maka ia juga bisa keluar dengan cara yang hampir sama, memfokuskan kesadarannya dan seketika akan beralih pada kesadaran yang aslinya.


Lalu, Adrine menjulurkan tangannya dan melihat kedua telapak tangannya. Ia masih melihat hal yang sama seperti ketika dirinya berada didalam alam bawah sadarnya, namun energi yang berbentuk acak itu berwujud agak transparan. Dan lagi, energi kuning itu selalu bergerak dan seperti ingin membentuk sesuatu, namun sepertinya juga masih akan terus bergerak dan tidak berhenti.


"Apa hal ini memang wajar? Baru kali ini aku mendapati hal seaneh ini."


Karena tak ingin ada yang bisa mendengar suaranya, maka Adrine hanya berbisik pada dirinya sendiri.


Ia masih sedikit kurang mengerti dengan tahap Keberlanjutan. Ia sedikit bingung dengan adanya itu semua, apalagi ditambah dengan energi kuning ditangannya yang sepertinya tidak bisa membentuk angka apapun.

__ADS_1


'Sebaiknya aku harus memeriksanya didalam alam bawah sadarku, akan berbahaya jika aku memeriksanya langsung disini.' Pikir Adrine.


Seketika Adrine melakukan hal yang sama ketika ia masuk kedalam alam bawah sadarnya seperti tadi. Dan ketika masuk, semuanya masih dalam posisi semula dan Adrine muncul pada tempat yang sama ketika ia masuk tadi.


Energi kuning yang ada di telapak tangan Adrine, seperti air yang sedang diaduk secara perlahan. Tapi tak tahu akan membentuk apa nantinya.


Adrine terus mengamati dan membandingkan antara kedua telapak tangannya dengan sebuah benda tak berbentuk didepannya. Ia masih terus berpikir keras memikirkan semua itu.


"Jika Jiwa Bela Diriku itu ada 2, maka kenapa hanya ada 1 fragmen? Bukannya seharusnya ada 2 juga?"


Hingga, tak lama kemudian, otak Adrine telah panas karena memikirkan semua itu. Ia menyerah dan mengalihkan pikirannya dari semua hal yang membingungkannya tadi.


"Sudahlah!! Untuk apa terus berpikir? Lebih baik aku berkultivasi saja daripada membuang-buang waktu dengan memikirkan semua hal yang tak kumengerti."


Adrine sendiri telah menyerah pada semua hal yang membingungkan itu, ia tak mengerti satu pun dan seperti seakan ingin tahu pula, tapi harus bertanya pada orang yang tepat pula.


Dan lagi, pada dasarnya Adrine bukan dari dimensi yang dipenuhi dengan kultivasi dan sihir. Jadi ia tak mengerti tentang apapun yang ada pada dunia barunya ini, apalagi dirinya selalu mendapatkan keajaiban yang tak terduga, seperti menemukan Altar Sembilan Warna Api Spiritual dan mendapatkan angka 00 pada Menara Aliran Bayangan Bertingkat. Ditambah lagi dengan mata jiwanya yang ada 3.


Karena sudah lelah memikirkan itu semua, Adrine telah memilih untuk berkultivasi saja dan meningkatkan kultivasinya serta kekuatannya. Seketika, ia pun memfokuskan kesadarannya dan ingin kembali pada tubuhnya.


Adrine pun telah kembali pada tubuhnya dan berkultivasi seperti biasa.


Namun, belum saja sedetik Adrine berkultivasi, dirinya telah terbangun dan terpikirkan oleh sesuatu hal.


"Bagaimana kalau aku menanyakannya pada Etern? Bukankah dia akan datang 2 hari lagi?"


Adrine langsung mengangguk mantap setelah memikirkannya. Ia pun lanjut berkultivasi dan fokus kembali pada latihannya. Dan ternyata, ia bisa masuk kedalam alam bawah sadarnya dan melatih kemampuannya didalam sana tanpa harus mengganggu kultivasinya.


"Haha, memang tahap Keberlanjutan itu penuh dengan kejutan."

__ADS_1


Seketika Adrine langsung melatih teknik Green Light Prison of Psionic agar bisa ia gunakan semaksimal mungkin nantinya. Begitu juga dengan Tapak Suci Api Hijau Alam, dirinya sangat suka dengan teknik ofensif itu dan ingin menjadikannya teknik favorit.


Bersambung!!


__ADS_2