Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Menjadi sumber masalah


__ADS_3

Matahari masih belum berada tepat di atas kepala, udara juga belum terlalu terik, Adrine dan Reihan telah sampai di tepi hutan wilayah hutan Spilleri. Mereka berdua disambut oleh seseorang yang bernama Carlos Halbert, Adrine belum mengenalnya sama sekali, sedangkan Reihan terlihat seperti sudah akrab dengan orang itu.


Carlos Halbert terlihat seperti orang tua dewasa yang berjanggut, tubuhnya sangat besar, lebih tinggi daripada Adrine dan Reihan.


"Wah wah, baru 2 tahun kita tidak bertemu, kau sudah begitu besar ya? Pasti kau sudah sampai di tahap Keberlanjutan?"


Orang bertubuh besar itu mengelus rambut tebal Reihan, mereka tampak seperti orang yang sudah sangat dekat.


"Ah, mana mungkin secepat itu? Jika aku memang bisa, kenapa kau tidak menarik ke perguruanmu yang ada di kota Fenti?"


"Kau benar, tapi temanmu yang ada di belakang itu bisa."


Tiba-tiba orang yang bernama Halbert itu menunjuk Adrine.


"Aku?"


Reihan juga menengok ke arah Adrine, ia penasaran kenapa Adrine memenuhi kualifikasi.


"Kenapa Adrine bisa memenuhi kualifikasi untuk masuk ke dalam perguruan Fenti Bayangan?"


Reihan seperti tak terima kenyataan jika Adrine benar-benar memenuhi kualifikasi untuk memasuki sebuah perguruan yang bernama Fenti Bayangan.


"Benar juga, kenapa aku bisa terlihat selayak itu?"


'Apa jangan-jangan dia tahu kalau aku sudah mencapai tahap Keberlanjutan level-2?' Pikir Adrine.


Carlos Halbert tersenyum ketika melihat Adrine dan Reihan yang kebingungan.


"Aku sudah melihat catatan kultivasinya yang menunjukkan bahwa dia memiliki kemampuan yang luar biasa, apa kau tahu? Bocah ini telah mencapai tahap Keberlanjutan level-2, kau bukan apa-apa ketika di hadapannya."


"Apa? Tahap Keberlanjutan level-2? Tuan Halbert, apa kau tidak salah bicara?"


Reihan sangat tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar, hal itu juga membuat Adrine sangat terkejut.


Carlos Halbert tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak salah bicara. Lagipula, apa kau bisa menghadapinya jika begini?"


Lalu Carlos Halbert mengayunkan telapak tangannya yang mengisyaratkan kepada Adrine untuk datang kepadanya. Adrine pun datang kepadanya.


'Bagaimana orang ini mengetahui catatan kultivasiku? Bukankah catatan itu bersifat pribadi dan hanya beberapa orang yang tahu? Siapa dia sebenarnya?' Pikir Adrine.


Carlos Halbert tersenyum dan menjulurkan tangan kanannya.


"Apa aku boleh berjabat tangan denganmu?"


Tiba-tiba orang itu ingin berjabat tangan dengan Adrine, padahal ia belum menyelesaikan apa yang dia katakan sebelumnya.


"Tuan Halbert, apa yang sedang kau lakukan? Apa yang kau maksud tadi dengan tak bisa mengalahkan Adrine?"


Reihan terlihat sangat tidak terima jika Adrine sangat diperhatikan oleh tuan Carlos Halbert.

__ADS_1


Carlos Halbert hanya diam saja ketika Reihan baru saja membentaknya.


"Boleh saja."


Adrine memperbolehkan untuk berjabat tangan dengannya dan ia menjabat tangan tuan Carlos Halbert.


"Ugh..."


Adrine merasakan adanya energi besar yang memasuki tubuhnya. Energi tersebut seakan telah merasuki sirkulasi energi di tubuh Adrine.


WUUUSH!!


Angin berhembus dengan kencang, bayangan Adrine membesar dan menjadi sangat gelap, namun tidak dalam kehendak Adrine.


Adrine hanya diam karena ia tahu bahwa dirinya dalam kendali seseorang dengan kekuatan yang sangat besar. Ia tak bisa bergerak apalagi melawan.


Semua pasukan Adrine telah keluar, tak ada satupun yang kurang.


"A... Apa-apaan ini semua?"


Reihan tak percaya apa yang dilihatnya, ia berjalan mundur karena ketakutan.


"Semua ini adalah pasukannya, seorang mage yang mempunyai kemampuan seperti ini bisa mengendalikan semuanya dalam sekali jentikan jari, tapi resiko besarnya adalah ketika mengambil jiwanya, hal ini bisa melukai jiwa bahkan membunuh seseorang. Tapi bocah yang namanya Adrine ini punya kemampuan sehebat ini, sangat luar biasa."


Reihan malah tak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Carlos Halbert, ia terus memperhatikan ketiga jiwa hewan iblis milik Adrine, yaitu Purgatory Demon, Blood Demon, dan Bolt Demon.


Orang besar itu pun melepaskan genggaman tangannya, kini Adrine bisa mengendalikan energinya lagi dengan lancar.


Tepat setelah Carlos Halbert berkata, Adrine pun menyimpan semua pasukannya.


"Perguruan mengutus kalian berdua untuk mengetes kemampuan Adrine yang begitu luar biasa, apalagi Adrine memiliki kultivasi yang luar biasa, bukankah begitu, Reinold Xsue, sahabat baikku?"


Muncul seseorang tepat ketika tuan Carlos Halbert memanggil nama seseorang.


"Ayah? Bagaimana bisa kau ada di sini?"


Orang yang muncul itu ternyata adalah ayah Reihan, dia bernama Reinold Xsue yang barusan disebut oleh Carlos Halbert.


'Ada apa ini? Ada seseorang di tingkat Permata yang muncul lagi, pertanda apa ini?' Pikir Adrine.


Carlos Halbert adalah kultivator di tingkat Permata, begitu juga ayah Reihan, Reinold Xsue. Adrine mengetahuinya karena mereka mempunyai energi yang bukan main, terlalu besar jika mereka berada di tingkat Kesempurnaan.


"Seingatku, hanya grandmaster Oi, grandmaster Tiana, dan senior Rakha yang tahu tentang misi mereka berdua, apa jangan-jangan kau itu menguping?"


Carlos Halbert ternyata memiliki pengamatan yang luar biasa hebat juga, ia bahkan bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi.


"Tidak tidak, akulah yang memberitahu hal ini kepada ayahku sendiri."


Reihan berkata dengan sangat terus terang, Carlos Halbert tersenyum mendengarnya.


"Berarti kau memang menganalisa misinya, kau tahu kesempatan seperti ini adalah yang paling mudah untuk menyingkirkan satu anak ini kan? Tolong hentikan kebiasaan burukmu itu!"

__ADS_1


Adrine sedikit mengerti dengan ucapan Carlos Halbert, ia memang terpikir dari apa yang pernah dikatakan oleh Reihan di saat seleksi dulu.


"Sudahlah, kau sendiri paham dengan sifatmu, aku memang akan berusaha menyingkirkan bocah ini, tak ada yang boleh mengungguli keluarga Xsue-ku."


Carlos Halbert menggelengkan kepalanya ketika mendengar ucapan ayah Reihan, Adrine juga tak bisa berkomentar apa-apa mendengar sendiri bahwa sifat keluarga Xsue itu memang sangat licik dan serakah kekuasaan.


"Apa kau tahu tentang ini? Misi yang diberikan kepada mereka berdua ini telah dikonfirmasikan kepadaku seminggu yang lalu, di pihak kami, semuanya setuju untuk menguji kemampuan Adrine dan dengan adanya Reihan Xsue dalam misi ini adalah untuk memancing seberapa jauh langkah yang berani kau ambil. Ternyata kau sendiri yang turun tangan untuk mengakhiri nasib bocah ini."


"Diam kau Carlos Halbert!!"


Kami semua terkejut, suara gertakan barusan memang terdengar biasa saja, akan tetapi membuat telinga orang biasa menjadi sakit.


'Barusan ayah memanggil nama tuan Halbert dengan nama lengkapnya, aku belum pernah mendengarnya, kenapa bisa menjadi seperti ini?' Pikir Reihan.


Reihan sama sekali tak terpikir sampai sejauh itu, bahkan ia tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya nanti.


"Oh? Baru pertama kali ini aku mendengarmu menyebutkan nama lengkapku seperti ini, ada apa denganmu?"


Bahkan hal ini adalah pertama kalinya menurut Carlos Halbert sendiri.


"Oh iya, apa kau tahu? Di saat aku sedang membicarakan misi ini bersama walikota Jerry, salah seorang dari institut Fierry mendengarnya. Karena sudah terlanjur mendengarnya, ia tertarik dan membawa informasi ini kembali ke institut. Pihak mereka pun setuju untuk merekrut Adrine untuk masuk ke dalam perguruan Yin-Yang Fierry Zeronia, pasti kau tahu kan tentang perguruan kembar itu?"


"APA? BOCAH INGUSAN INI DIREKRUT OLEH INSTITUSI FIERRY DI MEGALOPOLIS ZERONIA?"


Carlos Halbert tersenyum lebar melihat ekspresi wajah terkejut dan takut Reinold Xsue.


'Sial, bocah ini ada dalam perlindungan institusi besar.' Pikir Reinold.


"Dia diterima oleh perguruan sebesar itu hanya karena telah mencapai tahap Keberlanjutan level-2 lebih awal dari yang lain? Bukankah itu tidak adil?"


Reihan dengan beraninya mengajukan pendapat dan dengan suara yang keras.


"Tidak adil menurutmu? Dia memulai kultivasi lebih lambat dari umumnya, dia memulainya pada umur 14 tahun dan Adrine ini bisa mencapai tahap Keberlanjutan level-2 pada umur ke-20 tahun, apa kau bisa?"


Reihan sangat terkejut dan langsung menoleh ke arah Adrine dengan sangat cepat. Ia sangat tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.


"Selain itu, tak ada kultivator tahap Keberlanjutan yang bisa mengendalikan hewan iblis dengan baik dan lancar, dia bahkan bisa dengan mudahnya mengendalikan 3 ekor hewan iblis secara bersamaan dan salah satunya memiliki kekuatan yang setara dengan hewan spirit tingkat Jelmaan Iblis semasa hidupnya, hal ini menunjukkan bahwa dia mampu dan memiliki bakat yang luar biasa."


Reihan sudah tak berani menatap Adrine lagi dan menunduk, ia sudah mengira jika pada seleksi kemarin itu Adrine sedang berpura-pura dan mengerti mengapa Adrine berani mengambil taruhan.


Adrine sendiri bahkan sampai berpikir tentang permasalahan yang ada di sana.


'Sepertinya aku di sini menjadi sumber masalah, walaupun aku tadi hanya sempat mengatakan satu kata saja.' Pikir Adrine.


Satu kata yang di maksud Adrine adalah ketika ia berkata aku di saat tadi di tunjuk dan disebut oleh Carlos Halbert sebelumnya.


"Oh iya, hampir saja lupa, perkenalkan, orang ini adalah orang yang mendengar diskusi ku tentang misi Adrine dan Reihan, dari institut Fierry, salah satu dari bagian komunikasi dan koneksi di Megalopolis Zeronia, senior besar Lhila."


Awalnya tak ada siapapun di samping Carlos Halbert, namun ketika ia tiba-tiba memperkenalkan seseorang, ada seorang wanita yang muncul di sampingnya. Adrine, Reihan, dan Reinold sangat terkejut melihatnya, pakaian yang dikenakan oleh wanita itu sangat elegan dan berkelas.


'Benar-benar orang dari sebuah megalopolis, pakaiannya saja sangat mewah.' Pikir Adrine.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2