Immortal God Cultivator

Immortal God Cultivator
Blood Demon Under World (2)


__ADS_3

Setelah melihat Adrine yang terbaring lemah, Purgatory Demon langsung menghampirinya.


"Maaf tuan, ini salahku. Salahku karena tak bisa melindungi tuan, saya menyesal."


Purgatory Demon seperti merasa menyesal karena tak dapat melindungi tuannya dengan baik.


"Tidak, erghh... Purgatory Demon, jangan lengah... Aku... Tidak membangkitkanmu hanya untuk menyesal seperti ini... Uhuk... Kaulah yang ku harapkan, jadi... Uhuk... MAJULAH!!"


BWOOOOSHH!!


Seketika setelah Adrine berteriak, Purgatory Demon pun merasa seperti sedang mengalami peningkatan. Energinya meluap-luap dan membuat suhu udara disekitarnya menjadi sangatlah panas.


"Anda benar, tuan. Saya yang terlalu lengah, kini giliranku untuk membunuhnya dan membawakan mayatnya untuk anda, tuan. Sekarang, adalah waktunya untuk membalas kembali apa yang sudah diberikannya. BLOOD FIRE!!"


Purgatory Demon merasa apa yang dikatakan oleh tuannya itu benar. Dan seketika itu juga, Purgatory Demon langsung meluapkan seluruh kekuatannya dan masuk kedalam mode api darah dengan presentasi kekuatan penuh.


Namun, ada sesuatu yang menepuk pundaknya dari belakang. Ia adalah Adrine, tuannya.


"Kau tak perlu bertarung sendirian, aku juga bisa... Uhuk... Membantumu..."


Tapi, karena Purgatory Demon mengkhawatirkan kondisi tuannya yang sekarang ini sangatlah lemah, ia menolak bantuan dari Adrine.


"Tidak tuan, tubuh anda bukan dalam kondisi yang baik. Saya khawatir nanti tuan bisa..."


"Bisa apa? Pikiranmu terlalu suram, aku juga tak selemah itu hingga harus mati ditangannya. Kita lawan dia bersama!!"


Adrine ingin meyakinkan kepada Purgatory Demon bahwa pertarungan itu lebih mudah jika dilakukan bersama walaupun kekuatannya tak terlalu besar.


"Baiklah tuan, saya mengerti maksud anda. Tetapi, tetap saja tuan harus melindungi diri sendiri."


"Haha..."


Adrine tertawa karena mendengar Purgatory Demon yang tidak memahami maksud yang sebenarnya dari Adrine.


"Kita tak perlu bertarung secara terpisah, aku bisa bertransformasi menjadi tubuhmu. Itulah yang kumaksud dengan bertarung bersama."


"Hehe, sekarang saya paham tuan. Tapi tuan tetap harus berhati-hati, karena resikonya akan menjadi lebih besar bila anda mentransformasikan diri anda denganku."


Adrine menghembuskan nafasnya.


"Kau tak perlu mengingatkanku lagi, aku tahu apa yang akan kulakukan. Jadi kumohon, bantulah aku dan tetaplah tenang, dengan ini kita bisa melawan iblis darah."


Lalu Purgatory Demon mengangguk paham dan mengerti dengan semua perkataan Adrine.


"Baiklah tuan, sesuai dengan permintaanmu."

__ADS_1


Lalu Adrine bangkit dan berdiri. Walaupun agak sedikit lemas dan bergemetar, Adrine terus berusaha untuk berdiri tegap. Dan kini Adrine telah berhasil untuk berdiri tegak walaupun masih sedikit gemetaran.


"Sekarang giliranku, Transformation, Purgatory Demon!!"


Tubuh Purgatory Demon pun melebur menjadi api yang melayang menyatu dengan tubuh Adrine. Bahkan, organ dalam tubuh Adrine untuk sementara digantikan oleh organ buatan dari tubuh Purgatory Demon.


"Baiklah, kau siap Purgatory Demon?"


"Ya."


Suara Purgatory Demon terdengar dengan sangat jelas ditelinga Adrine.


"Fire Transformation, Blood Fire!!"


Lalu dalam seketika Adrine merubah tubuh api yang menyelimuti seluruh tubuhnya berubah menjadi berwarna merah darah. Adrine juga mengaktifkan sepasang mata jiwanya dan memunculkan Pedang Api Hitam Ashura.


Melihat kekuatan Adrine yang meningkat pesat, iblis darah tak membiarkan semua itu terus berlanjut. Dengan cepat iblis darah menyambar Adrine.


Namun Adrine berhasil menghindar dan menyerang balik punggung iblis darah dengan menggunakan pedangnya. Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang yang masih dipegang oleh iblis darah, kini perlahan mulai terlepas dari tangannya. Itu dapat dilihat dari Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang yang melayang namun dipegang oleh iblis darah mulai terus bergoyang. Tidak seperti sebelumnya yang sangat kencang bahkan tidak bergoyang sama sekali saat diayunkan.


'Mungkin bila aku menyerangnya terus menerus, aku bisa membuat kubus itu terlepas dari tangannya.' Pikir Adrine.


Dan dalam waktu yang singkat, Adrine telah mendapatkan rencana untuk mengalahkan iblis api tanpa terus mengandalkan kecepatan dan kekuatan.


'Aku juga harus mengandalkan kecerdasan jika aku ingin menang. Setidaknya, rencana yang baru ini bisa kugunakan untuk mengalahkannya.' Pikir Adrine.


Tepat didepan wajah Adrine, tinju yang melayang barusan digunakan oleh Adrine sebagai kesempatan untuk menyerang balik. Adrine mengayunkan pedangnya dari bawah dan menebas tangan iblis darah yang ada didepannya.


SLAAASH!!


Adrine berhasil menebas tangan iblis darah dan mengincar tangannya yang lain. Tapi, yang paling diincar oleh Adrine adalah tangan yang memegang Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang.


BUAGH!!


Tiba-tiba saja ada pukulan yang melesat diperut Adrine, dan juga kepala Adrine terkena tendangan yang sangat kuat kebawah hingga menghantam tanah dengan sangat kuat. Iblis darah telah mengangkat kakinya dan ingin menginjak Adrine dengan keras, namun dengan sangat cepat Adrine berhasil menghindar dari tendangan barusan.


'Huuh... Untung saja. Mungkin sedikit saja aku telat, bisa-bisa...'


Namun Adrine kembali fokus terhadap pertarungannya dengan iblis darah.


ZRAAAST!!


Adrine kembali melesat dengan cepat kearah iblis darah untuk menyerang kembali, namun ia menyimpan kembali pedang yang tadi ia bawa.


"TAPAK SUCI API HIJAU ALAM!!"

__ADS_1


Dan kali ini adalah pertama kalinya Adrine mengeluarkan teknik untuk pertarungannya. Ia tidak menggunakan satu teknik pun sejak tadi karena sebenarnya Adrine kurang terbiasa dalam penggunaan teknik. Namun Adrine menjadikan teknik-teknik miliknya menjadi kartu as.


Lalu, seketika telapak tangan berupa api hijau itu mengenai iblis darah sepenuhnya, namun tidak banyak melukai iblis darah. Tapi, Adrine melihat sesuatu disaat ia menyerahkannya menggunakan teknik Tapak Suci Api Hijau Alam kepada iblis darah.


'Sepertinya teknik api bisa melambatkan kekuatan manipulasi darahnya. Aku bisa memanfaatkan keadaan kali ini.' Pikir Adrine.


Tapi, disaat Adrine ingin mendekati iblis darah dan menggunakan teknik yang sama seperti sebelumnya dengan jarak yang lebih dekat, iblis darah tidak membiarkan kesempatan itu berlangsung.


ZRAAAST!!


Dengan cepat iblis darah melesat dan menghantam Adrine dari samping, namun Adrine berhasil menahannya dengan kedua tangannya.


Adrine terpukul mundur hingga cukup jauh. Tapi kekuatannya yang sangat kuat, membuat lengan Adrine menjadi kesakitan.


Dan Adrine melihat kalau tangan iblis darah yang tadinya terpotong, sekarang ini masih belum tumbuh dan darahnya seperti terus menguap.


'Teknik api bisa menghentikan pembekuan darah yang berarti itu juga berlaku pada iblis darah ini. Aku semakin tahu tentang kelemahannya, baguslah.' Pikir Adrine.


Lalu Adrine mengeluarkan pedangnya kembali dan teknik Ashura Fire masih berlaku sejak tadi bahkan masih dalam memasuki mode api biru.


ZRAAAST!!


Dan Adrine melesat kembali untuk menyerang iblis darah lagi. Namun, semenjak Adrine menggunakan pedang, ia selalu menunjukkan banyak celah untuk diserang karena Adrine sendiri masih belum mahir dalam penggunaan pedang.


Tapi sekali Adrine menyerang, ia selalu membuat serangan fatal yang sangat kuat. Dan disaat kali ini, Adrine hampir terkena serangan balik dari iblis darah berupa pukulan yang sama namun secara beruntun dari ketiga lengannya yang masih utuh.


'Serangannya kuat, tapi juga cepat, dia juga tidak terlalu mencolok disaat membuat celah. Sekarang ini jadi lebih berbahaya." Pikir Adrine.


Namun, pada suatu momen disaat Adrine menahan beberapa serangan, iblis darah menunjukkan celah yang sangat menonjol sehingga Adrine bisa menyerang balik pada iblis darah.


SLAAASH!!


Adrine menebas lengannya yang barusan tadi berhasil ditahan.


'Dua lagi!!' Pikir Adrine.


Dan tidak butuh waktu lama, Adrine mendapatkan celah lagi dari iblis darah.


SLAAASH!!


Tangan iblis darah terpotong lagi dan hanya tersisa satu, yang memegang Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang. Dan kubus tersebut, menjadi terus bergoyang dengan sangat cepat walaupun iblis darah hanya sedikit bergerak.


Dan kini iblis darah menjadi mengurangi gerakannya agar Kubus Ilusi Cahaya Langit Pedang tidak terlepas dari tangannya. Tapi karena tangannya hanya masih tersisa satu, itulah kondisi terlemahnya sekarang ini.


'Tinggal satu lagi, setelah semuanya akan selesai.' Pikir Adrine.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2