
Kegelapan tersebut memancar seperti aliran sungai yang sangat kuat. Terpancar mengenai Giant Golem Bear dan dalam sekejap, golem tersebut hancur dan berantakan.
"He... Hebat sekali."
Semua terkagum dengan kekuatan Adrine yang semakin meningkat pesat. Setelah itu, Adrine membiarkan Shin kecil untuk memakan jiwa dari Giant Golem Bear.
"Bagaimana Shin kecil? Apa kau sudah sampai pada tingkat keabadian?"
Shin kecil menggelengkan kepalanya.
"Belum, tapi aku sudah sampai pada tahap Badai level-3."
"Baguslah."
Lalu Adrine menoleh kebelakang dan melihat semua temannya berjalan mendekat kearahnya. Wajah mereka benar-benar menunjukkan ekspresi yang penasaran.
"Apa kau sudah melampauiku, Adrine?"
Senior David bertanya terlebih dahulu. Adrine menggelengkan kepalanya.
"Apa kau selama ini diam karena tak ingin menunjukkan kemampuan aslimu?"
Arpha gantian bertanya. Lagi-lagi Adrine menggelengkan kepalanya.
"Aku tahu, pasti kau akan menggelengkan kepalamu dengan pertanyaanku. Jadi aku tak akan menanyakan apapun padamu."
Adrine tersenyum mendengar kalimat Etern. Adrine menunduk.
"Adrine, kita sekarang akan kemana?"
Adrine mengangkat kepalanya dan melihat Etern.
"Apa kalian butuh point?"
"Tidak."
Semuanya menjawab bersamaan.
"Baiklah, ikuti aku! Aku akan mencari point."
Semuanya mengangguk dan mengikuti Adrine. Adrine dan yang lainnya pergi bersama menuju wilayah deepzone kembali.
Melihat banyak sekali yang berjuang demi mendapatkan point, Adrine merasa kalau lebih baik membiarkan mereka untuk bisa lolos pada ujian kali ini. Tapi bukan karena kasihan terhadap mereka, tetapi Adrine punya pemikiran sendiri pada mereka semua pada saat ujian ketiga.
__ADS_1
"Kenapa kau tidak mengambil point mereka?"
Adrine menggelengkan kepalanya.
"Ya sudahlah. Apa kami boleh mengambil point mereka?"
"Hah?"
Adrine terkejut mendengar Etern mengucapkan kata seberani itu.
"Jangan!"
"Ada apa?"
Sangat jelas kalau Etern penasaran kenapa Adrine tidak boleh membolehkan Etern dan yang lain merebut point.
"Lupakan!! Ayo pergi, dan cari yang lain!"
"Haiiih, baiklah. Ayo pergi."
Melihat Etern menolehkan wajahnya dan menggelengkan kepalanya, semuanya tahu kalau Adrine ingin mengajak untuk pergi.
'Apa ini? 5 skill baru?' Pikir Shin kecil.
"Apa kalian mau?"
Etern dan yang lainnya saling melirik. Mereka juga bingung untuk memutuskan mengambilnya atau tidak.
"Apa kau akan bantu kami?"
Adrine menganggukkan kepalanya.
"Hanya sedikit, serangan pembuka."
Semuanya sepakat dan menganggukkan kepala mereka masing-masing. Adrine tersenyum.
"Tapi, bagaimana kalau salah satu ada yang tidak dapat? Hanya ada 2 ekor saja, kita ini bertiga."
Adrine memejamkan matanya dan menunduk.
"Nanti akan kucari kan yang lain."
Semuanya setuju. Adrine memberi serangan awal yang cukup dalam untuk melukai dan mengurangi pertahan. Diikuti mereka yang berjuang demi mendapatkan point.
__ADS_1
Setelah menunggu hingga 10 menit lebih, Adrine mendapati semuanya telah berhasil mendapatkan pointnya.
"Bagaimana? Siapa yang dapat?"
"Aku dan Arpha."
Adrine menghela nafas dan mengangkat kepalanya. Ia membuka mulutnya perlahan.
"Oke... Mari kita cari untuk Senior David."
Mereka semua mengangguk dan segera bergegas mencari hewan spirit. Mereka semakin bergerak menuju kearah yang lebih dalam pada wilayah deepzone.
Tak lama kemudian, mereka menemukan Singa Putih, hewan spirit tingkat suci peringkat 4. Adrine memberikan serangan awal untuk melukai tubuh singa tersebut dan mengurangi pertahanannya seperti yang dilakukannya tadi.
"Baiklah Adrine ini sudah cukup."
Adrine menganggukkan kepalanya dan mundur. Senior David langsung menyerang singa tersebut dan dibantu oleh yang lainnya. Setelah itu, singa tersebut terluka parah dan Senior David menyuruh Etern dan Arpha untuk pergi.
"Baiklah, ini bagianmu. Aku serahkan padamu sekarang."
Senior David menoleh kebelakang dan menganggukkan kepalanya. Adrine tersenyum melihatnya. Dalam sekali serang oleh Senior David, singa tersebut telah mati. Mereka langsung mendatangi Adrine untuk menanyakan akan kemana lagi sekarang ini.
"Terserah kalian."
"Kami kurang aman jika tak ada kau Adrine."
Adrine mengangkat kepalanya dan melihat wajah mereka masing-masing. Wajah Adrine hanya terlihat datar dimata teman-temannya.
"Apa kalian masih butuh point lagi?"
"Apa itu akan mempengaruhi kita disaat ujian ketiga nanti?"
"Ya. 500 point kita sekarang adalah satu point respawn kita di ujian ketiga nanti."
Mereka saling bertatap mata. Wajah mereka terlihat seperti bingung. Lalu, tak lama merekapun menganggukkan kepalanya dan setuju untuk melakukan sesuatu.
"Baiklah, kami telah memutuskan untuk mencari point sedikit lagi."
"Oke."
Adrine menganggukkan kepalanya dan berdiri.
"Kita berangkat!!"
__ADS_1