
Di dalam dunia buatan dari laboratorium pusat perguruan Yin-Yang Fierry Zeronia, Adrine menemukan Kucing Berbulu Darah dengan tubuh yang dimodifikasi, kucing tersebut juga mengenakan headset hitam bercahaya merah di telinganya.
'Apa headset ini juga semacam modifikasi pada kucing ini?' Pikir Adrine.
Lalu Adrine mendekati Kucing Berbulu Darah itu.
'Harusnya Kucing Berbulu Darah tidak terlalu agresif dengan hal yang tidak mengancamnya, jika aku mendekat dan mengelus bulunya bisa untuk menjinakkannya.' Pikir Adrine.
Hal itu diketahui karena sebelumnya Adrine telah banyak membaca tentang hewan spirit di USC, ia cukup tahu menahu karena itu.
Adrine pun mendekati Kucing Berbulu Darah yang ada di depannya untuk mengelus bulunya, hanya saja Kucing Berbulu Darah adalah salah satu hewan spirit tingkat Langit peringkat 1 dan cukup berbahaya bagi Adrine jika kucing tersebut marah.
Di saat Adrine mengelus bulunya...
BRZZZT!!
"ARRGHH!!!"
Tangan kanan Adrine tersengat listrik bertegangan tinggi yang mengalir di setiap helai bulu kucing yang dielusnya, bulunya juga sangat tajam dan kaku pada saat disentuh oleh Adrine. Padahal jika dalam keadaan jinak dan tidak merasa terancam, Kucing Berbulu Darah tidak akan menegangkan bulunya hingga keras dan begitu tajam, namun Adrine langsung mendapati hal itu di saat akan mengelus si kucing.
Adrine pun langsung menarik tangannya.
KRATAK!!
"AARGHH!!"
Kucing tersebut menggigit jari Adrine hingga tulang jari telunjuk dan jari tengahnya patah.
'Ini... Ini bukan lagi hewan spirit tingkat Langit peringkat 1, tapi sudah di tingkat Langit peringkat 3.' Pikir Adrine.
ZRAAAST!!
Tiba-tiba ada gerakan yang begitu cepat dan tajam hingga membuat tubuh Kucing Berbulu Darah terbelah menjadi 2 dalam sekali waktu.
"Untung saja aku tepat waktu mengeluarkanmu, Bolt Demon, terlambat sedikit saja semua tulang jariku akan patah."
Kemudian Adrine pun menepuk pundak Bolt Demon.
Setelah itu, Adrine menunduk kembali dan melihat tubuh Kucing Berbulu Darah yang menjadi 2, ia mengamati struktur tubuh kucing tersebut. Dari pengamatannya, ia melihat adanya sebuah chip dan benda itu memiliki energi yang cukup besar.
Adrine pun mengaktifkan mata jiwa kirinya dan ia juga melihat adanya jiwa dari Kucing Berbulu Darah yang barusan terbunuh oleh tangan Bolt Demon.
'Mungkin ini yang di maksud oleh Shin kecil.' Pikir Adrine.
Kemudian Adrine memejamkan matanya dan ia juga menyerap energi yang ada di dalam chip yang dipegangnya.
__ADS_1
FIUUUUUSH!!
Kedua bagian tubuh Kucing Berbulu Darah tiba-tiba menguap dan menjadi energi yang besar dan terhisap oleh chip.
"Berarti chip ini menopang kemampuan kucing ini dan menjadikannya hewan spirit tingkat Langit peringkat 3 yang pada aslinya adalah hewan spirit tingkat Langit peringkat 1."
Adrine pun mulai mengerti dengan hewan spirit buatan yang dimulai dari Kucing Berbulu Darah.
Lalu Adrine mulai memasuki alam bawah sadarnya, ia akan melawan jiwa Kucing Berbulu Darah di dalam sana.
"Lho kok?"
Adrine tidak melihat adanya jiwa Kucing Berbulu Darah di dalam sana.
Tiba-tiba Adrine merasakan sesuatu pada tubuhnya dan ia langsung keluar dari alam bawah sadarnya.
Jiwa dari Kucing Berbulu Darah pun mulai membentuk tubuh bayangan layaknya pasukan Adrine yang lain, hanya saja tubuhnya sedikit lebih besar dari saat ia hidup sebelumnya.
"Apa tubuh kucing ini memang sebesar ini?"
Adrine bertanya kepada Bolt Demon yang ada di sampingnya.
"Sepertinya tubuhnya memiliki pembesaran di saat dihidupkan kembali, mungkin karena modifikasi yang ada di tubuhnya."
"Sepertinya aku tak perlu repot-repot melawannya lagi di dalam alam bawah sadar, dan lagi..."
Adrine pun melirik ke kanan dan kirinya.
"Sepertinya kita juga sudah diincar dan dikepung oleh beberapa hewan spirit di sekitar kita."
Benar saja, seketika setelah Adrine verkata seperti itu, ada banyak mata yang mengawasinya dari semak-semak dan di belakang beberapa pohon.
"Sepertinya aku akan membutuhkanmu Bolt Demon, bisakah kau mengurus mereka semua?"
Bolt Demon mengangguk.
"Baiklah, bunuh mereka semua! Tidak... Sisakan aku beberapa ekor, oke?"
"Baiklah tuan."
Bolt Demon pun mengangguk lagi dan ia langsung berbalik kanan untuk melawan yang ada di depannya terlebih dahulu.
"Haha, akan semakin seru sepertinya."
Adrine pun tersenyum lebar dan auranya begitu dingin dan mengerikan, ia juga menyebarkan aura pembunuh yang begitu kuat untuk mengintimidasi beberapa hewan spirit yang tak begitu kuat.
__ADS_1
"Aku juga tak perlu buang-buang tenaga untuk mencari hewan spirit yang lainnya."
ZRAAAST!!
Bolt Demon bergerak dengan begitu cepat, mata yang mengintai Adrine dari berbagai sudut telah terjatuh dengan aliran darah di sekitarnya. Mereka semua mati di tangan Bolt Demon dengan seketika.
Adrine sendiri telah mengaktifkan mata kanannya dan mengeluarkan Pedang Api Hitam Ashura, pedang tersebut sangat penuh dengan aura membunuh dan juga membuat seluruh area yang ada di sana menjadi begitu panas. Banyak hewan spirit yang mundur karena merasa terintimidasi dan terancam oleh Adrine.
"Mereka yang sudah melihatku, tak akan kubiarkan lari begitu saja."
ZRAAAST!!
Adrine bergerak dengan sangat cepat dan hewan spirit yang bergerak mundur pun telah meneteskan darah mereka keluar. Beberapa dari mereka masih terus mengamati Adrine, Bolt Demon juga masih terus mengurusi bagiannya dan tidak diizinkan oleh Adrine untuk mendekatinya dan hewan spirit yang diincarnya. Adrine ingin melatih kemampuan berpedangnya lagi agar kemampuannya semakin meningkat.
"Sebentar lagi aku akan menjalani pelatihan Ascended Sword, untuk saat ini aku harus melatih kemampuan berpedangku agar peforma ku nanti tidak menurun."
Kemudian Adrine pun mengangkat pedangnya dan kakinya telah bersiap untuk menyambar.
ZRAAAST!! ZRAAAST!! ZRAAAST!!
"Satu tebasan, 3 nyawa... Mungkin masih kurang, haha."
Sembilan nyawa telah terambil oleh pedang Adrine tanpa harus menggunakan teknik apapun, padahal mereka adalah hewan spirit tingkat Langit peringkat 2, masih belum setara dengan kultivator tahap Keberlanjutan level-2.
"Tersisa 5 nyawa lagi dan aku butuh 20 nyawa hewan spirit tingkat Langit untuk mencapai tahap Keberlanjutan level ke-3."
Sebentar lagi Adrine akan mencapai level ke-3 di tahap Keberlanjutan, ia mencoba untuk membunuh puluhan hewan spirit mati dengan tangannya sendiri. Karena itulah Bolt Demon tidak diizinkan untuk mendekatinya apalagi membantunya membunuh hewan spirit.
ZRAAAST!!
Sekali lagi Adrine menghunuskan pedangnya dengan langkah kaki secepat kilat dan 2 di antaranya telah mati, namun 3 yang lainnya terluka parah akibat serangan Adrine. Mereka yang tersisa adalah 2 Kera Bermata Emas dan Kelabang Berkulit Perak. Ketiganya berada di tingkat Langit peringkat 2 dan Adrine juga yakin mereka tak akan mampu untuk melawan lagi, namun ia mendapatkan masalah baru.
"Sial, tenagaku sudah habis dan boss mereka muncul, seharusnya aku menghemat tenagaku tadinya."
Burung-burung mulai berterbangan, menandakan adanya sesuatu yang mengerikan telah datang.
Sesuatu yang mengerikan itu telah keluar dan berada tepat di depan mata Adrine, wujudnya hampir sebesar setengah tubuh Adrine dan juga dengan terdapat 5 ekor di belakang tubuhnya. Tubuhnya diselimuti oleh bulu-bulu yang sangat tebal dengan warna jingga.
Hewan itu memancarkan aura yang begitu kuat dan Adrine juga merasakannya, namun ia tetap santai ketika di hadapannya.
"Ya... Memang akan menjadi gawat, Rubah Bermata Tiga, hewan spirit tingkat Jelmaan Iblis peringkat 1, seharusnya kau tak seagresif ini kan?"
Rubah Bermata Tiga, dengan bulu jingga di sekujur tubuhnya, Adrine kini berhadapan dengannya yang berada di tingkat Jelmaan Iblis peringkat 1.
Bersambung!!
__ADS_1