
SLAASH! SLAASH! SLAASH!
'Hah, tak mungkin?? Ini... Ini... Bagaimana bisa? Semua serangan dariku, tak ada yang meleset. Tapi, dia hanya diam seperti tak terjadi apa-apa. Bagaimana mungkin?' Lim Aoshan berpikir pikir hal yang tak mungkin.
"Ku kalahkan kau dalam sekali tebas!" Kata Adrine.
"Hehe, apa kau bilang?" Arpha masih santai dalam menanggapi Adrine. Dalam keadaan yang bersamaan, Adrine telah mengaktifkan Dead Silent dan Flashstep secara bersamaan. Sehingga, Lim Aoshan tak mengetahui bahwa belati yang ada ditangan Adrine, telah berada tepat didepan matanya.
CROSST!
Darah bercucuran dari mata Lim Aoshan. Adrine membunuhnya dengan sadis. Arena hidup-mati secara otomatis telah membersihkan arena tersebut dengan sendirinya. Seperti tidak terjadi apa-apa.
"Ah, baru kali ini aku membunuh seseorang. Aku masih merasa kurang terbiasa. Aku harus terbiasa! Karena nantinya, aku akan melakukan hal yang lebih sadis dari ini, mungkin!?" Kata Adrine, karena ia masih tak terbiasa untuk membunuh.
"Hei kau! Aku Prananta. Pencapaianku bumi level-1! Aku menantangmu pertandingan hidup-mati! Bagaimana, kau menerimanya?" Datang seseorang yang menantang Adrine lagi. Tapi kali ini, penantangnya jauh lebih kuat dari Adrine.
'Hah, dia sudah pencapaian bumi? Memang sebelumnya aku telah mengalahkan seseorang berpencapaian gunung level-9, tapi kali ini pencapaian bumi. Pasti akan berbeda, aku harus berhati-hati.' Adrine memikirkan segala kemungkinan yang ada.
"Benar, Adrine telah mengalahkan seseorang berpencapaian gunung level-9, tapi apa mungkin ia mampu mengalahkan pencapaian bumi?? Kurasa tidak." Kata dari orang yang sedang menonton pertandingan Adrine dan Prananta.
"Sistem, analisa statistik tubuhnya!" Adrine masih ragu ragu untuk melawannya.
"[Menganalisa...]
[-Nama : Prananta Desta
__ADS_1
-Pencapaian : Bumi level-1 (Puncak)
-Kekuatan : 149
-Daya Tahan : 56
-Kecepatan : 38
-Indera : 13
-Intelegence : 28]" ...
'Apa? Point pertahanan miliknya lebih tinggi 1 point dariku!? Aku tak akan bisa membayangkan bagaimana kerasnya tubuh Prananta!' Adrine masih berpikir pikir, apakah ia bisa mengalahkan Prananta.
"Sistem, seberapa besar peluang kemenangan yang ku dapatkan?" Adrine tetap masih ragu ragu.
"[Menganalisa...]"
"..."
"..."
"Bagaimana ini??" Adrine semakin khawatir.
"[Peluang kemenangan : 86,5%]" ...
__ADS_1
"Baiklah, akan kuterima tantangan darimu." Kekhawatiran Adrine menjadi lenyap setelah mendapati peluang akan kemenangannya sangatlah tinggi.
"Hehe, Kali akan menjadi seru. Yeah!!" Prananta juga berubah dari semangat menjadi sangatlah semangat.
"Hah, apa si-Adrine ini telah gila? Ia menerima tantangan dari Prananta begitu saja. Wow!!" Kata dari orang-orang yang menonton pertandingan Adrine dan Prananta (Mereka yang merasa point milik mereka sendiri adalah yang paling banyak).
"Oke, Kali ini aku akan lunak untuk menghadapimu. Tapi, apabila kau kehabisan tenaga untuk melawanku, kau cukup katakan saja. Aku akan menghabisimu dengan cepat. Haha." Prananta berkata seperti itu seperti dia adalah yang paling kuat.
"Baik, mari kita buktikan!" Kata Adrine.
"Haha, kau cukup menarik. Rasakan, Volcano Explosion!" Prananta langsung mengeluarkan teknik miliknya.
'Hah, bukankah ini Lingkaran Ledakan Api? Mungkin ini adalah nama aslinya. Aku tahu cara mengatasinya.' Adrine dapat mengetahuinya dengan hanya melihat dari wujud domain yang dikeluarkan.
'Ini dia.' Adrine telah melihat tanda bahayanya.
BLUAAAR! BLUAAAR! BLUAAAR! BLUAAAR!
"Apa? Dia bisa menghindari ledakan ledakan yang kuhasilkan? Tak mungkin." Prananta mulai curiga akan kemampuan yang dimiliki oleh Adrine.
"Kau tahu? Teknik ini, aku pun juga punya." Adrine pun menyombongkan diri.
"Heh, kau bisa menggunakan teknik ini? Banyak yang tahu teknik ini, tapi tak banyak yang bisa menguasainya." Kata Prananta.
"Yeah, aku tahu itu. Kalau begitu, Gabungkan Jiwa Dragon Steel!" Adrine menggunakan teknik Union of Soul.
__ADS_1