
"Ugh... Akhirnya aku berhasil mengalahkan naga sialan ini. Hufth... Hufth..."
Adrine mengalahkan Naga Kristal Api Bersayap 6 fase penyempurnaan dengan waktu lebih dari seminggu. Adrine sempat menggiringnya jauh dari tempatnya.
Kecerdasan dari Naga Kristal Api Bersayap 6 ini sudah tidak diragukan lagi. Naga tersebut tahu kalau Adrine dapat memulihkan energinya dan kekuatannya hanya dengan mengkultivasi dirinya sendiri dengan energi panas dan api. Apalagi naga tersebut telah mencapai fase penyempurnaan.
Tetapi tetap saja, faktanya kalau Adrine berhasil mengalahkan Naga Kristal Api Bersayap 6 dalam waktu 1 minggu lebih.
Adrine merasa kelelahan karena kehabisan tenaga untuk bergerak lagi. Bahkan untuk berdiri saja kakinya sudah bergetar.
"Hufth... Hufth... Kutinggal berbaring sebentar saja.... Hufth... Hufth..."
Adrine terengah-engah. Sungguh keadaan yang sangat mengenaskan apabila dapat digambarkan. Ia membaringkan tubuhnya yang lemas. Bahkan Adrine hampir tak bisa membuka mulutnya untuk berbicara.
Adrine perlahan mulai tertidur karena kelelahan. Matanya sudah mulai terpejam dan berat untuk dibuka lagi. Kesadaran Adrine mulai menghilang bahkan berada didalam alam bawah sadar yang dimana seperti alam mimpi.
"Hah? Hah?"
Adrine membuka matanya kembali dan melihat sekelilingnya. Ia teringat kalau dirinya tertidur karena kelelahan. Adrine mengetahui kalau dirinya telah tertidur selama 2 hari. Ia tahu kalau tidur pulasnya itu telah cukup menyita waktunya untuk berkultivasi. Padahal Adrine hanya merasa kalau ia hanya memejamkan matanya tak lebih dari satu detik.
"Apa aku tidur terlalu pulas tadi? Sekarang bukan waktunya untuk bermalas-malasan disini. Sekarang adalah waktunya untuk menjadi kuat."
PLAK!!
Tiba-tiba ada kitab yang terjatuh dari atas kepala Adrine. Kitab tersebut adalah kitab yang berisikan teknik berikutnya yang akan Adrine kultivasikan.
"Manifestasi Iblis?"
BLUP!! BLUP!! BLUP!!
Tiba-tiba saja magma seperti bergejolak dan seperti sangat aktif. Magma yang ada disekitar seperti akan meledak dan warnanya berubah menjadi merah darah. Warna darah yang sangat gelap nuansa iblis yang sangat mengerikan.
Semua kejadian tersebut, terpicu oleh kitab yang bertuliskan Manifestasi Iblis. Aura yang dipancarkan oleh kitab tersebut juga yang membuat nuansa-nuansa yang sangat mengerikan.
"Kok perasaanku kayak sedang berada didalam kabut darah ya?"
Kepala Adrine sedikit terasa pusing, tetapi ia masih terus berdiri tegak dan berjuang untuk tidak terjatuh.
"Ada apa ini?"
Tubuh Adrine mulai tidak seimbang dan cara berjalannya mulai sempoyongan. Adrine hampir tidak bisa mengontrol tubuhnya sendiri agar tidak terjatuh.
Lalu kitab tersebut terbuka dan bercahaya merah gelap. Semua energi yang membuat kekacauan sebelumnya, telah terhisap oleh kitab tersebut.
__ADS_1
Kitab merah itu terjatuh tepat dihadapan Adrine. Lalu Adrine mengambil kitab itu. Tak diketahui kenapa, tetapi tiba-tiba muncul aura hitam disekeliling Adrine dan kitab tersebut disaat Adrine memegangnya.
"Apa ini?"
Adrine kebingungan dengan aura hitam tersebut. Ia melihat kanan dan kirinya karena waspada dengan aura hitam tersebut apabila dapat menyerang Adrine.
Adrine agak sedikit takut dengan aura hitam tersebut. Dan ada sesuatu yang terjadi lagi pada Adrine. Tiba-tiba Adrine merasakan adanya sesuatu hal yang sedang terjadi didalam tubuhnya.
"Arghh... Kenapa ini? Kenapa panas sekali? Ini... Ini seperti darahku sedang... Mendidih."
Aura hitam misterius yang mengelilingi tubuh Adrine menyebabkan darahnya mendidih dan energinya cukup tertekan. Hal tersebut membuatnya tidak dapat bergerak dengan normal. Gerakannya seperti kaku.
Tubuh Adrine jatuh tertunduk karena tidak dapat menahan rasa sakit dari panas darahnya yang mendidih. Walaupun keadaannya sudah seperti itu, Adrine masih tidak melepaskan genggamannya pada kitab yang bertuliskan Manifestasi Iblis.
"Apa-apaan ini... Kenapa semakin lama semakin... Panas..."
Adrine sedikit hampir tak bisa menahan lagi dengan rasa sakit akan panas yang sedang ia rasakan. Darahnya seperti sudah menguap beberapa kali. Kulitnya terlihat seperti meleleh dan mengeluarkan asap karena panasnya.
SET!!
"Eh?"
Tak sengaja Adrine melihat sesuatu pada kitab tersebut. Ia melihat disaat kitabnya terbuka, lembaran-lembaran kitab tersebut sudah tertuliskan semuanya.
Dengan menahan rasa sakitnya, Adrine juga dibingungkan dengan kitab teknik Manifestasi Iblis yang sudah dipenuhi oleh tulisan-tulisan.
"Apa ini... Ujian?"
Adrine sedikit mengira kalau darahnya yang mendidih, kulitnya yang terbakar dan meleleh, dan tubuhnya yang menguap, adalah sebuah ujian untuk mendapatkan kitab teknik Manifestasi Iblis.
"Ya, benar... Errghh... Ini adalah... Ujian..."
Adrine masih terus menahan panas dari tubuhnya yang menguap dan darahnya yang mendidih.
"Mungkin teknik ini... Ada hubungannya dengan... Darah... Ya, darah... Errghh... Iblis... Benar, iblis... Errghh."
Adrine masih terus berpikir tentang kaitan dan ujian yang sedang menimpanya, walaupun ia juga sedang menahan rasa sakit yang luar biasa. Dan semua pemikiran Adrine adalah benar. Teknik Manifestasi Iblis memiliki hubungan dengan yang namanya darah. Karena iblis pada dasarnya menyukai darah manusia untuk memuaskan dahaganya dan nafsu untuk menguatkan energinya.
'Apa teknik ini baik bagiku? Ini adalah teknik iblis, dan aku bukan iblis.' Pikir Adrine.
Adrine juga sempat berpikir untuk membatalkan kultivasinya terhadap teknik ini. Akan tetapi, ada suara yang terbesit dalam pikiran Adrine untuk terus melanjutkannya. Adrine sendiri juga sedikit penasaran dengan teknik yang sedang mengujinya dengan rasa sakit ini. Jika teknik ini baik untuknya, maka akan ia simpan. Sebaliknya, jika teknik ini tidak baik untuknya, maka Adrine tak akan pernah menggunakannya. Itulah yang dipikirkan oleh Adrine.
"Ssshhh... Neraka mengiringi Surga... Ssshhh... Iblis bersama deru angin..."
__ADS_1
"Eh?"
Tiba-tiba ada suara seperti bisikan tentang puisi neraka. Suaranya pun juga mengerikan, bukan seperti suara manusia pada umumnya. Dan suaranya juga entah datang darimana, tiba-tiba muncul begitu saja ditelinga Adrine.
"Suara apa ini?"
Sudah jelas Adrine bingung dengan suara-suara aneh yang tiba-tiba saja muncul ditelinganya. Adrine sedikit takut, karena ia berpikir bahwa suara itu adalah suara iblis yang membisikinya tepat ditelinga Adrine.
"Ssshhh... Api membentuk iblis... Iblis menghancurkan nasib... Ssshhh... Dosa memenuhi semesta... Menyentuh takdir kesengsaraan... Ssshhh..."
Bisikan mengerikan itu masih terus menggetarkan gendang telinga Adrine. Sebenarnya, Adrine tak ingin menghiraukan bisikan-bisikan itu, tapi apa daya, Adrine masih dalam keadaan yang tak menyenangkan. Bisikan tersebut seakan-akan menambah kesakitan yang Adrine rasakan. Bisikan itu juga mengganggu dan semakin menekan aliran energi pada tubuh Adrine.
Tetapi, semakin lama bisikan tersebut semakin aneh dan menjadi-jadi. Tak hanya menekan dan mengacaukan aliran energi dan darah Adrine, kini sedikit demi sedikit tubuh Adrine seperti akan lenyap. Dimulai dari jari telunjuk Adrine yang sedikit demi sedikit berubah menjadi abu dan tersapu oleh angin panas.
"AAARGHH..."
Rasa sakitnya semakin tak tertahankan. Kalau hanya darah yang mendidih, Adrine masih bisa sedikit menahannya. Tetapi panas ini telah membakar kulit Adrine hingga mengubahnya menjadi abu dan perlahan melenyapkannya.
"AAAAARRRGHHHH!!!"
Adrine sendiri hampir tak bisa menahannya hingga cukup lama. Seolah-olah Adrine sudah tak kuasa lagi atas apa yang sedang menimpanya dan rasa sakitnya.
Bukan hanya semakin menjadi-jadi, aura hitamnya seperti berubah lebih rumit lagi. Bahkan sepertinya aura hitam tersebut seperti sedang berkuasa atas segalanya pada tubuh Adrine. Aura hitam pada kitab tersebut seperti sedang menghisap energi Adrine hingga kering, bukan perlahan, melainkan langsung banyak tidak tanggung-tanggung.
"Ssshhh... Iblis membentuk simbol... Ssshhh... Manusia membuka simbol... Membuka kesengsaraan dan gerbang dunia iblis.. Ssshhh..."
Bisikan-bisikan itu semakin tak terkendali dan menjadi aneh. Semakin lama perkataannya semakin tak dimengerti. Tetapi yang aneh dari bisikan tersebut adalah selalu menempel pada pikiran Adrine, seakan-akan Adrine tak bisa melupakan semua perkataan dari bisikan misterius tersebut.
"Ssshhh... Ular hitam... Iblis penjaga... Ssshhh... Kesengsaraan yang aneh... Pelukan kematian... Menunjuk ketiadaan... Bahasa keajaiban... Ssshhh... Menentang takdir gelap... Hina dan baka... Melampaui garis kunci kesadaran... Ssshhh..."
"AAARGHH... HUFTH..."
Adrine menghela nafas berat. Adrine juga memejamkan matanya. Ia sedang ingin menahan rasa sakitnya, bukan seperti sedang melawan dan memberontak rasa sakit sebelumnya. Adrine juga semakin lama menikmati bisikan misterius itu dengan tenang.
Semakin lama Adrine menikmati rasa sakitnya, Adrine juga merasakan energi yang berbeda masuk kedalam tubuhnya. Energinya halus dan lembut, tetapi tidak menenangkan dan juga tidak terlalu nyaman. Energi itu semakin terkumpul dan membuat tubuh Adrine menjadi berbeda. Kini tubuhnya menjadi agak transparan.
Bukan hanya didalam alam bawah sadarnya saja, namun tubuhnya yang berada diluar alam bawah sadar juga mulai berubah transparan dari tangannya yang mulai agak memerah transparan.
"Ada apa ini? Apa Adrine baik-baik saja disana?"
Shin kecil menjadi sangat cemas dengan keadaan Adrine yang tubuhnya menjadi merah transparan. Shin kecil juga agak takut akan apa yang terjadi nantinya. Shin kecil hanya bisa berdoa untuk Adrine supaya nantinya tidak terjadi apa-apa.
"Semoga Adrine baik-baik saja disana, bahkan saat keluar nanti!"
__ADS_1