Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Sesampainya di perguruan Yin-Yang Fierry Zeronia


__ADS_3

Matahari mulai tenggelam di barat, cahayanya memerah. Adrine bersama dengan seniornya itu sudah sampai di wilayah megalopolis Zeronia, kini mereka tinggal menunggu sampai di perguruan Yin-Yang Fierry Zeronia.


Adrine terlihat sangat kagum dan terkesan dengan bangunan-bangunan yang tinggi dan berbentuk sangat unik. Ia tak mengira akan melihat kota semegah dan secanggih itu.


"Apa kita sudah sampai di kota Zeronia?"


Senior besar Lhila mengangguk perlahan menjawab pertanyaan Adrine.


"Aku tidak pernah menduga akan sampai sejauh ini."


Adrine sangat senang, namun ia juga sangat tenang di hadapan para senior. Ekspresinya tak terlalu mencolok dan terlihat sangat tenang.


"Kita baru masuk ke bagian paling luarnya, sebentar lagi kita akan masuk ke dalam metropolis Fierry dan segera ke perguruan Yin-Yang Fierry Zeronia."


Tiba-tiba Adrine terpikirkan sesuatu.


"Oh iya, megalopolis sebesar ini apa hanya terdapat satu perguruan saja?"


Senior Lhila menggeleng.


"Perguruan tinggi di megalopolis Zeronia ada 3 dan berada di masing-masing metropolis yang ada, yang pertama, metropolis Fierry, perguruan Yin-Yang Fierry Zeronia, yang kedua, metropolis Yena, perguruan Yin-Yang Yena Zeronia, dan yang terakhir, metropolis Phyro, perguruan Yin-Yang Phyro Zeronia."


"Lho? Berarti semua perguruan itu perguruan Yin-Yang?"


Senior besar Lhila mengangguk.


"Benar, kami juga memprioritaskan kemampuan Yin dan Yang, salah satu unsur pembangun dan penghancur yang paling kuat di alam semesta."


Adrine juga paham akan hal itu, namun dirinya lebih identik pada kemampuan elementalis Yin, seperti bayangan yang dikuasainya.


"Elemental apa yang kau kuasai sekarang ini? Mungkin saja kami di perguruan ini bisa menyesuaikan kemampuan yang dibutuhkan."


Adrine tersenyum mendengarnya, senior besar Lhila sangat menunjukkan betapa dermawan dan kayanya perguruan Yin-Yang Fierry Zeronia.


"Aku menguasai beberapa elemental pada saat ini, api, es, petir, dan bayangan, sementara yang sering aku pergunakan adalah api dan bayangan."


Senior besar Lhila tampak seperti terkejut, ia menatap Adrine dengan serius lagi.


"Kau bisa menopang 2 elemental Yin dan Yang?"


"Apa maksudnya?"


Adrine tak paham dengan apa yang ditanyakan oleh senior Lhila.


"Api dan es dalam elemental yang berlawanan layaknya Yin-Yang, keduanya memiliki kemampuan penciptaan dan kehancuran yang sangat luar biasa, ketika digabung maka akan tercipta kemampuan yang luar biasa. Apa kau pernah berusaha menggabungkan kedua elemental itu?"


Adrine mengangguk.


"Ya, aku pernah melakukannya. Menjadikan beberapa teknik, seperti es yang sangat panas dan api yang super dingin."


Senior besar Lhila pun menunduk dan memikirkan sesuatu, ia terlihat sangat serius pada saat ini.


"Berarti ada kemungkinan kau mampu menguasai elemental cahaya dan tanah, contoh saja petir adalah Yin, maka tanah adalah Yang."


"Ya, aku paham tentang itu."


Senior besar Lhila tersenyum.


"Baguslah."


WUUUSH!!


Pesawat yang di naiki oleh Adrine telah mencapai bagian terdalam di megalopolis Zeronia.


"Kita sudah hampir masuk ke dalam wilayah kota Fierry, kau dilarang membawa apapun yang membahayakan keselamatan orang lain."

__ADS_1


Adrine mengerutkan keningnya, ia terlihat bingung.


"Seperti apa?"


"Teknik di atas tingkat Semesta, teknik setingkat Semesta boleh kau bawa, hewan spirit di atas tingkat Langit, artifak di atas tingkat Surgawi, jiwa iblis, apapun tingkatan iblisnya, kau tidak boleh bawa semua itu. Kau akan ditangkap jika membawa salah satunya ketika memasuki kota."


Mata Adrine terbelalak lebar, ia terkejut mendengar bahwa jiwa iblis tak boleh di bawa masuk, sementara ia membawa jiwa iblis di tingkat Bangsawan.


"A... Aku punya 1 jiwa iblis, bagaimana ini?"


"Tenang saja, kau bisa berikan padaku sekarang juga, akan kuberikan pada master dan turun sekarang, akan dikembalikan jika kau memang benar-benar membutuhkannya."


Adrine mengangguk paham.


"Oke."


Lalu Adrine memeriksa jiwa iblisnya di cincin penyimpanannya, namun ia tak menemukannya.


'Di... Dimana dia? Kenapa bisa tak ada?' Pikir Adrine.


Kemudian Adrine memeriksanya kembali. Namun ia masih saja tidak menemukan di mana jiwa iblis itu berada.


"Keluarkan saja, tidak apa-apa kok."


Adrine sama sekali tidak masalah jika harus memberikan jiwa iblis tersebut kepada senior besar Lhila, namun yang ia khawatirkan sekarang adalah jiwa iblisnya yang menghilang entah ke mana.


"Hei, keluarkan saja, aku tak suka main-main kalau seperti ini."


Keringat deras mengucur di kening Adrine, ia terus didesak agar cepat mengeluarkan jiwa iblisnya, pada sisi lain ia juga tak tahu di mana jiwa iblisnya itu.


"Dia... Hilang..."


Adrine tak berani menatap senior besar Lhila, ia menunduk karena takut dan tahu bahwa senior besar Lhila orang yang sangat kuat.


Lalu Adrine menyerahkan cincin penyimpanannya kepada senior besar Lhila.


'Bocah ini tanpa ragu memberikan cincinnya kepadaku, apa dia sedang tidak berbohong?' Pikir senior Lhila.


"Buka akses cincin penyimpanannya menggunakan energimu!"


Adrine pun membukanya dengan mengalirkan energi yang ada di tangannya ke dalam cincin penyimpanannya. Cincin penyimpanan Adrine cukup spesial karena memiliki kunci yang berfungsi untuk menjaga akses terhadap isi yang ada di dalamnya, hanya energinya yang bisa digunakan untuk membukanya. Jika dibuka secara paksa, maka cincin penyimpanannya akan hancur dan membuat seluruh isi yang ada di dalamnya menjadi berhamburan di mana-mana.


Senior besar Lhila pun memeriksa isi yang ada di dalam cincin penyimpanan Adrine, ia masuk ke dalam alam yang ada di dalam cincin penyimpanan Adrine. Ia terkejut melihat seluruh isi dari cincin penyimpanan Adrine.


Akan tetapi senior besar Lhila terus melanjutkan pencariannya.


"Tidak ada jiwa iblis di sini, apa dia itu bohong?"


Setelah itu, senior besar Lhila pun keluar dari alam cincin penyimpanan Adrine dan ia memberikan cincinnya kembali kepada Adrine.


"Kau harus jujur, apa kau memang benar-benar mempunyai jiwa iblis?"


Adrine mengangguk mantab sambil menatap senior besar Lhila lagi, walaupun sebenarnya agak takut untuk melihatnya.


"Tapi barusan aku telah memeriksanya, tetapi memang tidak ada. Anggap saja sudah hilang. Jika nanti kita memasuki wilayah perbatasan kota Fierry, maka akan ada cahaya peringatan dan kau akan ditangkap, kalau tidak ada berarti memang sudah hilang."


Adrine sudah tak tahu lagi harus berkata apa, ia cemas jika di awal dirinya masuk ke dalam perguruan Yin-Yang Fierry Zeronia, ia akan langsung ditangkap dan ditahan.


"Orang bodoh."


Tiba-tiba Shin kecil mengeluarkan suara.


"Apa kau tahu kalau kau itu punya kondisi spesial? Kau itu punya yang namanya kondisi Tremendous Absorption (Penyerapan Dahsyat), itu karena 3 matamu itu."


'Apa yang dikatakan si kecil ini?' Pikir Adrine.

__ADS_1


"Aku tak akan memberitahukan tentang ini kepadamu sekarang tentang apa itu Tremendous Absorption."


Adrine juga nampak tak peduli dengan Shin kecil.


"Oh iya, kau itu anak orang kaya atau bagaimana? Banyak sekali artifak setingkat puncak dan pil tingkat Duniawi di dalam cincin penyimpananmu."


Adrine tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tak gatal, ia tak bisa membocorkan tentang portal USC dan juga banyak harta berharga.


"Haha, itu..."


"Oh iya, aku juga sudah sempat membaca profilmu yang di mana kau pernah sempat terasingkan di sebuah gurun, apa kau menemukan banyak harta di sana?"


Adrine juga kembali teringat tentang pengasingannya itu.


"Haha, benar... Hanya saja tadi aku hampir terlupa tentang itu."


Kemudian senior besar Lhila pun mengangguk mengerti dan mereka menunggu untuk segera sampai di wilayah kota Fierry.


"Aku sudah pastikan kau tak membawa apapun yang membahayakan dan jiwa iblis yang kau maksud itu juga sepertinya tak ada, kita bisa memastikannya ketika kita masuk ke dalam kota Fierry."


"Baiklah."


Adrine terlihat sangat cemas, ia terus memikirkan jiwa iblis yang tak ada itu.


"Tenang saja, jiwa iblis yang berada di dalam Tremendous Absorption-mu itu tak akan terdeteksi oleh pemindai manapun, bahkan kultivasinya berada di tingkat Misteri sekalipun."


Walaupun Shin kecil telah berusaha menenangkan Adrine dengan kemampuan yang dikatakannya itu, namun Adrine tetap tak bisa tenang dan terus terpikirkan, walaupun rasa cemasnya itu sudah sedikit berkurang dan tercampur oleh rasa bingung karena Tremendous Absorption yang disebutkan oleh Shin kecil.


Setelah itu, pesawat pun memasuki wilayah kota Fierry, namun tak ada apapun yang terjadi ketika pesawat yang ditumpangi oleh Adrine dan para seniornya.


"Syukurlah kalau tidak terjadi apa-apa, kau selamat sekarang. Aku akan menganggap semua itu tadi hanya bercanda saja, lain kali tolong jangan membuatku khawatir."


Mendengar perkataan senior Lhila, Adrine sudah tidak cemas lagi seperti tadi.


Kemudian pesawat pun mulai melambat dan ketinggiannya juga menurun, ternyata Adrine dan para seniornya itu telah sampai di perguruan Yin-Yang Fierry Zeronia.


"Kita sudah sampai di perguruan, setelah ini kau harus menemui master Heyto."


Sekali lagi Adrine kembali teringat dengan master Heyto.


"Baiklah."


Mereka pun keluar dari pesawat dan ternyata mereka telah berada di dalam perguruan, berbeda ketika di perguruan Kilat Langit yang harus mendarat di luar perguruan.


"Oh iya, karena kau bisa menguasai kedua unsur Yin-Yang, kau dipersilahkan untuk memilih tempatmu sendiri, perguruan Yin atau perguruan Yang."


Adrine kini memikirkan tentang pilihannya nanti, ia memikirkannya sambil berjalan mengikuti senior besar Lhila dan 2 senior lainnya untuk menemui master Heyto yang di maksud oleh senior besar Lhila.


"Perguruan Yin identik dengan unsur bayangan, petir, es, dan angin, sedangkan perguruan Yang identik dengan unsur cahaya, tanah, api, dan kristal. Kau tinggal memilih yang mana, karena kau lebih identik dengan unsur bayangan, kau bisa memilih perguruan Yin untuk memperkuat kemampuanmu, atau kau juga bisa mempelajari hal baru di perguruan Yang."


Adrine semakin memikirkan pilihannya, ia sangat berpikir kritis karena pilihannya nanti akan menentukan keahlian dan kemampuannya di masa depan.


"Adrine akan berada di kedua perguruan, dia juga akan menerima 2 misi perbulannya."


Tiba-tiba ada yang bersuara dan dia juga menentukan pilihan Adrine, suaranya juga sangat familiar di telinga Adrine.


"Nah, perkenalkan, dia adalah..."


"Master Heyto."


Adrine pun menyela perkataan senior besar Lhila dan dia juga mengenal orang yang ada di depannya itu.


Master Heyto, orang yang dianggap Adrine sebagai orang tua ketika di perguruan Bayangan Langit.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2