
"Walaupun banyak murid kuat didalam sana, tapi belum ada yang berani masuk kedalam Stormzone." Ujar Taro.
"Ya. Bahkan termasuk Adrine." Ujar Tirani.
"Itu belum pasti. Kalau menurutku, Adrine belum menerima informasi tentang stormzone dan zona lainnya selain whitezone." Ujar Heyto.
"Itu juga bisa jadi, tapi kurasa bocah ini sedang bergerak menuju kearah stormzone." Ujar Tiran.
"Itu menurutmu, kalau menurutku bocah ini sedang menuju kearah Beruang Besi Salju." Ujar Tirani.
"Aku setuju denganmu." Ujar Heyto.
"Coba kita lihat, apa dia bisa mengalahkan hewan spirit tingkat suci itu." Ujar Taro.
"Anak ini benar-benar sesuatu. Bisa mengejutkan kita semua dalam serangan barusan." Ujar Heyto.
"Yang mana, melawan Lee atau yang saat membunuh satu tim?" Tanya Tiran.
"Keduanya." Ujar Heyto dan Taro bersamaan.
__ADS_1
Sementara itu, Adrine juga sudah mengetahui tentang Beruang Besi Salju. Adrine juga sudah mengetahui kalau keberadaan hewan spirit tersebut dihindari banyak orang.
20 menit yang lalu, Adrine tengah duduk diam dan menunggu datangnya musuh dalam jangkauan. Dan tak disangka Adrine telah merasakan musuh dalam jumlah banyak didekatnya dalam radius 100 meter.
'Ada 9 orang berada dalam 100 meter. Menurutku, mereka yang terkuat kultivasinya adalah sama denganku.' Ujar Adrine dalam hati.
"Lihat itu, ada beberapa orang lain yang sedang berada didekatnya. Apa Adrine bisa melawan mereka semua?" Tanya Tirani yang masih meragukan kemampuan Adrine.
"Kita lihat saja, tak perlu tanya aku." Ujar Heyto dengan santainya.
Setelah itu, para master terfokus pada Adrine. Adrine mengaktifkan mata jiwa kanannya dan langsung mengeluarkan belati jiwanya. Adrine mengaktifkan skill Dead Silent, Dead Shadow, dan juga Flashstep. Adrine langsung bergerak dengan cepat dan kembali ketempat semulanya dalam kurang dari 0,3 detik.
"Apa kau tidak melihat 9 orang yang tadi ada didekatnya?" Tanya Heyto yang mengingatkan.
"Memangnya kenapa dengan para murid itu?" Tanya Tirani dan Tiran yang sedikit bingung.
"Lihar saja!" Ujar Heyto dengan santainya.
"Memangnya kenapa dengan mere... Eh, dimana 9 murid yang lain?" Tanya Tirani yang terkejut melihat 9 murid tersebut menghilang.
__ADS_1
"Mereka semua sudah ter-respawn. Lihat saja data point mereka!" Ujar Taro sambil menunjuk data nama 9 murid yang tadi. Awalnya 9 murid tersebut mempunyai point yang hampir semuanya sama, yaitu 250 point. Tapi sekarang point mereka menjadi 0.
"Bagaimana? Apa kau sudah melihat, Tirani?" Tanya Heyto.
"Di... Dia adalah kultivator yang luar biasa. Ada satu murid yang setara dengannya dan jumlah mereka adalah 9, tapi dengan membunuh 9 murid itu seperti terlalu mudah baginya." Ujar Tirani.
"Kita lihat saja kelanjutannya. Apakah anak ini bisa mengejutkan kita lagi atau tidak?" Ujar Heyto.
"Ya. Adrine ini sangatlah luar biasa." Ujar Tirani dengan tersenyum lembut.
Lalu semuanya berlalu dan lanjut pada 10 menit berikutnya. Adrine menetapkan untuk mengubah rencananya dan mencari monster yang kuat. Adrine telah merasakan Beruang Besi Salju dan langsung bergegas menuju kearah tempat beruang tersebut. Dalam waktu yang bersamaan, Senior David sedang menuju kearah yang sama. Dalam hal kultivasi, Adrine memang kalah dari David. Tetapi Adrine belum tentu kalah melawan David.
Kultivasi David pada saat ini, adalah Tulang level-3. Dan David juga akan memasuki puncak pada level tersebut. David yang sebenarnya adalah kultivator tipe fighter.
"Aku juga merasakan adanya orang lain yang sedang menuju kearah Beruang Besi Salju. Auranya tak begitu kuat. Apa orang itu lebih lemah dariku atau jaraknya yang jauh dari kemampuan deteksiku?" Ujar dan tanya Adrine pada dirinya sendiri.
Adrine telah sampai pada tempat Beruang Besi Salju. Tapi beruang tersebut belum menyadari kedatangan dari Adrine. Dan tak lama kemudian, Senior David juga datang ditempat tersebut.
"Ternyata kau Senior David, kukira siapa. Hahaha." Ujar Adrine sambil tertawa senang.
__ADS_1