
Adrine menunjuk sebuah tempat yang cukup luas yang disampingnya terdapat sebuah bangunan besar yang ada disampingnya. Luas dari lapangannya sekitar 1 hektar dan bangunan yang ada disampingnya besarnya juga hampir sekitar 1 hektar luasnya, namun bangunan tersebut hanya setinggi 15 meter. Dapat diperkirakan kalau bangunan yang ada didepan Adrine dan teman-temannya hanya memiliki 1 atau 2 lantai saja.
Tempat pertemuannya adalah lapangan luas yang ada disamping gedung. Sebelumnya area pertemuan telah diberitahukan oleh master Kai secara terperinci, dan tempat pertemuannya adalah area luas yang dimana adalah lapangan yang berada tepat disamping bangunan besar.
"Ayo kita kesana!"
Adrine pun mengajak ketiga temannya untuk kelapangan tersebut. Mereka pun berjalan kesana dan juga dilapangan tersebut sudah terdapat banyak murid sesama perguruan selatan maupun utara.
Disana para murid telah berbaris dari arah yang berlawanan, murid selatan menghadap keutara dan murid utara menghadap keselatan.
SET!!
Adrine merasakan aura kekuatan yang cukup besar ditempat tersebut, kekuatannya lebih besar dibandingkan dengan Yama. Ia sudah tahu kalau kekuatan tersebut bukan dari perguruan selatan, belum pernah ada yang kekuatannya lebih besar daripada Yama dan satu gengnya kecuali Adrine.
'Kekuatan murid dari perguruan utara sepertinya tidak bisa diremehkan, apalagi jumlah dari pemilik kekuatan yang kurasakan ini lebih dari 5.' Pikir Adrine.
Apa yang dirasakan oleh Adrine itu memang benar adanya, aura tersebut juga dirasakan oleh Etern. Walaupun samar-samar, namun Etern tetap tahu kalau kekuatan tersebut lebih besar daripada Yama.
'Kekuatan ini memang sengaja disebarluaskan yang bertujuan untuk mengintimidasi kami yang ada dari perguruan selatan.' Pikir Etern.
Indera perasa milik Adrine jauh lebih kuat dibandingkan dengan Etern, hal itu sangat wajar jika Etern hanya bisa merasakan aura kekuatan yang samar-samar dibandingkan Adrine yang bisa merasakannya dengan sangat jelas. Namun Etern cukup bisa menebak yang sedetail dengan Adrine.
Setelah mereka berkumpul, master Kai berada ditengah yang akan memberitahukan tentang ujian kelulusannya nanti.
Beberapa menit kemudian, master Kai pun selesai menjelaskan peraturan dan dimana letak ujiannya berlangsung, yakni pada gedung yang ada disamping kanan area pertemuannya dari sudut pandang arah perguruan selatan. Dan juga sama seperti pada ujian sebelumnya, ujiannya akan dilakukan melalui kabin simulasi.
Master Kai juga menjelaskan bahwa pada ujian pelantikan pada murid luar dulu, jika adanya saling membunuh dalam arena hidup dan mati hanyalah proyeksi, yang dimana ketika mereka masuk tubuh mereka akan dipindahkan dengan sangat cepat ketempat yang dimana tepat dibawah arena, lalu jiwa mereka akan memasuki sebuah proyeksi hologram yang akan memproyeksikan tubuh mereka secara nyata beserta dengan teknik-teknik yang digunakannya. Hal tersebut akan terjadi disaat pertandingan dimulai, jadi tak akan ada yang namanya pembunuhan didalam perguruan, kecuali jika terjadinya perselisihan dan melakukan pembunuhan diluar perguruan.
Darah pun juga diproyeksikan secara nyata dan juga jika ada salah satu yang kalah atau mati, maka tubuh mereka akan secara langsung dipindahkan keluar dari perguruan dan secara otomatis telah dikeluarkan oleh perguruan. Dan mereka semua sekarang ini mungkin juga ada yang berkelana maupun memasuki perguruan lain yang jauh, seperti Perguruan Matahari Langit.
Terdapat beberapa perguruan lain yang ada pada benua ini, ada juga beberapa perguruan tinggi yang dimana nanti harus Adrine masuki agar ia bisa memiliki tempat untuk pulang pada saat nanti waktunya terpanggil oleh Monarch Orion. Perguruan tinggi mirip seperti sekte, namun tidak bisa dianggap sebuah sekte jika tidak memiliki sejarah yang tercatat dan juga leluhur yang diakui. Adapun beberapa sekte yang diakui karena adanya sebuah artifak tertentu yang kekuatannya melegenda ataupun teknik yang juga tak kalah kuatnya. Kedua hal tersebut biasanya juga banyak dijumpai disetiap benua. Dan juga benua ini dinamakan dengan Benua Langit, nama langit yang ada pada kebanyakan perguruan juga mengambil nama dari nama benuanya.
Lalu mereka semua, termasuk Adrine dan teman-temannya pun berjalan menuju kearah bangunan luas itu. Dan ketika memasukinya, mereka melihat hanya terdapat 1 lantai saja namun jarak antara atap dengan lantainya sangatlah jauh.
"Tak kusangka bangunannya akan sebesar dan seluas ini."
__ADS_1
Adrine terkagum melihat bagian dalam bangunannya, Etern juga kagum akan bangunan tersebut namun tidak mengatakan hal yang sama seperti Adrine.
Didalam bangunan tersebut terdapat banyak sekali pilar kaca yang menopang atapnya dan dilengkapi oleh teknologi. Didalam pilar tersebut juga terdapat banyak tabung, setidaknya terdapat 10 tabung setiap pilarnya.
'Apa mungkin tabung-tabung ini adalah kabin simulasi yang dimaksud oleh master Kai tadi?' Pikir Adrine.
Adrine terpikirkan oleh kabin simulasi yang dimana bentuknya hampir mirip dengan tabung yang berada didalam pilar-pilar yang ada disekitarnya itu.
"[Silahkan untuk para murid memasuki kabin simulasi!]"
Muncul suara dari sebuah sistem, namun bukan dari sistem USC milik Shin kecil. Sistem tersebut berasal dari pengeras suara yang terpasang pada langit-langit bangunan tersebut. Adrine sudah cukup terbiasa oleh suara-suara dari sistem semacam itu.
Namun Adrine masih bingung apakah yang dimaksud dengan sistem dengan kabin simulasinya adalah pilar yang ada disekitarnya itu.
"Ayo Adrine, kita masuk!"
Etern dari belakang menepuk pundak Adrine dan mengajaknya masuk kedalam kabin simulasi, namun Adrine masih belum tahu mana yang namanya kabin simulasi. Etern tahu kalau Adrine sedang kebingungan
"Apa kau masih tak tahu? Kabin simulasinya adalah yang ada didepanmu ini, yang ada disekitar juga sama. Kabin simulasinya berbentuk tabung yang ada didalam pilar. Penempatannya dibuat berbeda agar bisa muat banyak murid dan 1 pilar terdapat kabin simulasi sebanyak 10 tabung."
Etern pun memberitahukan kabin simulasinya. Adrine sudah menduga hal tersebut, dan benar ketika ia memasukinya, pilarnya terdapat sebuah pintu yang juga terbuat dari kaca yang terbuka secara otomatis ketika seseorang mendekatinya dan ingin memasukinya.
Adrine sangatlah terkagum akan teknologi yang ada disekitarnya, namun hal itu tak berlangsung lama karena ia sudah mulai serius untuk segera memulai ujiannya.
Adrine pun masuk kedalam pilar dan secara otomatis tubuhnya naik keatas. Karena Adrine adalah yang pertama memasuki pilar yang satu ini, maka dirinya berada ditabung kabin simulasi paling atas. Ketika ia sudah sampai pada kabin simulasinya, secara otomatis tabungnya tertutup dan membungkus tubuh Adrine. Namun didalam tabungnya masih terdapat ruang untuknya bisa bergerak.
Teman-temannya pun menyusul mulai dari Etern, David, dan juga Arpha. Setelah itu, disusul pula orang lain yang juga menempati satu pilar dengan Adrine.
Adrine tidak terlalu kagum lagi akan teknologi yang mungkin mengejutkannya, karena kini ia sedang serius dan fokus akan ujiannya.
"Tak kusangka kalau Adrine tidak berkata-kata ketika melihat teknologi yang mengelilinginya itu. Jika dia diam, berarti sedang serius. Aku juga akan sepertimu Adrine."
Etern seperti bangga akan Adrine, walaupun ia tahu kalau sahabatnya ini memang sudah mulai berkembang dan dewasa sejak kekalahannya yang pertama kali dulu dengan Alvian.
Setelah terbungkus, kesadaran Adrine kini mulai terpindahkan pada dunia simulasi.
__ADS_1
Kini tubuh Adrine sama seperti dulu ketika ia masuk kedalam arena hidup dan mati, tubuhnya sekarang berupa proyeksi dari hologram yang dimana telah ditempatkan pada dunia yang nyata, bukan dunia simulasi. Walaupun sepertinya nyata, namun kerusakan yang akan ditimbulkannya nanti akan berupa maya dan tidak mempengaruhi dunia sekitar, jadi hampir mirip dengan dunia simulasi yang sebenarnya.
Adrine mendapatkan 3 point respawn untuk bisa hidup kembali jika nanti terserang dan mati. Namun kesempatan untuk hidup kembali hanya 3 kali, jika seseorang mati keempat kalinya, maka orang itu secara otomatis akan dikeluarkan dan memiliki 2 pilihan, yakni menonton orang lain yang sedang menjalani tesnya, namun tidak bisa mengajak bicara maupun membantu atau keluar dan hanya bisa menunggu.
Tempat kemunculan akan ditetapkan secara acak dan tidak akan tahu dimana mereka akan muncul nantinya. Namun untuk tepatnya mereka dimana, mereka berada didalam gunung berapi yang tadi telah dimaksud. Didalam sana terdapat banyak sekali kawah yang berisikan magma yang sangat panas, namun tak ada yang akan langsung muncul diatas kawah dan mati secara langsung.
Tempat kemunculan telah diatur sebaik mungkin, namun untuk tepatnya mereka akan membuat tempat kemunculannya secara acak dan para murid akan aman. Namun mereka juga bisa terjatuh kedalam kawah dan mati, tergantung dari ketahanan masing-masing terhadap panas dari magma.
Para murid bisa merasakan kesakitan dan juga kepanasan, hal itu memang benar-benar nyata. Namun ketika mereka terbangun, kesakitan yang mereka rasakan tadi seolah-olah tidak pernah terjadi. Tubuh mereka serasa masih tetap utuh dan tidak ada yang membuat mereka kesakitan. Kekuatannya juga tidak ada yang dikurangi maupun ditambah, jadi tak ada yang namanya kecurangan.
Mata jiwa dan juga artifak jiwa juga bisa dimunculkan karena pada dasarnya semua itu pada dasarnya adalah kekuatan jiwa karena proyeksi itu juga digerakkan oleh jiwa dari masing-masing murid. Jadi semua itu sangatlah wajar karena ketika jiwa mereka dipindahkan, maka kekuatan mereka juga dipindahkan pula.
Adrine pun muncul dan tubuhnya seperti sedang disusun oleh partikel cahaya biru, namun hanya berlangsung selama 1 detik saja. Setelah itu, muncul namanya didepan yang juga tersusun atas cahaya biru yang sama. Lalu namanya itu menyatu dengan tubuhnya dengan sendirinya.
Ketika Adrine sedang melihat-lihat tubuhnya, ia mendapati adanya seseorang yang didekatnya yang juga baru muncul. Ketika Adrine mendekatinya, terdapat sebuah tulisan yang juga tersusun dengan partikel yang sama dan bertuliskan profil. Ketika Adrine menekan tulisan tersebut, ia bisa melihat siapa profil dari orang yang ada didekatnya itu.
Adrine tak memperdulikan siapa namanya dan langsung berusaha untuk menyerangnya. Hal yang dibutuhkan adalah point untuk bisa mendapatkan kualifikasi untuk lulus, jika tidak maka seseorang akan dikeluarkan dan memiliki data tidak lulus didalam data profilnya. Jika seseorang tidak terlalu mementingkan kekuatan dan memilih untuk bekerja dalam konteks yang lebih halus, maka data ini tidak boleh pernah untuk dimilikinya seumur hidup, karena bisa membuatnya untuk susah untuk mencari pekerjaan.
Kualifikasi untuk bisa lulus adalah harus memiliki point sebanyak 25 point. Membunuh orang lain akan mendapatkan 1 point saja dan juga disana tidak terdapat hewan spirit. Dan ketika seseorang mati, maka ia akan kehilangan sebanyak 3 point dan harus mendapatkannya lagi. Maka dari itu masing-masing murid telah diberikan 5 buah point agar point miliki mereka tidak bernilai minus. Ketika seseorang bertarung dan yang satunya mati karena jatuh kedalam kawah, maka orang yang satunya lagi akan mendapatkan point karena telah memberikan kerusakan. Hal itu berbeda jika 2 orang bertarung dan salah satunya kabur, setelah cukup lama orang yang kabur itu juga telah memulihkan dirinya lalu tak sengaja mati karena jatuh kedalam kawah, maka orang yang tadi tidak akan mendapatkan point. Hal itu karena terdapat sebuah peraturan yang dimana harus mengeliminasi musuh secepat mungkin, dan jika musuh kabur maka point akan menghilang dalam waktu 3 menit jika tidak segera memberikan kerusakan lagi.
Dengan sangat mudah Adrine menyingkirkan orang tersebut. Lalu ia melanjutkan perjalanannya untuk mencari orang lain agar bisa mendapatkan point lagi. Kini point milik Adrine sudah bertambah 1, dan jumlahnya sekarang adalah 6.
Adrine juga mencari teman-temannya agar bisa bekerja lebih mudah lagi. Dan ketika ia sudah mencari cukup lama dan menyusuri sebuah goa, ia mendengar sebuah pertarungan. Pertarungannya cukup dekat karena Adrine bisa mendengarnya dengan sangat jelas sekali. Dan ketika Adrine mendekati suaranya, ia mendapati adanya kawah yang sangat dalam, namun magma yang terdapat disana juga tidak terlalu tinggi. Dan Adrine mendapati 2 orang yang sedang bertarung dibawah kawah tersebut.
"Aku bisa mengeliminasi mereka berdua sekaligus secara langsung. Mereka hanya sampai pada tahap Kematian level-2 saja."
Dengan cepat Adrine turun kebawah dan kedua orang yang sedang bertarung itu menyadari kehadiran Adrine. Karena tak ingin lawannya point dari masing-masing akan direbut, maka mereka berdua memutuskan untuk mundur dan tidak melanjutkan pertarungannya. Mereka bertiga cukup waspada dan memperhatikan satu sama lain.
'Tak kusangka mereka juga cukup pintar, tapi aku hanya berakting sedang waspada. Mudah saja untuk mengeliminasi mereka berdua.' Pikir Adrine.
Seketika itu Adrine langsung mengaktifkan Dead Silent tanpa mengucapkan tekniknya. Dan ketika orang yang satunya sedang memperhatikan orang yang lain, maka Adrine akan mengambil kesempatan tersebut untuk mengeliminasi salah satu diantara mereka berdua dan juga dengan cepat mengeliminasi yang satunya lagi.
Kesempatan itu pun datang dengan sangat cepat dan tidak disia-siakan oleh Adrine. Dengan sangat cepat Adrine langsung mengaktifkan mata jiwanya dan mengeluarkan pedangnya, lalu membunuh 2 orang yang ada didepannya secara bergantian.
Adrine pun mendapatkan point lagi dan kini ia telah memiliki point sebanyak 9 buah point. Lalu ia memutuskan untuk naik keatas dan mencari lawan lagi dan mendapatkan point lagi. Adrine juga tak melupakan teman-temannya, ia juga berjalan mencari lawan beserta mencari kawannya.
__ADS_1
Dan tak disangka Adrine mendapati adanya sebuah pertarungan lagi didekatnya. Ketika Adrine mendekatinya, ia langsung tahu siapa yang sedang bertarung, yakni Arpha yang sedang bertarung melawan orang yang tak dikenalnya. Mungkin dari perguruan utara.
Bersambung!!