Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Keberuntungan


__ADS_3

Adrine menjadi agak pendiam sejak dikalahkan oleh Alfian. Bahkan disaat perjalanannya pulanga Adrine bertemu dengan Etern dan hanya diam saja. Setelah Adrine kembali ketempat tinggalnya, Adrine berkultivasi untuk memulihkan diri.


"Adrine, apa kau sedang kesal?"


Shin kecil mencemaskan keadaan Adrine. Tetapi Adrine menggelengkan kepalanya. Adrine tetap diam dan tak bicara sepatah kata pun.


'Tak seperti biasanya bocah ini seperti ini. Ada apa dengannya?' Pikir Shin kecil.


Lalu, Shin kecil berusaha untuk menghibur Adrine. Tetapi tetap saja, Adrine hanya diam bahkan tidak tersenyum.


"Adrine. Kekalahan itu wajar, untuk apa kau mempermasalahkan itu?"


Adrine tetap saja diam. Adrine terus berkultivasi walaupun tekanan energinya sedang tidak teratur. Disaat itu Shin kecil sedang membuka sistem.


'Mungkin aku bisa menghiburnya dengan ini.'


Shin kecil kembali menatap Adrine. Adrine masih saja diam dan terus diam. Pikirannya kacau seperti ada yang menggangunya.


"Hei Adrine. Lihatlah! Ini adalah artifak peninggalanku, tingkat suci. Artifak milikmu akan bisa langsung naik ke tingkat suci setelah kau menggabungkannya dengan artifak milikmu."


Shin kecil masih berharap bahwa Adrine akan terhibur. Adrine tetap diam dan masih diam berkali-kali Shin kecil menghiburnya.


Lalu Adrine membuka matanya dan mengangkat kepalanya. Adrine menatap Shin kecil yang terlihat cemas dengan Adrine. Senyum Adrine mulai terbentuk. Shin kecil mulai menghilangkan rasa khawatirnya.


"Tenang saja Shin kecil, aku tidak apa-apa."


Adrine mulai tersenyum lembut. Shin kecil menjadi bahagia melihat Adrine telah tersenyum kembali.


"Apa kau mau mengambilnya?"


Shin kecil menyodorkan batu merah darah kehitaman yang katanya adalah sebuah artifak tingkat suci.


"Apa namanya?"


DEG!!

__ADS_1


Shin kecil teringat kalau tadi ia belum menyebutkan nama batu itu.


"Oh iya, aku lupa. Ini namanya Batu Darah Ashura."


"Baiklah."


Adrine menerima batu itu dan mengaktifkan mata jiwa kirinya. Lalu sama seperti biasanya, Adrine mengeluarkan kitab tanpa nama itu dan memulai proses penggabungan artifak.


DEG!!


Shin kecil seperti melihat sesuatu yang baik akan terjadi. Tetapi, Shin kecil tak tahu apakah keberuntungan akan datang atau tidak.


"Adrine, jika penggabungan ini selesai, maka kau akan mendapatkan artifak tingkat murni."


"Apa?"


Jelas bagi Adrine kaget mengetahui hal tersebut. Melewati satu tingkatan dalam penggabungan sekali waktu adalah hal yang menakjubkan.


"Tetapi, ada satu hal yang kau butuhkan."


"Apa itu?"


"Kau butuh artifak yang setingkat sejati atau suci, maka kau bisa mendapatkan artifak tingkat murni."


"Tapi aku tidak punya artifak lagi. Semuanya telah aku gabungkan dengan belati ini."


Shin kecil menjadi agak bingung karena Adrine juga sudah tak mempunyai persenjataannya atau artifak lagi.


"Ah iya..."


Tiba-tiba Shin kecil seperti mempunyai ide yang bagus. Adrine langsung menatap kearah Shin karena penasaran.


"Bagaimana?"


"Aku ingat. Kau itu punya TP (Training Point) yang lumayan banyak."

__ADS_1


Adrine menjadi teringat dengan TP karena sudah lama tidak melihat jumlah TP miliknya dan tak pernah menggunakannya.


"Oh iya, kau benar. Berapa jumlah TP ku Sekarang?"


"Sebentar, akan kulihat dulu."


Lalu Shin kecil mencoba melihat data TP milik Adrine yang tak pernah ia gunakan sebelumnya.


"Kau mempunyai 10350 TP. Setidaknya kau bisa untuk membeli artifak tingkat sejati."


"Ayo kita lihat. Apakah sistem yang kau buat punya senjata atau artifak yang cocok dengan belati milikku."


Lalu Adrine dan Shin kecil melihat lihat deretan artifak yang menurutnya pas untuk digabungkan dengan belati miliknya.


"Batu Neraka, Kalung Taring Iblis, Rantai Petir Ganda, Pedang 8 Permata, Perisai Emas 4 Daun Semanggi..."


"Apa tipe artifak yang kau cari?"


"Sebentar, nah... Ini dia..."


"Apa itu?"


Adrine langsung membeli artifak tersebut dan menunjukkannya kepada Shin kecil.


"Ini adalah Black Hole Phoenix Sword. Artifak ini adalah pedang yang terbuat dari ketiadaan atau kegelapan tanpa batas seperti lubang hitam dan sepanas api."


"Aku baru saja meneliti pembaruan dari penggabungan artifak. Jika belati milikmu kau gabungkan dengan pedang ini, maka kau bisa mengubahnya menjadi pedang atau belati sesukamu."


"Benarkah?"


"Ya. Selain itu, aku salah dalam pengamatanku sebelumnya. Belati milikmu tak akan naik ke tingkat murni."


"Sial. Tak apalah, yang penting menjadi semakin kuat."


Lalu Adrine menggabungkan semua artifak yang ia punya. Adrine menunggu proses penggabungan artifak hingga selesai.

__ADS_1


Dan akhirnya selesai, dan Adrine mendapatkan artifaknya dalam keadaan yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.


"Sebelumnya aku belum memberi nama pada pedang ini. Sekarang aku punya nama, akan kunamakan Pedang Api Hitam Ashura."


__ADS_2