
SETELAH 5 BULAN BERLALU
Shin kecil masih bimbang untuk membunuh orang banyak lagi. Ada 35 orang yang berusaha naik untuk memeriksa apa yang sedang terjadi pada gunung yang panas dan berkabut ilusi. Shin kecil sudah membunuh 14 orang dan masih tersisa 21 orang. Akan tetapi, berita yang heboh tersebut tak hanya mengundang 35 orang saja, datang lagi sebanyak 18 orang bahkan salah satunya sudah memasuki tahap Nirvana Alam Pertama.
"Sudah 5 bulan, tapi kenapa Adrine belum sadar juga? Apa tekniknya jauh lebih kuat?"
Shin kecil terus bertanya-tanya, kapan Adrine akan segera sadar. Ia berjalan, bukan, tapi terbang kesana-kemari karena terus memeriksa keadaan Adrine dan melihat orang-orang yang menurutnya membahayakan.
Sementara itu, Adrine masih sedang berusaha sedikit lagi untuk menyempurnakan kultivasinya terhadap teknik Api Roh Ungu Jiwa Pembantaian Iblis Neraka. Ia terus menahan kesakitan dan panas luar biasa dari api ungu jiwa yang berwujud seperti roh ungu hitam yang terbang dan terus menguji kekuatan Adrine.
"Sebentar lagi... Sebentar lagi..."
Adrine masih terus meringis menahan kesakitan yang masih berlanjut. Api ungu yang sedang dikultivasikan oleh Adrine, justru membakar kulit dan membuat aliran energi Adrine menjadi sangat panas.
Tak terasa, 8 jam telah berlalu. Adrine telah berhasil menyelesaikan kultivasinya. Teknik Api Roh Ungu Jiwa Pembantaian Iblis Neraka telah selesai dan berhasil disempurnakan. Api kelima telah muncul dan berwarna ungu. Energi pada sekitar tubuh Adrine mulai berkumpul pada pusat altar yang tengah dipakai oleh Adrine untuk mengkultivasi semua warna api.
"Nah, pasti sekarang!!"
Dengan merasakan energi yang cukup pekat berkumpul pada satu titik altar, dan melihat adanya jenis api baru berwarna ungu, Shin kecil telah menduga kalau waktunya telah tiba.
Mata Adrine terbuka. Tubuh Adrine melontarkan sejumlah besar energi panas yang sangat dahsyat hingga meluapkan seisi magma gunung yang sangat panas. Jika dilihat dari jauh akan seperti gunung yang meletus dan menyemburkan api ke langit.
Dari pemandangan semburan gunung tersebut, terlihat adanya penampakan yang lain. Penampakan itu muncul dari dalam api yang sedang disemburkan. Terlihat jelas adanya seperti roh berupa api ungu yang terbang seperti arwah gentayangan. Banyak yang melihat dengan tatapan takut. Tapi banyak juga yang tidak memperdulikan pemandangan tersebut dan lebih penasaran dengan apa yang terjadi diatas sana.
Tetapi roh yang melayang tersebut bukan sembarang terbang kesana-kemari tanpa ada tujuan. Tak disangka roh-roh yang terbang dan mendekati orang, malah membakar kulit orang-orang yang disentuhnya. Api ungu menyebar dari kulit yang disentuhnya dan membakar seluruh tubuh hingga organ dalam. Bahkan darah mereka pun ikut meluap dan membuat kabut darah yang sangat pekat.
"Kok rasanya bocah ini lebih sadis ya? Aku membunuh mereka saja tidak sampai membuat kabut darah kayak begitu."
Semua orang mati, tak satupun ada yang bertahan. Bahkan seseorang yang sudah mencapai tahapan Nirvana Alam Pertama pun juga tak bisa menahan rasa sakit dan panas dari api ungu. Bukan hanya menggerogoti kulit dan fisik, bahkan jiwa mereka pun juga dilahap oleh api tersebut.
__ADS_1
Semua api ungu telah terkumpul kembali pada tubuh Adrine. Semburan magma pun mulai mereda sedikit demi sedikit. Langit mulai berwarna ungu gelap. Suasananya mulai mencekam dan gelap, disertai dengan kabut merah darah dan aroma darah yang sangat pekat hingga membuat orang yang menghirupnya pusing dan bahkan pingsan.
"Haha, kali ini aku pasti dapat teknik yang sangat bagus dan kuat."
Kesadaran Adrine telah sepenuhnya pulih. Kini ia tengah berbahagia dengan apa yang baru saja didapatkannya.
BLETAK!!
Pukulan keras mendarat tepat dikepala Adrine. Suaranya keras dan khas.
"Adududuh... Siapa kau? Berani-beraninya kau memukulku!! Sini!! Gelud!!"
Sontak Adrine terkejut dan marah. Mana ada orang yang mau dipukul kepalanya, apalagi setelah ia tak sadarkan diri dan memukul dari belakang. Sakit, mengagetkan, itu sudah pasti yang merasakan seperti Adrine barusan.
"Apa? Kau mau gelud? Ayok!!"
"E... Eh? Kok?"
"Apa kau tahu, siapa yang menyebabkan semua yang ada disana itu?"
Adrine melompat dan memeriksa keadaan yang sedang ditunjukkan oleh Shin kecil. Ia terkejut mendapati kabut darah yang sangat pekat. Bahkan Adrine dapat mencium aroma darah yang sangat pekat tersebut.
"Apa aku baru saja melewatkan tontonan menarik? Apa kau yang melakukan semua itu?"
Adrine mengira kalau kabut darah yang ada dibawah sana adalah perbuatan Shin kecil yang membunuh semua orang hingga menyebabkan kabut darah yang menyengat itu.
BLETAK!!
Sekali lagi kepala Adrine terkena pukulan yang sangat keras.
__ADS_1
"Aduh!! Kenapa lagi?"
Sudah jelas kalau Adrine terkejut dan kesal kalau kepalanya tiba-tiba dipukul. Bukan sekali, sudah kedua kalinya dipukul. Tetapi, ekspresi wajah Shin kecil menunjukkan hal yang sebaliknya. Wajahnya seperti emosi dan marah yang sedang ditahan.
"Perbuatanmu sendiri kau lemparkan padaku, baik sekali kau ini..."
"Eh? Apa? Perbuatanku? Bagaimana bisa?"
Adrine tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Shin kecil. Baru saja sadar sudah disalahkan dengan apa yang terjadi.
"Kau pasti tahu kalau setelah kau berhasil mendapatkan apa yang ada didalam alam bawah sadarmu, pasti terjadi fluktuasi energi yang sangat dahsyat, iya kan?"
"Hmm."
Adrine mengangguk.
"Fluktuasi kali ini cukup berbeda dari sebelumnya. Aku tak tahu apa yang terjadi, tapi yang pasti disaat terjadi fluktuasi energi, ada seperti api ungu yang berbentuk seperti roh muncul dari magma yang menyembur keatas."
Mata Adrine terbelalak setelah mendengar penjelasan dari Shin kecil. Ia tahu kalau sesuatu yang terjadi tadi, berhubungan erat dengan teknik yang didapatkannya.
"Itu berasal dari teknik yang baru saja kudapatkan."
Adrine berkata dengan suara yang agak pelan, tetapi bukan berbisik.
"Apa? Kau bilang apa barusan?"
"Api ungu, iya kan? Berwujud roh, iya kan? Itu adalah teknik Api Roh Ungu Jiwa Pembantaian Iblis Neraka."
"Coba kulihat, bagaimana teknik yang kau dapatkan!"
__ADS_1
Lalu Adrine memberikan kitabnya sambil menjelaskan apa yang menurutnya sedang terjadi.