
Adrine mulai berjalan menuju ke arena tournament. Di tengah perjalanan, Adrine bertemu dengan seorang wanita. Wanita tersebut juga seorang kultivator yang akan mengikuti tournament mingguan. Adrine mengikutinya dari belakang sampai ke arena.
Adrine mulai menghilangkan perasaan tersebut sedikit demi sedikit. Hal tersebut dikarenakan Adrine mulai mengingat Etern. Disisi lain, Etern sedang berkultivasi untuk beberapa hari berikutnya. Sebenarnya, Etern baru saja beristirahat karena ia baru selesai berburu hewan buas untuk melatih fisiknya. Etern ingin masuk ke Perguruan Bayangan Langit agar ia bisa bertemu lagi dengan Adrine.
"Aku harus menjadi lebih kuat, dan lebih kuat sehingga untuk masuk ke Perguruan Bayangan Langit melalui jalur potensi bukanlah hal yang mustahil!! Dan aku bisa menemui Adrine kembali." Kata Etern. Karena Etern tahu, bahwa masuk ke Perguruan Bayangan Langit melalui jalur potensi haruslah menjadi lebih kuat.
Setiap Perguruan semua pendaftarannya adalah sama, yaitu jalur Tournament Tahunan, Administrasi biasa, dan jalur Potensi. Tournament Tahunan adalah Tournament yang dilaksanakan setiap tahunnya disetiap wilayah perguruan terdekat. Administrasi biasa adalah dengan membayar perguruan tersebut dengan harga yang telah ditentukan. Dan jalur Potensi adalah penerimaan yang ditentukan melalui pengetesan kekuatan seseorang. Biasanya tes ini hanya dilakukan oleh seseorang yang tidak lolos pada tahun sebelumnya ataupun dilakukan oleh seseorang yang punya bakat yang bagus.
"Mungkin sekarang, Etern sedang memperkuat diri. Ia benar-benar kuat, hehe."
Adrine tersenyum dengan perasaan yang sedih. Tetapi Adrine masih tetap tegar untuk bertemu dengan Etern kembali.
__ADS_1
SETELAH 2 JAM BERLALU
"Yeah, apa mungkin aku yang terlalu kuat atau mereka yang sedang ceroboh ya?" Adrine merasa semua lawan yang telah ia hadapi terlalu mudah.
"Benarkah kalo si-Adrine itu hanya pencapaian sungai level-6? Kok bisa ya, dia ngalahin orang yang bahkan pencapaiannya level-7 dengan mudahnya?" Orang orang banyak yang membicarakan Adrine, karena ia bagaikan kultivator yang terlahir 1000 tahun sekali.
"Yah, memang rata rata diantara mereka ada yang pencapaian sungai level-7, tapi seakan-akan mereka hanya bermain saja, begitulah." Adrine mengira mereka hanya bertarung tanpa keseriusan.
"[Kekuatan tuan mungkin hampir setara dengan pencapaian gunung level-4, bahkan mungkin bisa lebih.]" Kata sistem.
"Oh, hai juga Adrine. Kau ikutan tournament ini juga?" Tanya Arpha.
__ADS_1
"Ya. Tapi aku mengikuti tournament ini hanya ingin mengetes kemampuanku saja, hehe." Kata Adrine.
"Apa kau sudah kalah, atau kau masuk ke babak semifinal?" Tanya Arpha.
"Ah, aku masuk babak semifinal. Kamu sendiri, gimana?" Tanya Adrine.
"Aku juga masuk babak semifinal. Kau hebat ya. Oh ya, tadi kudengar dari orang kalau kamu itu ngalahin orang berpencapaian diatasmu? Lalu apa pencapaianmu?" Tanya Arpha, karena tak sengaja mendengar orang yang sedang membicarakan tentang Adrine.
"Ya, kalau aku sih baru pencapaian sungai level-6 puncak, kalau kamu?" Tanya Adrine balik.
"Wah, kau hampir melewati pencapaianku ya!? Kalau aku baru saja masuk ke pencapaian gunung level-1. Huh, kau itu sangat cepat ya!?" Kata Arpha sambil nyengir ke arah Adrine.
__ADS_1
Mereka berbincang bincang hingga pertandingan berikutnya dimulai. Hingga pada akhirnya Adrine yang diverifikasi sebagai assassin terpanggil untuk melakukan pertandingan berikutnya. Dan wasitnya menyebutkan nama lawannya adalah Kania, yang berarti ia adalah perempuan tetapi terverifikasi sebagai tipe mage.
Dan setelah Adrine melihat wajah wanita tersebut, Tenyata...