
Shin kecil berusaha mencerna penjelasan dari Adrine tentang teknik Api Roh Ungu Jiwa Pembantaian Iblis Neraka. Shin kecil juga merasa kalau teknik yang satu ini sangatlah kejam.
"Memang sangat kejam. Tapi kau beruntung, ini adalah teknik tingkat Kaisar level-5, mungkin teknik tingkat Semesta."
Adrine mengangguk menandakan kalau ia setuju dengan Shin kecil.
"Semakin tinggi tekniknya, semakin kejam pula cara penggunaannya."
"Yeah, semua pasti ada bayarannya."
Sebuah teknik yang cukup kejam dan keras, untuk apa mereka memperdebatkannya lebih lanjut lagi. Mereka berdua tak merasa untuk perlu lagi membicarakan teknik tersebut.
"Oh iya Adrine, kau sekarang naik gelar menjadi Kelayakan 4. Kau bisa memilih satu teknik tingkat tinggi."
"Oh ya? Baiklah, aku akan memilih."
Lalu muncul sebuah layar transparan berada didepan wajah Adrine. Tertera banyak sekali nama teknik tingkat tinggi yang tersusun rapi yang tersimpan didalam basis data. Adrine segera memilah-milah mana teknik yang menurutnya cocok dengannya.
"Aku belum memiliki teknik tipe pertahanan. Mungkin Green Light Prison of Psionic ini cukup bagus."
"Haha, tak kusangka kau memilih teknik ini."
"Hah?"
Adrine agak sedikit tak paham dengan ucapan Shin kecil barusan. Memangnya kenapa kalau ia memiliki teknik tersebut? Bukannya tak ada masalah dengan itu? Bukankah bebas untuk memilih teknik manapun yang menurutnya sesuai dan menarik baginya.
"Memangnya kenapa?"
"Kau itu tipe assassin, tapi apa benar kalau kau tetap memilih teknik tipe pertahanan?"
"Ya... Assassin tetaplah butuh pertahanan agar dia tidak terkena serangan. Memangnya kenapa kalau aku memilih teknik ini?"
"Bukan apa-apa, hanya memastikan kalau kau yakin dengan teknik yang ingin kau pilih. Oh iya, kau belum melihat apa saja yang kau dapatkan dari gelar Kelayakan 4."
Lalu muncul layar transparan yang menunjukkan data yang ada. Fitur yang didapatkan oleh Adrine juga bertambah.
"[Selamat anda mendapat gelar Kelayakan 4.]
[User membuka beberapa akses.]
[1. Akses ruang latihan kultivasi dan fisik ditingkatkan
__ADS_1
Dapat mengambil dan mempelajari salah satu gulungan teknik tingkat tinggi 1
Membuka akses Perhitungan Damage dan Data Kesehatan pada lawan disaat berada dalam sebuah pelatihan.]"
"Ya, aku sudah dapat yang nomor 2, dan aku tidak peduli dengan yang lainnya. Aku latihan dulu."
"Dasar bocah."
Adrine melompat dan kembali ke altar. Ia duduk dan berkultivasi lagi untuk memperkuat tubuhnya. Adrine kembali memasuki alam bawah sadarnya dan mendapati hewan spirit yang berbeda. Tubuhnya sangat besar, Adrine hanya seukuran dengan telapak kakinya saja.
"Naga Kristal Api Bersayap 6, ukurannya saja sebesar ini, dan tingkatannya... Hewan spirit tingkat langit?? WHOAA... AKU BELUM SAMPAI TAHAP NIRVANA ALAM PERTAMA!!!"
Adrine berteriak-teriak seperti orang kesurupan. Ia sedikit ketakutan apalagi melihat musuh yang akan ia hadapi sebesar puluhan kali lipat daripada tubuhnya.
Tetapi Adrine tak habis pikir. Ia mendapatkan sebuah ide yang belum pernah terpikir olehnya sebelumnya.
"Aku belum pernah bertransformasi menjadi Purgatory Demon. Bagaimana kalau kucoba saja? Apalagi kalau Purgatory Demon dulunya adalah hewan spirit tingkat langit."
Adrine mengepalkan tangannya yang menunjukkan kalau ia sudah siap. Sorot matanya tajam dan tertuju pada naga yang ada didepannya. Tetapi, ia masih agak ragu untuk melawannya. Ia masih sedikit berpikir-pikir apakah bisa mengalahkannya.
'Kekuatan Purgatory Demon tidak dalam kondisi yang stabil. Apalagi api yang ada disini bukan kekuatan yang bisa dipakai olehnya.'
"Aku tak yakin, tapi aku harus!! Ya, aku harus melakukannya!! Demi bisa menjadi lebih kuat, aku harus mengalahkan naga ini!! Sekaranglah, Transformation, Purgatory Demon!!"
Tubuh Adrine berubah menjadi api yang berkobar-kobar. Walaupun wajahnya tidak berubah menjadi api.
ZRAAAST!!
Adrine melompat dengan kecepatan yang super cepat. Sesaat Adrine ingin memukul kepala naga tersebut, naganya berhasil menghindari serangan Adrine.
"Tak kusangka, naga ini juga punya kecerdasan yang lebih baik dari hewan spirit umumnya."
Lalu Adrine mendarat dan mempersiapkan serangan berikutnya. Adrine memutuskan untuk berlari mengelilingi naga itu, tetapi tak ada sedikitpun pergerakan dari naga seperti menyerang Adrine. Lalu tangan Adrine mulai membuka, api hijau berkumpul pada tangannya.
"Tapak Suci Api Hijau Alam!!"
Sebuah serangan meluncur dari tangan Adrine. Telapak tangan api hijau raksasa dengan cepat mengarah ke leher naga.
BLAAM!!
Adrine terkena efek serangan balik dari tekniknya sendiri. Ia terpental dan terlontar diatas udara dengan sangat cepat karena terkena ledakan barusan.
__ADS_1
"ERRGHH!! Tak kusangka, ledakannya begitu kuat, bahkan aku sendiri terkena efeknya."
Asap mengepul didepan Adrine. Setelah asapnya menghilang, ia melihat kalau naga yang ada didepannya seperti terkena serangan kecil, seperti terkena luka gores. Bagi naga tersebut, serangannya bukanlah apa-apa, hanya seperti terkena petasan, mungkin sih...
"Apa? Kuat sekali naga ini!!"
Emosi Adrine mulai meluap. Tangannya mengepal dengan sangat kuat. Dan sepertinya naga yang sedari tadi tidak menyerang balik, mulutnya mulai mengeluarkan nafas api.
DEG!!
Mata Adrine terbelalak. Mulut naga pun mulai terbuka dan nafas apinya juga semakin berkobar. Kepalanya mendongak dan bersiap menyemburkan api.
BWOOOOSHH!!
'Sial!! Aku tak mungkin bisa menghindarinya, apalagi teknik pertahanan yang tadi belum aku kuasai.'
BWOOOOSHH!!
"ERRGHH!!"
Adrine terkena semburan api tersebut. Semburan tersebut sangatlah kuat dan terang, bahkan bayangan Adrine pun sama sekali tidak terlihat.
BWOOOOSHH!!
Naga itu masih terus menyemburkan nafas apinya. Bahkan cukup lama untuk waktu menghembuskan nafas.
Semburannya mulai berkurang dan sedikit demi sedikit mulai mereda. Api telah berubah menjadi asap. Dan asap yang mengepul telah menutupi sebagian dari tanah pijakan bahkan magma yang ada disekitar pun juga ikut tertutup oleh asap.
Mata dari naga sepertinya terbelalak karena melihat sesuatu yang menurutnya tidak benar. Dari sekian banyak asap yang mengepul, hanya ditempat yang sebelumnya adalah tempat Adrine saja yang seperti bercahaya biru terang.
"Heh!! Tak kusangka kalau kekuatan Purgatory Demon bisa menahan serangan yang sangat kuat tadi."
Dari asap itu, muncul suara Adrine.
"Apa ini kekuatan yang sebenarnya dari iblis api? Purgatory Demon?"
Cahaya biru terang tadi keluar dari asap dan bukan cahaya lagi, melainkan adalah Adrine yang menggunakan wujud transformasi Purgatory Demon yang sedang menggunakan skillnya.
"Hehe, kenaikan kekuatan dari tingkat api... Blue Fire!!"
Tubuh Adrine diselimuti oleh api biru yang sangat panas. Kekuatannya seperti lebih kuat dari api yang sebelumnya. Wajahnya tertutupi oleh api, hanya menyisakan mata yang seperti sedang memakai baju ninja.
"Altar Sembilan Warna Api Spiritual, semua yang tersimpan didalamnya, akan kudapatkan semuanya. Dan naga ini akan menjadi hidangan pembuka nya. Now, it's time for action. It's Show time!!"
__ADS_1