Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
"BAGAIMANA MUNGKIN...?"


__ADS_3

Asap bertebaran dimana-mana. Para penonton hanya bisa bertanya tanya. 'Apa yang terjadi?' Tampak siluet dua manusia. Mereka semua melihat, bahwa Adrine terkena pukulan langsung.


"Haaah... " Semua penonton bahkan Arpha pun terkejut melihat Adrine yang hanya menahan serangan dari Arpha hanya dengan menggunakan dua jari.


"Ini... Ini... Tak mungkin!! Bahkan orang dengan pencapaian yang sama akan terpukul mundur. Dia... Dia... Dia bahkan hanya menahannya dengan dua jari saja." Kata para penonton dan Arpha.


"Kau... Bagaimana mungkin?" Arpha sangat kebingungan. Ia tak habis pikir.


"Kultivasi tak menentukan segalanya, bahkan fisik seseorang. Kita hanya perlu mengimbangi dengan pelatihan yang ketat. Nah, kalau sudah seperti yang kukatakan, maka kau akan dapat hasil yang sempurna." Kata Adrine.


"Tapi... itu...?"Arpha masih tak mengerti.

__ADS_1


"Kau ingat saat berlatih bersamaku melawan monster terakhir kalinya? Nah, seperti itulah latihanku. Lebih berat darimu, mungkin lebih berat dari siapapun." Kata Adrine menjelaskan.


"Aku mengerti!" Arpha mulai memahaminya.


"Bagaimana? Apakah tantangan milikmu itu masih berlaku?" Tanya Adrine.


"Yup, Aku menyerah dan Kau menang!" Kata Arpha yang menyerah.


"Pemenangnya ADRINE!!" Teriak wasit.


Adrine langsung mulai kultivasinya, begitu langsung ia kembali kerumahnya. Arpha yang saat ini, masih termenung. Bagaimana mungkin si-Adrine itu bisa mengalahkannya hanya dengan menahan pukulan dari Arpha dengan dua jari.

__ADS_1


"Jika ia kuat maka akupun harus bisa lebih kuat darinya. Adrine, aku akan mengalahkanmu nanti saat pelantikan berlangsung. Kita akan buktikan dalam 3 bulan nanti! Kita lihat saja, SIAPA YANG LEBIH KUAT!?" Kata Arpha untuk memotivasi dirinya sendiri.


"Arpha, jika kau kuat, mari kita buktikan nanti disaat hari pelantikan berlangsung. Kau pasti tidak akan terima hari ini. Pada saat waktunya tiba, kau akan lihat betapa kuatnya diriku nanti." Kata Adrine memotivasi dirinya sendiri sama seperti Arpha.


"Adrine, aku tak tahu kau sedang apa sekarang! Tapi, dalam 3 bulan nanti, aku akan menjemputmu. Aku akan lebih kuat daripada apa yang kau pikirkan. Aku akan datang menunjukan bahwa aku mampu walau kau telah berada di status yang lebih tinggi. Tunggu aku, Adrine!" Etern juga memotivasi dirinya sendiri agar ia berlatih lebih keras dan menjadi lebih kuat agar dapat masuk ke perguruan melalui jalur potensi.


"KITA AKAN LIHAT, SIAPAKAH YANG LEBIH KUAT NANTINYA!!! AKU ATAUKAH KAU!!!" Kata Adrine, Arpha, dan Etern secara bersamaan ditempat yang berbeda. Mereka bertiga benar benar sangat serius kali ini. Mereka bertiga ingin sekali menang. Yang Adrine, ingin menang. Arpha ingin mengalahkan Adrine dan juga menang. Dan yang Etern, ingin masuk ke Perguruan Bayangan Langit.


Adrine mengkonsumsi Pil Mutiara Petir Langit (*1). Disaat Adrine meminum pil ini, Petir langsung keluar dari tubuhnya dengan sangat banyak. Adrine merasakan efek samping dari pil ini, karena seseorang yang yang berpencapaian rendah akan merasakan efek sampingnya, yaitu merasakan efek Stun dalam 30 detik.


Pada pencapaian yang tepat, efek sampingnya menghilang. Dan pada pencapaian yang melampaui pencapaian yang telah ditetapkan, akan menjadikan efek sampingnya menjadi sebuah peningkatan yang signifikan.

__ADS_1


SETELAH 3 BULAN BERLALU


"Kini aku siap untuk MENANG!!!" Kata Adrine, Arpha, dan Etern secara bersamaan walaupun berada ditempat yang berbeda beda.


__ADS_2