Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Kekuatan Baru?


__ADS_3

"Oh iya ya... Adrine kan dapat Tubuh Abadi. Itu bukan teknik. Tapi, ada apa ini?"


Shin kecil seperti merasa kalau fluktuasi energi kali ini akan lebih berbeda daripada semua fluktuasi sebelumnya.


"Aku harus menjauh! Kalau tidak, aku bisa saja terkena serangan dadakan."


Dengan segera Shin kecil terbang menjauh untuk menghindari adanya serangan maupun ledakan yang mungkin tiba-tiba muncul.


Aliran energi Adrine juga sangat kuat hingga dapat menekan udara pada sekitarnya. Bahkan tubuhnya seakan-akan akan membuat seluruh kawasan disekitarnya menjadi bergetar dan tertekan.


BLAAAZZ!!


Fluktuasi energi yang dahsyat muncul seperti apa yang telah diperkirakan oleh Shin kecil. Bahkan energi yang memancar keatas langit hingga membelah awan dan membuat badai disekitarnya. Dan semakin lama, tubuh Adrine seperti akan meledak.


BLAAAM!!


"Apa? Ledakan?"


Tiba-tiba tubuh Adrine melontarkan sejumlah energi yang sangat besar dan mengakibatkan ledakan yang dahsyat, bahkan Shin kecil yang sebagai Roh Keabadian saja bisa merasakan efek ledakannya.


Shin kecil memilih untuk semakin terbang menjauh agar tak mengenai banyak kekuatan residu dari lontaran energi tadi.


Mata Adrine terbuka secara perlahan. Sorot matanya sangat kalem dan tidak terlalu memaksakan. Dan tiba-tiba muncul sebuah gulungan kertas hitam didepannya seperti apa yang ia lihat didalam alam bawah sadarnya sebelumnya.


"Hah? Shin kecil dimana?"


Bukannya senang dapat benda bagus, tapi ia malah mencari orang lain.


"Aku disini. Tadi aku menjauh karena kupikir kau ingin meledakkan gunung ini!!"


Lalu muncul Shin kecil yang terbang dari atas dan mendekati Adrine. Walaupun ledakan tadi seperti tidak mempengaruhi apapun, namun. tadi adalah serangan semi fisik. Tak menghancurkan fisik namun bisa menyakiti fisik dengan beberapa kerusakan, tetapi bukan serangan mental.


"Ya, ya... Tapi ternyata yang kudapat bukan menjadikanku mempunyai Tubuh Abadi, tapi seperti daftar bahan yang harus aku punya untuk memiliki Tubuh Abadi."


"Memang begitu. Tubuh Abadi hanya bisa dibentuk dan prosesnya juga tidak instan. Kau harus mendapatkan beberapa bahan yang harus kau gunakan untuk membentuk dan menyempurnakan Tubuh Abadi."


Adrine mengangguk mengerti. Ia tahu kalau Tubuh Abadi itu tidak bisa didapatkan hanya dengan berkultivasi saja, namun harus dibentuk dengan beberapa bahan.


"Oh iya, aku tadi juga diberi satu gulungan lagi berwarna merah. Kalau tidak salah gulungan itu adalah daftar untuk menyempurnakan Tubuh Iblis."


"Nanti kujelaskan tentang itu. Untuk sekarang, coba kita lihat dulu apa saja bahan yang kau butuhkan untuk mendapatkan Tubuh Abadi."


Lalu Adrine membuka gulungan hitam tersebut, dan ternyata benar kalau didalamnya terdapat daftar bahan yang diperlukan untuk membentuk Tubuh Abadi.


"Hati Pegasus Api Hitam Putih, 3 Bunga Matahari Langit Gelap, 3 Pil Inti Badai Yin, 3 Bulu Phoenix Biru, 850 kg Kristal Ungu Gelap, 5 tetes Darah Gagak Kuno Abadi, dan sehelai Bulu Angsa Emas Langit."

__ADS_1


"Wow... Adrine, semua bahan yang perlu kau dapatkan sangatlah langka keberadaanya. Satu bahan saja mungkin akan setara dengan ratusan Artifak tingkat Murni. Apa kau ingin tetap mendapatkannya?"


Tetapi, melihat tatapan mata Adrine, Shin kecil merasa kalau jawaban Adrine sudah pasti untuk ditebak.


"Untuk apa aku harus menyerah sekarang? Mencoba saja belum, kenapa aku harus menyerah? Walaupun sulit, tapi itu semua patut untuk aku perjuangkan."


Shin kecil menghela nafasnya dan mengedipkan matanya perlahan. Walaupun tak sependapat dengannya, namun jawaban tersebut seperti membuatnya lega dan puas.


"Baiklah. Itu keputusanmu, aku tak berhak untuk memaksamu."


Lalu, Adrine seperti tersenyum senang dengan adanya Shin kecil yang juga tidak menolak keputusan yang ia ambil.


"Tetapi sepertinya ada beberapa bahan yang tidak mungkin akan kau dapatkan. Mungkin kau harus keluar dari benua ini untuk mencarinya. Seperti Darah Gagak Kuno Abadi dan Bulu Angsa Emas Langit."


Shin kecil ingin meyakinkan kepada Adrine bahwa perjalanan yang mungkin ingin ia tempuh kali ini akan sangat jauh dan lebih beresiko. Bahkan ada beberapa bahan yang keberadaannya tidak dalam jangkauan yang tergolong didalam satu tempat atau wilayah.


"Sejauh apapun pasti akan aku tempuh. Bahkan jika aku harus keluar dari dunia ini pun aku juga akan melakukannya."


Adrine juga ingin meyakinkan kepada Shin kecil kalau tekadnya sudah bulat dan benar-benar akan mencari semua bahan-bahan tersebut walaupun perjalanannya akan sangat menantang.


"Oke oke, itu yang kau putuskan. Aku juga tak yakin kalau aku bisa menghentikan keputusanmu."


"Baiklah jika kau mengerti. Tapi, apa kau merasakan satu hal?"


Adrine seperti merasakan adanya sebuah kekuatan yang menurutnya cukup besar. Bukan hanya tadi saja, melainkan ia sudah merasakannya sejak pertama kali berada di Altar Sembilan Warna Api Spiritual.


Shin kecil juga sepertinya sudah menyadari semua itu sejak dulu. Namun ia ingin membicarakannya disaat Adrine sudah benar-benar selesai.


"Aku bukan merasakannya hanya barusan tadi saja, aku sudah merasakan semua ini dari awal kita kemari."


"Kau benar."


Dan juga Shin kecil juga sama seperti Adrine, sudah merasakan semua itu sejak dari awal. Lalu Adrine melompat ke Altar Sembilan Warna Api Spiritual.


"Apa aku boleh menghancurkannya?"


Adrine sedikit ragu-ragu untuk menghancurkan altarnya. Ia takut kalau akan ada sesuatu yang akan terjadi pada kultivasinya maupun teknik yang telah ia dapatkan.


"Tenang saja, Altar ini sudah tak berfungsi lagi bagimu."


"Tapi semua apinya masih menyala. Apa tidak apa-apa?"


Adrine masih ragu-ragu untuk benar-benar menghancurkannya


"Hancurkan saja! Tak ada apa-apa kok."

__ADS_1


"Baiklah."


Lalu Adrine menghembuskan nafasnya dan bersiap untuk menghancurkan altarnya. Tangannya mengepal dan ingin memukul keras lantai berkilau tersebut dan menghancurkannya.


BLAAARR!! BLAAARR!! BLAAARR!!


Seketika, pukulan pun melayang dengan sangat cepat hingga tak bisa dilihat oleh mata. Dan juga dalam sekejap mata, Altar Sembilan Warna Api Spiritual hancur dalam pukulan keras dari tangan Adrine.


Asap juga mengepul yang mengikuti hancurnya Altar Sembilan Warna Api Spiritual. Dan Adrine melihat adanya tatanan batu yang cukup rapi dibawah sebuah altar. Dan terdapat benda diatasnya pada setiap batunya. Terdapat sebuah gulungan, batu permata, dan sebuah Rune.


"Apa itu? Gulungan teknik?"


Lalu Adrine mengambil gulungan teknik terlebih dahulu untuk memeriksa teknik apakah yang terdapat didalamnya. Dan setelah Adrine menyentuh dan mengambil gulungan tersebut, sembilan warna api yang sebelumnya berada di altar seperti aktif. Semua apinya seperti mengelilingi tubuh Adrine.


"Ke... Kenapa denganku? Ada apa ini? Kenapa aku dikelilingi oleh api?"


Adrine sendiri menjadi agak seperti cemas, dan entah kenapa kalau Adrine merasa kalau semua api itu sedang tertarik pada sesuatu. Dan sesuatu itu adalah gulungan yang sedang Adrine pegang saat ini.


Disaat Adrine membuka gulungan tersebut, didalamnya hanya terdapat gambar sebuah burung yang kurang jelas dan tulisan yang berantakan.


"Apa-apaan ini? Kenapa didalamnya tidak jelas?"


Adrine sendiri malah menjadi seperti sedang dipermainkan. Namun Shin kecil tidak berpikiran demikian.


"Bukan. Gulungan ini tidak sedang mempermainkanmu, tapi apabila terdapat sebuah gulungan atau kitab teknik dengan tingkat yang sangat tinggi, penjelasannya mungkin akan menjadi sangat rumit dan menjadi sukar untuk dipahami. Mungkin saja, gulungan yang sedang kau pegang itu adalah gulungan yang berisikan teknik tingkat Semesta atau lebih tinggi lagi."


"Apa?"


Adrine sendiri hampir tak percaya kalau gulungan kertas yang isinya tak jelas itu adalah gulungan teknik yang tingkatannya sangatlah tinggi.


Lalu Adrine menoleh kearah Shin kecil dan ingin menanyakan sesuatu.


"Kalau kau tanya aku itu teknik apa dan tingkatannya apa, aku tidak tahu. Setelah ini kau akan tahu semuanya, termasuk kenapa api api-api itu mengelilingi tubuhmu."


Shin kecil seperti sudah membaca pergerakan dan pemikiran Adrine dengan sekejap. Namun Adrine kini tak kesal karena apa yang ada dihadapannya lebih penting.


Dan tiba-tiba saja semua api yang mengelilingi tubuh Adrine seperti terhisap kedalam gulungan yang sedang dipegang oleh Adrine dan sedang membentuk sesuatu. Dan gulungan tersebut menjadi terbakar.


"Gulungannya terbakar, tapi tidak hangus. Tulisannya juga menjadi agak jelas dan menjadi mudah untuk dibaca dan dipahami. Mungkin semua itu berhubungan dengan Altar Sembilan Warna Api Spiritual."


Adrine seperti sudah berpikir dengan seksama sebelum mengatakan semua hal barusan.


"Mungkin kau benar juga. Lihat itu namanya!!"


"Kreasi Phoenix Biru?"

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2