Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Melawan Arpha (2)


__ADS_3

"Hai Arpha!" Sapa Adrine sambil melambaikan tangannya.


"Hmph." Arpha cuek begitu saja. Ia masih tak mau tegur sapa dengan Adrine.


"Kalau begitu, sampai jumpa." Adrine pergi meninggalkan Arpha.


'Sepertinya Adrine akan ketempat penjualan barang. Aku ingin tahu, apa yang akan dia jual.' Arpha balik badan dan mengikuti Adrine diam diam. Sebenarnya Adrine tahu kalau Arpha mengikutinya dari belakang, tapi ia memilih tak peduli.


Disaat Adrine sampai, ia langsung mengeluarkan barang barang yang Adrine dapatkan dipelatihan, kecuali obat, esensi, dan barang selain perlengkapan dan aksesoris yang tak berguna lainnya. Arpha masih memandangi Adrine dari kejauhan.


"Oh ya pak, apa aku bisa pergi sebentar untuk mengurus sesuatu?" Adrine tiba-tiba ingin pergi.


"Iya, tapi sebentar ya?" Kata bapak pembeli.


"Hah Adrine mau kemana?" Arpha curiga melihat Adrine yang tiba-tiba ingin pergi. Adrine menghilang dengan sangat cepat. Mata Arpha tak mampu mengikuti pergerakan Adrine.

__ADS_1


"Eh buset, cepet banget dia menghilang!" Arpha kaget melihat Adrine bergerak bagaikan bayangan.


"Kamu ngapain?" Tiba-tiba ada yang berbicara dibelakang Arpha.


"WAAA!! Siapa kau?" Arpha terkejut tiba-tiba ada seseorang memegang bahunya dan bertanya. Arpha kaget dan sontak membuat ia mengeluarkan senjatanya.


"Aku Adrine, tak mungkin kau tak mengenaliku. Sedang apa kau menguntitku?" Adrine memergoki Arpha yang diam diam menguntitnya.


"Tak apa-apa! Aku hanya ingin menguji kemampuanmu saja, setelah ini apa kau mau melakukan pertarungan denganku?" Tanya Arpha yang sedang mencari alasan dan mengalihkan pembicaraan. Tak tahu darimana keberaniannya datang, tiba-tiba saja Arpha ingin sekali menantang Adrine untuk bertanding.


"Baik pak, bagaimana dengan semua ini?" ...


"Baru saja kuhitung, ini semua jika dijual seharga 2350 koin plasma. Itu juga telah aku tambahin." Kata bapak pembeli.


"Baiklah, aku ingin segera pergi, aku terima saja." Kata Adrine yang ingin buru-buru meladeni Arpha.

__ADS_1


Setelah itu, Adrine menyusul Arpha. Arpha juga mulai menunjukkan arah jalan untuk menuju ketempat mereka akan melakukan pertarungan. Dengan cepatnya, Arpha bergerak menuju hutan diluar wilayah perguruan murid dalam.


"Bukankah ini sudah diluar perguruan?" Tanya Adrine penasaran dimana mereka akan melakukan pertarungan.


"Memang. Kita akan melakukan pertarungan kita didekat hutan sana." Kata Arpha sambil menunjuk kearah didekat wilayah hutan.


"Bukankah dihutan tersebut kita dilarang untuk memasuki wilayah tersebut. Untuk apa kita melakukan pertarungan ditempat yang berbahaya?" Tanya Adrine lagi.


"Untuk menilai seberapa kuatnya kemampuan sekarang ini! Setelah aku mengalahkanmu, mungkin aku belum puas. Dan disaat itu pula, aku akan membunuh binatang buas untuk melampiaskan ketidak puasanku." Kata Arpha dengan nada yang semakin meyakinkan. Ia berkata seolah-olah ialah yang terkuat disana. Arpha masih sangat yakin, dengan kekuatan miliknya yang sekarang, Arpha bisa mengalahkan Adrine dengan mudah.


"Dengan kau membawaku kesini, pasti kau sangat yakin sekali bisa mengalahkanku dan kau pasti sudah ada persiapan lebih dahulu?" Kata Adrine untuk semakin memastikan keyakinan yang telah Arpha bawa agar bisa mengalahkan Adrine.


"Itu pasti." Kata Arpha yang semakin meyakinkan.


"Kalau begitu, aku tak khawatir kalau nantinya serangan dariku akan melukai tubuhmu." Kata Adrine meledek Arpha.

__ADS_1


"Hmph, kau tak perlu sok peduli denganku. Dengan kemampuan yang kumiliki sekarang, bahkan jika kau dibantu seorang mage tingkat yang sama denganmu, kau tetap akan kalah kali ini. Karena aku punya sebuah kejutan untukmu." Kata Arpha yang telah menyimpan sesuatu yang akan mengejutkan Adrine nantinya.


__ADS_2