
Adrine dan senior besar Lhila memasuki sebuah ruangan yang begitu luas layaknya kebun bunga. Ada juga kincir angin raksasa di sana.
Mereka berdua menuju ke sebuah bangunan kecil yang ada di dekat kincir angin.
KREEEK!!
Pintu masuknya terbuka dengan sendirinya, namun di belakangnya terdapat master Heyto yang sepertinya memang sudah menunggu Adrine dan senior besar Lhila.
"Aku kira masih perlu 2 sampai 3 jam lagi, haha ... "
Master Heyto mengerti akan misi yang diterima oleh Adrine dan para murid lainnnya sebagai rekan satu timnya.
"Ini juga berkat para murid lain, bantuan mereka sangatlah membantu."
Sulit diakui jika Adrine lah yang membereskan semuanya yang ada di dalam Distorsi Portal.
"Tapi lebih dari 90 persen progres di dalam misi diselesaikan olehmu, Yota sendiri yang memberikan laporannya kepadaku."
"Ah, itu ... "
Adrine tak bisa berkata apa-apa lagi dan ia sendiri juga sebenarnya paham.
"Sudahlah, aku mengundangmu bukan untuk membicarakan misimu tadi, aku memanggilmu karena ingin membicarakan tentang hari perebutan calon kandidat akan dimajukan pada bulan depan, kau harus benar-benar bersiap sekarang ini."
Adrine sama sekali tidak terkejut akan hal tersebut, lagipula ketertarikannya terhadap hadiah sudah mulai menurun semenjak ia mendapatkan mata tengahnya itu dan berhasil membuka kunci pertama darah penerus.
"Oh iya, kau sekarang dalam pengawasanku, tinggallah di sini untuk sementara sampai kau sampai aku mengizinkanmu kembali."
"Eh? Kenapa?"
Perintah itu sangatlah mendadak dan cukp membuat Adrine dan senior besar Lhila bertanya-tanya.
"Aku adalah master khusus yang mengawasimu semenjak kedatanganmu di sini, data yang kau miliki itu diurus olehku sendiri tanpa sepengetahuan orang lain, bahkan atasan pun juga tak memiliki data tentang dirimu kecuali data yang tersimpan di dalam server sentral di ruang server, jarang sekali ada master yang memeriksa data para muridnya di sana."
"Lantas apa tujuan master menyuruhku tinggal di sini?"
Tiba-tiba master Heyto tersenyum.
"Jangan pura-pura bodoh, aku tahu sekarang kau sudah hampir menembus ke tahap Keberlanjutan level-5, seharusnya kau tahu apa alasanku."
Senior besar Lhila sangat terkejut, matanya terbelalak lebar dan memandangi Adrine dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan.
"Ha ... Hanya dalam beberapa bulan ... Dia ... Dia ... Tahap Keberlanjutan level-5?"
Senior besar Lhila sampai tergagap untuk berbicara, ia tak tahu dan tak percaya dengan kecepatan kultivasi yang dimiliki oleh Adrine.
"Maaf senior Lhila, aku memang bermaksud menyembunyikannya, alasanku sama dengan master Heyto."
Kemudian senior besar Lhila menunduk ke bawah dan tak tahu lagi apa yang harus dikatakan.
__ADS_1
"Senior, apa kau baik-baik saja?"
"Ah ... Iya ... Tenang saja, aku hanya terkejut saja."
'Jenius apa ini? Belum ada catatan sejarah kultivator dengan kultivasi secepat ini.' Pikir senior Lhila.
"Baiklah, silahkan kalian masuk dulu."
Mereka pun masuk dan master Heyto mempersiapkan beberapa cemilan di meja. Senior besar Lhila mengambil beberapa cemilan.
"Aku di sini ingin membicarakan sesuatu, karena aku telah mengundurkanmu dari kompetisi."
"APA?!"
Sungguh mengejutkan, tiba-tiba saja Adrine diundurkan oleh master Heyto tanpa persetujuan dari Adrine sendiri, walaupun dulu ia dimasukkan oleh master Heyto juga tanpa sepengetahuan Adrine.
"Master, hadiah kompetisinya sangat berarti bagi kultivasiku."
'Bocah ini ... Kultivasinya saja kecepatannya tidak masuk akal, dia masih butuh bahan spiritual untuk meningkatkan kecepatannya? Ah, dia ini ... ' Pikir senior besar Lhila.
Master Heyto hanya tersenyum biasa, ia seperti sudah menyiapkan segalanya untuk Adrine.
"Aku memberitahumu tentang ini bukan karena kau harus lebih cepat berlatih dan menjadi lebih kuat dalam waktu yang lebih singkat, tapi justru aku ingin kau berlatih secara tersembunyi."
Senior besar Lhila sudah mulai mengerti alasan mengapa Adrine diundang untuk menemui master Heyto.
'Kalau kemampuan Adrine yang seperti itu bisa bocor sampai ke telinga atasan dan para master dari perguruan lain, mereka bukan hanya mengincar dan memperebutkannya, bahkan bisa-bisa sampai diburu agar tidak menjadi bencana bagi mereka di masa depan.' Pikir senior besar Lhila.
Tiba-tiba cahaya memancar di meja dan muncul berbagai barang di atasnya setelah cahaya barusan.
"Semua ini adalah hadiah yang bisa dimenangkan, iya kan? Ambillah."
Adrine melihat semua barangnya, semua itu bahkan lebih banyak dari apa yang disebutkan dalam turnamennya. Adrine tak bisa menyangkal lagi dan memilih untuk mengikuti perkataan master Heyto.
Secara tiba-tiba juga Shin kecil muncul di samping Adrine, namun Adrine sama sekali tidak terkejut.
"Bongkahan Inti Beku, 3 pil Penyerap Energi tingkat 7, dan pedang Angin Tajam, artifak tingkat Semesta peringkat 4, semua itu berguna bagi pelatihanmu."
Mendengar perkataan Shin kecil, kemudian Adrine mengambil sebuah pedang Angin Tajam.
"Memang tidak bisa dibantah dengan artifak tingkat Suci yang kau dapatkan di dalam Distorsi Portal, tapi mungkin itu bisa membantu keuanganmu di kedepannya."
'Apa? Senior Yota memberitahu master Heyto tentang apa yang terjadi? Hah ... Sudahlah, toh sudah terjadi.' Pikir Adrine.
Adrine cukup terkejut melihat master Heyto yang sudah tahu akan dirinya mendapatkan ketujuh pedang Semesta Laut Dalam, walaupun Adrine belum memberitahukannya secara pribadi dan malah dikasih tahu oleh senior Yota terlebih dahulu.
"Adrine, aku sudah menyiapkan ruangan untukmu berlatih di kamar itu, kau bisa langsung ke sana dan ambil semua barang ini. Oh ya, Lhila, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu."
Setelah itu, Adrine segera masuk ke dalam kamar yang telah dipersiapkan oleh master Heyto dan ia melihat adanya Teratai Pelangi Surga yang melayang di sana. Teratai tersebut sangat besar dan terbentuk oleh cahaya pelangi, serta teratai tersebut juga benda sekaligus tempat kultivasi yang sangat mahal dan langka serta sangat efektif dalam peningkatan kualitas kultivasi dan pengasahan potensi. Adrine sangat tahu tentang Teratai Pelangi Surga itu dan dia segera mendekatinya untuk melihatnya dengan jelas.
__ADS_1
"Jadi ini benar-benar Teratai Pelangi Surga?"
Adrine pun menyentuhnya. Secara mengejutkan, Teratai Pelangi Surga tersebut bereaksi dan memancarkan energi yang sangat besar, energi menyebar ke seluruh ruangan dan Adrine bisa merasakannya dengan begitu jelas.
"Benar-benar barang berharga dan sangat mahal."
Beralih ke master Heyto dan senior besar Lhila, mereka sepertinya tengah membicarakan hal yang sangat penting.
"Lhila, saat ini aku akan memberimu tugas secara pribadi, rahasiakan kultivasi Adrine, katakan kepada master yang lain termasuk Viko jika Adrine sedang bersamaku dan menjalani pelatihan pribadi tentang penggunaan sihir formasi mental."
Senior besar Lhila sangatlah bisa melakukan hal tersebut, ia memang sudah berniat untuk menyembunyikan kemampuan Adrine dari siapapun karena itu bisa menyebabkan banyak masalah dan berita kotor atau gosip yang tidak jelas.
"Ini mungkin terdengar mudah, tapi sulit untuk dilakukan dan untuk masalah kepada para atasan yang memberikan misi, itu urusanku, kau urus para murid dan beberapa master yang ikut sertakan dalam pengawasan dan pengajaran kepada Adrine."
"Baik master."
Senior Lhila mengangguk dan sedikit membungkukkan badannya.
"Tak perlu begitu formal. Kau bisa pergi sekarang, atau kau juga mau menetap juga terserah kau."
Senior Lhila menggeleng.
"Memangnya master Hanura tidak ada di sini?"
"Dia masih mengurus usaha kami di berbagai tempat, belakang ini dia masih sibuk dan belum sempat kembali, tahun depan mungkin dia ada waktu untuk kembali."
Senior Lhila tersenyum mengerikan dan wajahnya terlihat penuh dengan tatapan yang dipenuhi oleh aura yang mencurigakan.
"Apa master Heyto tidak kesepian di sini sendirian selama setahun?"
"Eerghh ... Sialan kau, pergi baik-baik atau aku tendang dari sini sampai benar-benar keluar dan jatuh ke bawah?"
Senior besar Lhila pun keluar dengan wajah yang terus-menerus meledek master Heyto.
"Haaah ... Bocah ... "
Kemudian master Heyto menutup kembali pintunya dan melihat keadaan Adrine yang berada di kamar yang telah ia persiapkan.
Di saat master Heyto membuka pintu kamarnya, ia melihat Adrine sudah terduduk melayang di atas Teratai Pelangi Surga yang dipersiapkannya. Teratai tersebut juga memberikan reaksi besar-besaran terhadap kultivasi Adrine yang melonjak begitu pesat.
Selain itu, Adrine juga menyerap Bongkahan Inti Beku yang melayang di depannya dan bongkahan tersebut juga memancarkan energi yang sangat dingin. Energi tersebut sebenarnya melatih energi pedang milik Adrine yang berfungsi dalam penajaman energi pedang, walaupun kurang mendukung dalam perkembangan kultivasi tubuh.
'Jenius ... Benar-benar jenius, langka sekali orang seperti Adrine ... Ah tidak, bukan langka, tapi mungkin sejarah pertama.' Pikir master Heyto.
Kemudian master Heyto pun keluar dan kembali menutup pintunya membiarkan Adrine berkultivasi dengan tenang.
Sementara itu, Adrine sedang mengkultvasi jiwanya yang ada di dalam alam bawah sadarnya. Hal ini dilakukan oleh Adrine karena agar ia bisa menyerap jiwa hewan spirit dengan lebih mudah karena kekuatan jiwanya yang menguat.
Pelatihan penguatan jiwa ini menggunakan energi api biru dari Phoenix Biru yang ada di dada Adrine, tubuhnya memanas namun mengurangi energi api biru Adrine secara perlahan. Energinya sangat panas, namun tubuh luarnya tidak merasakan panasnya apalagi sampai memancarkan energi yang sangat panas yang sama seperti dulu ketika di Menara Bayangan Bertingkat.
__ADS_1
Bersambung!!