
Adrine menyusuri Gurun Pasir Iblis. Shin kecil juga melihat-lihat gurun pasir tersebut dengan jarak sekitar 20 meter dari Adrine.
Lalu, sekitar setelah 2 jam lebih, Adrine dan Shin kecil merasa kalau suhu tempat yang sedang mereka dekati semakin tinggi. Adrine dan Shin kecil sudah menduga kalau akan ada sesuatu yang menarik.
"Hei Shin kecil, menurutmu, darimana panas yang luar biasa ini berasal."
"Kalau tidak salah, panas ini berasal dari depan sana. Mungkin ada sesuatu disana, apa kau akan kesana?"
Adrine mengangguk.
"Itu pasti."
Lalu Adrine dan Shin kecil melanjutkan perjalanan kearah tempat yang dikatakan oleh Shin kecil. Dan juga setiap kali mereka melangkah, suhunya pun juga semakin meningkat, walaupun tak terlalu melonjak.
"Ugh, kau mungkin benar. Semakin kita berjalan kearah yang kau katakan, semakin panas pula. Dan suhunya sudah hampir lebih panas daripada suhu yang ada di dimensi pelatihan kultivasi."
"Aku juga merasakannya."
Bukan hanya fisik hidup saja yang bisa merasakan panas yang luar biasa tersebut, bahkan Shin kecil yang sebagai roh keabadian juga bisa merasakan panas tersebut.
Adrine semakin jauh dalam melangkah. Tempatnya pun semakin menanjak seperti bukit yang tinggi. Itupun juga tak merubah sifat dari suhu yang ada. Bahkan setiap kali Adrine melangkah, suhunya sudah bukan meningkat seperti tadi, melainkan melonjak sangat tinggi. Perubahan tekanan pada tempatnya juga semakin kacau tak beraturan. Bahkan es yang digunakan oleh Red Diamond untuk mendinginkan udara selalu menguap.
"Tekanan ini... Benar-benar membuat kepalaku... Semakin pusing... Suhunya juga... sudah tak mampu untuk... Ditahan Red Diamond."
"Arghh... Tapi sepertinya... Sumber panas ini sudah... Dekat. Apa kau ingin... Menyerah begitu saja?"
__ADS_1
Adrine bahkan hampir tak mendengar suara Shin kecil karena tekanan pada tempat tersebut, membuat suara yang diterima oleh telinga Adrine menjadi terganggu. Tetapi, Adrine tetap masih mendengar suara dari Shin kecil.
"Tidak!! Walaupun panas, aku... Tetap harus bisa... Aku juga harus menjadi... Semakin kuat."
Adrine tetap teguh akan pendiriannya. Ia terus melangkah maju walaupun suhunya semakin melonjak tajam dan tak beraturan. Bahkan Adrine hampir pingsan karena panas dan tekanan yang dirasakan. Shin kecil hanya bisa menganggukkan kepalanya karena benar-benar mengagumi tekad Adrine.
Tanahnya juga semakin menanjak tajam seperti sedang mendaki gunung. Tekanan yang dirasakan juga semakin kacau dan tak beraturan. Suhunya bahkan lebih dari 5 kali lipat dari suhu yang berada di dimensi pelatihan.
Lalu, setelah Adrine mencapai puncaknya, ia merasakan kalau tanahnya menjadi rata dan tidak lagi menanjak seperti sebelumnya, walaupun tekanan dan suhunya tidak berubah.
"Tanahnya mulai rata... Apa mungkin ini adalah... Sumber panas dari semua itu tadi?"
"Yah... Mungkin sepertinya begitu..."
Adrine terus melangkah maju dan tidak peduli dengan panas yang sedang sedang dilawan oleh Adrine. Tetapi, ditempat tersebut lebih berbeda dibandingkan dengan tempat yang sebelumnya.
"Kau benar... Tapi jangan tertipu hanya dengan kondisi yang mulai stabil ini... Waspadalah... Mungkin ada sesuatu yang lain di gunung ini."
"Aku juga merasa seperti itu... Mungkin ada sesuatu yang berbeda disini."
Tetapi, suhunya juga tetap semakin meningkat setiap Adrine melangkah. Tetapi lonjakannya tidak seperti disaat Adrine berjalan menanjak, suhu dan tekanan yang tadinya kacau, kini melonjak dengan stabil.
"Aku merasa... Kalau aku sedang ada di gunung yang aktif."
"Ini juga tak seperti yang kupikirkan... Tetap saja, waspadalah!!"
__ADS_1
"Baik."
Adrine juga semakin melangkah maju tanpa ada rasa takut yang menghalangi. Tak terasa, Adrine telah melangkah hingga sangat jauh. Hingga pada suatu tempat yang suhunya mulai tidak stabil lagi...
"Arghh... Adrine, sepertinya kau benar... Kita benar-benar berada... di atas gunung yang aktif."
"Ya... Tapi apa sepanas ini kalau berada di atas gunung berapi yang aktif?"
"Tidak. Ini bukan gunung biasa... Mungkin ada sesuatu yang tersimpan didalamnya... Ini bahkan sudah lebih dari suhu yang ada... Didalam ruang pelatihan kultivasi. Setidaknya sudah dari... 10 kali lipatnya."
"Kau benar."
Tiba-tiba saja ada cahaya yang sangat terang didepan mereka berdua. Bahkan mata Adrine dan Shin kecil hingga silau saat melihat kilauan cahaya yang sangat terang itu. Tetapi cahayanya berwarna merah jingga seperti warna lava atau magma.
"I... Itu..."
"Cahaya terang apa ini?Shin kecil, apa kau tahu darimana cahaya ini berasal?"
Cahaya terang tersebut mulai meredup dan menampakkan tempat seperti kawah dari gunung berapi tersebut.
"Ini... Ini benaran gunung berapi yang aktif... Tapi lihatlah kedalam kawah dibawah sana!!"
Shin kecil menunjuk sebuah tanah seperti suatu tempat khusus yang tidak meleleh karena suhunya yang panas dan magma yang mengelilinginya.
"Tempat apa itu? Tempat itu seperti... Tempat untuk bermeditasi... Bukan... Lebih tepatnya seperti sebuah... Altar!"
__ADS_1
"Ya, kau benar... Itu adalah altar... Kau itu adalah bocah yang cukup beruntung... Altar ini adalah altar yang sangat spesial... Altar yang kau lihat sekarang dinamakan... Altar Sembilan Warna Api Spiritual."