Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Kekacauan di Sekte Mata Emas


__ADS_3

Sore harinya, Adrine dan pangeran ketujuh telah berada di arena hidup dan mati seperti apa yang telah mereka sepakati.


Pangeran keenam tak kunjung datang untuk menonton, padahal biasanya dialah yang paling suka dengan pertarungan hidup dan mati. Begitulah yang dipikirkan oleh pangeran ketujuh. Selain itu, banyak para tetua dari Sekte Mata Emas yang datang hanya untuk menonton. Mereka sangat yakin bahwa pangeran ketujuh akan memenangkan pertarungannya, mereka juga akan melindungi sang pangeran jika dia mengalami kejadian yang tak terduga.


Sebenarnya Adrine menekan aura dan kekuatannya yang ditujukan untuk mengecoh lawan, para penonton, dan para tetua. Itu karena jika dia melepaskan kekuatan aslinya maka para tetua akan langsung mencegah pertandingan itu dan membawa Adrine ke tempat interogasi hingga di penjara ataupun dibunuh.


Adrine mengedipkan matanya pada Reina, 'Seharusnya ini berhasil,' batinnya.


Pertandingan pun dimulai tanpa kehadiran pangeran keenam. Adrine melesat dengan cepat menghampiri pangeran ketujuh, lawan bersiap menghindar. Akan tetapi pria yang melesat dengan cepat itu mengubah pergerakannya.


Lelaki bangsawan itu segera mengaktifkan teknik penguatan tubuh karena reflek. Walaupun gerakan musuhnya itu tak terduga, pangeran ketujuh tetap waspada agar tidak mendapatkan luka yang dalam.


Para penonton menghujat serta mencibir Adrine. Mereka mengatakan bahwa pria pengembara yang kotor tak pantas untuk dapat bertarung dengan seorang pangeran dari Sekte Mata Emas.


"Cih, itu hanya trik murahan saja. Aku pun bisa melakukannya, untung saja pangeran lebih waspada dan cerdas."


"Modal bisa lari cepat ke sana kemari tak membuatnya bisa memenangkan pertarungannya melawan pangeran."


"Dia hanya pemuda awam yang sombong."


"Kau betul, berani-beraninya dia melawan pangeran ketujuh yang sudah jelas memiliki tubuh yang bahkan lebih keras dari batu."


"Pedang saja bisa patah jika menghantam tubuh pangeran ketujuh, apalagi tulang bocah itu."


BLAAAARR!!


Pangeran ketujuh menginjak tanah hingga bergetar dengan sangat hebat. Arena yang luasnya lebih dari 50 meter itu berguncang dan mengganggu pergerakan Adrine.


Tetapi pria yang satu matanya ditutup itu melompat ke udara. Momentum itu tak disia-siakan oleh pangeran ketujuh, dengan segera ia juga melompat menuju ke arah Adrine. Ketika seseorang berada di udara maka dia akan menjadi mangsa yang mudah ditangkap.


WUUUSH!!


Adrine melemparkan bola api besar ke arah pangeran ketujuh, tetapi dengan mudahnya bola api tersebut terurai dengan udara. Hanya saja orang yang menahannya tertahan dan terjatuh menghantam tanah.


Pangeran ketujuh jatuh dalam posisi tegak berdiri, tubuhnya begitu kuat dan keras.


'Resistansinya terhadap sihir sangat luar biasa. Tubuh seperti itu sangat jarang ditemukan, mungkin saja orang ini melatih teknik khusus untuk mengurangi kerusakan yang sebenarnya ia terima dari sihir,' batin Adrine.


Pria yang matanya ditutup itu kembali menapak di atas permukaan tanah. Tetapi kali ini Adrine mulai serius, dia membuat tekanan yang mengerikan kepada lawannya sehingga tubuhnya menjadi begitu berat dan sulit untuk bergerak, seolah ada rantai yang mengikatnya disertai logam berat yang membebaninya.


Dan itu menjadi celah yang sangat besar bagi pangeran ketujuh untuk diserang.

__ADS_1


BLAAAARR!!


Tiba-tiba saja ada petir yang menyerang dan menghentikan pergerakan Adrine.


Terlihat empat sosok wanita anggun yang berada di atas balkon khusus untuk menonton menatap tajam ke arah Adrine. Mereka adalah para putri dari Sekte Mata Emas yang berusaha menolong pangeran ketujuh.


'Di sini adalah wilayahku, tak mungkin akan mudah bagi pengembara jelek sepertimu untuk bisa membunuhku,' batin pangeran ketujuh.


Empat putri itu adalah putri kesembilan hingga kedua belas. Adrine dan Reina tahu akan hal itu.


BLAAAARR!!


Ada lagi petir yang menyambar arena, cahayanya bahkan lebih terang dari petir sebelumnya. Sekilas terlihat bayangan sesosok pria dari balik petir tersebut. Dan dia adalah pangeran kelima, sosok yang dianggap paling jenius di antara para pangeran yang lain.


Pangeran kelima ini berusia tiga tahun lebih tua ketimbang pangeran keenam dan dia telah mencapai tahap Nirvana Alam Pertama level-3 kelas puncak. Bahkan pangeran yang rambut panjangnya terlihat bercahaya ini telah melewati Ujian Nirvana dan mendapatkan inti jiwa hewan spirit. Walau memiliki potensi tinggi ke bawah atau bisa dibilang sama dengan pangeran keenam dan ketujuh, tetapi bakatnya jauh lebih menakjubkan dari keduanya.


Adrine menatap tajam pria yang berdiri di depannya dengan perasaan kagum. 'Aura pangeran yang satu ini jauh lebih kuat dan menakutkan ketimbang saudaranya, tapi ... '


Adrine memunculkan pedang hitam sepanjang satu meter lebih yang membakar tanah di sekitarnya. Sepasang sayap membentang dari punggungnya, sayap itu juga diselimuti oleh petir hitam dan putih. ***** membunuh yang begitu kuat dan mengerikan muncul darinya. Rambutnya juga berubah menjadi hitam dan putih. Di belakang punggungnya juga terdapat bayangan pedang panjang sebanyak enam buah yang melingkar. Mata tengahnya terbuka, menciptakan pemandangan yang sangat mengerikan.


'Benarkah dia ... Sosok Adrine yang pernah melawanku?'


Reina merasa terpukau dan takut secara bersamaan, baru kali inilah baginya melihat bagaimana sosok asli seorang Adrine. Wanita ini sekarang mulai paham mengapa pria yang sekarang menjadi pilar terkuat di tingkat Keabadian itu terlihat tidak serius ketika ditantang maju dalam acara perebutan posisi pilar. Menurut Reina kekuatan yang ditunjukkan Adrine sebelumnya mungkin masih belum bisa dibilang seperempat dari kekuatan yang diperlihatkannya sekarang.


Pangeran ketujuh sekarang matanya benar-benar terbuka. Ketakutan yang sebenarnya mulai terpatri di dalam hatinya ketika melihat sosok di hadapannya.


Bukan hanya dia seorang, bahkan pangeran kelima yang sebelumnya percaya diri akan kemampuannya sendiri dan dianggap jenius itu mulai paham siapa singa di antara para domba.


'Si ... Siapa dia sebenarnya?!' batin semua orang di sana.


Bahkan keempat putri pun tak dapat berdiri dengan benar setelah melihat pria yang sanggup mengalahkan pangeran ketujuh ketika membentangkan sayapnya.


"Bocah ini ... Siapa dia?" Tanya salah seorang tetua yang duduk balkon yang berbeda dari para putri.


Para tetua melihat Adrine dengan penuh kecemasan. Bagi mereka pemuda yang sanggup membuat kehebohan sebesar sekarang ini akan menjadi bencana di masa mendatang atau bahwa sekarang ini.


"Kita tak boleh diam saja! Cepat tangkap dia!" suruh tetua lain yang mulai khawatir.


Adrine menyadari bahwa para tetua mulai bergerak untuk menangkapnya.


ZRIIING!!

__ADS_1


Dia menghilang dan tiba-tiba saja telah menebas pangeran ketujuh menjadi dua. Pangeran itu terbakar pada saat itu juga ketika menyentuh Pedang Ketiadaan Surgawi.


SLAAAASH!!


"AAAARGHH!!!"


Teriakan mulai terdengar dari atas arena. Adrine kembali mengayunkan pedangnya, tangan kanan pangeran kelima terjatuh dan mata kanannya hangus terbakar. Pangeran itu tak dapat lagi berdiri dengan baik karena kedua kakinya terkena percikan api yang sangat panas. Ia jatuh terduduk, tak punya daya lagi untuk kembali berdiri dengan tegak.


"APA DIA PRIA SEBELUMNYA YANG TERLIHAT BIASA-BIASA SAJA ITU?!"


"KENAPA BOCAH ITU BISA SEMENGERIKAN INI?!!"


"Bahkan langit menjadi gelap karenanya, Guntur menyambar di mana-mana. Monster macam apa dia ini? Kenapa bisa dia datang ke sini?!"


"DIA PASTI IBLIS! DIA ITU IBLIS YANG MENYAMAR MENJADI MANUSIA!"


"Auranya sangat mengerikan, bagaimana bisa ada seorang ahli di tingkat Keabadian yang aura membunuhnya setara dengan ahli tingkat Permata?"


Para penonton mulai berhamburan, tatapan mereka yang sebelumnya meremehkan berubah menjadi tatapan yang penuh ketakutan dan kecemasan. Tak ada dari mereka yang masih berani berdiam diri di tempat duduk mereka masing-masing, semuanya berhamburan ketakutan dan saling mempertanyakan kekuatan dari orang yang berhasil membunuh pangeran ketujuh.


Adrine menyodorkan tangannya dengan cepat ke arah para putri dan menarik mereka ke dalam arena dengan energi mental yang diubah menjadi teknik telekinesis. Keempat putri itu jatuh terbanting ke tanah, mereka mengaduh kesakitan dan ada yang menangis.


"TEKNIK PENGUNCI RUANG, PEMBATAS DUNIA BAWAH!"


Seketika energi hitam membumbung ke langit dari bawah tanah, membatasi ruang berbentuk balok dalam radius 30 meter. Pembatas itu begitu kuat dan dilapisi oleh energi mental yang cukup kuat. Cakupannya tak terlalu luas, hanya saja pertahanannya cukup lumayan untuk menahan para ahli di tingkat Permata.


Para tetua terhenti karena mereka merasa tak dapat menghancurkan pembatas tersebut. Pemahaman mereka akan kekuatan di depan mata sangatlah jelas ketimbang para ahli dengan tingkat di bawah Permata.


"SIAL! DIA MENGUNCI RUANGANNYA!!!"


Reina menggunakan sebuah teknik yang membuatnya tak dapat dilihat. Itu berasal dari kekuatan mata jiwanya. Dia diam-diam menyelinap ke ruangan yang lebih tersembunyi tetapi masih dapat melihat Adrine dengan jelas.


Sementara itu Adrine yang telah melumpuhkan pangeran kelima mulai bergerak mengatasi para putri yang berhasil dia tarik ke dalam pembatas miliknya.


"APA YANG KAU MAU?!!! KENAPA KAU MEMBERI TEROR KEPADA SEKTE KAMI?! APA SALAH KAMI?!!!" Teriak salah seorang putri.


Kemudian Adrine menatap tajam ke arah putri yang baru saja berteriak kepadanya. Tatapannya begitu mengerikan ditambah dengan niat pembunuhnya yang menyesakkan nafas.


"Diam kau!"


Hanya dengan dua kata saja itu membuat mulut putri yang sebelumnya berteriak menjadi diam seolah ada yang menjahitnya. Adrine mendekati mereka dan menempelkan dua jarinya ke dahi salah seorang putri. Gadis itu tak sadarkan diri setelah itu dan Adrine tersenyum senang.

__ADS_1


'Haha ... Kurasa aku telah sedikit demi sedikit menemukan kekuatan tersembunyi dari mata jiwaku,' batin pria yang matanya ditutup kain itu.


Bersambung!!


__ADS_2